1,633 research outputs found
RELEVANSI ETIKA POLITIK IMAM AL-GAZALI DALAM PEMERINTAHAN DI INDONESIA PADA ERA PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PERIODE KEDUA (2009-2014)
Etika politik adalah filsafat moral tentang dimensi politis kehidupan manusia
atau cabang filsafat yang membahas prinsip – prinsip moralitas politik. Indonesia
yang mengimplementasikan Pancasila yang tidak hanya sebagai landasan etika dalam
berpolitik tetapi juga merupakan landasan dan ideologi negara. Akan tetapi, dalam
fakta sejarah tidak sedikit orang berpolitik menghalalkan segala cara, masih banyak
penyimpangan yang dilakukan para elit politik di Indonesia dalam pengambilan
keputusan yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Salah satu ulama
besar Islam Imam Al-Ghazali menjelaskan etika politik adalah suatu teori sistem
pemerintahan yang berisikan masyarakat dan aparatur negara yang mempunyai moral
yang baik dengan ditopang oleh agama sebagai dasar negara. Dalam konteks itu,
maka salah satu permasalahan yang diangkat penulis adalah “Bagaimana Relevansi
Etika Politik Imam Al-Ghazali Dalam Pemerintahan di Indonesia Pada Era Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono Periode Kedua (2009-2014)”. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui latar belakang kehidupan Imam Al-Ghazali, dan konstruksi etika
politik Imam Al-Ghazali dan relevansinya dalam pemerintahan di Indonesia pada era
presiden Susilo Bambang Yudhoyono periode kedua (2009-2014). Jenis penelitian ini
adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data pada penelitian ini
yaitu sumber data primer kitab “At-Tibr Al-Masbuk fi Nashihat Al-Mulk dan Ihya‟
Ulumiddin”, sumber data sekunder yaitu internet dan buku – buku yang berkaitan
dengan tema penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi
pustaka (membaca, mencatat, mengkategorikan data berdasarkan sub bahasan).
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan political behavior approach (pendekatan
perilaku politik). Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif
kualitatif yang menggunakan beberapa langkah sebagai berikut: reduksi data, display
data, manipulasi data, dan kategori data.
Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa ada relevansi konstruksi etika
politik Imam Al-Ghazali dengan yang terjadi di Indonesia, banyaknya pelanggaran
etika politik yang dilakukan para elit politik pada era presiden Susilo Bambang
Yudhoyono periode kedua, hal ini jugalah yang terjadi pada dunia kekuasaan pada
masa Al-Ghazali yang menyimpang dari jalur syari‟at, seperti korupsi,
penyalahgunaan kekuasaan, dan krisis ulama. Konstruksi etika politik Imam Al�Ghazali sesuai dengan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, seperti tauhid
sebagai pondasi etika politik Imam Al-Ghazali sesuai dengan Pancasila sila yang
pertama “ketuhanan yang Maha Esa”, keadilan sebagai tiang etika politik Imam Al�Ghazali sesuai dengan Pancasila sila yang kedua “kemanusiaan yang adil dan
beradab” dan sila kelima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” serta amar
ma‟ruf nahi munkar sebagai benteng etika politik Imam Al-Ghazali sesuai dengan
benteng etika politik Indonesia yang mengutamakan tugas seluruh rakyat dan ulama
untuk mengawasi roda pemerintahan
REPRESENTASI ANAS URBANINGRUM DAN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DALAM PEMBERITAAN KASUS HAMBALANG DI HARIAN UMUM PIKIRAN RAKYAT: ANALISIS STRUKTUR MAKRO
Penelitian ini mengungkap representasi dua tokoh penting dalam kasus korupsi Hambalang di Harian Umum Pikiran Rakyat, yakni Anas Urbaningrum dan Susilo Bambang Yudhoyono. Penelitian ini dilakukan atas empat teks berita utama halaman 1 terpilih yang terbit November 2013 sampai Januari 2014. Hal yang dikaji dalam penelitian ini ialah bagaimana Pikiran Rakyat merepresentasikan kedua tokoh itu dalam pemberitaan kasus korupsi Hambalang. Dari analisis struktur makro yang dilakukan, Pikiran Rakyat lebih sering merepresentasikan Anas Urbaningrum secara negatif daripada Susilo Bambang Yudhoyono. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi media cetak, khususnya Pikiran Rakyat, dalam menulis berita.
Kata kunci: Anas, Yudhoyono, representasi, korupsi, Hambalang
This research uncovered representations of two important persons on the news of Hambalang graft case at the Pikiran Rakyat daily newspaper, these are Anas Urbaningrum and Susilo Bambang Yudhoyono. This study aimed to answer two research questions, these are on how Pikiran Rakyat daily newspaper represented Anas Urbaningrum and Susilo Bambang Yudhoyono, and what ideology was at the backstage of Pikiran Rakyat news on Anas Urbaningrum and Susilo Bambang Yudhoyono at that Hambalang news covering. The things to be analyzed was the meaning occured in the sentences and discourses as a whole, with macrostructure as the analyzing tool. More than that, based on the analyses, researcher was able to uncover what ideology was in the Hambalang graft case news at Pikiran Rakyat daily newspaper. Data for this study was the selected headline news texts at the front page of Pikiran Rakyat daily newspaper regarded to the news discourse on Anas Urbaningrum and Susilo Bambang Yudhoyono in Hambalang graft case that published on November 2013 till January 2014. At that time, Hambalang graft case news was on the center of public attentions. Data was analyzed by macrostructure analyses that was a Van Dijk’s thought on critical discourse analyses. Macrostructure analyses show that Pikiran Rakyat was more often to represent Anas Urbaningrum negatively than Susilo Bambang Yudhoyono. Pikiran Rakyat put itself at the public mainstream that hate corruption or graft. By the analyses that has been done, Anas was represented negatively in 58 times or 25,22 percent of the whole texts. On the other hand, positive representations for Anas was in 37 times or 16,09 percent. Ideologically, from verbal behaviour on this study, Pikiran Rakyat showed its partiality to the people. Hopefully, the results of this research would be fruitful for the printed media, including Pikiran Rakyat, in other to be more proportional in news writing or covering.
Key words: Anas, Yudhoyono, representations, graft, Hambalan
Suukuwoolu, Kawando, aniŋ, Tabirilaŋoolu: Poems, Sermon, and Utensils
The entire manuscript is available for download as a PDF file(s). Higher-resolution images may be available upon request. For technical assistance, please contact [email protected]. Fieldwork Team: Dr. Fallou Ngom (Pricipal Investigator; Director, African Studies Center), Ablaye Diakité (Local Project Manager), Mr. Ibrahima Yaffa (General Field Facilitator), and Ibrahima Ngom (photographer). Technical Team: Professor Fallou Ngom (Principle Investigator, Project Director and former Director of the African Studies Center at Boston University), and Eleni Castro (Technical Lead, BU Libraries). This collection of Mandinka Ajami materials is copied as part of the African Studies Center’s African Ajami Library. This is a joint project between BU and the West African Research Center (WARC), funded by the British Library/Arcadia Endangered Archives Programme. Access Condition and Copyright: These materials are subject to copyright and are distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 License, which permits non-commercial use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. For use, distribution or reproduction beyond these terms, contact Professor Fallou Ngom ([email protected]). Citation: Materials in this web edition should be cited as: Ngom, Fallou, Castro, Eleni, & Diakité, Ablaye. (2018). African Ajami Library: EAP 1042. Digital Preservation of Mandinka Ajami Materials of Casamance, Senegal. Boston: Boston University Libraries: http://hdl.handle.net/2144/27112. For Inquiries: please contact Professor Fallou Ngom ([email protected]). For technical assistance, please contact [email protected] / Custodial history: Imam Ibrahima Camara is the author and current owner of the sermon and the list of utencils. Moustapha Manafa is the owner of the two poems.Contains a collection of: two short poems, a sermon delivered in 2003 by Imam Ibrahima Camara at the end of the Muslim holy month of Ramadan, and a list of utensils. The first document is a copy of the popular Mandinka Ajami poem called Teeroo I Tuloo Loo (My Friend, Listen). The second poem is copied from the original by Moustapha Manafa, a student of Imam Ibrahima Camara. Moustapha copied the two poems from his father's (Kutuboo Manafa) collection. The sermon is a bilingual Arabic-Mandinka text in which Arabic phrases are rendered in Mandinka Ajami. The sermon reminds people about the meaning of fasting during the month of Ramadan and their obligations (including the obligatory Islamic charity known as Zakāt). The list of utensils in Mandinka Ajami is a record of the gifts that the daughter of Imam Camara's friend received on the day of her wedding. In case of divorce, the list will help to identify her own belongings
Strategi Komunikasi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang dalam Meningkatkan Jumlah Mahasiswa
This research was motivated by an increase in the number of students in 2013 up to 2016 at the Da'wah and Communication Faculty of the State Islamic Institute of Imam Bonjol Padang. The author wants to know how the faculty communication strategy in increasing the number of students, which includes promotional messages, promotional media and promotional effects. The research method used is qualitative descriptive. The research informants were taken from the academics involved in the faculty and student promotion activities of the class of 2013 until 2016. The technique of determining informants used the snowball technique. The technique of collecting data through observation, interviews and documentation studies. The results obtained are communication strategies used by the faculty in terms of promotional messages, namely verbal messages such as face to face dialogue, and non-verbal messages such as direct activities in the field. Judging from the promotional media used, namely direct media, including collaborative visits, seminars, and workshops. Indirect media such as brochures, posters, calendars, bags, websites, and the work of students, students and alumni. Judging from the promotional effects, the first cognitive effect, including the increase in knowledge of prospective students regarding the Faculty of Da'wah and Communication Sciences. The second is affective effects, including changes in attitudes of prospective students after knowing the information. the third is the behavioral effect, including decisions and actions taken by prospective students after receiving and understanding information about the Da'wah and Communication Science
MUSLIM COMMUNITY IN GERMANY: CURRENT CHALLENGES AND OPPORTUNITIES
A recent study showed that the number of Muslims had increased significantly in Germany since 2015. Many of them still face challenges in terms of employment and training. Religion may be a secondary cause of these challenges, "but it does not hinder integration in general." "We will do that," was the most famous phrase of German Chancellor Angela Merkel, in 2015, referring to her that her country is capable and ready to receive a large number of refugees, when Germany opened its doors to them and received about one million people, most of them from the Middle East, especially Syria. The author conducted a literature study by quoting from various sources as well as using a descriptive and comparative analysis approach, after about six years, the number of Muslims in Germany has become much larger, and the demographic structure has become less homogeneous, according to a recent official study, conducted by the Federal Office for Migration and Refugees (PAMF) at the request of the Islam Conference in Germany and the Federal Ministry of the Interior. However, the growing number of Muslims in Germany came under pressure as their numbers grew. Sometimes due to hatred and incitement from outside and within Germany itself. Cultural differences, especially religion, have become a catalyst for the emergence of such hatred. The number of Muslims continues to increase in line with the increasing efforts in cultural assimilation and the ongoing adjustment of the social environment that has changed the situation, which is expected to be better than the previous situation.
Kajian Kritis Repetisi Lafal “Lilla ̅hi ma ̅ fi ̅ as-sama ̅wa ̅ti wa ma ̅ fi ̅ al-arḍ” Dalam Surat An-Nisa ̅'
AbstrakRepetisi yang terjadi dalam al-Qur’an bukanlah sesuatu yang sia-sia, setiap lafalnya memiliki tujuan tertentu. Untuk membuktikannya melalui keilmuan al-Qur’an yaitu tikra ̅r, menerapkan kaidah tikra ̅r kepada salah satu lafal repetisi dalam surat an-Nisa ̅' yaitu lafal “Lilla ̅hi ma ̅ fi ̅ as-sama ̅wa ̅ti wa ma ̅ fi ̅ al-arḍ”, ditemukan enam kali dalam kategori tikra ̅r al-lafẓ wa al-ma’na dan tikra ̅r bi al-ma’na du ̅na al-lafẓ. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Pustaka (Library research), untuk analisis data penulis menggunakan analisis konten dan deskriptif analitik serta teknik pengumpulan data dilakukan secara mauḍu ̅’i,. Hasilnya adalah lafal ini direpetisi sebanyak enam kali dalam surat an-Nisa ̅'. Ditinjau dari kaidah-kaidah tikra ̅r, lafal-lafal tersebut memiliki kaitan yang berbeda-beda, bahkan repetisi lafal yang berdekatan tidak memiliki konteks yang sama, sedikit perbedaan lafal menimbulkan konteks yang berbeda juga. Mufassiri ̅n menjelaskan pengkhususan kepemilikan secara mutlak kepada Allah SWT, apapun yang tersembunyi dan tampak, maupun benda atau makhluk yang berada setiap lapisan langit dan bumi. Tiada sekutu dan tiada bergantung dengan makhluk manapun. Sehingga dengan kekuasaan-NYA mewajibkan untuk tunduk dan taat. Tujuan dari repetisi lafal-lafal ini sebagai peringatan atas kekuasaan Allah SWT, penegasan atau memperkuat terhadap posisi ketuhanan yang dikeragui oleh orang yang ingkar dan janji Allah SWT akan dibalas semua perbuatannya. Kata kunci: An-Nisa ̅', Tikra ̅r, Kepemilikan, Gaya bahasa. AbstractThe repetition that occurs in the Qur'an is not something in vain, each recitation has a specific purpose. To prove it through the science of the Qur'an i.e. tikra ̅r, applying the rule of tikra ̅r to one of the repetition recitations in the letter an-Nisa ̅.′ i.e. the pronunciation “Lilla ̅hi ma ̅ fi ̅ as-sama ̅wa ̅ti wa ma ̅ fi ̅ al-arḍ”found six times in the categories tikra ̅r al-lafẓ wa al-ma’na and tikra ̅r bi al-ma’na du ̅na al-lafẓ. This research uses a type of library research, for data analysis the author uses content analysis and descriptive analytics and data collection techniques carried out mauḍ, u.'i,. The result was that this recitation was repetitioned six times in the letter an-Nisa ̅′. Judging from the rules of tikra ̅r, the pronunciations have different relationships, even the adjacent repetitions of the pronunciation do not have the same context, the slight differences in pronunciation give rise to different contexts as well. Mufassiri ̅n explained the specificity of absolute possession to Allah Almighty, whatever is hidden and visible, or objects or beings that are in every layer of heaven and earth. No allies and no dependence on any creature. So that with HIS power it is obligatory to submit and obey. The purpose of these repetitions is as a warning of the power of Allah SWT, affirmation or strengthening of the divine position that is doubted by the person who disobeys and the promise of Allah SWT will be reciprocated for all his deeds. Keywords: An-Nisa ̅', Tikra ̅r, Ownership, styl
Kesadaran Sejarah Siswa terhadap Nilai-Nilai Keteladanan Kiai Ahmad Dahlan: Studi di Sekolah Menengah Atas Kota Lubuk Linggau
Era modern saat ini telah banyak memberikan pengaruh bagi dunia pendidikan di Sekolah tingkat menengah, khususnya SMA. SM Muhammadiyah yang ada di Lubuklinggau adalah hasil dari jasa Kiai Ahmad Dahlan dalam rangka mencerdaskan anak bangsa dimasa lalu untuk menaikan derajat bangsa Indonesia yang saat itu sedang terjajah oleh bangsa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah kesadaran Sejarah siswa kelas XI IPS terhadap nilai-nilai keteladanan Kiai Ahmad Dahlan di SMA di Lubuklinggau. Kesadaran siswa untuk meneladani tokoh perjuangan sangat penting sekali agar Sejarah yang pernah terjadi tidak hilang begitu saja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif deskriptif. Sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pengamatan secara langsung yang kemudian dikembangkan dengan angket yang diberikan kepada para siswa. Untuk memaksimalkan penelitian ini, peneliti menggunakan sumber tambahan dari referensi jurnal dan buku agar penelitian yang digunakan semakin baik. Hasil dan Pembahasan dari penelitian ini adalah Nilai-Nilai Keteladanan Kiai Ahmad Bagi Pendidikan, yaitu sebagai ulama yang berjasa pada dunia pendidikan, pantas untuk diteladani oleh siswa SMA Muhammadiyah saat ini. Guru dalam mengajar Sejarah dapat mengaitkan pembelajaran Sejarah dengan tokoh Kiai Ahmad Dahlan yang tentunya dengan model dan strategi yang sesuai. Nilai-nilai keteladanan yang dapat diteladani dapat berupa sifat pantang menyerah, berbudi pekerti yang baik, sopan santun, toleransi, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk Kesadaran Sejarah Siswa Kelas XI IPS SMA di Kota Lubuklinggau saat ini sudah sangat besar. Hal ini dikarenakan iklim Sekolah Muhammadiyah yang tidak lupa mengenalkan tokoh pendidikan Muhammadiyah yang berjasa untuk mendirikan Sekolah untuk masyarakat Indonesia. Namun demikian, guru dan para siswa harus benar-benar untuk mampu meneladani tokoh-tokoh perjuangan yang nantinya dapat diaplikasikan dalam masyarakat umum
- …
