1,720,967 research outputs found
PENGEMBANGAN MEDIA BELAJAR TEKNIK DASAR BOLABASKET UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Keterbatasan waktu pembelajaran Penjasorkes di sekolah menuntut siswa untuk
belajar mandiri di luar kegiatan belajar mengajar. Penelitian dan pengembangan ini
bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk media belajar bolabasket untuk siswa
Sekolah Menengah Pertama.
Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and
development). Prosedur pengembangan dalam penelitian ini adalah; (1) Pendahuluan,
yaitu menentukan mata pelajaran, analisis kebutuhan, dan materi. (2) Pengembangan
Desain Pembelajaran. (3) Pengembangan Desain Software, (4) Evaluasi Produk, Tahap
evaluasi antara lain, evaluasi tahap I, yaitu tahap validasi oleh Ahli materi dan Ahli
media, analisis I, dan revisi I. Evaluasi tahap II, yaitu uji coba satu lawan satu, analisis II,
dan revisi II. Evaluasi III, yaitu tahap uji coba kelompok kecil, analisis III, dan dilakukan
revisi III. Evaluasi tahap IV, yaitu uji coba kelompok besar, analisis IV, Revisi IV.
Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini berupa angket.
Teknik analisis data kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik
deskriptif prosedural, yang berupa pernyataan Sangat Kurang, Kurang, Cukup, Baik,
Sangat Baik, yang diubah menjadi data kuantitatif dengan skala 5, yaitu dengan
penskoran dari angka 1 sampai dengan 5.
Hasil penelitian dan pengembangan berupa CD pembelajaran teknik dasar
bolabasket untuk media belajar siswa Sekolah Menengah Pertama. Prosedur penelitian
telah melewati validasi dari dua ahli, yaitu ahli materi dan ahli media. Data hasil validasi
menurut ahli materi adalah “Sangat Baik” dengan rerata skor 4,73. Menurut ahli media
adalah “Sangat Baik” dengan rerata skor 4,44. Sedangkan penilaian siswa secara
keseluruhan adalah “Baik” dengan rerata skor untuk setiap aspek penilaian adalah: pada
aspek tampilan memiliki rerata 3.76, aspek isi/materi memiliki rerata skor 3.77, dan
aspek pembelajaran memiliki rerata skor 4.00. Kesimpulan secara keseluruhan penilaian
siswa adalah 3.84 termasuk kriteria “Baik”.
Kata kunci: media belajar, teknik dasar bolabasket
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
OPTIMASI RUTE DISTRIBUSI LOGISTIK PRODUK DESA WISATA MENGGUNAKAN ALGORITMA BEE COLONY OPTIMIZATION (BCO)
Efisiensi distribusi logistik di kawasan desa wisata menghadapi tantangan unik: kebutuhan untuk meminimalkan biaya transportasi seringkali berbenturan dengan kenyamanan wisatawan akibat lalu lintas kendaraan pengangkut. Hal ini tentu saja emmbutuhkan satu solusi terintegrasi seperti implementasi Algoritma Artificial Bee Colony (ABC) dalam mengoptimalkan rute dengan tetap mempertimbangkan dampak gangguan terhadap aktivitas wisata (Crowd Disturbance). Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan model Bee Colony Optimization (BCO) Multi-Objektif yang mengintegrasikan "Penalti Keramaian" (Crowd Penalty) ke dalam fungsi tujuannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi oleh Algoritma BCO menghasilkan efisiensi 40.6% pada biaya distribusi, dan efisiensi sebesar 4.4% pada totak jarak tempuh dengan mempertimbangkan penggunaan armada dan kondisi lalu lintas
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DISIPLIN KERJA PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL (Studi Pada Kec. Mlonggo, Kec. Bangsri DAN Kec. Pakis Aji)
Kedisiplinan pada dasarnya merupakan suatu hal yang mutlak harus dijalankan setiap organisasi, karena tanpa dukungan disiplin kerja pegawai yang baik, sulit bagi instansi atau organisasi untuk mewujudkan tujuannya. Kedisiplinan sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan para pegawai guna menunjang perubahan sikap para pegawai yang berdasarkan motivasi untuk berprestasi di dalam suatu organisasi. Kedisiplinan juga merupakan faktor utama untuk meningkatkan produktivitas kerja pegawai dalam organisasi disamping faktor-faktor atau sumber daya yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi, teladan pimpinan, aturan yang pasti, keberanian pimpinan, pengawasan pimpinan, perhatian pimpinan terhadap disiplin kerja pegawai secara parsial maupun simultan.
Pendekatan penelitian menggunakan penelitian kuantitatif, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, yang berlandaskan pada filsafah positifisme, digunakan untuk meneliti pada populasi dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan dimana Subjek Penelitian ini adalah pegawai di Kecamatan. Mlonggo, Kecamatan. Bangsri dan Kecamatan. Pakis Aji.
Hasil Penelitian sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh faktor kompensasi berpengaruh positif terhadap disiplin kerja pegawai dengan nilai t tabel sebesar 1,680 dan nilai signifikansinya sebesar 0,097. (2) Terdapat pengaruh faktor Teladan Pimpinan berpengaruh positif terhadap disiplin kerja pegawai dengan nilai t tabel sebesar 1.689 dan nilai signifikansinya sebesar 0,096 (3) Terdapat pengaruh faktor aturan yang pasti berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja pegawai dengan nilai t tabel sebesar 2.866 dan nilai signifikansinya sebesar 0,005. (4) Terdapat pengaruh faktor keberanian pimpinan berpengaruh positif terhadap disiplin kerja pegawai dengan nilai t tabel sebesar 2.866 dan nilai signifikansinya sebesar 0,005. (5) Terdapat pengaruh faktor pengawasan pimpinan berpengaruh positif terhadap disiplin kerja pegawai dengan nilai t tabel sebesar 1.992 sedangkan nilai t tabel adalah sebesar 1,664 dan nilai signifikansinya sebesar 0,05. (6) Terdapat pengaruh faktor perhatian pimpinan berpengaruh positif terhadap disiplin kerja pegawai dengan nilai t tabel sebesar 1.773 sedangkan nilai t tabel adalah sebesar 1,664 dan nilai signifikansinya sebesar 0.081. (7) Terdapat pengaruh faktor budaya kerja serta komunikasi antar individu berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai. Hal ini terlihat dari nilai F hitung > F tabel (63.430 >2.22) dan nilai signifikansinya lebih kecil dari taraf signifikansinya (0,000 < 0,05) maka hipotesis diterima, artinya variabel kompensasi (X1), teladan pimpinan (X2), aturan yang pasti (X3), keberanian pimpinan (X4), pengawasan pimpinan (X5), perhatian pimpinan (X6). terhadap disiplin kerja Pegawai (Y
- …
