1,720,992 research outputs found

    ANALISIS KINERJA MAHASISWA PESERTA MICRO TEACHING FITK UIN RADEN FATAH PALEMBANG (Studi Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam)

    Full text link
    Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu Program Studi dibawah naungan FITK UIN Raden Fatah yang bertujuan mendidik mahasiswa menjadi tenaga pengajar dan pendidik yang memiliki kemampuan akademik dan profesional, menjadi calon guru agama yang memiliki kemampuan dalam hal pengetahuan, sikap, keterampilan, dan nilai secara profesional. Peningkatan di bidang mutu calon tenaga pendidik di Prodi PAI dilakukan melalui pengembangan Praktik Pengalaman Lapangan I (PPL I) yang dikenal dengan Pengajaran atau Pembelajaran Mikro (Micro Teaching). Micro Teaching merupakan suatu kegiatan latihan belajar-mengajar bagi mahasiswa calon guru untuk mengembangkan kemampuan mengajar dan sebagai media latihan berinteraksi dengan peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan korelasional. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat expose facto yaitu memaparkan kinerja mahasiswa peserta PPL dalam mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran di sekolah latihan. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang yang telah berada pada semester VI (angkatan 2014) dan sedang mengikuti matakuliah PPL 1 (Micro Teacing) tahun akademik 2016-2017 yang berjumlah 313 orang, Data penelitian diperoleh melalui tes dan penyebaran kuesioner atau angket. Data penelitian kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja mahasiswa Prodi PAI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan peserta micro teaching dapat dikategorikan baik dan mencapai standar kelulusan matakuliah, Terdapat sekitar 67 dari 80 orang mahasiswa yang memiliki kemampuan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan baik. Mahasiswa Prodi PAI peserta micro teaching yang kemampuannya dalam melaksanakan proses belajar mengajar pada pembelajaran micro yang sudah memenuhi kriteria adalah sebesar 59% atau 48 orang  mahasiswa

    SELF EFFICACY DAN PLAGIARISME DI PERGURUAN TINGGI

    Full text link
    College or often called campus is a form of academic kehidupann. Academic life has a very long track record as an environment that has its own rules, are indefenden, and impartially. Science can only flourish and grow if the basic characteristics are maintained. In order to maintain this, the development of science and academic life in general have certain ethics and rules that should be independent of any moment. Ethical values and morals are appropriately dominated academic life in college. Colleges are supposed to have ethics and morals solid academic to academic community can form a strong character.The academicians in universities, especially lecturers and students who do not have a standard of moral and ethical values that will either take advantage of the institution or college institutions as a means to deceive a lot of things. At this time, one of the cases that emerged in this country is the rampant cases of plagiarism that occur in some universities, both public universities and private colleges. This is an example of opaque in portrait dynamics of education in Indonesia

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    PEMENUHAN HAK-HAK PENDIDIKAN KEAGAMAAN ISLAM ANAK BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PAKJO PALEMBANG

    Full text link
    Latar belakang pemilihan judul ini didasarkan pada kajian empiris dan teoretis, bahwa pembinaan yang diberikan bagi Anak Binaan sudah selayaknya harus di perhatikan dengan baik. Anak merupakan generasi penerus bangsa oleh karena itu, anak harus diberikan kasih sayang agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Seorang anak yang tidak mendapat kasih sayang, ia akan cenderung menjadi anak yang nakal dan akibatnya dapat melakukan perbuatan yang menyimpang yang melanggar undang-undang. Anak yang demikian harus menjalani proses pidana yang berujung pada suatu pembinaan yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Anak. Salah satu bentuk pembinaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Anak adalah pembinaan yang bersumber pada individu anak. Pembinaan itu disebut dengan pembinaan anak secara perorangan (individual treatment). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk mengangkat fakta, keadaan dan fenomena yang terjadi ketika penelitian berlangsung dan menyajikan data apa adanya. Pelaksanaan dalam pemenuhan hak-hak pendidikan keagamaan Islam juga tidak terlepas dari kendala yang ada, baik itu struktur, substansi, dan kultur. Pada struktur, pembinaan anak perorangan memerlukan kuantitas dan kualitas dari tenaga pembina yang berhadapan langsung dengan anak didik. Pada substansi, peraturan perundang-undangan mengenai anak mengakibatkan timbulnya stigma yang membekas pada diri anak. Pada kultur, sangat dibutuhkan peran pihak di luar Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA), yaitu keluarga dan masyarakat. Dari ketiga kelemahan tersebut hanya menekankan pada kesejahteraan anak mendorong munculnya pembinaan retroaktif. Pembinaan secara retroaktif dilakukan dengan melibatkan pihak-pihak yang ada di sekitarnya, yaitu pelaku, keluarga, masyarakat, dan tidak tertutup kemungkinan korban sehingga membina anak dilakukan secara lebih manusiawi karena juga tetap diperhatikan kepentingan lainnya, yaitu masyarakat dan korban. Hal lain yang mendukung keberhasilan pembinaan anak didik pemasyarakatan adalah adanya partisipasi dari orang tua, keluarga, dan masyarakat. Dengan memperhatikan dan bersikap mau menerima anak tersebut, maka program pembinaan yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Anak (LPA) akan berjalan dengan baik dan berhasil
    corecore