1,721,018 research outputs found
Aktivitas Dakwah Ustazah Surtini pada Suku Bakumpai Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala
Skripsi ini disusun dengan berlatar belakang ketertarikan peneliti terhadap dakwah Ustazah Surtini pada Suku Bakumpai Kecamatan Kuripan Kabupaten Barito Kuala yang mampu diterima masyarakat suku Bakumpai padahal Ustazah Surtini memiliki latar belakang budaya yang berbeda dengan mad’unya yaitu Suku Sunda. Namun demikian, dakwah beliau juga memiliki hambatan yakni perbedaan budaya dengan para mad’unya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dalam hal ini peneliti
mengamati, wawancara dan mendokumentasikan langsung subjek yang diteliti yaitu Ustazah Surtini untuk mengetahui aktivitas dakwah Ustazah Surtini pada Suku Bakumpai dan mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat. Kemudian setelah itu peneliti menganalisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yang mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya jenuh.
Adapun hasil penelitian ini adalah aktivitas dakwah yang diterapkan oleh Ustazah Surtini sudah dilakukan secara maksimal. Dilihat dari penerapan aktivitas dakwah yang dilaksanakan Ustazah Surtini ada 7 langkah yaitu: Perkiraan dan perhitungan di masa depan terhadap dakwah Ustazah Surtini, Penetapan dan perumusan sasaran dalam rangka pencapaian tujuan dakwah Ustazah Surtini, tindakan-tindakan dakwah serta memprioritaskan pada pelaksanaannya, Penetapan metode dakwah Ustazah Surtini, Penetapan dan penjadwalan waktu, Penetapan lokasi dan tempat dan Penetapan biaya, fasilitas, serta faktor lain tentang dakwah Ustazah Surtini.
faktor pendukung yaitu, 1) Budaya yaitu Bahasa: Ustazah Surtini
berdakwah memakai Bahasa Indonesia dengan perlahan-lahan menjelaskan kembali supaya lebih jelas lagi dan banyak bertanya tentang Bahasa Dayak Bakumpai. Tradisi: menjadi banyak bertanya tentang budaya Bakumpai dan tidak melawan/menyanggah tentang budaya Suku Bakumpai walaupun tidak mengikutinya. 2) Keadaan alam yaitu jalan: pindah ke Musala yang jalannya sudah pakai tembok sehingga mudah untuk dilalui Ustazah Surtini dan para jamaah majelis taklim. Listrik: untuk pindah tempat ke Musala yang sudah ada genset agar bisa menggunakan aliran listrik demi berlangsungnya kegiatan dakwah pada majelis taklim yang dibina Ustazah Surtini. Faktor penghambat yang dialami Ustazah Surtini saat berdakwah pada masyarakat Suku Bakumpai 1) Budaya yaitu: Bahasa dan tradisi yang berbeda dan 2) Keadaan alam berupa jalan dan listrik. Jalan, sulit dilalui jika hari hujan deras turun karena masih tanah. Listrik, Saat hujan deras di daerah Kuripan selalu mengalami mati lampu
Efektivitas Konseling Gestalt dengan Teknik Kursi Kosong dalam Layanan Konseling Kelompok Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
ABSTRAK
Surtini, (2020): Efektivitas Konseling Gestalt dengan Teknik Kursi Kosong dalam Layanan Konseling Kelompok Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Belajar Siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling gestalt dengan teknik kursi kosong dalam layanan konseling kelompok untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis. penelitian ini di latar belakangi oleh rendahnya tanggung jawab belajar siswa, mendeskripsikan apakah tanggung jawab belajar siswa sesudah diberikan konseling Gestal dengan teknik kursi kosong dalam layanan konseling kelompok efektif untuk meninggkatkan tanggung jawab belajar siswa SMAN 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis . Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas XI IIS SMAN 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis tahun ajaran 2019/2020 dengan populasi sebanyak 89 siswa. Subjek penelitian adalah sebanyak 8 orang siswa yang merupakan penelitian sampel dengan mengambil dari populasi terendah sebagai subjek penelitian. Uji validitas menggunakan SPSS 21.0 for windows. Adapun untuk analisis data, peneliti menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon. Hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa tanggung jawab belajar siswa sebelum di berikan perlakuan konseling Gestal dengan teknik kursi kosong dalam layanan konseling kelompok berada di kategori sedang dengan rata-rata 71,87. Setelah diberikan perlakuan konseling Gestal dengan teknik kursi kosong dalam layanan konseling kelompok mengalami peningkatan yang tinggi yaitu berada pada rata-rata 93,00. Maka dapat dikatakan adanya perbedaan pre test dan post test dan dilihat dari analisis data bahwa thitung>ttabel 9,024>2,00 sehingga Ho ditolak. Meningkatnya tanggung jawab belajar siswa terjadi setelah subjek penelitian mengikuti 8 kali kegiatan layanan konseling kelompok dengan teknik kursi kosong. Hal ini membuktikan mereka berhasil meningkatkan tanggug jawab belajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa konseling Gestalt dengan teknik kursi kosong efektif untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa di SMAN 1 Bukit Batu Kabupaten Bengkalis.
Kata Kunci: Konseling Gestalt, Teknik Kursi Kosong, Konseling Kelompok dan Tanggung Jawab Belaja
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
