1,722,093 research outputs found
SÊRAT PURWAKA SURTI (Suatu Tinjauan Filologis)
Latar belakang dipilihnya naskah Sêrat Purwaka Surti sebagai objek kajian
dalam penelitian ini adalah (1) dari segi filologis, terdapat banyak kesalahan tulis
dalam naskah Sêrat Purwaka Surti, (2) dari segi isi, mengungkapkan ajaran-ajaran
yang terkandung di dalam Sêrat Purwaka Surti.
Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana
suntingan teks dari Sêrat Purwaka Surti yang bersih dari kesalahan sesuai dengan
cara kerja filologi?; (2) bagaimana ajaran moral kepemimpinan yang terkandung di
dalam teks Sêrat Purwaka Surti?
Tujuan penelitian ini adalah (1) Menyajikan suntingan teks dari Sêrat
Purwaka Surti yang bersih dari kesalahan setelah melalui cara kerja filologi. (2)
Mengungkapkan ajaran moral kepemimpinan yang terkandung di dalam teks Sêrat
Purwaka Surti.
Bentuk penelitian ini adalah penelitian filologis yang bersifat deskriptif
kualitatif. Jenis penelitiannya adalah penelitian pustaka (library research). Sumber
data dalam penelitian disimpan dan ditemukan di Perpustakaan Sanabudaya
Yogyakarta, sedangkan data penelitian ini adalah naskah dan teks Sêrat Purwaka
Surti, berbentuk têmbang macapat berjumlah 1 (satu) pupuh dengan huruf Jawa
carik sejumlah 25 halaman. Teknik pengumpulan data melalui tahapan inventarisasi
melalui katalog-katalog naskah yang tersimpan di perpustakaan atau instansi, judul
didaftar, diadakan pengecekan kebenaran keberadaan naskah ke lokasi penyimpanan
naskah dan diadakan pengamatan, teknik reproduksi yaitu naskah dipotret dengan
kamera digital tanpa menggunakan blitz yang kemudian data ditransfer ke dalam
komputer yaitu program Microsoft Office Picture Manager dan Paint. Tahap
selanjutnya, Sêrat Purwaka Surti ditransliterasi.
Teknik analisis data melalui deskripsi naskah, kritik teks, suntingan teks
disertai aparat kritik dan terjemahan. Metode standar (biasa) digunakan dalam metode
penyuntingan teks Sêrat Purwaka Surti. Kemudian dilanjutkan dengan analisis isi.
Kajian isi untuk mengungkapkan ajaran moral kepemimpinan yang terkandung di
dalam teks Sêrat Purwaka Surti.
Simpulan penelitian ini adalah (1) Sêrat Purwaka Surti koleksi Perpustakaan
Museum Sanabudaya Yogyakarta bernomor katalog PB C 104 merupakan naskah
tunggal. Dalam naskah ini ditemukan kesalahan-kesalahan tulis yang meliputi lakuna
2 (dua) kesalahan, adisi 5 (lima) kesalahan, hipercorect 8 (delapan) kesalahan, dan
ketidakkonsistenan penulisanan kata 1 (satu) kesalahan. Setelah diteliti melalui cara
kerja filologi mulai dari deskripsi naskah, kritik teks, aparat kritik, transliterasi, maka
suntingan teks Sêrat Purwaka Surti yang disajikan dalam penelitian ini merupakan
teks yang bersih dari kesalahan dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (2)
Sêrat Purwaka Surti adalah karya sastra piwulang yang berisi ajaran moral
kepemimpinan. Ajaran yang terkandung di dalamnya merupakan ajaran-ajaran yang
digunakan untuk membentuk lahir dan batin manusia untuk menjadi pribadi yang baik. Ajaran tersebut ditujukan untuk para generasi muda yang meliputi ajaran untuk
bersikap hati-hati, pengendalian diri, kasih sayang, asthabrata dan nistha, madya,
utama.
Kata-kata Kunci: Sêrat Purwaka Surti, kepemimpinan, asthabrat
Desain Karakter " Surti "
Karya seni Gambar berjudul Desain Karakter " Surti ", hasil karya Ranang Agung Sugihartono, S.Pd., M.Sn
Facets of Estrus Behavior in Surti Buffaloes
<p>The Investigation was undertaken on sixteen healthy Surti buffaloes to document and characterize female sexual/ estrus behavior in Surti buffaloes maintained at Livestock Research Station, Navsari Agricultural University, Navsari, Gujarat. Perusal of data revealed that in about 56.25 per cent of animals showed estrus during morning while remaining 42.75 percent in the evening time. Result of this study indicated that restlessness, frequent urination and sniffing of vagina, chin resting, chasing, bellowing, being mounted by others, mounting others and tail raising was the estrus specific signs in Surti buffaloes. The overall estrus duration, onset of estrus to ovulation and estrus duration after end of estrus were 22.19 ± 0.75, 31.50 ± 0.87 and 9.31 ± 0.48 hrs, respectively.</p>
The Distance Between
Curated exhibition by Zeitgeist Arts Projects, London, and artists include Katrina Blannin, Rosalind Davis, Jonny Green, Mandy Hudson, Evy Jokhova, Simon Leahy-Clark, Srinivas Surti, and Annabel Tilley
Infrared thermography technique for detecting estrus in Surti does
The present study evaluated the potential of the infrared thermography technique for estrus detection in Surti does. Based on the presence of estrus-specific behaviour, physiological signs as well as higher LH, FSH, estrogen and lower progesterone hormone concentration, 24 Surti does were divided into two groups, viz. estrus and non- estrus does. Recording of surface temperatures, rectal and tympanic temperatures was done using an Infrared thermal camera (FLIR T420), digital thermometer and infrared non-contact tympanic thermometer, respectively. It was concluded that temperatures of the vulva, rectal surface, rectal and tympanic temperatures are significantly higher in estrus does. Further, a strong, significant positive correlation was observed between vulvar and pudendal, rectal surface temperatures, rectal temperature as well as tympanic temperature. Thus, it may be concluded that the infrared thermography technique holds the potential for detecting estrus in Surti does
Study on DGAT1 Gene Polymorphism in Surti and Banni Buffaloes By PCR-RFLP
This investigation was undertaken with the objective to study DGAT1 gene exon 8 polymorphism
using Polymerase Chain Reaction-Restriction Fragment Length Polymorphism (PCR-RFLP) in 53
Surti and 56 Banni buffaloes. The restriction digestion of 412 bp product with AluI revealed only
one genotype AA in both Surti and Banni buffaloes. The frequencies of allele A were observed as
0.55 and 0.54 in Surti and Banni buffaloes, respectively on restriction digestion with HincII. The
restriction digestion of amplified product with HphI revealed two fragments. The frequency of allele
A were 0.71 and 0.36 in Surti and Banni buffaloes, respectively. We found that the 412 bp DGAT1
gene fragment was fairly polymorphic with HincII and HphI restriction enzymes, while monomorphic
with AluI restriction enzyme in both buffalo populations studied.</jats:p
Test day variability in yield and composition of Surti and Mehsani buffaloes milk at day 15 and 60 postpartum
Aim: To estimate individual test day variability in yield and composition of Surti and Mehsani buffaloes milk at day 15 and 60 postpartum (pp).
Materials and Methods: A total of 13 normally calved Surti and Mehsani buffaloes each maintained at Livestock Research Stations of Navsari and Sardarkrushinagar Dantiwada Agricultural Universities, respectively, were selected for the study. Milk sample was collected from each selected buffalo at day 15 and 60 pp to study milk yield and composition variability between these two breeds. Buffaloes were categorized for the ease of data analysis and comparisons into four groups, viz., S15 (Surti buffaloes 15th day pp), S60 (Surti buffaloes 60th day pp), M15 (Mehsani buffaloes 15th day pp), and M60 (Mehsani buffaloes 60th day pp).
Results: There were 37.20% and 25.03% significant (p≤0.05) increase in mean test day milk yield (TDMY) of S60 and M60 as compared to S15 and M15 groups, respectively. The mean TDMY of Mehsani buffalo was 99.19% and 81.53% significantly (p≤0.05) higher than Surti buffaloes at day 15 and 60 pp, respectively. The mean fat and protein corrected test day milk yield (FPCTDMY) of all the groups was found to be significantly different (p≤0.05) from each other. There was significant (p≤0.05) increase of 1.94 and 3.45 kg in mean FPCTDMY with the progression of lactation between day 15 and 60 pp in Surti and Mehsani buffaloes, respectively. Similarly, the mean FPCTDMY of Mehsani buffaloes were approximately double with 103.27% and 96.36% higher yield as compared to Surti buffaloes at day 15 and 60 pp, respectively. Among milk composition, significant differences were observed for solid not fat (SNF) and protein%, whereas fat and lactose% were steady among four groups. The only significant (p≤0.05) difference was observed for SNF in M60 group, which was 8.29%, 6.85%, and 10.70% higher as compared to S15, S60, and M15 groups, respectively. The mean protein% in milk of Mehsani buffaloes was 21.01% and 33.05% significantly (p≤0.05) higher than Surti buffaloes milk at day 15 and 60 pp, respectively. However, there was a significant difference in protein% observed with the advancement of lactation in Mehsani buffaloes, but it was not so in the case of Surti buffaloes.
Conclusion: Major consistent finding of the present study reveals that milk yield and protein% of Mehsani buffalo was significantly higher than Surti buffalo at day 15 and 60 pp
Perempuan Jawa : Kedudukan dan peranannya dalam masyarakat abad VIII-XV
Buku ini merupakan rekonstruksi tentang kedudukan dan peranan perempuan dalam masyarakat Jawa abad VII-XV berdasarkan data tekstual (prasasti, sumber asing, naskah) dan data tekstual (area, figurin, relief). Dalam telaahnya, Titi Surti Nastiti, melihat adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan hampir di seluruh aspek kehidiipan, meliputi bidang politik, sosial, ekonomi, hukum, dan seni. Dalam kesetaraan, kedudukan dan peranan perempuan bisa lebih tinggi maupun lebih rendah dari laki-laki. Demikian pula kedudukan dan peranan laki-laki bisa lebih tinggi maupun lebih rendah dari perempuan. Kesetaraan itu pula yang membuat perempuan pada masa Jawa Kuna bisa bergerak di ranah domestik sekaligus ranah publik.xv + 448 hlm.; illus. 14,5 x 21 c
- …
