116 research outputs found
Henricus Martellus Germanus
Henricus Martellus trabalhou como cartógrafo em Florença entre 1480 e 1496, tendo sido durante algum tempo colaborador na oficina do miniaturista e gravador Francesco Rosselli (c. 1447-antes 1527). Foi autor de duas edições manuscritas da Geografia de Ptolomeu, de cinco edições do Insularium illustratum de Cristoforo Buondelmonti (1386-c.1430) e, ainda, de um amplo mapa-mundo realizado c. 1491, hoje pertença da Yale University Library.Henricus Martellus worked as a cartographer in Florence between 1480 and 1496, and was for a time a collaborator in the workshop of the miniaturist and engraver Francesco Rosselli (c. 1447-before 1527). He was the author of two manuscript editions of Ptolemy's Geography, of five editions of Insularium illustratum by Cristoforo Buondelmonti (1386-c.1430) and also of a wide world map made c. 1491, now owned by the Yale University Library.info:eu-repo/semantics/publishedVersio
Henricus Martellus Germanus
Henricus Martellus trabalhou como cartógrafo em Florença entre 1480 e 1496, tendo sido durante algum tempo colaborador na oficina do miniaturista e gravador Francesco Rosselli (c. 1447-antes 1527). Foi autor de duas edições manuscritas da Geografia de Ptolomeu, de cinco edições do Insularium illustratum de Cristoforo Buondelmonti (1386-c.1430) e, ainda, de um amplo mapa-mundo realizado c. 1491, hoje pertença da Yale University Library.Henricus Martellus worked as a cartographer in Florence between 1480 and 1496, and was for a time a collaborator in the workshop of the miniaturist and engraver Francesco Rosselli (c. 1447-before 1527). He was the author of two manuscript editions of Ptolemy's Geography, of five editions of Insularium illustratum by Cristoforo Buondelmonti (1386-c.1430) and also of a wide world map made c. 1491, now owned by the Yale University Library.info:eu-repo/semantics/publishedVersio
PostKolonial pada lakon ludruk Jawa Timur
Sandiwara Ludruk merupakan seni pertunjukan rakyat yang khas dijumpai di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan data pertumbuhan dan perkembangannya di provinsi Jawa Timur sejak awal abad ke XX, ternyata sandiwara Ludruk cenderung berada di masyarakat tertentu, yaitu masyarakat pedesaan, masyarakat kota kecil atau masyarakat lapis bawah, dan kampung-kampung di kota besar atau daerah urban di perkotaan (Peacock, 1968:15). Sandiwara Ludruk itu tersebar di lingkungan kota-kota di provinsi Jawa Timur, pada periode awal sesudah Lerok Ngamen, masuk ke periode Lerok Besutan. Proses perpindahan sandiwara Ludruk dari desa ke kota disebut “urban teater”. Sandiwara Ludruk, baik di kota maupun di desa-desa menampilkan ciri khas yang sama, yakni memfungsikan cerita atau lakon sebagai titik tolak pertunjukan. Seni pertunjukan Ludruk menggunakan gerak tari, dan percakapan (dialog), kidungan (nyanyian rakyat), serta perbuatan (laku) itu disajikan di depan penontonnya
MENGOMUNIKASIKAN KETELADANAN PANJI: Apresiator Kompleks dalam Budaya Etnik, Era Digital, Regulasi Kebudayaan
The current proposed discussion is related to the complexity that is analyzed based on the stage of thinking.This happens because the current turn of the era which \u27back and forth\u27 turns out into a cultural cross. Not monitoredin detail, followed by a changing educational system, and not necessarily in tune with the needs and expectations ofgenerations of "X" and "Y" in the present. In this connection, the idea of harmony can be learned from variousfolklore, which is common in speech stories or by using role models with the following characteristics; 1) always presentas the savior of the kingdom, 2) a consistent figure in the family (in the world of love and the protection of hisgeneration), 3) the original figure of the archipelago earth, not imported figures. All three of these are in the story / play-story of Folk Art Performing/Panji Tradition. Apresiator Mapping in the Digital Age Culture today and thefuture will be more complex, because it can not be separated from non-cultural factors, such as industry, economics,politics and technology. Therefore, the birth function of Review on Transfer Modes based on consideration is to observethe development of digital technology and information technology, increasingly supporting the transformation (Budiman,2012: ii). Considering ethnic and sub ethnic cultures, the digital age, the transfer of modes and regulations of"Cultural Progress", communicating the Panji Oral Tradition can be carried out as follows; 1) Direct or face-to-facecommunication, by way of storytelling, staging folk/traditional performances, effective in 3 T areas (disadvantaged,leading, marginalized) 2) Media communication, 3) Communication in modern areas/no communication systembarriers
Perkembangan Seni Rakyat Di Tengah Proses Perubahan Sosio Ekonomi
Istilah Seni Rakyat pada makalah ini mengacu ke ragam seni pertunjukan tradisional yang tumbuh dan berkembang di lingkungan rakyat jelata. Demi kejelasan masalah, maka ruang lingkup geografis pun saya batasi wilayah Daerah Tingkat I Provinsi Jawa Timur. Wilayah Jawa Timur terbentang dari Kabupaten Pacitan sampai ke wilayah Kabupaten Banyuwangi. Provinsi Jawa Timur terdiri atas 37 wilayah Dati II dalam tingkat Kotamadya dan Kabupaten serta dua daerah kotatif (Kota Administratif). Bila dikaitkan dengan kependudukan, Provinsi Jawa Timur berpenduduk di atas 34 juta jiwa, merupakan daerah terpadat sesudah wilayah DKI Jakarta. Bila disimak dari wilayah kultur areanya, yakni hubungan wilayah geografis, ciri kebahasaan penduduk dan kesastraannya
Tumapel : Cikal Bakal Majapahit
Sejarah panjang kerajaan-kerajaan Jawa, semisal Majapahit, tak akan pernah ada habisnya untuk dikembangkan karena telaah sejarah kuno memerlukan pendekatan yang kompleks. Data- data sejarah tertulis berserak di berbagai buku, mulai dari Kakawin Nagarakrtagama, Pararaton dan versi-versinya, petilasan-petilasan yang tersebar di bumi Malang Kuceswara, hingga kemunculan sejarah lisan, diikuti ragam sastra lisan yang berseliweran di tengah masyarakat.Buku ini hendak menyajikan fakta-fakta baru yang penting dan menarik untuk dihadirkan ke tengah pembaca. Selain menghadirkan makna dari setiap kata yang sering kita dengar melalui tulisan-tulisan sejarah, juga menyajikan tafsir baru yang jarang digubah oleh para peneliti yang lain. Oleh sebab itu, dengan membaca buku ini dapat membuka cakrawala kita bahwa data- data sejarah terus mengalir seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta temuan- temuan peninggalan sejarah/situs galian yang terus bermunculan hingga saat ini. Data-data yang terus mengalir tersebut, patut kita hadirkan dengan narasi yang utuh dan kita yakini dapat menambah kekayaan dan khazanah baru tentang sejarah peradaban kita, sebagai bagian dari upaya merenda peradaban semesta
Tumapel: cikal bakal Majapahit
Dalam buku berjudul Tumapel Cikal Bakal Bajapahit disajikan seluk belum Kerajaan Tumapel dan mengurai awal hingga akhir Kerajaan Majapahit Dalam buku berjudul Tumapel Cikal Bakal Bajapahit disajikan seluk belum Kerajaan Tumapel dan mengurai awal hingga akhir Kerajaan Majapahit
- …
