1,720,983 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Pelatihan Kewirausahaan dan Manajemen Usaha Bagi Pelaku UMKM di Kabupaten Tasikmalaya
Pelatihan Kewirausahaan dan Manajemen Usaha diberikan kepada pelaku Usaha Mikro di Kabupaten Tasikmalaya dengan tujuan untuk meningkatkan usaha mereka agar lebih baik lagi dan naik kelas. Materi yang disampaikan meliputi Kewirausahaan dan Manajemen Usaha. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode Pendidikan orang dewasa (andragogi). Dalam pelatihan ini peserta dianggap sebagai orang dewasa yang telah memiliki pengalaman dalam menjalankan usaha dan menghadapi berbagai masalah usaha serta memecahkan masalah-masalah tersebut. Oleh karena itu dalam pelatihan ini lebih banyak dilakukan diskusi kasus dan problem solving terhadap masalah yang dihadapi peserta serta mencari best practise. Peran pelatih dalam pelatihan ini hanya sebagai pemimpin, pengelola pembelajaran, motivator dan inspirator. Pelatihan ini mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta yang ditunjukkan dengan antusiasme dan partisipasi aktif peserta dari awal sampai akhir kegiatan. Untuk selanjutnya perlu adanya kegiatan lanjutan untuk memastikan bahwa hasil pelatihan ini dapat diterapkan oleh para peserta pelatihan sehingga usahanya bisa lebih baik lagi. Kegiatan lanjutan tersebut dapat berupa monitoring dan evaluasi, konsultasi dan pendampingan
Seni Reog rakyat Jawa Barat sebagai sumber ide penciptaan karya kriya logam.
Tema Reog Jawa Barat ini dipilih berawal dari pengalaman, mendengar, mengamati, memahami dan proses berkreatif dalam berkarya
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Pendidikan dan Latihan Dasar Perkoperasian Angkatan II Tahun 2023: Urgensi, Implementasi dan Ukuran Capaian Promosi Anggota
Member Promotion topic was delivered at the 2023 Cooperative Training and Training Class II. The training participants were State Civil Apparatus (ASN). This material is presented to make participants understand what member promotion is, the importance of member promotion, and implementing and measuring its achievements. The training method is carried out using the andragogy education method and the "3E" principle (Explain, Educate, Entertain). The training was conducted effectively, as reflected in the enthusiasm during the training and the evaluation results. An understanding of member promotion is very basic; therefore it must be understood by cooperative activists. It means member promotion material is one of the most important materials to be conveyed in training on the basics of cooperatives
Peran Koperasi Karyawan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan dan Sebagai Mitra Strategis Perusahaan
Theoretically, cooperatives have characteristics that have the potential to become advantages as business entities that can play an important role in community economic empowerment. Cooperatives have ideal values and principles as a business entity. Cooperatives also have potential advantages that can make them efficient, a strong bargaining position, a more certain market, so that cooperatives have a better competitive advantage compared to their own businesses. However, the fact is that there are cooperatives that are successful and many that are not. One of the employee cooperatives which is quite large and is known as a successful employee cooperative is the employee cooperative of PT. Biofarma (K2BF). The strategic business units made by K2BF are proven to provide direct and indirect economic benefits to its members. In addition, K2BF can also play a good role as a strategic partner of PT. Biofarma that provides mutual benefits. The success of K2BF in improving the welfare of its members and the role of K2BF as a strategic partner of the company is interesting to study as a best practice
Pelatihan Kewirausahaan Bagi Umkm Bidang Pertanian: Kreativitas Dan Inovasi Dalam Usaha Pertanian
Pelatihan Kewirausahaan Bagi UMKM Bidang Pertanian diberikan kepada pelaku UMKM yang menjalankan usaha pertanian, termasuk perkebunan, perikanan dan usaha pengolahan produk pertanian di Wilayah Kalimantan Timur. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan usaha para peserta. Salah satu materi yang disampaikan adalah Kreativitas dan Inovasi dalam Usaha Pertanian. Materi yang diberikan intinya apa, mengapa dan bagaimana kreativitas dan inovasi diterapkan dalam usaha pertanian. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah kombinasi dari ice breaking, ceramah, game, diskusi, energizer serta contoh-contoh aplikasinya. Kegiatan Pelatihan ini berjalan dengan sangat baik. Materi yang disiapkan seluruhnya dapat disampaikan. Peserta mengikuti pelatihan dengan sangat antusias dan berpartisipasi aktif dengan menyampaikan pertanyaan, pendapat dan pengalamannya. Yang paling penting peserta mendapat aspirasi untuk mengembangkan kreativitas dan melakukan inovasi untuk mengembangkan usahanya agar lebih baik. Untuk selanjutnya perlu adanya kegiatan lanjutan untuk memastikan bahwa hasil pelatihan ini dapat diterapkan oleh para peserta pelatihan sehingga usahanya bisa lebih baik lagi. Kegiatan lanjutan tersebut dapat berupa monitoring dan evaluasi, konsultasi dan pendampingan
Bimtek Pendirian Koperasi Bagi Pesantren di Wilayah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi
Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendirian Koperasi Bagi Pesantren di Wilayah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kota Cimahi, adalah salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan Program One Pesantren One Product (OPOP) yang merupakan bentuk pengabdian dan pelayanan Pemerintah Provinsi Daerah Jawa Barat terhadap masyarakat khususnya bagi komunitas pondok pesantren di Wilayah Jawa Barat. Tujuan dari Bimtek ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang dasar-dasar perkoperasian (pengertian, jatidiri dan manfaat koperasi), meningkatkan mindset, mendorong dan memberikan inspirasi agar peserta mendirikan dan mengembangkan koperasi di pesantrennya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga pesantrennya dengan menjalankan bisnis yang potensial dengan wadah koperasi. Materi yang disampaikan adalah Apa, mengapa perlu berkoperasi dan bagaimana cara mendirikan koperasi. Metode yang digunakan meliputi dinamika kelompok, paparan dan diskusi. Jumlah peserta pada Bimtek ini berjumlah 75 orang yang berasal dari pesantren di Wilayah Kabupaten Bandung, Kota Bandung, KBB dan Kota Cimahi. Bimtek ini berjalan dengan baik, semua peserta mengikuti dengan sungguh-sungguh dan berpartisipasi aktif. Untuk memastikan pendirian koperasi di lingkungan pesantren perlu dilakukan program lanjutan berupa konsultasi dan pendampingan lapangan
- …
