1,720,962 research outputs found

    Kontribusi kekuatan otot tungkai, keseimbangan dan panjang tungkai terhadap kemampuan menendang bola pada permainan sepakbola murid SD Negeri 257 Akkalibatue Kabupaten Soppeng

    Get PDF
    Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yang menggunakan rancangan penelitian ”korelasional”. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui; (1) Apakah ada kontribusi kekuatan otot tungkaiterhadap kemampuan menendang bola pada permainan sepakbola murid SD Negeri 257 Akkalibatue Kabupaten Soppeng; (2) Apakah ada kontribusi keseimbangan terhadap kemampuan menendang bola pada permainan sepakbola murid SD Negeri 257 Akkalibatue Kabupaten Soppeng; (3) Apakah ada kontribusi panjang tungkai terhadap kemampuan menendang bola pada permainan sepakbola murid SD Negeri 257 Akkalibatue Kabupaten Soppeng; (4) Apakah ada kontribusi kekuatan otot tungkai, keseimbangan dan panjang tungkai secara bersama-sama terhadap kemampuan menendang bola pada permainan sepakbola murid SD Negeri 257 Akkalibatue Kabupaten Soppeng. Populasinya adalah keseluruhan murid SD Negeri 257 Akkalibatue Kabupaten Soppeng. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 30 orang. Teknik penentuan sampel adalah dengan pemilihan secara acak (simple random sampling). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis koefisien korelasi pearson product moment (r), dan hasil analisis korelasi ganda (R) pada taraf signifikan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Ada kontribusi yang signifikan antara kekuatan otot tungkaiterhadap kemampuan menendang bola pada permainan sepakbola murid SD Negeri 257 Akkalibatue Kabupaten Soppeng, dengan nilai r sebesar 0,718(Pvalue ˂ α 0,05); (2) Ada kontribusi yang signifikan antara keseimbangan terhadap kemampuan menendang bola pada permainan sepakbola murid SD Negeri 257 Akkalibatue Kabupaten Soppeng, dengan nilai r sebesar 0,712(Pvalue ˂ α 0,05); (3) Ada kontribusi yang signifikan antara panjang tungkai terhadap kemampuan menendang bola pada permainan sepakbola murid SD Negeri 257 Akkalibatue Kabupaten Soppeng, dengan nilai r sebesar 0,715(Pvalue ˂ α 0,05); (4) Ada kontribusi yang signifikan antara kekuatan otot tungkai, keseimbangan dan panjang tungkai secara bersama-sama terhadap kemampuan menendang bola pada permainan sepakbola murid SD Negeri 257 Akkalibatue Kabupaten Soppeng. dengan nilai Rhitung sebesar 0,863 (Pvalue ˂ α 0,05) dengan persentase sebesar 86,30%;dan nilai Fhitung (F) sebesar 25,292

    Implementasi Pencarian Rute Terbaik untuk Mengetahui Lokasi Tempat Parkir pada Sistem E-Parking Menggunakan Algoritma Dijkstra dan Best First Search: Implementation of the Best Route Search to Find Out the Location of Parking Places in the E-Parking System Using the Dijkstra Algorithm and Best First Search

    No full text
    Pencarian rute terbaik yaitu untuk permasalahan mencari sebuah rute terbaik dari titik awal ke titik tujuan tempat parkir. Dengan menggunakan algoritma yang dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah pencarian rute terbaik adalah Algoritma Dijkstra. Algoritma Dijkstra digunakan untuk mencari rute terbaik yang akan dilalui oleh pencari tempat parkir untuk menyimpan kendaraannya. Pemilihan rute terbaik dengan algoritma dijkstra dan Best First Search (BFS), Best First Search (BFS) diperbolehkan dalam mencari untuk mengunjungi suatu node pada levelnya yang lebih rendah, jika node pada levelnya lebih tinggi maka memiliki nilai tidak baik, terdapat 10 titik objek lokasi blok parkir, dari titik lokasi tempat masuk ke lokasi blok parkir tujuan. Untuk mempercepat waktu tempuh dan arah tujuan yang sudah ditentukan oleh Algoritma Dijkstra maka pencari tempat parkir untuk mengoptimalkan jarak tempuh menuju lokasi tujuan sehingga dapat mengefesiensi waktu yang dibutuhkan. Selain itu penyimpanan kendaraan pada tempat parkir akan lebih cepat karena sudah ditentukan jalur tujuan kendaraan yang akan disimpan

    IMPLEMENTASI E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEHINGGA LEBIH INTERAKTIF DAN MENYENANGKAN

    Get PDF
    According to the 1945 Constitution, Elementary School is an effort to educate and enlighten the life of a nation that is devout, loves, and proud of the nation and state, is skilled, creative, ethical, and polite, and can solve problems in its environment. One way to achieve this goal is by applying online student learning methods, also known as e-Learning. The use of E-Learning is carried out by utilizing information and communication technology. The learning system is implemented through a computer or laptop connected to an internet connection. However, in its implementation, the learning process using e-Learning is still not interactive and some students feel bored. Therefore, researchers aim to implement e-Learning as a learning medium that can increase student participation in learning so that it is more interactive and fun. The method used is the waterfall model that has been developed by Sommerville. However, the authors developed the waterfall model following the research needs, namely the preparation stage (problem formulation and research objectives, literature study, data collection), analysis and design (system analysis, needs analysis, design), implementation, and testing (implementation, testing). black box and testing user aspects) as well as the reporting stage. The results of this research are an online learning system that implements e-learning using the concept of CCAF (Context, Challenge, Activity, and Feedback) and Learning Games.Menurut UUD 1945, Sekolah Dasar merupakan suatu upaya untuk mencerdaskan dan mencentak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, berbudi pekerti, dan santun serta mampu menyelesaikan permasalahan dilingkungannya. Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan menerapkan metode pembelajaran siswa secara daring atau dikenal juga sebagai pembelajaran e-Learning. Penggunaan E-Learning dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat komputer atau laptop yang terhubung dengan koneksi internet. Namun, dalam pelaksanaanya proses pembelajaran menggunakan e-Learning masih dirasa kurang interaktif dan beberapa siswa merasa jenuh. Oleh karena itu, peneliti bertujuan untuk mengimplementasikan e-Learning sebagai media pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran sehingga lebih interaktif dan menyenangkan. Metode yang digunakan yaitu model waterfall yang telah dikembangkan oleh Sommerville. Tetapi, penulis mengembangkan model waterfall tersebut sesuai dengan kebutuhan penelitian yaitu tahap persiapan (rumusan masalah dan tujuan penelitian, studi literatur, pengumpulan data), tahap analisis dan perancangan (analisis system, analisis kebutuhan, perancangan), tahap implementasi dan pengujian (implementasi, pengujian black box dan pengujian aspek pengguna) serta tahap pelaporan. Adapun hasil dari peneletian ini yaitu sistem pembelajaran daring yang mengimplementasikan e-learning dengan menggunakan konsep CCAF (Context, Challenge, Activity and Feedback) dan Learning Games

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    IMPLEMENTASI SISTEM KOLABORASI SEBAGAI PENDUKUNG DISTRIBUSI PRODUK PADA CITY COURIER

    Get PDF
    [Id]Penyediaan sistem kolaborasi untuk mendukung kelancaran operasional bisnis merupakan kebutuhan yang esensial, terutama bagi organisasi yang tersebar pada rentang geografis yang luas dan melibatkan banyak orang dalam aktivitas bisnisnya. Sebuah sistem kolaborasi berperan memfasilitasi terjadinya workflow proses bisnis yang sudah disusun dengan cara menyediakan sarana berbagi informasi dan komunikasi di semua partisipan proses.Penelitian ini akan membahas tahapan implementasi rancangan sistem kolaborasi untuk mendukung distribusi barang pada perusahaan City Courier, yaitu sebuah perusahaan jasa pengiriman barang dengan agen dan lokasi yang tersebar di beberapa kota.? Pendekatan yang digunakan pada perancangan ini adalah pendekatan berorientasi obyek, dan hasil rancangan diharapkan dapat dijadikan pedoman dalam implementasi sistem berupa pengembangan software sesuai dengan konsep rancangan yang sudah disusun.Kata kunci :Workflow, kolaborasi, rancangan, obyek.[En]Providing collaboration system to support the smooth operation of the business is an essential requirement, especially for organizations that operates over wide geographical range and involves many people in their business activities. Collaboration system can be an enabler that facilitate organization in implementing of business process workflow that has been defined, by providing information sharing and communication across all process participants.This paper will discuss the design phase of collaboration system to support the distribution process on City Courier, a freight company that has agents and locations in several cities. The approach used in this design is the object-oriented approach, and the results of the draft is expected to be used as guidelines in the software development in accordance with the design concept that has been defined

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore