1,721,138 research outputs found
Buletin Kalatirta
Buku ini terditi dari dua tulisan, yaitu "The problems in assesment of heritage values" oleh Prof. Dr. Mundarjdjito dan "Manajemen konflik dalam pelestarian cagar budaya" oleh Dr. Supratikno Rahardj
Kota Demak sebagai bandar dagang di Jalur Sutra
Kata Demak Sebagai bandar Dagang di Jalur Sutra merupakan
salah satu hasil pelaksanaan kegiatan penelitian yang diselenggarakan oleh Proyek lnventarisasi dan Dokumentasi sejarah Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1992/1993. Buku ini memuat uraian tentang kedudukan Kota Demak dalam berbagai aspek historisnya baik struktur masyarakat, perdagangan, morfologi, tinggalan sejarah, bandar pelabuhan, naskah-naskah, maupun kemungkinan perkembangannya di masa depan
BAHASA JURNALISTIK DALAM SURAT KABAR
Seiring dengan persaingan bisnis media massa, maka sudah menjadi tuntutan bagi sebuah media menciptakan ciri khas dari media itu sendiri. Setidaknya pembaca akan bisa cepat menganalisa bahasa yang dipakai oleh tiap media. Sehingga media sering menciptakan gaya bahasa khusus bagi media itu sendiri. Bagaimana penggunaan bahasa jurnalistik dan varian bahasa dengan mengindahkan bahasa jurnalistik rubrik malangan di Malang Post. Dalam penelitian ini memakai metode penelitian analisis isi, sedangkan ruang lingkup penelitian di surat kabar Malang Post pada rubrik malangan.satuan ukuran yang dipakai adalah kalimat pada tiap paragraf, sedangkan struktur kategori digunakan prinsip-prinsip jurnalistik versi rekomendasi Ernest Hemingway. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan wawancara. Sedang analisa data memakai lembar koding serta dibuat tabel frekwensi dan prosentase untuk setiap kategori Teori untuk mendukung penelitian ini digunakan lima prinsip-prinsip bahasa jurnalistik versi rekomendasi Ernest Hemingway ialah: Bahasa biasa yang mudah dipahami orang, Bahasa tanpa kalimat majemuk, Bahasa dengan kalimat aktif bukan kalimat pasif, Bahasa padat dan kuat, Bahasa positif bukan bahasa negatif. Seperti yang diuraikan bahasa jurnalistik terbitan 1-30 April 2002 yang paling banyak keluar adalah bahasa dengan kalimat aktif. Bahasa dengan kalimat aktif keluar sebanyak 306 kali atau 61,2 %. Prinsip bahasa jurnalistik yang mudah dipahami orang keluar sebanyak 132 atau 26,4 %. Bahasa tanpa kalimat majemuk keluar sebanyak 18 kali atau 3,6 %, yang keluar diurutan yang sama dengan bahasa tanpa kalimat majemuk adalah prinsip bahasa jurnalistik bahasa padat dan kuat . bahasa padat dan kuat keluar sebanyak 18 kali atau 3,6 %. Bahasa jurnalistik yang paling sedikit pemunculanya adalah bahasa jurnalistik bahasa positif bukan bahasa negatif. Bahasa jurnalistik tersebut keluar sebanya 13 kali atau 2,6%. Hasil penelitian disini bahwa bahasa jurnalistik yang dipakai oleh rubrik malangan bukan termasuk atau belum bisa dikatakan sebagai bahasa yang baik dan benar menurut prinsip-prinsip bahasa jurnalistik yang menjadikan kekurangan bagi Malang Post. Kelebihan dari Malang Post sendiri adalah bahasa yang disajikan dapat dimengerti oleh khalayak pembaca. rubrik malangan dalam koran harian Malang Post tetap bertahan pada bahasanya, karena bahasa menunjukkan identitas ciri khas media tersebut, yaitu dengan sering menggunakan bahasa dialek berdasarkan masuknya varian bahasa baru (bahasa Malangan) bahasa daerah (bahasa Jawa ) yang paling sering digunakan adalah varian bahasa Malangan, selanjutnya adalah varian bahasa Jawa,varian bahasa Inggris dan varian bahasa Madura
Tuban: kota pelabuhan di jalan sutra
Buku ini memuat uraian tentang sejarah perkembangan Kota Tuban. Di masa lampau Tuban merupakan pelabuhan yang memiliki posisi penting dan memiliki keistimewaan-keistimewaan tertentu. Tuban juga mempunyai peranan penting dalam proses islamisasi khususnya di Jawa Timur. Di masa datang, Tuban mempunyai prospek yang menonjol terutama di bidang pariwisata sejarah budaya
Ekonomi pascapandemi dan harapan jalan masa depan : kumpulan esai
Buku "Ekonomi Pascapandemi dan Harapan Jalan Masa Depan: Kumpulan Esai" yang ditulis oleh Hendrawan Supratikno, merupakan kumpulan esai yang membahas tentang ekonomi pasca pandemi dan harapan untuk masa depan. Buku ini terbagi menjadi beberapa bagian, di antaranya membahas tentang ekonomi pasca pandemi, dinamika usaha kecil yang tangguh, generasi muda sebagai pencipta masa depan, politik di Senayan, dan catatan pribadi tokoh-tokoh terkemuka.Dalam buku ini, penulis mengulas berbagai aspek ekonomi yang terkena dampak pandemi dan memberikan pandangan tentang bagaimana melihat masa depan ekonomi. Selain itu, buku ini juga membahas peran generasi muda dalam menciptakan masa depan yang lebih baik, tantangan politik di Senayan, serta memberikan catatan pribadi dari beberapa tokoh inspiratif.Dengan gaya penulisan esai yang menarik dan pandangan yang mendalam, buku ini memberikan wawasan dan pemahaman yang berharga tentang ekonomi pasca pandemi dan harapan untuk masa depan. Buku ini cocok untuk pembaca yang tertarik dalam studi ekonomi, politik, dan peran generasi muda dalam pembangunan.viii, 114 pages. ; 21 cm
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
