1,721,300 research outputs found
KESENIMANAN SUPARNI SEBAGAI PESINDHÈN DALAM KARAWITAN GAYA SURAKARTA
Penelitian ini menjelaskan kesenimanan Suparni sebagai seorang pesindhèn serta mengungkapkan faktor-faktor pembentuknya. Beberapa pertanyaan yang diajukan pada penelitian ini antara lain adalah; bagaimana latar belakang kehidupan Suparni, bagaimana proses kesenimanan Suparni, dan mengapa Suparni mendedikasikan dirinya sebagai pesindhèn karawitan Gaya Surakarta. Untuk menjawab pertanyaan yang diajukan, beberapa teori dan konsep dilibatkan pada penelitian ini. Pertama adalah teori Kuntowijoyo terkait pendekatan sejarah, di mana teori ini digunakan untuk membedah latar belakang kehidupan Suparni. Teori tersebut diperkuat dengan konsep Rahayu Supanggah terkait dengan proses kesenimanan seorang pesindhèn. Supanggah menyatakan setidaknya seniman tumbuh karena trah atau genetika, pendidikan (formal dan non formal), dan lingkungan serta tempat. Faktor-faktor yang membentuk Suparni menjadi pesindhèn dibedah dengan menggunakan teori perubahan sosial Alvin Boskoff. Keberubahan tersebut karena adanya faktor internal dan faktor eksternal. Hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa Suparni dapat dikatakan dari kecil hidup berdampingan dengan gamelan dan karawitan. Lingkungan berpengaruh kuat terhadap tumbuh kembangnya sebagai seorang pesindhèn. Semasa kecil, berguru secara non formal, kemudian hidup di lingkungan Keraton Kasunanan, pengalaman dengan institusi formal kesenian dan karawitan, seperti ASKI dan PKJT, telah membawa dirinya melebarkan sayap sebagai pesindhèn yang diakui masyarakat karawitan khususnya Gaya Surakarta. Faktor internal yang ada pada diri Suparni terdiri dari kreativitas, bakat, serta sifat dan kepribadian. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari lingkungan dan pengalamannya. Faktor-faktor tersebut yang telah membentuk Suparni sebagai pesindhèn, bahkan hingga hari ini
MEKANISME PERTAHANAN KECEMASAN TOKOH SUPARNI DALAM NOVEL BADUT OYEN KARYA MARISA JAYA DKK. (KAJIAN PSIKOANALISIS)
The focus of this study to describe the defense mechanisms of anxiety Suparni character in the Novel Badut Oyen by Marisa et al. This study is a qualitative research approach to literary psychoanalysis. The data source of this research is Novel Badut Oyen by Marisa et al. Data research in the form of sentences and paragraphs fragment. Data collection techniques in this study is documentation techniques. Data analysis techniques using interactive methods Miles Huberman.The results showed anxiety Suparni character in the Novel Badut Oyen by Marisa et al. include: The defense mechanism of anxiety Suparni Novel Badut Oyen by Marisa et al. include: (A) repression, when Suparni know that Oyen prefer Ratna; (B) sublimation when Suparni confront the ghosts Oyen who want to avenge his death; (C) projections do Suparni to Syamsul, villagers, Ratna, and Oyen; (D) the transfer is done Suparni to object objects such as glassware, table and to Syamsul and Rudi; (E) rationalization carried Suparni when believing spirits Oyen Oyen missed him and could not have killed him; (F) formation reaction do Suparni when dialogue with Iryanto that Suparni claimed not to know the news as well as the killing of terror ghost Oyen, Syamsul and Rudi; (G) regression performed Suparni when invited Oyen pray, think, and look positively disaster; (H) isolation done Suparni by constantly endure at home Oyen; (I) the intellectualization do Suparni by trying to shift the object of allegations of murder to murder locations Syamsul and smoothed to remove any trace; (J) undoing do Suparni form of physical behavior and nonphysical behavior that is repeated
Implementation of Lesson Study by Dominating Discovery Learning and TGT Models to Increase Student Learning Interest
This study aims to improve students' interest in learning This study aims to increase students' interest in learning mathematics by implementing Lesson Study that combines Discovery Learning and Teams Games Tournament (TGT) models. The method used in this research is descriptive qualitative, which was conducted on students of class XE MAN 4 Sleman for the academic year 2024/2025. Data were obtained through questionnaires, observation, and documentation. The research was conducted in two cycles which included planning, implementation, and reflection stages. The results showed a significant increase in students' interest in learning. At the end of Cycle I, only 18.18% of students showed very high interest in learning, while at the end of Cycle II, the percentage increased to 51.51%. This increase shows the effectiveness of applying a combination of Discovery Learning and TGT models in increasing students' interest in learning mathematics. In Cycle I, various obstacles were still found, such as low student participation, teacher dominance in learning, and learning outcomes that had not reached the KKM target. Therefore, Cycle II planning focused on empowering student involvement through interesting and collaborative media. After making improvements in Cycle II, there was a significant increase in both student interest and involvement, as well as the achievement of the research success indicators. Thus, the research was stopped at Cycle II because the objectives had been achieved, and Lesson Study can be concluded as an effective strategy to increase students' interest in learning.Penerapan Lesson Study Dengan Mendominasi Model Discovery Learning Dan TGT Untuk Meningkatkan Minat Belajar SiswaABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar matematika siswa dengan menerapkan Lesson Study yang menggabungkan model Discovery Learning dan Teams Games Tournament (TGT). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan pada siswa kelas XE MAN 4 Sleman untuk tahun ajaran 2024/2025. Data diperoleh melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam minat belajar siswa. Pada akhir Siklus I, hanya 18,18% siswa yang menunjukkan minat belajar sangat tinggi, sedangkan pada akhir Siklus II, persentase tersebut meningkat menjadi 51,51%. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas penerapan kombinasi model Discovery Learning dan TGT dalam meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran matematika. Pada Siklus I, masih ditemukan berbagai kendala, seperti rendahnya partisipasi siswa, dominasi guru dalam pembelajaran, serta hasil belajar yang belum mencapai target KKM. Oleh karena itu, perencanaan Siklus II difokuskan pada pemberdayaan keterlibatan siswa melalui media yang menarik dan kolaboratif. Setelah dilakukan perbaikan pada Siklus II, terjadi peningkatan yang signifikan baik dari segi minat maupun keterlibatan siswa, serta tercapainya indikator keberhasilan penelitian. Dengan demikian, penelitian dihentikan pada Siklus II karena tujuan telah tercapai, dan Lesson Study dapat disimpulkan sebagai strategi yang efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa.Kata Kunci:Pendidikan; Lesson study; minat belaja
Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan dan Harga terhadap Daya Saing dengan Brand Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada Butik Ibu Suparni)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh Kualitas Produk terhadap Daya Saing pada Butik Ibu Suparni (2) pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Daya Saing pada Butik Ibu Suparni (3) pengaruh Harga terhadap Daya Saing pada Butik Ibu Suparni (4) pengaruh Kualitas Produk terhadap Brand pada Butik Ibu Suparni (5) pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Brand pada Butik Ibu Suparni (6) pengaruh Harga terhadap Brand pada Butik Ibu Suparni (7) pengaruh Brand terhadap Daya Saing pada Butik Ibu Suparni. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Populasi penelitian ini adalah seluruh pelanggan Butik Ibu Suparni yang berjumlah 210 orang. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan program komputer LISREL dan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan Kualitas
Produk terhadap Daya Saing pada Butik Ibu Suparni dengan nilai T Statistics 5,46 ≥ 1.96. Terdapat pengaruh yang signifikan Kualitas Pelayanan terhadap Daya Saing pada Butik Ibu Suparni dengan nilai T Statistics adalah 6.19 ≥ 1.96.
Terdapat pengaruh yang signifikan Harga terhadap Daya Saing pada Butik Ibu Suparni dengan nilai T Statistics adalah 8.03 ≥ 1.96. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan Kualitas Produk terhadap Brand pada Butik Ibu Suparni dengan
nilai T Statistics adalah 1.83 ≤ 1.96. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan Kualitas Pelayanan terhadap Brand pada Butik Ibu Suparni dengan nilai T Statistics adalah 1.56 ≤ 1.96. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan Harga terhadap Brand pada Butik Ibu Suparni dengan nilai T Statistics adalah 0.54 ≤ 1.96. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan Brand terhadap Daya Saing pada Butik Ibu Suparni dengan nilai T Statistics adalah 0.53 ≤ 1.96
Kata kunci: Kualitas Produk, Gaya Kualitas Pelayanan, Harga, Brand, Daya Saing, Structural Equation Modeling, LISREL
- …
