27 research outputs found
PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN
. Pendapatan perkapita Indonesi~ saat ini mencapai 800 US $ ternyata
paling rendah dibanding negara di Asia Tenggara lainnya. Disamping itu
kemiskinan masih mem-bayangi sebagian penduduknya sehingga merupakan
beban pembangunan yang segera memerlukan penyelesaian. Berbagai upaya
telah dilakukan untuk menghapuskan kemiskinan selama Orde Baru, namun
demikian penduduk miskin masih tetap dapat dijumpai sementara pertumbu
han ekonomi telab mampu melaju pesat. Harapan yang dinantikan oleb
bangsa dan negara ini tentu saja peran sertanya kaum Cendikiawan turut
memikirkan dalam pemecahan masalah kemiskinan. Sementara itu disinyalir
bahwa lulusan dari perguruan tinggi yang diharapkan mampu segera berke
cimpung memajukan kesejahteraan rakyat semakin kesulitan untuk mensejah
terakan dirinya.
Solusi yang perlu digencarkan perguruan tinggi berkiprah dalam pengen
tasan kemiskinan adalah menggalang kemitraan antar lembaga diluarnya
serta antar Civitas Akademika didalamnya. Memecahkan segala permasala
han di masyarakat yang semakin kompleks dalam era globalisasi diperlukan
strategi yang terus dikaji dan diujicoba. Dinamisasi masyarakat akibat
derasnya arus informasi disatu sisi sementara masih dijumpai sebagian
penduduk yang masih terpuruk dalam kemiskinan merupakan tantangan bagi
pengembangan perguruan tinggi untuk menemukan formulasi yang tepat
dalam rangka peran sertanya mengentaskan penduduk dari belenggu kemis
kinan
PERSEPSI MAHASISWA UNY TERHADAP POLA PELAKSANAAN KKN-PPL TERPADU DI WILAYAH KABUPATEN PURWOREJO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa praktikan terhadap (1) pola bimbingan; (2) intensitas bimbingan; (3) optimalisasi pelaksanaan program; (4) waktu pelaksanaan dan (5) pencapaian kompetensi pelaksanaan KKN-PPL terpadu.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Variabel penelitian terdiri dari lima variabel yaitu pola bimbingan, intensitas bimbingan, optimalisasi pencapaian progam, waktu pelaksanaan, dan pencapaian kompetensi. Populasi penelitian adalah mahasiswa praktikan KKN-PPL yang berlokasi di wilayah Kabupaten Purworejo, berjumnlah 274 mahasiswa. Jumlah sampel sebanyak 101 ditentukan berdasarkan Nomogram Henry King dengan derajat kesalahan 7%. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cluster dan proposional sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Analisis menggunakan statistik deskriptif.
Hasil penelitian menunnjukkan bahwa (1) Persepsi mahasiswa terhadap pola bimbingan KKN-PPL terpadu, pada umumnya baik terutama dalam hal arti penting keberadaan dan peran pembimbing, tetapi berpersepsi kurang baik terhadap cakupan aspek pembimbingan yang dianggap kurang komprehensif, struktur waktu yang tidak terjadwal dan metode bimbingan yang kurang variatif; (2) Persepsi terhadap intensitas bimbingan pada umumnya kurang baik terutama dalam hal jumlah kunjungan DPL KKN dan DPL PPL. Persepsi praktikan tergolong baik dalam hal kebermanfaatan dan efektivitas bimbingan waktu bimbingan; (3) Persepsi mahasiswa terhadap optimalisasi pelaksanaan program, umumnya kurang baik terutama dalam hal kesulitan alokasi waktu untuk kegiatan KKN dan PPL, kurang optimalnya pelaksanaan progam dan kurang menganggap baik terhadap pola KKN-PPL terpadu; (4) Persepsi mahasiswa terhadap waktu pelaksanaan KKN-PPL terpadu umunya menyatakan cukup, dan tingkat ketercapaian alokasi waktu untuk KKN dan PPL cukup proporsional, tetapi pengaturan waktu pelaksanaan untuk KKN dan PPL kadang menyulitkan, kesempatan untuk pengembangan potensi mahasiswa kurang; (5) Persepsi mahasiswa terhadap pencapaian kompetensi melalui KKN-PPL umumnya positif untuk ketercapaian dan peningkatan kompetensi keguruan terutama dalam hal kompetensi pedagogik dan profesional. Kompetensi yang ketercapaiannya rendah adalah kompetensi sosial. Peran pembimbingan oleh pihak sekolah dan DPL sangat membantu dalam peningkatan kompetensi keguruan
KAJIAN BAHAYA ERUPSI DAN LONGSOR PADA LEMBAH ANTAR GUNUNGAPI MERAPI-MERBABU JAWA TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji tingkat bahaya erupsi dan longsor, dan (2) membuat peta persebaran keruangan bahaya di wilayah lembah antargunungapi Merapi- Merbabu, Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah eksploratif-survei, dengan pendekatan kewilayahan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lembah antargunungapi Merapi-Merbabu yang berada pada sebagian wilayah Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, dan Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Sampel pengamatan ditentukan dengan teknik purposive sampling yaitu pada setiap satuan medan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, interpretasi citra penginderaan jauh, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis SIG, analisis pengharkatan, didukung dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahaya erupsi gunungapi bervariasi antara tingkat sedang hingga tinggi. Bahaya sedang terdapat di wilayah Gunungapi Merbabu, sedangkan bahaya tinggi berada di wilayah Gunungapi Merapi. Bahaya tinggi terutama dipengaruhi oleh nilai tinggi dari jarak dari kepundan aktif Gunungapi Merapi dan kemiringan lereng. Bahaya longsor bervarasi antara sangat rendah hingga sedang. Bahaya sangat rendah dan rendah terdapat di wilayah Gunungapi Merapi sedangkan bahaya sedang terdapat di wilayah Gunungapi Merbabu. Bahaya sedang terutama dipengaruhi oleh nilai tinggi dari kemiringan lereng, tekstur tanah, ketebalan solum tanah, dan kerapatan vegetasi.Kata kunci: bencana, bahaya, pengelolaan kebencanaan.</jats:p
PERILAKU PEDULI LINGKUNGAN SISWA DAN PELAKSANAAN PROGRAM SEDEKAH SAMPAH DI SMPIT AR RAIHAN BANTUL
SMPIT Ar Raihan Bantul memiliki sebuah program bernama Sedekah Sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; (1) Pelaksanaan Program Sedekah Sampah; (2) Keterlibatan siswa; (3) Perilaku peduli lingkungan siswa setelah mengikuti Program Sedekah Sampah; (4) Hambatan dan solusi pelaksanaan Program Sedekah Sampah; dan (5)Manfaat pelaksanaan Program Sedekah Sampah.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2017 hingga Agustus 2018. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru dan siswa SMPIT Ar Raihan Bantul. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis data menggunakan model interaktif menurut Miles dan Huberman serta keabsahan data diuji dengan teknik triangulasi teknik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Program Sedekah Sampah digagas oleh Yayasan ArRaihan dilaksanakan setiap hari Jumat dilakukan dengan cara siswa membawa sampah untuk disedekahkan. Sosialisasi program dilakukan dengan cara himbauan, syiar, edukasi, poster, broadcast Whatsapp dan sosial media; (2) Antusiasme siswa dalam pelaksanaan Sedekah Sampah masih rendah karena siswa sering lupa, malas kerepotan, dan masih rendah kesadaran siswa untuk membawa sampah ke sekolah; (3) Kebersihan sekolah di SMPIT Ar Raihan Bantul secara keseluruhan bersih. Perilaku peduli lingkungan siswa di SMPIT Ar Raihan Bantul muncul dalam indikator pengelolaan sampah, pengelolaan air, pengelolaan energi, penggunaan transportasi namun belum muncul dalam indikator peduli lingkungan sekitar. (4) Hambatan pelaksanaan Program Sedekah Sampah diantaranya rendahnya kesadaran siswa dalam berperilaku peduli lingkungan, kurangnya controlling dan tidak ada SOP yang jelas dari yayasan, kurang tegas kewajiban pelaksanaan Program Sedekah Sampah. Solusi hambatan berupa terus melalukan sosialisasi berupa slogan, poster, pemberian edukasi peduli lingkungan, diperlukannya SOP dan menitoring yang jelas; (5) Manfaat Program Sedekah Sampah berupa sumber dana yayasan, pembiasaan perilaku bersedekah, lingkungan sekolah lebih bersih, sampah terkategori sesuai jenisnya, tumbuh kesadaran untuk berperilaku peduli lingkungan.Kata kunci : Sedekah Sampah, Pendidikan Karakter, Peduli Lingkunga, SMPIT Ar Raihan Bantu
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS MENGAKSES MEDIA SOSIAL DENGAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 PURWOREJO
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas mengaksesmedia sosial dengan keterampilan sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Purworejo.Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Purworejo tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 192 siswa. Besarnya sampel penelitian sebanyak 126 siswa ditentukan menggunakan tabel dari Isaac dan Michael, selanjutnya sampel setiap kelas ditentukan dengan teknik Propotionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan dokumentasi. Uji validitas dilakukan dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Croncbach. Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas dan uji linieritas. Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini digunakan teknik analisis korelasi Product Moment dari Pearson. Tingkat signifikansi hasil analisis ditentukan sebesar 5%.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara intensitas mengakses media sosial dengan keterampilan sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Purworejo yang ditunjukkan dengan nilai rhitung sebesar -0,472, nilai p sebesar 0,000, nilai rtabel sebesar 0,176 pada taraf siginifikan 5% dan Fhitung sebesar 35,610. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin tinggi intensitas mengakses media sosial maka akan semakin rendah keterampilan sosial siswa. Sehingga siswa diharapkan dapat mengontrol frekuensi dan durasi ketika mengakses media sosial. Kata kunci: Intensitas Mengakses Media Sosial, Keterampilan Sosial Sisw
Kajian Risiko Bencana pada Lembah Antar Gunungapi Merapi-Merbabu Jawa Tengah
Tingginya potensi bencana di Indonesia ditambah meningkatnya jumlah penduduk rawan dan ketidakmampuan dalam menghadapi bencana menyebabkan risiko bencana masih tergolong tinggi. Untuk mengurangi risiko bencana diperlukan tindakan manajemen kebencanaan dengan informasi dasar mengenai tingkat risiko bencana. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji tingkat risiko bencana, (2) membuat peta persebaran keruangan risiko bencana; di wilayah lembah antar gunungapi Merapi-Merbabu, Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah eksploratif- survei, dengan pendekatan geografi yaitu pendekatan kewilayahan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lembah antar gunungapi Merapi-Merbabu yang berada pada sebagian wilayah Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, dan Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Sampel pengamatan ditentukan dengan teknik purposif sampling yaitu pada setiap satuan medan. Pengumpulan data diakukan dengan observasi, interpretasi citra penginderaan jauh, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis SIG, analisis pengharkatan, didukung dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan risiko bencana gunungapi bervariasi antara risiko sangat rendah, rendah, hingga sedang. Risiko rendah paling banyak dijumpai di daerah penelitian. Bahaya erupsi gunungapi yang menjadi ancaman berada dalam tingkat sedang hingga tinggi, namun oleh karena kerawanan yang rendah hingga sedang dan kemampuan dalam menghadapi bencana tinggi hingga sangat tinggi maka risiko bencana cenderung rendah. Risiko bencana longsor bervariasi antara sangat rendah hingga rendah. Risiko sangat rendah berada pada wilayah Gunungapi Merapi yang dipengaruhi oleh tingkat bahaya yang relatif rendah, kerawanan rendah, dan kemampuan menghadapi bencana tinggi. Risiko rendah berada pada wilayah Gunungapi Merbabu dipengaruhi oleh tingkat bahaya relatif tinggi, namun kerawanan rendah, dan kemampuan menghadapi bencana tinggi
PERSEPSI ANGGOTA BANK SAMPAH TERHADAP PERANAN BANK SAPAH KASTURI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI PADUKUHAN GEMPOL DESA CONDONGCATUR KECAMATAN DEPOK SLEMAN
Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui persepsi anggota Bank Sampah terhadap sampah dari aspek sosial dan budaya, (2) mengetahui Pengelolaan sampah oleh Anggota Bank sampah kasturi di Padukuhan Gempol, (3) mengetahui Perilaku anggota Bank Sampah dalam membuang sampah rumah tangga di Padukuhan Gempol. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah anggota bank sampah dan pengurus bank sampah sebanyak 90 orang. Data dikumpulkan dengan dokumentasi dan angket. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunkan Alpha Cronbach. Teknik Analisis data menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan (1) Persepsi anggota bank sampah terhadap sampah dari Aspek sosial yaitu sebesar 45,50% dikategorikan baik, selanjutnya yaitu persepsi anggota terhadap sampah dari aspek budaya yaitu 61,10% dikategorikan cukup baik di Bank Sampah Kasturi Padukuhan Gempol, (2) Pengelolaan sampah di bank sampah kasturi oleh anggota bank sampah ditinjau dari pengelolaan sampah dengan persentase sebesar 71,10% kategori baik pada penimbulan sampah, 70,00% kategori baik penanganan ditempat, 31,50% kategori baik pengumpulan, 44,10% kategori baik pengangkutan, 62,00% kategori baik dalam pengolahan sampah organik, 75,50% kategori baik dalam pengolahan sampah anorganik, 44,40% kategori cukup baik dalam pengolahan sampah spesifik, dan terakhir 46,60% kategori baik dalam pembuangan akhir, (3) Perilaku anggota bank sampah dalam membuang sampah terutama sampah rumah tangga ditintau dari indikator pengelolaan sampah penanganan di tempat menunjukkan persentase 70,00% kategori baik
Strategi Penghidupan Masyarakat Pasca Erupsi 2010 Kaitannya Dengan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Berikutnya
Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) strategi penghidupan masyarakat pasca erupsi, (2) karakteristik lingkungan fisik dan potensi sumberdaya pendukung penghidupan, (3) tingkat kesiapsiagaan masyarakat berdasarkan strategi penghidupan dan karakteristik lingkungan fisik serta potensi sumberdaya pendukung; pada kawasan rawan bencana III Kecamatan Srumbung. Metode yang digunakan adalah deskriptif-eksplanatif dengan pendekatan ekologi. Data dikumpulkan dengan wawancara, FGD, dan observasi. Hasil penelitian: (1) Kerusakan lahan dan tanaman pasca erupsi menyebabkan petani tidak dapat memperoleh penghidupan dari usaha tani. Dalam situasi darurat, upaya memperoleh penghidupan terutama dengan bekerja di bidang lain sebagai pedagang, buruh, pertambangan tradisional, dan karyawan swasta. Berdasarkan tipologi strategi penghidupan rumahtangga, sebagian besar termasuk dalam strategi konsolidasi dan paling sedikit strategi akumulasi. (2) Potensi sumberdaya alam cukup banyak berupa sumberdaya lahan, air, hayati, dan mineral. (3) Kesiapsiagaan menghadapi bencana berikutnya masih perlu ditingkatkan, didasari oleh masih sedikit masyarakat yang mengalokasikan tabungan untuk situasi darurat dan cara bertani masih sama dengan sebelum bencana.
This Research aims to analyze: (1) community livelihood strategies after eruption, (2) characteristics of physical environment and potential resources to support livelihood, (3) level of preparedness community based livelihood strategies and characteristics of physical environment and resources; at disaster-prone areas III Srumbung Subdistrict. The method used is descriptive-explanative with ecological approach. Data were collected through interviews, FGD, and observations. The result: (1) Land and crop damage after the eruption caused farmers cannot earn living from farming. In emergency situation, efforts to obtain a living mainly by working in other fields as merchants, laborers, traditional mining, and private sector employees. Based on the typology of livelihood strategies of households, mostly included in consolidation strategy and and the least is accumulation strategy. (2) There are quite a lot of natural resources such as land, water, biological, and mineral resources. (3) Preparedness in the face of the next disaster still needs to be improved
ANALISIS MULTIBAHAYA BENCANA ALAM DI KABUPATEN KULONPROGO, YOGYAKARTA
Tujuan tulisan ini untuk menganalisis multibahaya bencana alam di wilayah
Kabupaten Kulonprogo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan
metode eksploratif melalui pendekatan geomorfologis. Populasi penelitian yaitu seluruh
lahan di Kabupaten Kulonprogo dengan teknik sampel purpossive area sampling atas
dasar satuan lahan hasil overlay kondisi geomorfologi, penggunaan lahan, dan jenis
tanah. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, kemudia
dianalisis secara deskriptif melalui bantuan sistem informasi geografis dan analisis
keruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat multibahaya bencana kategori
“sedang” mencakup sebagian besar wilayah di Kulonprogo khususnya pada satuan
bentuk lahan pegunungan denudasional dan perbukitan struktural. Tingkat multibahaya
kategori “tinggi” terdapat pada dataran aluvial dan daerah kepesisiran
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENILAIAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI
The results of policy research in 2009 showed that geography teachers' understanding and skills in learning assessment still have not reached the standard. The purpose of this activity is the increased understanding of assessment techniques by geography teachers in Bantul with indicators of success at least 70% of participants obtain the results of the assessment in the category ofat least "good" and passed. The training method used theoretical and practical pragmatic thematic. Target Audience activity is geography teachers at the high school geography in Bantul as 41 people. The results: 1) only 35 participant (85.37%) passed with categories "Very good" 15 participant and 20 in "good" category. 2 there is an increased capability assessment techniques by geography teachers in Bantul was evidenced by the average pretest results of participants by 17% before training was conducting.Keywords: assessment, geography, teacher, and learnin
