1,720,971 research outputs found

    Evaluasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di TPA Kalikondang Kabupaten Demak

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian kebijakan pengelolaan sampah yamg dilakukan di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Kalikondang Kabupaten Demak. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data diperoleh berdasarkan data primer melalui wawancara langsung, observasi, dan dokumentasi, serta data sekunder melalui jurnal dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas pengelolaan sampah yang dilakukan masih belum optimal. Berdasarkan Pasal 44 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan bahwa paling lambat pada tahun 2013 setiap pemerintah daerah/kota sudah memiliki TPA yang representatif dan memenuhi kaidah teknis maupun lingkungan (sanitary landfill). Namun, TPA Kalikondang masih menggunakan sistem open dumping. Efesiensi pengelolaan sampah belum maksimal, karena penimbunan sampah yang seharusnya dilakukan setiap hari ternyata dilakukan setiap 15 hari sekali, selain itu, kolam air lindi tidak berfungsi secara maksimal. Kecukupan dalam pengelolaan sampah dilihat dari ketepatan kebijakan yang dibuat, namun kebijakan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Responsivitas yang dilakukan dalam menjawab keluhan dari masyarakat terkait pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Kalikondang dinilai tidak menyelesaikan persoalan yang ada, seperti membuat tanggul tanah sebagai pembatas kali TPA dan persawahan warga, yang tentunya tanggul tanah tersebut tetap dapat dilewati oleh air lindi. Ketepatan dalam mengolah tinja menjadi gas metan sudah sesuai, karena pengelolaan tersebut hanya diperuntukkan pegawai di TP

    Analysis of Mustahik Welfare Effect in Bandar Lampung City through Zakat Policy and Zakat Administration

    Get PDF
    Poverty can cause economic inequality if it is not handled appropriately in Islam poverty is near to kufr. One strategic role as an instrument to reduce poverty and disagreement in Islam is through zakat. The research objective is to study the zakat policy and zakat administration on mustahik welfare in Bandar Lampung City. Methods of this study using a quantitative method with multiple linear regression analysis techniques. The number of research samples were 37 respondents. Based on the results of research simultaneously shows that the zakat policy and zakat administration determine the significance of welfare while partial shows the zakat policy does not significantly oppose the administration of zakat significant on welfare

    The analysis of bureaucracy reform on a public service in the field of Indonesian community health

    Get PDF
    This research aims to analyze and describe issues of bureaucracy reform of health services in Indonesia. By using the literary study, method is through the results of basic health research and the expected results in public service contained in the Grand Design of Bureaucracy Reform. The results of the research have been conducted indicating that the current bureaucracy reform in the field of health services conducted by Indonesia’s Government is not optimal. Because there are still many very difficult provinces get easy access to hospitals. From 34 provinces in Indonesia based on the results of basic health, research on 24 provinces are still very difficult to get easy access to hospitals, and the percentage is still above the national average. Where this condition widely perceived by communities who live or reside in rural areas. These Recombination given in this study are as follows: development of access services of equitable hospital, bureaucracy of Modern health, professionalism and work ethic as well as honest behavior in the management of health bureaucracy system. The application of information technology as a supporting good performance, health bureaucracy organization that has to be started from Low to Middle Community Health Centre (Puskesmas), Health Office and Health Department. Modern Health management should be encouraged towards the professionalism strengthening of good attitude-based work, and the presence of control of each system perpetrators so that misuse of authority can be avoided in order the acceleration of health vision objectives can be realized

    Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Sektor Pariwisata Balkondes Giritengah di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang

    Get PDF
    Balkondes merupakan program dari Kementerian BUMN yang konsepnya berasal dari rancangan para Kades di Kecamatan Borobudur pada tahun 2013 dengan konsep Gerai Ekonomi Desa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisisi strategi pemberdayaan masyarakat dalam sektor pariwisata melalui Balkondes Giritengah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Indikator yang digunakan memiliki enam tahapan yaitu yaitu tahap persiapan, pengkajian, perencanaan alternatif, performalisasi rencana, pelaksana kegiatan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap persiapan belum optimal karena konsep Balkondes diinisiasi oleh para kades di Borobudur namun dibuat secara top down. Tahap pengkajian belum optimal karena pengkajian tidak dilakukan menyeluruh. Tahap perencanaan alternatif kegiatan belum optimal karena potensi yang ditampilkan di etalase Balkondes harus mendapat izin dari Kades. Tahap pemformalisasi kegiatan sudah optimal karena dana terpenuhi. Tahap pelaksana belum optimal akibat konflik vertikal antara BUMN dan Pemerintah Kabupaten Magelang. Tahap evaluasi menjelaskan tidak sinergisitasnya BUMN dan Pemkab Magelang sehingga berdampak terhadap masyarakat

    Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Balkondes Kabupaten Magelang

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat strategi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di 20 Balkondes yang terletak di Kecamatan Borobudur sekitaran kawasan Candi Borobudur. Pembangunan Balkondes dilaksanakan pada awal tahun 2017, sehingga dengan rentang waktu hingga kini tahun 2020 harus dilihat bagaimana capainnya dan faktor-faktor apa saja yang ikut mempengaruhinya. Metode penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif menggunakan data sekunder seperti studi kepustakaan, buku, jurnal, skripsi, internet dan sumber-sumber lain yang sekiranya masih terkait. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan tiga tahapan pemberdayaan, yaitu penyadaran, pengkapasitasan, dan pemberian daya. Penyadaran, ditujukan dalam menggali potensi pada masing-masing desa guna mengetahui ciri khas serta produk utama di setiap Balkondes. Namun, terdapat beberapa Balkondes yang memiliki ciri khas atau produk unggulan yang sama; Pengkapasitasan, sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan lebih terfokus kepada perangkat desa, sehingga penerimaan penyadaran terhadap potensi desa tidak diterima secara sepenuhnya oleh masyarakat; Pemberian Daya, ditujukan agar masyarakat mampu secara mandiri mengelola Balkondes, namun pengaruh dalam top down sangatlah besar

    Evaluasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di TPA Kalikondang Kabupaten Demak

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian kebijakan pengelolaan sampah yamg dilakukan di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Kalikondang Kabupaten Demak. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data diperoleh berdasarkan data primer melalui wawancara langsung, observasi, dan dokumentasi, serta data sekunder melalui jurnal dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektifitas pengelolaan sampah yang dilakukan masih belum optimal. Berdasarkan Pasal 44 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah mengamanatkan bahwa paling lambat pada tahun 2013 setiap pemerintah daerah/kota sudah memiliki TPA yang representatif dan memenuhi kaidah teknis maupun lingkungan (sanitary landfill). Namun, TPA Kalikondang masih menggunakan sistem open dumping. Efesiensi pengelolaan sampah belum maksimal, karena penimbunan sampah yang seharusnya dilakukan setiap hari ternyata dilakukan setiap 15 hari sekali, selain itu, kolam air lindi tidak berfungsi secara maksimal. Kecukupan dalam pengelolaan sampah dilihat dari ketepatan kebijakan yang dibuat, namun kebijakan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Responsivitas yang dilakukan dalam menjawab keluhan dari masyarakat terkait pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Kalikondang dinilai tidak menyelesaikan persoalan yang ada, seperti membuat tanggul tanah sebagai pembatas kali TPA dan persawahan warga, yang tentunya tanggul tanah tersebut tetap dapat dilewati oleh air lindi. Ketepatan dalam mengolah tinja menjadi gas metan sudah sesuai, karena pengelolaan tersebut hanya diperuntukkan pegawai di TP

    EVALUASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH dI TPA KALIKONDANG KABUPATEN DEMAK

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengentahui bagaimana capaian kebijakan pengelolaan sampah yang dilakukan di Kabupaten Demak khususnya pada TPA Kalikondang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data primer melalui wawancara secara langsung, dokumentasi, dan observasi, serta data sekunder melalui jurnal dan studi kepustakaan. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan lima kriteria yaitu efektivitas, efesiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Efektifitas pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Kalikondang Masih belum optimal dikarenakan sistem pengelolaan sampah masih menggunakan sistem open dumping; Efesiensi Masih belum optimalnya karena penimbunan sampah dengan tanah, pencacahan sampah, pembuatan pupuk kompos, kolam tinja dan kolam air lindi dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana yang tersedia. Selain itu, biaya pengelolaan sampah terfokus hanya pada pembelian tanah dan BBM truk pengangkut sampah;  Kecukupan masih belum optimal karena pengelolaan sampah yang dilakukan tidak berjalan sesuai dengan jadwal seharusnya; Perataan masih belum optimal karena pembiayaan masih berfokus pada pembelian BBM untuk truk pengangkutan sampah dan pebelian tanah; Responsivitas masih belum optimal karena  masih terdapat pengaduan dari masyarakat seperti bau dan air lindi, serta solusi yang diberikan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak tidak menyelesaikan persoalan yang terjadi; Ketepatan masih belum optimal karena penggunaan gas metan hanya sebatas keperluan pekerja di TPA Kalikondang

    Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Sektor Pariwisata Balkondes Giritengah di Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang

    Get PDF
    Balkondes merupakan program dari Kementerian BUMN yang konsepnya berasal dari rancangan para Kades di Kecamatan Borobudur pada tahun 2013 dengan konsep Gerai Ekonomi Desa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisisi strategi pemberdayaan masyarakat dalam sektor pariwisata melalui Balkondes Giritengah. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Indikator yang digunakan memiliki enam tahapan yaitu yaitu tahap persiapan, pengkajian, perencanaan alternatif, performalisasi rencana, pelaksana kegiatan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap persiapan belum optimal karena konsep Balkondes diinisiasi oleh para kades di Borobudur namun dibuat secara top down. Tahap pengkajian belum optimal karena pengkajian tidak dilakukan menyeluruh. Tahap perencanaan alternatif kegiatan belum optimal karena potensi yang ditampilkan di etalase Balkondes harus mendapat izin dari Kades. Tahap pemformalisasi kegiatan sudah optimal karena dana terpenuhi. Tahap pelaksana belum optimal akibat konflik vertikal antara BUMN dan Pemerintah Kabupaten Magelang. Tahap evaluasi menjelaskan tidak sinergisitasnya BUMN dan Pemkab Magelang sehingga berdampak terhadap masyarakat

    Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Balkondes Kabupaten Magelang

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat strategi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di 20 Balkondes yang terletak di Kecamatan Borobudur sekitaran kawasan Candi Borobudur. Pembangunan Balkondes dilaksanakan pada awal tahun 2017, sehingga dengan rentang waktu hingga kini tahun 2020 harus dilihat bagaimana capainnya dan faktor-faktor apa saja yang ikut mempengaruhinya. Metode penelitian dilakukan dengan analisis deskriptif menggunakan data sekunder seperti studi kepustakaan, buku, jurnal, skripsi, internet dan sumber-sumber lain yang sekiranya masih terkait. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan tiga tahapan pemberdayaan, yaitu penyadaran, pengkapasitasan, dan pemberian daya. Penyadaran, ditujukan dalam menggali potensi pada masing-masing desa guna mengetahui ciri khas serta produk utama di setiap Balkondes. Namun, terdapat beberapa Balkondes yang memiliki ciri khas atau produk unggulan yang sama; Pengkapasitasan, sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan lebih terfokus kepada perangkat desa, sehingga penerimaan penyadaran terhadap potensi desa tidak diterima secara sepenuhnya oleh masyarakat; Pemberian Daya, ditujukan agar masyarakat mampu secara mandiri mengelola Balkondes, namun pengaruh dalam top down sangatlah besar
    corecore