82 research outputs found

    Vulva-genda: Exploration of brand opportunity spaces and concept product for Yoni for The Young

    No full text
    For an incredibly long time, what exactly happens between the legs of female-sex people has been a great mystery.It‘s not common to talk about our vulvas and how we feel about them in detailed and specific terms - and yes it‘s vulva and not vagina, the vulva is the entire external genital area, the vagina is merely the internal muscle canal.It‘s so unusual that many women lack the vocabulary to describe their genitals and the education that‘s practised in the school system is sporadic and often only focused on reproduction. And the vagina is by no means the star of the show and definitely not the female equivalent of the penis. This is the clitoris, which is by no means just a little (apparently difficult to find) knob above the vaginal opening, but is a large and complex organ located beneath the skin‘s surface. A more or less fun fact, for example, is that it was not until 1998 that the complete anatomy of the clitoris was revealed in a study by the Australian urologist Helen O‘Connell (Fyfe, 2018). In fact, most anatomical books don‘t even show the clitoris and therefore not depicting the vulva correctly. Let that sink in.Conversations about sexuality, well-being or pleasure find no place and lead to misconceptions, rumours and often leave people wondering „Am I normal?“. This thesis aims to answer the question “How might a concept car look like for Yoni” as means of process and deliverable exploration for The Young.In essence this thesis is about the world and future of vulvas and which role Yoni could play to ultimately facilitate positive change in people’s lives. To explore this notion the method of developing a “concept car” was used to deliver a tangible representation of this future brand scenario. And because the social climate is changing and brands are increasingly acting as amplifiers of cultural trends and the introduction of questions and topics into the mainstream of society. At this point Yoni joins the conversation. Yoni has been offering organic 100% cotton period products since 2015 after the founder found that the products recommended to her by her gynaecologist were not only unavailable to the majority of consumers but regular period products did not list their ingredients and were full of synthetic fibres. That‘s why Yoni made it its mission to offer better products, products one would trust to touch their most intimate body part. Yoni wanted to change the market for more transparency and a higher standard of menstrual products and has achieved this, especially in recent years. Big brands are now also offering organic alternatives, explaining the ingredients of their products on the packaging or at least online and other brands have followed Yoni‘s lead. But with the constant fulfilment of the initial mission, it is time to find a new drive, a new vision.And the time is ripe to do so, people are excited and ready to overcome their inhibitions and have meaningful conversations about their vulvas, and are eager for opportunities to learn. And the market is not yet oversaturated with offerings.To answer the question of what exactly happens in the world of the vulva, this work started with in-depth research both in an interview study and in extensive literature and media research. It was about exploring the behaviour, feelings, culture, history and economy regarding vulvas and menstruation.The market, consumer and context research resulted in four distinct directions Yoni could follow in the future to have a positive impact on their users‘ lives. These directions were about pushing the menstruation conversation in society further, for more social justice, to build strong communities of people with vulvas to overcome gaps of knowledge and wisdom, to unlock knowledge about hormonal cycles beyond the binary view of period on-period off and finally to discover how to bring vulva care to the forefront of people’s attention to share knowledge, facilitate experiences and overcome bodily shame.In close collaboration with Yoni one direction was chosen as the means for Yoni to facilitate meaningful positive impact in the lives of their users and subsequently use this direction as a vehicle for organisational transformation and future vision.This direction is called “vulva care” and targets the redefinition of what true vulva care might mean on a time axis of 1 to 5 years. At the end of this axis stands the concept product of vulvovaginal microbiome testing and personalised vulvar care products which acts as a beacon for creative brand development. To make this concept product more accessible from an organisational point of view, the product was contextualised in a three step roadmap showcasing three distinct steps on how the company might develop for their current offering and structure towards a focus on vulvovaginal care using digital and care products infused with science and technology to ultimately future-proof a brand with incredible potential.At the final pages of the report you will find the translation of this concept product into a website and digital product prototype illustrating how Yoni’s brand future might look like.Strategic Product Desig

    PENGUKURAN SELF-EFFICACY SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MTs N 2 CIAMIS

    No full text
    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui Self-efficacy siswa dalam pembelajaran matematika. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen skala Self-efficacy berupa angket yang terdiri dari 15 pernyataan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP N 2 CIAMIS tahun pelajaran 2016/2017. Teknik pengambilan sample adalah teknik stratified sampling atau sampling bertingkat yang mana diambil satu kelas mewakili masing-masing tingkat sehingga ada tiga kelas yang diambil sebagai sample dengan jumlah siswa secara keseluruhan ada 101 orang siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah rata-rata dari skor keseluruhan skala Self-efficacy adalah 3,07 sehingga masuk ke dalam kategori positif. Dimensi Self-efficacy ada tiga dan masing-masing dimensi dihitung rata-ratanya. Dimensi magnitude skor rataannya sebesar 3,1 yang berarti positif. Dimensi generality skor rataannya sebesar 2,9 yang berarti negatif. Dimensi strength skor rataannya sebesar 3,2 yang berarti positif

    Kemampuan Representasi Matematis Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Software Wolfram Mathematica

    No full text
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis mahasiswa melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan software wolfram mathematica. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan matematika semester enam Universitas Galuh. Pengambilan sampel penelitian menggunakan cara cluster random sampling. Sebanyak 50 mahasiswa terpilih, yang dikelompokan menjadi satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini adalah soal tes kemampuan representasi matematis pada mata kuliah Program Linear. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan kemampuan representasi matematis mahasiswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan software wolfram mathematica lebih baik daripada yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Kemampuan mahasiswa dalam mengoperasikan software wolfram mathematica menjadi kunci agar semua mahasiswa dapat penyelesaian soal program linear.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Software Wolfram Mathematica, Representasi Matematis

    Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kreatif Matematik Siswa SMA di Kota Tasikmalaya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa yang lebih baik antara yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung, mengetahui sikap siswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah dan mengetahui assosiasi antara sikap siswa terhadap model pembelajaran berbasis masalah dengan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa setelah model pembelajaran berbasis masalah diberikan. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa SMA Di Kota Tasikmalaya. Peneliti memilih sekolah level sedang sebagai tempat penelitian yaitu SMA N 3 Tasikmalaya. Peneliti mengambil 4 kelas untuk dijadikan sampel penelitian yaitu kelas XI,X2,X3 dan X4. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa diperoleh dari skor pretes dan postes, sikap siswa diperoleh dari rerata skor sikap siswa dan assosiasi antara sikap siswa terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa diperoleh dari frekuensi siswa pada masing-masing kelompok. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi soal tes kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa serta angket skala sikap yang digunakan untuk mengetahui sikap siswa terhadap Model Pembelajaran Berbasis Masalah. Analisis data menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa yang pada pembelajarannya menerapkan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa yang pada pembelajarannya menerapkan model pembelajaran langsung. Sikap siswa terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah menunjukkan sikap positif. Assosiasi antara sikap siswa pada penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematik siswa menunjukkan assosiasi yang cukup kuat

    Kemampuan Representasi Matematis Melalui Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Software Wolfram Mathematica

    No full text
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan representasi matematis mahasiswa melalui model pembelajaran berbasis masalah dengan bantuan software wolfram mathematica. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan matematika semester enam Universitas Galuh. Pengambilan sampel penelitian menggunakan cara cluster random sampling. Sebanyak 50 mahasiswa terpilih, yang dikelompokan menjadi satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian ini adalah soal tes kemampuan representasi matematis pada mata kuliah Program Linear. Hasil penelitian menunjukan bahwa peningkatan kemampuan representasi matematis mahasiswa yang belajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan software wolfram mathematica lebih baik daripada yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Kemampuan mahasiswa dalam mengoperasikan software wolfram mathematica menjadi kunci agar semua mahasiswa dapat penyelesaian soal program linear.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Software Wolfram Mathematica, Representasi Matematis

    Pendekatan Kontekstual dengan Scaffolding untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis

    No full text
    Abstrak. Kemampuan berpikir kritis matematik merupakan kemampuan yang harus dimiliki siswa. Kemampuan ini dapat dilatih melalui proses pembelajaran oleh karena itu perlu adanya inovasi pada model pembelajaran agar kemampuan berpikir kritis matematik siswa terlatih maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dengan penerapan Pendekatan Kontekstual pada Model Pembelajaran Scaffolding terhadap kemampuan berpikir kritis matematik. Selain itu untuk mengetahui ketercapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) siswa di kedua kelas tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan posttest only control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling yakni acak kelas dengan mengambil satu kelas sebagai kelas eksperimen yang menggunakan Pendekatan Kontekstual pada Model Pembelajaran Scaffolding dan satu kelas sebagai kelas kontrol yang menggunakan Pembelajaran Konvensional. Instrumen yang digunakan berupa soal tes kemampuan berpikir kritis matematik. Hasil dari pengolahan data postes menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan Pendekatan Kontekstual pada Model Pembelajaran Scaffolding terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematik dan ketercapaian KKM kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.   Kata Kunci: Pendekatan Kontekstual, Model Pembelajaran Scaffolding, Berpikir Kritis Matematik

    ANALISIS SELF-EFFICACY MAHASISWA PADA MATA KULIAH PEMROGRAMAN LINEAR DENGAN PEMBELAJARAN DARING

    No full text
    Pembelajaran daring merupakan solusi dari situasi pandemic covid 19 yang melanda dunia saat ini agar proses pembelajaran tetap berlangsung meskipun dosen dan mahasiswa harus berada di rumah. Pembelajaran memiliki tiga ranah capaian pembelajaran salah satunya pada ranah afektif yakni self-efficacy. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran self-efficacy mahasiswa pada mata kuliah pemrograman linear dengan pembelajaran daring. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode survey. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kelas 3B Prodi Pendidikan Matematika Universitas Galuh pada mata kuliah Pemrograman Linear. Teknik pengambilan data melalui observasi, pemberian angket self-efficacy dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek magnitude (Tingkat kesulitan tugas) mahasiswa termasuk pada kategori positif, pada aspek strength (Tingkat kuat atau lemahnya keyakinan) mahasiswa termasuk pada kategori positif dan pada aspek generality (Penguasaan bidang atau tugas pekerjaan) mahasiswa termasuk pada kategori positif.

    MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN SELF-CONFIDENCE SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN HYBRID TIPE TRADITIONAL CLASESS-REAL WORKSHOP

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:(1) peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Hibrid tipe Traditional Classes-Real Workshop  ditinjau dari keseluruhan dan kategori: (a) taraf ekonomi keluarga; (b) Gender, (2) peningkatan self confidence siswa setelah menerima model pembelajaran Hibrid tipe Traditional Classes-Real Workshop ditinjau dari keseluruhan dan kategori: (a) taraf ekonomi keluarga; (b) Gender. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan desain kelompok Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Pamarican tahun ajaran 2017/2018. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang hasilnya yaitu kelas VIII D sebagai kelompok yang belajar dengan model pembelajaran Hibrid tipe Traditional Classes-Real Workshop (kelas eksperimen) dan kelas VIII F sebagai kelas yang belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah (kelas kontrol). Untuk mendapatkan data hasil penelitian berupa skor kemampuan pemahaman matematis digunakan instrumen berupa soal uraian sedangkan untuk mengukur self-confidence siswa digunakan angket. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji Mann-Whitney dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan: (1) peningkatan kemampuan pemahaman matematis kelas eksperimen secara keseluruhan dan gender(perempuan) lebih baik dari kelas kontrol, peningkatan kemampuan pemahaman matematik kelas eksperimen berdasarkan taraf ekonomi (mampu dan tidak mampu) dan gender(laki-laki) lebih baik dari kelas kontrol; (2) terdapat peningkatan rerata self-confidence siswa setelah belajar dengan model pembelajaran Hibrid tipe Traditional Classes-Real Workshop ditinjau dari keseluruhan dan pada kategori taraf ekonomi (mampu dan tidak mampu) serta gender (laki-laki dan perempuan)

    PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL MATEMATIKA REALISTIK BERBASIS BUDAYA CIAMIS PADA CALON GURU MATEMATIKA

    No full text
    Selama ini matematika sering dianggap sebagai ilmu yang abstrak dan berdiri sendiri padahal terdapat istilah yang menyetakan bahwa matematika adalah ratu dan pelayan ilmu. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya matematika baik bagi ilmu lain selain matematika maupun dalam kehidupan nyata. Persepsi mengenai matematika sebagai ilmu yang abstrak dan tidak berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dapat diminimalisir dengan cara memperkenalkan kepada siswa soal-soal matematika yang realistic. Soal-soal matematika yang realistic akan lebih bermakna jika dikaitkan dengan kebudayaan daerah setempat. Siswa dapat mengenal dan mengetahui kebudayaan-kebudayaan yang ada di wilayahnya. Hal ini dapat menumbuhkna kecintaan siswa pada warisan leluhur berupa kebudayaan yang ada di sekitarnya. Metode yang dilakukan pada pengabdian ini adalah metode pelatihan dan pendampingan. Pelatihan dan pendampingan berfokus pada penyusunan soal-soal matematika realistik dengan berbasis pada budaya yang ada di Ciamis. Kegiatan ini dilakukan secara daring. Hasil dari kegiatan ini yaitu: 1)meningkatnya pemahaman secara optimal tentang cara penyusunan soal matematika yang realistic dengan berbasis budaya kagaluhan sebesar 23%; 2)meningkatnya kemampuan menyusun soal-soal matematika yang realistic dengan berbasis budaya kagaluhan sebesar 26%; 3)meningkatnya pengetahuan mengenai ragam budaya yang ada di Ciamis sebesar 20%; 4) meningkatnya rasa cinta pada kebudayaan local khsusnya yang ada di Ciamis sebesar 13%; 5)tumbuh keinginan untuk berwirausaha dengan peningkatan keinginan sebesar 34%; 6)memiliki gambaran jika akan berwirausaha kelak akan melakukan wirausaha dalam bidang apa peningkatan gambaran tersebut sebesar 30%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah kegiatan yang dilaksankan memberikan dampak positif kepada mahasiswa dalam penyusunan soal-soal matematika realistik dengan berbasis budaya yang ada di Ciamis dan minat berwirausaha

    PELATIHAN MENJADI ENTERPRENEUR MELALUI KONSEP PROGRAM LINEAR DAN SOFTWARE WOLFRAM MATHEMATICA

    No full text
    Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah membentuk karakter seorang entrepreneur pada siswa di SMA N 1 Baregbeg; materi program linear dipraktikkan di lapangan sehingga siswa dapat mengetahui dan merasakan aplikasinya dalam kehidupan nyata; dan mengajarkan pada siswa software wolfram mathematica dan penggunaannya pada materi Program Linear. Kegiatan pengabdian ini pada pelaksanaannya dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu: tahap 1 yang pada kegiatannya pada tahap ini adalah mengumpulkan siswa sebanyak enam orang dari kelas XI. Tahap 2 yaitu pemberian penyuluhan mengenai pentingnya membangun jiwa seorang enterprenur dalam diri mereka mengingat persaingan kerja di zaman sekarang begitu ketat. Materi penyuluhan juga membahas mengenai konsep/materi Program Linear. Tahap 3 yaitu melakukan pembinaan atau bimbingan dalam menyelesaikan konsep Program Linear dengan menggunakan software wolfram mathematica. Kesimpulan kegiatan ini bahwa siswa merasakan banyak manfaat dari kegiatan penyuluhan yang telah dilaksanakan, siswa termotivasi untuk berwirausaha dan terbantu dalam penguasaan terhadap materi Program Linear. Rekomendasi untuk pengabdi selanjutnya yaitu menggunakan software yang dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu siswa dalam menguasai materi pelajaran yang ada di sekolah, sekaligus memotivasi siswa untuk memiliki bekal keterampilan hidup yang kelak dapat dimanfaatkan siswa
    corecore