1,721,886 research outputs found

    Penjenamaan Griya Seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso

    Get PDF
    Penjenaman adalah hal yang harus terus dilakukan dalam mempublikasikan dan memasarkan apa yang dimiliki oleh sebuah instansi maupun perusahaan. Penjenamaan memiliki peranan penting di dalam sistem berkelanjutan yang bertujuan untuk dapat terus dinikmati dari satu generasi ke generasi yang lain. Penjenamaan terhadap Griya Seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso yang telah diresmikan dari tahun 2015 adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk menjaga warisan pengetahuan berupa koleksi sejarah seni rupa dan karya seni rupa dari seniman Kustiyah dan Edhi Sunarso. Penjenamaan yang dilakukan bukan hanya berfokus terhadap penampilan visual namun juga berupa aktivasi kegiatan yang dalam penelitian ini ditunjukkan melalui beberapa eksperimen kegiatan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh penjenamaan di Griya Seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso dan mengetahui strategi yang tepat dalam proses penjenamaan tersebut dengan mengimplementasikan teori Wallace tentang Brand Activitaion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh Griya Seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso. Metode tersebut menghasilkan potensi yang dapat dilakukan dalam proses penjenamaan, penelitian dilanjutkan dengan metode eksperimental berupa kegiatan untuk mengukur tingkat keterjangkauan Griya Seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso terhadap masyarakat umum melalui teori Wallace. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penjenamaan Griya Seni Hj Kustiyah Edhi Sunarso sangat berpengaruh terhadap keterjangkauan terhadap masyarakat umum. Tingkat kunjungan dan kesadaran masyarakat umum mengalami pergerakan yang diukur dari jumlah kunjungan di griya seni dan media sosial. Strategi perancangan kegiatan di griya seni berupa pameran menjadi daya tarik terhadap masyarakat umum dalam mengenalkan kembali Griya Seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso. Penjenamaan dalam bentuk ini mampu mengaktifkan komunikasi antara griya seni dengan masyarakat umum secara satu arah maupun dua arah melalui media sosial dan kunjungan langsung

    Edhi Sunarso Seniman Pejuang

    No full text
    Seni bersifat universal, namun tidak banyak orang yang memiliki keahlian dan bakat seni, dan diantara manusia yang berbakat hanya beberapa yang berhasil mencatat sejarah secara monumental karena jasanya yang besar dalam membangun dan mengembangkan seni patung sebagai bagian tak terpisahkan dari kebudayaan nasional. Edhi Sunarso adalah salah satu pematung yang dapat mengabdikan profesi yang digelutinya secara tekun sehingga menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Edhi Sunarso telah mendapat penganugerahan “Empu Ageng” dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Buku ini terbit sebagai wujud sebagai bukti cinta keluarga terhadap sosok Edhi Sunarso. Isi buku merupakan kumpulan tulisan yang ditulis oleh para tokoh seni seperti Suwarno Wisetrotomo, Anusapati, Baskara T. Wardaya SJ, Yuke Ardhiati, Djuli Djatiprambudi, Agus Dermawan T, Aminuddin TH, Siregar dan Jim Supangkat

    Penjenamaan griya seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso

    No full text
    Penjenaman adalah hal yang harus terus dilakukan dalam mempublikasikan dan memasarkan apa yang dimiliki oleh sebuah instansi maupun perusahaan. Penjenamaan memiliki peranan penting di dalam sistem berkelanjutan yang bertujuan untuk dapat terus dinikmati dari satu generasi ke generasi yang lain. Penjenamaan terhadap Griya Seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso yang telah diresmikan dari tahun 2015 adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk menjaga warisan pengetahuan berupa koleksi sejarah seni rupa dan karya seni rupa dari seniman Kustiyah dan Edhi Sunarso. Penjenamaan yang dilakukan bukan hanya berfokus terhadap penampilan visual namun juga berupa aktivasi kegiatan yang dalam penelitian ini ditunjukkan melalui beberapa eksperimen kegiatan. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh penjenamaan di Griya Seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso dan mengetahui strategi yang tepat dalam proses penjenamaan tersebut dengan mengimplementasikan teori Wallace tentang Brand Activitaion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh Griya Seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso. Metode tersebut menghasilkan potensi yang dapat dilakukan dalam proses penjenamaan, penelitian dilanjutkan dengan metode eksperimental berupa kegiatan untuk mengukur tingkat keterjangkauan Griya Seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso terhadap masyarakat umum melalui teori Wallace. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penjenamaan Griya Seni Hj Kustiyah Edhi Sunarso sangat berpengaruh terhadap keterjangkauan terhadap masyarakat umum. Tingkat kunjungan dan kesadaran masyarakat umum mengalami pergerakan yang diukur dari jumlah kunjungan di griya seni dan media sosial. Strategi perancangan kegiatan di griya seni berupa pameran menjadi daya tarik terhadap masyarakat umum dalam mengenalkan kembali Griya Seni Hj. Kustiyah Edhi Sunarso. Penjenamaan dalam bentuk ini mampu mengaktifkan komunikasi antara griya seni dengan masyarakat umum secara satu arah maupun dua arah melalui media sosial dan kunjungan langsun

    Meniti jalan pembebasan : Sebuah otobiografi oleh Edhi Sunarso, pematung

    No full text
    Buku ini merupakan autobiografi Edi Sunarso seoarang pematung yang dihadirkan untuk menambah perbendaharaan dokumentasi seniman di Indonesia. Edhi Sunarso merupakan sosok seniman patung yang telah menghasilkan karya-karya besar seperti patung dirgantara, tugu selamat datang dan sebagainya. Melalui buku ini maka dapat diketahui pemikiran dan perjalanan hidupnya sebagai seorang seniman patung dan ada rasa nasionalisme di dalamnya

    Correction:Shifting from Soft to Hard Law: Motivating Compliance When Enacting Mandatory Corporate Social Responsibility (European Business Organization Law Review, (2023), 24, 4, (693-719), 10.1007/s40804-023-00284-4)

    No full text
    This article was published with an incorrect name of the fourth author. Instead of “Phelein Sophiana” her name is “Philein Sophiana Sunarso Putri”. The original publication has been corrected.</p

    Viktimologi dalam sistem peradilan pidana/ Sunarso

    No full text
    xviii, 318 hal.; 23 cm

    Viktimologi dalam sistem peradilan pidana/ Sunarso

    No full text
    xviii, 318 hal.; 23 cm

    Viktimologi dalam sistem peradilan pidana/ Sunarso

    No full text
    xviii, 318 hal.; 23 cm

    Viktimologi dalam sistem peradilan pidana/ Sunarso

    No full text
    xviii, 318 hal.; 23 c

    THE MANAGEMENT OF CREATIVE INDUSTRY IN STUDIO EDHI SUNARSO YOGYAKARTA

    No full text
    The main target of the research is to get data from the industrial management of Edhi Sunarso creative art that is located at Yogyakarta, because his creative industrial achievement is very phenomenal to&nbsp; the world class and legendarist. The research method used are &nbsp;etnografi and the research analysis is descriptive qualitative. Data gathering techniques used data reduction procedure through interview, observation and documentation. Data&nbsp; analysis flew through data reduction procedure, presenting data and drawing conclusion. The research result of Edhi Sunarso’ creative art industrial&nbsp; proved reach up the top of glory through inovative management, starting from the&nbsp; management concept of painting, statue, technology and history. The Product of his crteative industrial mainly the beauty quality, functional and market’need. Edhi Sunarso’ projects has characteristic of big monumental, artistic, exspressive and heroic. His workings were mounted at many big cities or&nbsp; even at the world, he got many awards that came from his own country and oversea. The highest award came from President, Governor, Art community and civitas academica such as: Empu Ageng award from ISI Yogyakarta
    corecore