1,720,984 research outputs found

    KAJIAN PROBABILISTIK JATUHAN ABU VULKANIK TERHADAP TAPAK PLTN MURIA

    Full text link
    KAJIAN PROBABILISTIK JATUHAN ABU VULKANIK TERHADAP TAPAK PLTN MURIA.Telah dilakukan kajian probabilistik terhadap bahaya akibat jatuhan material piroklastik dari letusan hipotetik Gunung Muria di area tapak PLTN Semenanjung Muria. Tujuan kajian adalah untuk mendapatkan distribusi deposisi abu vulkanik dan nilai kebolehjadiannya di ULA terkait daya dukung beton pengungkung PLTN. Metodologi yang digunakan adalah melakukan simulasi dengan masukan data sekunder parameter letusan erupsi gunung Merapi tahun 2010 (terbatasnya data letusan Muria), dan data meteorologi sekunder berupa data rerata harian hasil olahan data pemantauan di ULA periode 1994-1995. Simulasi dilakukan berdasarkan metode skenario batas atas menggunakan kode komputer Tephra2. Hasil kajian menunjukkan bahwa distribusi abu vulkanik dominan mengarah ke arah Timur Laut – Barat Daya. Nilai kebolehjadian untuk beban > 1 kg/m2 adalah kurang dari 5%, sedangkan untuk beban > 10 kg/m2 adalah kurang dari 1%.  Jatuhan abu vulkanik akibat letusan Gunung Muria tidak membahayakan struktur bangunan PLTN yang akan dibangun di ULA.Keywords:probabilistik, tephra, skenario batas atas 

    PERSEPSI SISWA TENTANG PENCITRAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) DI KABUPATEN TRENGGALEK

    Full text link
    Objective of this research is to identity the result of image projection at vocational schools in Trenggalek Regency. Population of this research is students at the Third grade of Vocational Schools in Trenggalek Regency the Academic Year of 2007/2008 with samples of 267. Results of the research reveal facts that most of the respondents have perception (1) structure, vision and mission, as well as goal of the schools that conform to need and expectation of the students, (2) professionalism of the teachers at schools conform to need and expectation of the students, (3) goal of the expertise program conform to the student’s need, (4) training and education system at vocational schools conform to the student’s expectation, (5) product and merit at the schools conform to the student’s need. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan pencitraan SMK di Kabupaten Trenggalek. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas tiga dari sekolah kejuruan di Trenggalek pada tahun akademik 2007/2008 dengan sampel sejumlah 267 siswa. Hasil dari penelitian ini me­nunjuk­kan bahwa hampir seluruh responden mempunyai anggapan (1) struktur, visi, misi, dan tujuan dari sekolah memenuhi kebutuhan dan harap­an dari siswa, (2) profesionalisme guru sekolah memenuhi kebutuhan dan harapan dari siswa, (3) tujuan program keahlian telah memenuhi kebutuhan siswa, (4) pelatihan dan sistem pendidkan pada sekolah kejuruan memenuhi harapan siswa, dan (5) hasil dan luaran dari sekolah kejuruan memenuhi kebutuhan siswa

    PERANCANGAN ALGORITMA PADA PENGEMBANGAN OTOMATISASI SISTEM RABBIT PNEUMATIK DI REAKTOR RSG-GAS

    Full text link
    PERANCANGAN ALGORITMA PADA PENGEMBANGAN OTOMATISASI SISTEM RABBIT PNEUMATIK DI REAKTOR RSG-GAS.  Algoritma merupakan urutan langkah-langkah kegiatan atau proses dalam suatu sistem. Perancangan Algoritma ini akan dipergunakan untuk menentukan langkah pada sistem otomatisasi rabbit pneumatik. Algoritma ini merupakan alur pemikiran dalam merancang perangkat lunak pada  sistem otomatisasi pengirim kapsul penumatic rabbit yang sedang dikembangkan oleh PRSG. Tujuan dari tulisan ini adalah merancang Algoritma untuk menentukan pembuatan perangkat lunak sehingga sistem dapat beroperasi secara otomatis. Langkah awal otomatisasi dimulai dengan pengaturan waktu iradiasi, kemudian tekan tombol iradiasi. Ketika waktu iradiasi telah diisi dan tombol iradiasi ditekan maka solenoid valve terbuka dan suplai udara bertekanan akan medorong kapsul. Dalam perjalanannya kapsul setelah melewati sensor CG 002, maka media pendorong akan berganti ke gas Nitrogen yang akan bersirkulasi selama iradiasi berlangsung. Kapsul juga akan melewati sensor CG 001 untuk mengaktifkan waktu iradiasi setelah 1 detik. Proses iradiasi akan berlangsung sesuai dengan pengaturan waktu iradiasi, dan apabila waktu iradiasi selesai maka kapsul akan kembali secara otomatis menuju ke counter station di ruang Laboratorium AAN untuk dilakukan akusisi data. Dari counter station kapsul dapat dikirim kembali ke posisi iradiasi/re-iradiasi atau dikenal dengan sistem ping-pong. Jika re-iradiasi tidak diperlukan kapsul dapat dikirimkan menuju ke waste station untuk disimpan sebagai limbah. Perancangan algoritma akan digunakan sebagai dasar dalam pembuatan perangkat lunak, walaupun dalam prakteknya akan banyak modifikasi dan sangat dinamis sesuai dengan permintaan user

    PEMUTAKHIRAN PERHITUNGAN DESAIN BASIS CURAH HUJAN SEMENANJUNG MURIA MENGGUNAKAN PROGRAM BESTFIT

    Full text link
    ABSTRAK PEMUTAKHIRAN PERHITUNGAN DESAIN BASIS CURAH HUJAN SEMENANJUNG MURIA MENGGUNAKAN PROGRAM BESTFIT. Studi penghitungan nilai desain basis curah hujan yang telah dilakukan mengasumsikan bahwa nilai curah hujan maksimum (mm/hari) untuk daerah Beji, Bangsri, Jepara, Balong, dan Jatisari mengikuti distribusi nilai ekstrim (Extreme Value Distribution) tipe I atau distribusi Gumbel. Pada kajian pemutakhiran ini distribusi data teriebih dahulu ditentukan menggunakan program BestFit Versi 4.5 dari Palisade, (www.palisade.com). Program ini merupakan program evaluasi dengan masa pakai 10 hari. Hasil eksekusi program menghasilkan distribusi yang cocok serta pemeringkatannya berdasarkan uji kesesuaian Chi-square, Andersong-Darling (A-D), atau Komolgorov-Smimov (K-S). Diperoleh hasil bahwa tidak semua data mengikuti distribusi nilai ekstrim. Tes A-D dan K-S menghasilkan jenis distribusi yang hampir sama dan dipilih karena tidak mempersyaratkan jumlah data yang besar dan tersegmentasi seperti Chi-square. Hasil perhitungan desain basis curah-hujan (mm/hari) adalah 285 (Bangsri), 285 (Beji), 203 (Jatisari), 248 (Jepara), dan 255 (Keling). Persentasi perbedaan dengan perhitungan terdahulu berkisar 2 s/d 25% yang berarti bahwa penentuan distribusi data yang tepat dapat berpengaruh cukup besar terhadap ketepatan prediksi nilai desain basis curah hujan.   ABSTRACT PRECIPITATION DESIGN BASIS CALCULATION UPDATING USING BESTFIT PROGRAM. The current study on the calculation of design basis value for precipitation has been based on an assumption that the maximum daily precipitation (mm/day or mm/24-hour) for regions in Beji, Bangsri, Jepara, Balong and Jatisari follows Generalized Extreme Value (GEV) distribution of Type 1 or also known as Gumbel Distribution. This study update the distribution through BestFit 4.5 program available as a trial version from Palisade (www.palisade.com). This is a 10-day evaluation program. Upon execution, the program outputs the most fitting distribution according to one of the Chi-square, Anderson-Darling (A-D), or Komolgorov-Smimov (K-S) tests. It is found that not all data follows GEV distribution. A-D and K-S tests resulted in similar result and the K-S test was finally chosen as the most suitable one as it does not require a large number of data and not particularly sensitive to segmentation of data. The result of the design basis calculation (mm/day) is 285 (Bangsri), 285 (Beji), 203 (Jatisari), 248 (Jepara) and 255 (Keling). Percentage difference ranging from 2 to 25 %, which means that the accuracy in determining the data distribution could significantly affect the prediction of design basis for precipitation

    Analysis Cost Overrun and Time Overrun Factors Affecting The Financial Performance of The CFSPP Lombok FTP-2 (2x50 MW) using Partial Least Square Structural Equation Modeling Approach (PLS-SEM)

    No full text
    Proyek pembangkit listrik memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Namun, seperti proyek konstruksi lainnya, proyek pembangkit listrik sering mengalami masalah, seperti cost overrun dan time overrun yang dapat menyebabkan kerugian finansial dan penundaan penyelesaian proyek. Cost overrun merupakan perbedaan antara biaya proyek aktual dan biaya yang direncanakan, sedangkan time overrun adalah keterlambatan pekerjaan yang melebihi tanggal kontrak yang telah ditentukan atau tanggal yang disepakati oleh para pihak dalam proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor utama yang mempengaruhi cost overrun dan time overrun pada proyek pembangkit listrik PLTU Lombok FTP-2 (2x50 MW) dengan menggunakan Partial Least Squares (PLS) Structural Equation Modeling (SEM). Penelitian ini dilakukan dengan mempelajari literatur terkait cost overrun, time overrun, dan faktor-faktor penyebabnya pada proyek konstruksi. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar secara daring kepada 78 responden kontraktor yang terlibat dalam proyek. Pengujian inner model dan outer model digunakan untuk menganalisis data yang didapatkan dari penelitian menggunakan aplikasi Smart PLS 4.0. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa ada 9 hipotesis penelitian dengan hasil sebanyak 5 hipotesis diterima dan 4 hipotesis ditolak. Faktor penyebab time overrun dan cost overrun berdasarkan hipotesis diterima meliputi; Contractor’s Site Management Factors, Design and Documentation Factors, Information and Communication Factors, Project Management and Contract Administration Factors, dan Time Overrun. Dari temuan tersebut direkomendasikan solusi penyelesaian kepada manajemen meliputi skema pengambil-alihan manajemen proyek kontraktor dan skema penambahan anggota baru dalam konsorsium proyek. ================================================================================================================================= Power plant projects have an important role in fulfilling the electricity needs of society. However, like other construction projects, power plant projects often experience problems such as cost overrun and time overrun, which can cause financial losses and project delays. Cost overrun is the difference between the actual project cost and the planned cost, while time overrun is the delay in works that exceed the specified contract date, or the date agreed by the parties to the project. This study aims to analyze the factors that influence cost overrun and time overrun in the CFSPP Lombok FTP-2 project (2x50 MW) using Partial Least Squares (PLS) Structural Equation Modeling (SEM). This research was conducted by studying literature related to cost overrun, time overrun, and its causing factors in construction projects. Data was collected through questionnaires and was online distributed to 78 respondents contractor involved in the project. The examination of the inner and outer models is used to analyze the data obtained from research utilizing the Smart PLS 4.0 application. Based on the data analysis, it is revealed that there are nine research hypotheses, with five hypotheses being accepted and four hypotheses being rejected. The factors that contribute to time overrun and cost overrun, according to the accepted hypotheses, include Contractor's Site Management Factors, Design and Documentation Factors, Information and Communication Factors, Project Management and Contract Administration Factors, and Time overrun. Based on these findings, recommendations for management are proposed, which include a contractor project management takeover scheme and the addition of new members to the project consortium

    KAJIAN RISIKO KOMPARATIF TERHADAP PEMBANGKITAN LISTRIK BATUBARA DAN NUKLIR

    Full text link
    ABSTRAK KAJIAN RISIKO KOMPARATIF TERHADAP PEMBANGKITAN LISTRIK BATUBARA DAN NUKLIR. Penelitian ini mengkaji hasil-hasil studi perbandingan risiko dalam pembangkitan listrik yang pemah dilakukan, terutama terhadap jenis pembangkit berbahan-bakar batubara dan pembangkit nuklir. Risiko yang dihitung meliputi risiko terhadap pekerja dan publik di sekitar pembangkit. Risiko tersebut memperhitungkan setiap tahapan dalam pembangkitan listrik, mulai dari tahap ekstraksi bahan-bakar, transportasi bahan-bakar, hingga operasi pembangkit. Khusus untuk kasus pembangkit listrik tenaga nuklir, ikut pula disertakan risiko dalam pemrosesan ulang (re-processing) dan pengelolaan limbah. Kajian ini menitikberatkan pada pembangkit listrik tenaga batubara dan nuklir, mengingat peran batubara yang akan semakin meningkat di Indonesia dan tersedianya potensi pembangkitan listrik tenaga nuklir untuk pemenuhan beban dasar kebutuhan listrik di Jawa, Madura, dan Bali. Disimpuikan bahwa tidak ada pembangkitan listrik yang tidak membawa dampak negatif terhadap lingkungan dan bahwa PLTN memiliki risiko yang relatif lebih kecil terhadap pekerja dan masyarakat daripada PLTU batubara dalam hal risiko kematian, cedera, sakit dan kehilangan jam kerja, bahkan termasuk risiko paparan terhadap unsur radioaktif dan penyakit-penyakit yang menyertainya.   ABSTRACT COMPARATIVE RISK ASSESSMENT ON COAL AND NUCLEAR POWER GENERATION. This paper discusses the result of different studies on the comparative risk associated with different mode of power generations, especially fossil fueled coal power plant and nuclear power plant. The risk term includes that of the public around the power plant and the worker. Risk is considered in all stages including fuel extraction, transportation, and plant operation. In the case of nuclear power, the risk in fuel re­processing is also being considered. The assessment is focused on coal and nuclear power plant primarily because the role of coal power will increase in the future to meet the demand in Java, Madura, and Bali, and the presence of nuclear generation technology as an alternative source of electricity. It is concluded that all mode of electricity generation poses some risk (negative impact) to the environment. It is also a fact that nuclear generation poses smaller risk to the worker and public compared to coal generation in terms of death, injuries, illnesses, and worktime loss, including the risk toward radioactive exposure and subsequent diseases

    PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYUSUN PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU-GURU IPS SMP

    Full text link
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: 1). Memberikan pemahaman tentang Penelitian Tindakan Kelas kepada guru-guru IPS SMP/MTs. di Kabupaten Semarang. 2). meningkatkan keterampilan menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas bagi guru-guru IPS SMP di Kabupaten Semarang. 3). memberikan pendampingan pada guru-guru IPS SMP, khususnya yang berkaitan dengan masalah Penelitian Tindakan Kelas.Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu memberikan penyuluhan, kerja kelompok dan pelatihan penyusunan proposal penelitian tindakan kelas. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 24 guru yang berasal dari 22 SMP/MTs di Kabupaten Semarang. Hasil pengabdian menunjukkan secara teoritis berhasil, hal ini dilihat dari 24 peserta pelatihan, 74% peserta dapat memahami cara menyusun proposol PTK dengan baik dan bahkan 8% peserta dapat memahami menyusunan. Proposal PTK sangat baik. Namun dilihat dari praktek menyusunan proposal hasilnya belum memuaskan, karena baru 25% peserta yang dapat menyusun proposal PTK dengan baik dan 33% termasuk cukup, sedangkan 42% perserta belum berhasil menyusun proposal PTK.Kata Kunci : Keterampilan, Proposal Penelitian Tindakan Kelas.</p

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore