REAKTOR - Buletin Pengelolaan Reaktor Nuklir
Not a member yet
133 research outputs found
Sort by
Penilaian Efektivitas Penerapan Sistem Manajemen Kompetensi Laboratorium Uji dan Kalibrasi Sesuai ISO/IEC 17025:2017
PENILAIAN EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KOMPETENSI LABORATORIUM UJI DAN KALIBRASI SESUAI ISO/IEC 17025:2017. Pemantauan efektivitas penerapan sistem manajemen Laboratorium Uji dan Kalibrasi PRTBBN sesuai persyaratan ISO/IEC 17025:2017 dilakukan dengan tujuan memastikan semua persyaratan yang dipersyaratkan telah diimplementasikan secara efektif dan untuk dapat mendeteksi masalah yang ada, sehingga PRTBBN dapat melihat peluang perbaikan dan peningkatan untuk memperkuat penerapan sistem manajemen. Penelitian ini menggunakan data ketidaksesuaian pada survailen KAN Tahun 2021. Fokus penelitian ini adalah pada ketidaksesuaian yang terkait dengan kualitas output yaitu ketidaksesuaian berpotensi pada penurunan keabsahan hasil uji / kalibrasi, yaitu pada klausul 7.7 yaitu terdapat ketidaksesuaian peralatan yang belum melakukan kegiatan uji banding / uji profisiensi sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan. PRTBBN telah melakukan implementasi pemastian keabsahan hasil uji, diantaranya adalah penggunaan bahan referensi atau bahan standar, penggunaan peralatan yang telah terkalibrasi, penggunaan quality control, pengujian dengan metode uji yang telah divalidasi atau di verifikasi, dll. Dengan banyaknya upaya lain dalam pemastian hasil uii dan kalibrasi yang tidak menjadi ketidaksesuaian merupakan indikator masih efektifnya implementasi sistem manajemen laboratorium uji dan kalibrasi di PRTBBN, serta tidak adanya ketidaksesuaian kategori 1 mengindikasi tidak adanya kegagalan dalam mengimplementasikan satu atau lebih persyaratan akreditasi yang berakibat timbulnya keraguan terhadap kredibilitas hasil penilaian kesesuaian yang diterbitkan lembaga penilaian kesesuaian. Untuk mencegah tidak terulangnya ketidaksesuaian tersebut maka PRTBBN harus menyiapkan sumber daya baik personil maupun pendanaan dalam perencanaan kegiatan uji banding/uji profisiensi
Kajian Risiko Operasional Pada Pengembangan Sistem Kegempaan Reaktor RSG-GAS
ABSTRAKKAJIAN RISIKO OPERASIONAL PADA PENGEMBANGAN SISTEM KEGEMPAAN REAKTOR RSG-GAS. Sistem pamantauan kegempaan yang terdapat di panel tegak Ruang Kendali Utama reaktor Serba Guna-G.A. Siwabessy berfungsi memberikan peringatan adanya kejadian gempa kepada Supervisor reaktor. Pengambilan keputusan dengan kurangnya indikator yang kurang spesifik, akan mengakibatkan beberapa dampak negatif yang didasari human eror. Hal ini didasari akibat belum adanya perangkat instrumentasi yang dapat menampilkan nilai percepatan tanah secara realtime. Sistem instrumentasi kegempaan di reaktor RSG-GAS berupa indikator lampu yang membagi alarm gempa menjadi dua tingkat, yaitu alarm “seismic recording” (level 1) dan alarm “eathquake” (level 2). Keduanya tidak dapat menghentikan operasi reaktor secara otomatis, namun berfungsi memberikan peringatan kepada Supervisor untuk mengambil keputusan melanjutkan atau menghentikan operasi reaktor. Dengan demikian diperlukan kajian (termasuk kajian risiko) untuk pengembangan sistem instrumentasi kegempaan yang lebih bermanfaat secara teknis. Kajian risiko ini melakukan identifikasi potensi hambatan yang meliputi pengenalan kegiatan dan pengenalan potensi hambatan. Melakukan penilaian risiko sesuai dengan ruang lingkup, sifat, dan waktu untuk memastikan agar bersifat proaktif dan bukan reaktif; dan identifikasi prioritas, serta aplikasi pengendalian yang sesuai. Dari penilaian risiko operasional yang dilakukan diperoleh peringkat penilaian risiko paling besar adalah 16 dan 15. Hal ini berarti peringkat penilaian risiko mempunyai predikat ‘D’ dengan risiko belum dapat diterima, sehingga perlu dilakukan tindakan pengendalian tambahan yang diprioritaskan. Kata kunci: Gempa bumi, alarm, SSE, risiko
Analisis Perhitungan Pembangkitan Panas Target Lu2O3 di Teras Reaktor RSG-GAS menggunakan Program GENGTC
Lutesium-177 (l77Lu) merupakan salah satu radioisotop yang efektif untuk terapi kanker prostat. Radioisotop 177Lu diproduksi dengan cara mengiradiasi target Lu2O3 di teras reaktor RSG-GAS. Untuk keperluan pengendalian keselamatan iradiasi di teras reaktor RSG-GAS, pada iradiasi target Lu2O3 perlu dilakukan beberapa perhitungan, salah satunya adalah perhitungan perpindahan panas target ke pendingin primer kolam reaktor. Panas gamma yang terbangkitkan pada target dan kapsul perlu dibuang ke sistem pendingin reaktor agar tidak mengakibatkan kerusakan target. Profil suhu dari pusat target sampai dinding terluar dari kapsul selama iradiasi dihitung dengan menggunakan program GENGTC (Generalized Gap Temperature Calculator) yang dijalankan dengan program komputer BASIC. Dari hasil perhitungan dihasilkan suhu pada pusat target maupun suhu pada kapsul lebih kecil dari titik lelehnya sehingga integritas target dan kapsul masih terjag
Evaluasi Audit Internal Sesuai ISO/IEC 17025/2017 Dalam Memberi Nilai Tambah Organisasi
Audit internal menjadi bagian tak terpisahkan dalam penerapan sistem manajemen pada suatu organisasi. Hasil dari audit internal digunakan sebagai saran perbaikan dan pengembangan sehingga dapat memberikan nilai tambah untuk organisasi. Laboratorium Uji dan Kalibrasi PRTBBN telah terakreditasi ISO/IEC 17025/2017 oleh KAN sehingga melakukan audit setiap tahunnya mengacu pada ISO/IEC 17025/2017. Hasil audit internal selama 4 tahun yaitu tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021 terdapat temuan dengan porsi terbanyak dan berulang yaitu klausul 6.4 (Peralatan) sebanyak 18,67%, 7.5 (Rekaman Teknis) sebanyak 11,48% dan 8.4 (Pengendalian Rekaman) sebanyak 11,48%. Hasil ini menunjukan bahwa pada klausul-klausul tersebut masih perlu dilakukan perbaikan dan peningkatan. Analisis pada setiap klausul dilakukan dengan diagram fishbone sehingga dapat diketahui akar masalahny
Penentuan Posisi Iradiasi Batu Topaz Dengan Kapsul dan Pengarah Boron Karbida (B4C) di Reaktor RSG-GAS Menggunakan Program BATAN 2-DIFF
PENENTUAN POSISI IRADIASI BATU TOPAZ DENGAN KAPSUL DAN PENGARAH BORON KARBIDA (B4C) DI REAKTOR RSG-GAS MENGGUNAKAN PROGRAM BATAN-2DIFF. Secara rutin iradiasi pewarnaan batu topaz di reaktor RSG-GAS dilakukan pada fasilitas irradiation position (IP). Adanya permintaan target iradiasi lain pada fasilitas yang sama, menyebabkan perlu adanya pengembangan fasilitas iradiasi baru yang dapat digunakan sebagai pengganti fasilitas iradiasi batu topaz. Hal ini dilakukan pada grid berilium yang digunakan sebagai reflektor dalam reaktor. Lamanya waktu paruh akibat interaksi material pengotor teraktivasi dengan neutron termal dalam iradiasi batu topaz merupakan hal lain yang juga perlu dipertimbangkan. Pengembangan teknik iradiasi batu topaz dengan kapsul dan pengarah B4C menjadi solusi karena sifat B4C sebagai penyerap neutron yang baik. Keuntungan dari pengembangan posisi iradiasi pada berilium yang jauh dari daerah bahan bakar menurunkan risiko gangguan distribusi fluk neutron di teras reaktor akibat penggunaan material B4C. Selain itu, penggunaan material B4C akan menurunkan interaksi neutron termal dan memperbesar interaksi neutron cepat dalam pewarnaan batu topaz. Penentuan posisi grid berilium yang baik digunakan dalam iradiasi batu topaz dengan kapsul dan pengarah B4C perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan operasi reaktor RSG-GAS. Penelitian dilakukan dengan perhitungan keselamatan neutronik menggunakan program komputer code BATAN-2DIFF (2 dimensi) dan WIMSD5 untuk generasi tampang lintang. Hasil perhitungan menunjukan iradiasi batu topaz dengan kapsul dan pengarah B4C tidak dapat dilakukan pada grid berilium yang berdekatan langsung dengan bahan bakar karena akan menghasilkan gangguan reaktivitas yang besar terhadap teras reaktor. Perubahan reaktivitas terkecil antara kapsul tanpa sekat dan dengan sekat dihasilkan oleh grid berilium H-1 untuk 1 posisi sebesar 0,0485% ∆k/k dan 0,0431% ∆k/k. Pada variasi 2 posisi iradiasi, dihasilkan oleh kombinasi grid A-2 dan J-2 dengan nilai 0,2993% ∆k/k dan 0,2774% ∆k/k. Sedangkan pada variasi 3 posisi, dihasilkan oleh kombinasi grid A-2, J-2 dan H-2 dengan nilai 0,4138% ∆k/k baik pada kapsul tanpa sekat maupun dengan sekat. Selisih nilai perubahan reaktivitas terkecil antara kapsul tanpa sekat dan dengan sekat pada variasi grid 1 dan 2 posisi masing-masing sebesar 0,0054% dan 0,0219% ∆k/k. Sedangkan pada variasi grid 3 posisi menunjukan nilai yang sama. Keseluruhan nilai perubahan reaktivitas masih dibawah nilai batas yang ditentukan untuk pengoperasian reaktor RSG-GAS sebesar 0,5% ∆k/k. Kata kunci : batu topaz, boron karbida, berilium, BATAN-2DIFF, reaktor RSG-GA
Tinjauan Teknologi Sintilator Organik Plastik Untuk Detektor Nuklir
TINJAUAN TEKNOLOGI SINTILATOR ORGANIK PLASTIK UNTUK DETEKTOR NUKLIR. Sintilator plastik banyak dikembangkan untuk penggunaan dibidang detektor nuklir, positron emission tomography di kedokteran bahkan untuk hadronic calorimeter dalam riset fisika energi tinggi. Berbeda dengan kristal anorganik seperti NaI(Tl) yang higroskopik dan relatif mahal, sintilator organik plastik meskipun menghasilkan light output di kisaran 10.000 foton/MeV, seperempat dari sintilator anorganik, tetapi menghasilkan waktu peluruhan 2- 4 ns yang sangat responsif sebagai detektor nuklir, disamping keuntungan sifat fleksibel, dapat difabrikasi untuk ukuran /volume besar serta relative ekonomis. Matrik dasar sintilator plastik umumnya menggunakan polystyrene, polyvinyltoluene, bahkan epoxy, yaitu semua polimer aromatik yang mengandung cincin benzene, yang di dalamnya dilarutkan bahan pendar atau dopan seperti PPO (2,5-diphenyloxazole), p-TP (para-terphenyl) serta wavelenght shifter (WLS) seperti POPOP (1,4-bis [2- (phenyloxazolyl)] - benzena) untuk mendapatkan spektrum cahaya tampak di 400 - 425 nm. Artikel tinjauan teknologi ini akan mengulas empat metode sintesis sintilator plastik dan karakterisasinya di bidang deteksi radiasi nuklir, yaitu metode polimerisasi adisi, polimerisasi termoset, metode injeksi dan metode 3D printing