11 research outputs found
ANALISIS PENDAPATAN DAN POLA KONSUMSI MASYARAKAT NELAYAN DESA ARAKAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN
ANALISIS PENDAPATAN DAN POLA KONSUMSI MASYARAKAT NELAYAN DESA ARAKAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Jacline I. Sumual, Wensy F.I.Rompas, Steeva Y.L.Tumangkeng Ekonomi Pembangunan-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Email : [email protected] ABSTRAK Tingkat pendapatan usaha penangkapan ikan secara tradisional relatif rendah . Rendahnya tingkat produksi tersebut disebabkan jangkauan daerah penangkapan ikan secara tradisional masih tergantung pada musim, maka pada saat-saat tertentu mengalami masa menganggur terutama pada musim hujan yang disertai dengan angin. Hal ini berarti jika pendapatan kurang akan membawa kemiskinan. Sampai saat ini belum dapat diidentifikasikan kegiatan nelayan pada musim tersebut, kalau tidak melaut berarti sejauh mana kemungkinan penciptaan kesempatan kerja yang sesuai agar nelayan dapat memperoleh pendapatan dimusim tidak kelaut. Tujuan yang akan di capai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana pendapatan nelayan di Desa Arakan Kabupaten Minahasa Selatan , Apakah usaha nelayan (menangkap ikan) mendapatkan keuntungan dan Bagaimana Pendapatan dan  pola konsumsi masyarakat nelayan di Desa Arakan serta Pengaruh pendapatan terhadap Pola Konsumsi. Hal ini dimaksudkan untuk melihat dan mengevaluasi kebijakan dan bantuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan yang sampai sekarang di kategorikan masyarakat miskin . Kata Kunci : Nelayan, Pendapatan, Konsumsi  ABSTRACT The income level of fishing effort has traditionally been relatively low. The low level of production is due to the reach of traditional fishing areas still depend on the season, then at certain moments experienced spells of unemployment, especially in the rainy season, along with the wind. This means that if the income is less will bring poverty. Until now there has been an identifiable fishing activities on the season, if not to fish means the extent to which the possibility of the creation of appropriate employment opportunities so that fishermen can earn season is not the sea. Arakan villages with a population largely ethnic Bajo livelihood from fishing or fishing. However, some members of the public as well as farmers as a side job. The objective will be achieved in this research is to know how the income of fishermen in the village of Arakan South Minahasa regency Is fishing effort (fishing) benefit and How to consumption patterns in the fishing village of Arakan. It is intended to look at and evaluate policies and help the government to improve the welfare of fishermen that until now categorized poor. Keywords: Fisherman, Income, Consumptio
KAJIAN POTENSI EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI KABUPATEN KEP. SITARO (STUDI KASUS SIAU BARAT)
KAJIAN POTENSI EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI KABUPATEN KEP. SITARO (STUDI KASUS SIAU BARAT) Vecky A.J.Masinambow, Jacline I.Sumual, Krest D.Tolosang Ekonomi Pembangunan-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Email : [email protected] ABSTRAK Tujuan yang akan di capai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi Ekonomi Masyarakat Nelayan yang ada di wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Barat ,Mengkaji kaitan antara potensi dan masalah sehingga dapat disusun strategi pengembangan kehidupan perekonomian masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Sitaro (Studi Kasus Siau Barat). Manfaat Penelitian Sebagai input atau bahan masukan dan pertimbangan bagi pemerintah Kabupatan Kepulauan Sitaro dalam perencanaan pembangunan wilayah terutama pembangunan ekonomi bagi masyarakat di kawasan pesisir Yakni Masyarakat Nelayan. Hasil penelitian ini berupa Publikasi Artikel Ilmiah dalam Jurnal Terakreditasi yang dapat dijadikan sebagai sumber publikasi bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro atau bagi SKPD yang memiliki kaitan dengan pengembangan ekonomi kawasan pesisir di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Kata Kunci : Potensi Ekonomi, Nelayan  ABSTRACT Goals to be achieved in this research is to investigate the potential for Community Economic Fishermen in the region of the Islands District Siau West, Examining the link between the potential and the problems that can be prepared the development strategy of the economic life of fishing communities in the Islands District Sitaro (Case Study Siau West). Benefit Research As an input or input and consideration for the government Kabupatan Sitaro Islands in the planning of regional development, especially economic development for the coastal Namely Fishermen Society. The results of this study are in the Journal of Scientific Publication accredited to serve as a source for the publication of the Government of the Islands District Sitaro or for SKPD, which has links with the economic development of the coastal area in Islands District Sitaro. Keywords : Economic Potential, Fisherma
URGENSI ENTREPRENEURSHIP EDUCATION BAGI MAHASISWA PERGURUAN TINGGI
ABSTRAK  Entrepreneur Education sangat penting dilaksanakan di Perguruan Tinggi. Karena keterbatasan Lapangan pekerjaan yang ada sangat diharapkan untuk para Lulusan perguruan Tinggi tidak memiliki mindset  “ Job Seeker†tetapi “ Job Creatorâ€. Melalui Artikel ini dengan kajian berbagai Literatur dari beberapa penelitian tentang pentingnya Pendidikan kewirausahaan di Perguruan Tinggi, diharapkan dapat memberikan kontribusi wawasan dan pemikiran atas pentingnya Pendidikan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi untuk menciptakan mahasiswa dan Alumni yang memiliki karakter, mental Wirausahawan yang Tangguh sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan .   ABSTRACT Entrepreneur Education is very important to be implemented in Higher Education. However, the limitations of the existing job fields are highly expected for college graduates to not only have a "Job Seeker" mindset but "Job Creator". Through this article with a study of various literatures from several studies on the importance of entrepreneurship education in universities, it is hoped that it can contribute insights and thoughts on the importance of entrepreneurship education in universities to create students and alumni who have strong entrepreneurial character and mentality so that they are able to create jobs.
Kajian Potensi Ekonomi Masyarakat Nelayan di Kabupaten Kep. Sitaro (Studi Kasus Siau Barat)
KAJIAN POTENSI EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI KABUPATEN KEP. SITARO (STUDI KASUS SIAU BARAT) Vecky A.J.Masinambow, Jacline I.Sumual, Krest D.Tolosang Ekonomi Pembangunan-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Email : [email protected] ABSTRAK Tujuan yang akan di capai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi Ekonomi Masyarakat Nelayan yang ada di wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Barat ,Mengkaji kaitan antara potensi dan masalah sehingga dapat disusun strategi pengembangan kehidupan perekonomian masyarakat nelayan di Kabupaten Kepulauan Sitaro (Studi Kasus Siau Barat). Manfaat Penelitian Sebagai input atau bahan masukan dan pertimbangan bagi pemerintah Kabupatan Kepulauan Sitaro dalam perencanaan pembangunan wilayah terutama pembangunan ekonomi bagi masyarakat di kawasan pesisir Yakni Masyarakat Nelayan. Hasil penelitian ini berupa Publikasi Artikel Ilmiah dalam Jurnal Terakreditasi yang dapat dijadikan sebagai sumber publikasi bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro atau bagi SKPD yang memiliki kaitan dengan pengembangan ekonomi kawasan pesisir di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Kata Kunci : Potensi Ekonomi, Nelayan ABSTRACT Goals to be achieved in this research is to investigate the potential for Community Economic Fishermen in the region of the Islands District Siau West, Examining the link between the potential and the problems that can be prepared the development strategy of the economic life of fishing communities in the Islands District Sitaro (Case Study Siau West). Benefit Research As an input or input and consideration for the government Kabupatan Sitaro Islands in the planning of regional development, especially economic development for the coastal Namely Fishermen Society. The results of this study are in the Journal of Scientific Publication accredited to serve as a source for the publication of the Government of the Islands District Sitaro or for SKPD, which has links with the economic development of the coastal area in Islands District Sitaro
PKM KELOMPOK USAHA KULINER KACANG DAN USAHA KULINER JAGUNG DI DESA KANONANG 2 KABUPATEN MINAHASA PROPINSI SULAWESI UTARA
Desa Kawangkoan Kabupaten Minahasa merupakan daerah penghasil komoditi unggulan daerah Minahasa yakni Kacang dan Jagung. Desa Kawangkoan sangat terkenal dengan kuliner Kacang Sangrai serta komoditi jagung yang dijual dan disajikan berupa jagung rebus.Di Desa kanonang Kecamatan Kawangkoan banyak terdapat kelompok usaha kuliner kacang dan usaha kuliner jagung yakni disekitar objek wisata Bukit kasih Kanonang Kawangkoan. Permasalahan utama dari mitra yakni rendahnya pendapatan dari kelompok usaha kuliner Kacang dan usaha kuliner jagung, hal ini disebabkan karena Dari jahtakan keesisi produksi kurangnya diversifikasi produk olahan kacang dan jagung yang dihasilkan.Dari sisi manajemen usaha terdapat keterbatasan SDM dalam pengelolaan sehingga hasil yang dicapai tidak maksimal, serta pemasaran produk yang terbatas. Solusi dari permasalahan yakni diversifikasi produk olahan kacang dan jagung, serta meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para wirausaha untuk meningkatkan produksi , manajemen usaha yang baik, maupun pengetahuan tentang strategi pemasaran . Target Luaran yang akan dihasilkan yakni peningkatan daya saing dalam kuantitas dan kualitas produksi usaha kuliner Kacang dan usaha kuliner Jagung, serta diversivikasi produk olahan Kacang dan jagung, Peningkatan IPTEK di masyarakat di bidang produksi manajemen, dan pemasaran serta publikasi ilmiah. Metode yang akan dipakai dalam program PKM yakni di buat pelatihan bagi kelompok usaha kuliner Kacang dan usaha kuliner Jagung dalam rangka diversifikasi produk olahan Kacang dan Jagung, serta penyuluhan dan pelatihan manajemen usaha dan strategi pemasaran.Kata Kunci Usaha Kuliner Kacang,Usaha Kuliner jagung,Diversifikasi produ
PKM KELOMPOK TANI KELAPA DI DESA MATUNGKAS KECAMATAN DIMEMBE MINAHASA UTARA
Desa Matungkas merupakan salah satu desa di Kabupaten Minahasa Utara yang memiliki potensi sumber daya pertanian yang begitu besar. Hasil perkebunan kelapa dan , hasil pertanian berupa buah – buahan di hasilkan dari desa ini. Hasil perkebunan kelapa pada umumnya diolah menjadi kopra. Di Desa Matungkas saat ini banyak di bangun kompleks perumahan, karena letak desa yang cukup strategis dengan kountur tanah yang rata. Fenoma ini sangat dikhawatirkan bagi petani pemilik perkebunan kelapa yang bisa mengalih fungsikan lahan pertanian kelapa untuk dijadikan perumahan. Permasalahannya apakah pendapatan petani kelapa sudah dapat mensejahterakan keluarga? .Solusi dari permaslahan mitra yakni Diversifikasi hasil pertanian dan jiwa kewirausahaan dalam rangka meningkatkan pendapatan petani kelapa dipandang perlu untuk dimiliki oleh para petani kelapa dengan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para petani kelapa . Melalui kegiatan PKM ini Target Luaran yang akan dihasilkan yakni peningkatan pengetahuan dan pemahaman para petani kelapa,diversifikasi produk dan daya saing dalam kuantitas dan kualitas. Metode yang akan dipakai dalam program PKM yakni penyuluhan dan pelatihan .Kata Kunci : PKM, petani kelapa, kelompok tani, Minahasa Utar
Analysis of Indonesia Exports to ASEAN Countries and Their Effect on Economic Growth in the MEA Era
ANALISIS PENGARUH INFLASI DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA MANADO
ABSTRAKPembangunan daerah sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Ketergantungan dana pemerintah daerah pada pemerintah pusat mewujudkan juga keterbatasan kemampuan pemerintah mengakumulasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Untuk meningkatkan pelaksanaan pembangunan dana pemberian pelayanan masyarakat serta peningkatan pertumbuhan ekonomi di daerah diperlukan penyediaan sumber-sumber dan pendapatan asli daerah yang hasilnya memadai. Inflasi merupakan salah satu indikator ekonomi penting yang dapat memberikan informasi mengenai perkembangan harga barang dan jasa yang dibayar oleh konsumen. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Manado tiap tahunnya mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya PDRB yang disertai dengan fluktuasi Inflasi akibat pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Kota Manado. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh inflasi dan PDRB terhadap Pendapatan Asli di Kota Manado. Data yang digunakan adalah data sekunder dimana metode analisis regresi menjadi alat analisis yang digunakan. Hasil penelitian, PDRB dan inflasi mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah Kota Manado. kata kunci : PDRB, Inflasi, PA
FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA/KABUPATEN SE SULAWESI UTARA
ABSTRAKPembangunan Ekonomi adalah merupakan salah satu upaya dalam rangka mendukung pelaksanaan salah satu prioritas yang tercantum dalam Prioritas Pembangunan Nasional, yaitu mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat landasan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan berkeadilan berdasarkan sistem kerakyatan. Penetapan prioritas tersebut mendasarkan pada masalah dan tantangan yang dihadapi serta arah kebijakan dalam pembangunan ekonomi, baik pembangunan jangka pendek maupun jangka menengah (Propenas 2002-2004). Tujuan utama dari pembangunan ekonomi itu sendiri adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara Nasional maupun daerah, yang dinilai berdasarkan laju pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan untuk dicapai tak bisa hanya berjalan sendiri, namun ada beberapa faktor penting yang perlu untuk menjadi perhatian dan bahan pertimbangan dalam menunjang target pencapian pertumbuhan ekonomi. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui faktor-faktor manakah yang mempengaruhi pertumbuhan itu sendiri dan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor tersebut. Objek penelitian ini di kota/kabupaten di Sulawesi Utara.  Dari hasil estimasi regresi berganda ternyata pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung di pengaruhi oleh variabel belanja pemerintah dan luas lahan. Artinya, dengan adanya pertambahan belanja pemerintah akan memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung. Belanja pemerintah Kota Bitung sudah mampu mendorong pertumbuhan yang ada di kota tersebut begitu juga dengan luas lahan sudah mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pertumbuhan ekonomi Kota Bitung. Akan tetapi variabel investasi di Kota Bitung memberikan pengaruh yang negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dan belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Variabel investasi memberikan pengaruh yang positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Kotamobagu. Ternyata Investasi yang ada di Kota Kotamobagu mampu mendorong dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di kota tersebut. Tetapi belanja pemerintah dan luas lahan di Kota Kotamobagu memberikan pengaruh yang negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah tesebut dan tidak memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Kepulauan Sangihe untuk variabel belanja pemerintah, investasi dan luas lahan memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut akan tetapi belum mampu mendorong dan memberikan kontribusi yang signifikan. Variabel belanja pemerintah, investasi dan luas lahan memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Manado. Ternyata belanja pemerintah di Kota Manado tidak memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi begitu juga dengan investasi yang dilakukan dan luas lahan yang bertambah di Kota Manado tidak memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Kata Kunci : Belanja Pemerintah, Investasi, Luas Lahan dan Pertumbuhan Ekonom
Can Internal, Cultural and Personal Factors Create A Culture of Innovation in SME in The Province of North Sulawesi? (Learning From COVID-19)
Many researches prove that SMEs (Small Medium Enterprises or SMEs) are thepillars of an economy. SMEs absorb a lot of labor and have a significant contributionto the economic growth of a country and region. SMEs also have a very large numberand are spread in every existing business sector, so SMEs receive serious attentionfrom both academics, researchers and the government. This study has a specificpurpose, namely to analyze and test the influence of perceived difficulties, responsesto difficuties, open-mindedness culture, creativity as well as adaptive ability),Individualism, power distance, uncertainty avoidance and masculinity / femininity),learning Capability (LC), Intellectual capital, Knowledge management, socialnetwork) on innovation culture, which is an aspect of originality or novelty in thisstudy. This study used a sample of SMEs in North Sulawesi Province and usedmultiple regression analysis techniques. The results of the analysis show thatperceived difficulties (X1), responses to difficulties (X2), open-mindedness culture(X3), creativity (X4) and adaptive ability (X5) have a significant effect (below 5%)on Innovation culture. The results of the analysis show that Learning Capability(LC) (X6), Intellectual capital (X7), Knowledge management (X8), social network(X9) have a significant effect (below 5%) on Innovation culture. The analysis resultsshow that Individualism (X10), uncertainty avoidance (X12) and masculinity /femininity (X13) have a significant effect (below 5%) on the culture of innovation.However, the power distance variable (X11) does not significantly affect the cultureof innovation. The results of the analysis show that the influence of perceiveddifficulties (X1), responses to difficulties (X2), open-mindedness culture (X3),creativity (X4) and adaptive ability (X5) has a significant effect (below 5%) oninnovation culture, remains significant even though it has been controlled for aspectsof the owner's age, ethnicity and business age. The results of testing the effect ofinternal factors (Learning Capability (LC) (X6), Intellectual capital (X7),Knowledge management (X8), social network (X9) on innovation culture (Y), showdifferent results specifically on the Learning Capability (LC) variable (X6), wherewhen controlled for aspects of ethnicity and business age, this variable becomesinsignificant on innovation culture. For the results of testing the effect of culturalcultural factors (Individualism (X10), power distance (X11), uncertainty avoidance(X12) and masculinity / femininity (X13) on innovation culture (Y), with variablecontrol of owner age, ethnicity and business age, no impact on innovation culture
