JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENGELUARAN PEMERINTAH BIDANG KESEHATAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI BOLAANG MONGONDOW RAYA
Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui pengaruh pengeluaran pemerintah khususnya program pengadaan peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru - paru/rumah sakit mata, program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/ puskemas pembantu dan jaringannya, program upaya kesehatan masyarakat terhadap pertumbuhan ekonomi di Bolaang Mongondow Raya. Data yang digunakan antara lain data pertumbuhan ekonomi dan PDRB ADHK di Bolaang Mongondow Raya tahun 2016 – tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah di bidang kesehatan khususnya pada tiga program kesehatan yaitu program pengadaan peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru - paru/rumah sakit mata, program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/ puskemas pembantu dan jaringannya, program upaya kesehatan masyarakat di wilayah bolaang mongondow raya pada tahun 2016-2021 secara bersamaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Bolaang Mongondow Raya
Kata Kunci : Pengeluaran Pemerintah, Program Kesehatan, Pertumbuhan Ekonom
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEMANDIRIAN FISKAL DAERAH KOTA KOTAMOBAGU DENGAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap kemandirian fiskal daerah. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Kotamobagu Menggunakan data sekunder berupa realisasi pendapatan Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Reklame, Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan serta Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan serta data Kemandirian Fiskal Kota Kotamobagu periode tahun 2018-2021. Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda time series.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Reklame, PBB_P2, BPHTB secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah dan diperoleh bahwa Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Reklame, PBB-P2, BPHTB dan Pendapatan Asli Daerah secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kemandirian Fiskal Daerah.
Kata kunci : Kemandirian Fiskal Daerah, Pendapatan Asli Daerah, Paja
ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN PELAYANAN KESEHATAN DI RSUD KOTA KOTAMOBAGU TERHADAP PAD SEKTOR KESEHATAN KOTA KOTAMOBAGU
Pertumbuhan ekonomi pada dasarnya meliputi beberapa interaksi dari komponen sumber daya manusia, sumber daya alam, modal, teknologi, dan lain-lain yang bersangkutan. Sejak di terapkannya Otonomi Daerah di Indonesia, pemerintah daerah di berikan wewenang untuk mengurus dan mengatur urusan pemerintahan daerahnya sendiri. Penyerahan berbagai kewenangan dalam rangka desentralisasi ini adalah sumber pembiayaan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam rangka memaksimalkan pendapatan asli daerah ini, pemerintah daerah berupaya keras untuk mencari sumber-sumber pendapatan yang potensial seraya mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan asli daerah yang telah dipungut selama ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh pendapatan klaim JKN dan pendapatan klaim pelayanan Kesehatan Umum terhadap PAD Sektor Kesehatan Kota Kotamobagu.
Metode Analisis yang digunakan Analisis dengan Analisis Regresi Dummy Variabel. Uji autokorelasi dilakukan melalui pengujian terhadap nilai Uji Durbin Watson untuk mengetahui ada atau tidaknya autokorelasi dalam suatu model regresi dengan nilai Durbin Watson statistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, dapat dilihat nilai Prob (F-statistik) 17,64037 > a = 0.05 yang berarti pendapatan klaim JKN dan pendapatan klaim pelayanan kesehatan umum secara bersama – sama berpengaruh terhadap PAD Sektor Kesehatan Kota Kotamobagu.
Kata Kunci : PAD; Pelayanan Kesehatan; Sektor Kesehatan.
PENGARUH DESENTRALISASI FISKAL TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI KOTA MANADO
Masalah yang banyak dihadapi dalam pelaksanaan desentralisasi fiskal yaitu kemiskinan. Mengingat kemiskinan merupakan masalah yang multidimensional, maka upaya penaggulangannya membutuhkan berbagai langkah dan melibatkan banyak pihak, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Swasta, maupun masyarakatnya sendiri Keberhasilan suatu daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satu ukurannya yaitu keberhasilan Pemerintah Daerah dalam menanggulangi kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi khusus, dana alokasi umum dan dana bagi hasil pajak dan bukan pajak terhadap tingkat kemiskinan di Kota Manado. Jenis data yang di kumpulkan dalam penelitian ini, terdiri dari data kuantitatif dengan metode sumber data adalah data sekunder: Badan Pusat Statistik (BPS) dan publikasi yang menyangkut penelitian penulis yang di terbitkan oleh Instansi/lembaga/organisasi profesi dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis tabel dan analisis kuantitatif berupa metode regressi linear berganda dan juga uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan asli daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Artinya apabila pendapatan asli daerah bertambah atau mengalami kenaikan maka kemiskinan akan berkurang atau turun begitu pula sebaliknya cateris paribus. Sedangkan untuk dana alokasi khusus berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan. Artinya apabila dana alokasi khusus bertambah atau mengalami kenaikan maka kemiskinan akan berkurang atau turun begitu pula sebaliknya cateris paribus. Hasil yang lain menunjukkan dana alokasi umum dan dana bagi hasil tidak berpengaruh terhadap kemiskinan.
Kata kunci: desentralisasi fiskal, tingkat kemiskinan
ANALISIS KINERJA INSPEKTORAT KOTA BITUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Besaran Anggaran Program Pengawasan terhadap Kinerja Inspektorat Kota Bitung .
Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data besaran Anggaran Program Pengawasan Pada Inspektorat Kota Bitung dengan periode pengamatan sepuluh tahun yaitu tahun 2012-2021. Jenis Penelitiaan yang digunakan adalah Jenis penelitian asosiatif dengan teknik analisis data regresi linier berganda. Data diperoleh dari Badan Keuangan dan Aset Daerah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Besaran Anggaran Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian pelaksanaan kebijakan kepala daerah (KDH) (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja Inspektorat Kota Bitung. Besaran Anggaran Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja Inspektorat Kota Bitung. Besaran anggaran program Penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan (X3) tidak berpengaruh terhadap kinerja. Besaran Anggaran Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian pelaksanaan kebijakan kepala daerah (KDH) (X1), Besaran Anggaran Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan (X2), Besaran anggaran program Penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan (X3), berpengaruh secara signifikan terhadap Y.
Kata Kunci: Besaran Anggaran, Pengawasan, Kinerj
ANALISIS PENGARUH PAD DAN DANA TRANSFER TERHADAP BELANJA MODAL SERTA DAMPAKNYA KE PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEMISKINAN DI KOTA BITUNG
Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana pengaruh PAD dan dana transfer terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan melalui belanja modal. Alat analisis yang digunakan ialah analisis jalur dengan bantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukan secara langsung pendapatan asli daerah berpengaruh signifikan terhadap belanja modal. Dana transfer tidak berpengaruh terhadap belanja modal secara langsung. Hasil penelitian menunjukan secara tidak langsung atau melalui belanja modal pendapatan asli daerah berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Dana transfer secara tidak langsung atau melalui belanja modal tidak berpengaruh terhadadp pertumbuhan ekonomi. Belanja modal secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukan secara tidak langsung atau melalui belanja modal pendapatan asli daerah tidak berpengaruh terhadap kemiskinan. Sedangkan dana transfer secara tidak langsung atau melalui belanja modal berpengaruh terhadap kemiskinan. Dan belanja modal secara langsung berpengaruh terhadap kemiskinan.
Kata Kunci : PAD, Dana Transfer, Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskina
ANALISIS PENGARUH PENYERTAAN MODAL PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (STUDI KASUS PT. BANK SULUTGO)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisa pengaruh penyertaan modal Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada BUMD (khususnya PT. Bank SulutGo) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Utara (2) menganalisa pengaruh penerimaan Deviden Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pada BUMD (khususnya PT. Bank SulutGo) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Utara. (3) menganalisa pengaruh penyertaan modal pemerintah dan penerimaan deviden secara bersama-sama terhadap Pendapatan Asli Daerah.
Jenis data dalam penelitian ini adalah jenis data kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder yang diperoleh melalui dokumen-dokumen resmi serta laporan-laporan dari instansi-instansi terkait, menggunakan data time series dengan jangka waktu tahun 2011 – 2020. Variabel yang digunakan untuk meneliti adalah dua variabel independent yaitu Penyertaan Modal dan Deviden, serta satu variabel dependen yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD). Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda melalui program Eviews 8.
Hasil penelitian menunjukkan (1) variabel penyertaan modal berpengaruh secara signifikan dan berhubungan positif terhadap PAD Provinsi Sulawesi Utara, (2) variabel deviden secara parsial tidak berpengaruh positif terhadap PAD Provinsi Sulawesi Utara, (3) variabel penyertaan modal dan deviden secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap PAD.
Kata Kunci : Penyertaan Modal, BUMD, Deviden dan PA
ANALISIS PENGARUH BANTUAN SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DAN BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KOTA BITUNG
Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis pengaruh bantuan sosial PKH dan BPNT terhadap tingkat kesejahteraan yaitu kemiskinan, pendidikan dan kesehatan di Kota Bitung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner atau angket sedangkan alat analisis menggunakan Analisis Regresi Linear Berganda, Metode kuadrat terkecil/Ordinary least square merupakan estimasi titik sampel, karena itu masalah verifikasi estimasi titik tersebut melalui interal estimasi maupun uji hipotesis melalui uji t. dengan menggunakan table distribusi t kita mendapatkan nilai t kritis (tc) dengan signifikansi tα/2 dan df (degree of freedom) n-k dimana n adalah jumlah observasi dan k adalah jumlah parameter estimasi termasuk konstanta. Dalam penelitian yang telah terkumpul kemudian diolah untuk menguji kualitas data berupa uji validitas dan reliabilitas. Dari hasil uji validitas yang dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 26 menunjukan bahwa koefisien korelasi Person Moment untuk setiap item butir pertanyaan dengan skor total variabel PKH (X1), BPNT (X2), Kemiskinan (Y1) Pendidikan (Y2) dan Kesehatan (Y3). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa PKH dan BPNT berpengaruh signifikan terhadap kemiskinian, pendidikan dan kesehatan di Kota Bitung.Pentingnya pemerintah mengoptimalkan kualitas pelayanan PKH dan BPNT agar tujuan yang diinginkan tercapai.
Kata Kunci: PKH, BPNT, Kemiskinan, Pendidikan dan Kesehatan
ANALISIS POLA PENGELUARAN KEPROTOKOLAN HUMAS PEMERINTAH KOTA KOTAMOBAGU SEBELUM DAN DIMASA PANDEMI COVID 19
Realisasi pendapatan negara tahun 2020 turun 15,9 persen disbanding sebelum COVID, sebaliknya pengeluaran negara naik 12.3 persen. Defisit negara mencapai diatas 6 persen dan pertama kalinya Indonesia mengalami ini dan diperbolehkan oleh UU Nomor 2 tahun 2020 karena situasi yang tidak biasa. Defisit APBN yang sangat besar digunakan untuk menahan kondisi masyarakat dan perekonomian yang mengalami shock luar biasa akibat pandemi COVID 19. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pola pengeluaran humas keprotokolan pemerintah Kota Kotamobagu di masa pandemi COVID 19.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari Keprotokolan Humas Pemerintah Kota Kotamobagu. Data series triwulanan terdiri atas anggaran keprokolonan di bidang protokol dan bidang komunikasi pimpinan tahun 2018 -2021. Metode Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah time series model ARIMA . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola pengeluaran humas keprotokolan pemerintah Kota Kotamobagu baik bidang protokol maupun bidang komunikasi pimpinan secara signifikan dipengaruhi oleh kondisi pandemik yang dialami sejak awal tahun 2020. Pola pengeluaran humas keprotokolan pemerintah Kota Kotamobagu baik bidang protokol maupun bidang komunikasi pimpinan secara signifikan dipengaruhi oleh kondisi pandemik yang dialami sejak awal tahun 2020. Pola pengeluaran humas keprotokolan pemerintah Kota Kotamobagu di masa pandemi tidak terlalu berfluktuatif dibandingkan pada masa sebelum pandemi COVID 19.
Kata Kunci : pola pengeluaran, humas keprotoklan, covid 1
DAMPAK PERTAMBANGAN BATUAN TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DISEKITAR KAWASAN PERTAMBANGAN (Desa Kobo Kecil dan Desa Bungko)
Penambangan batuan merupakan salah satu tindakan atau kegiatan yang bertujuan untuk menggali atau memanfaatkan segala bentuk sumber daya alam batuan yang ada, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Berbagai dampak dan isu muncul akibat kegiatan pertambangan batuan ini, baik isu sosial ekonomi dan isu lingkungan hidup. Hal yang akan diangkat dalam penulisan ini adalah dampak pertambangan batuan terhadap pendapatan dan dampak pertambangan batuan terhadap kualitas lingkungan. Dalam penelitian ini dipergunakan metode penelitian dengan melakukan observasi, kuisioner sejumlah 60 (enam puluh) responden dan wawancara. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa penambangan batuan dapat menambah pendapatan masyarakat terutama penambang akan tetapi tambahan pendapatan tersebut hanya dapat digunakan untuk biaya hidup kesehariannya, juga pertambangan batuan berakibat pada penurunan kualitas lingkungan. Jika pertambangan batuan mendapat perhatian khusus oleh pemerintah Kota Kotamobagu maka ini akan menjadi pendapatan asli daerah dari sektor pertambangan dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan pertambangan. Pemerintah Kota Kotamobagu dalam hal ini dinas lingkungan hidup harus melakukan pengawasan terhadap kegiatan pertambangan batuan agar supaya kelestarian lingkungan sekitar pertambangan tetap terjaga.
Kata Kunci : Pertambangan Batuan, Pendapatan, Kualitas Lingkunga