1,720,963 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    ASUHAN KEPERAWATAN KELEBIHAN VOLUME CAIRANPADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRATONKABUPATEN PEKALONGAN

    No full text
    AbstrakLatar Belakang : Chronic Kidney Disease (CKD) adalah gangguan fungsi ginjalketika mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit pada tubuh, kehilangan dayapada saat proses metabolisme, yang bisa menjadi penyebab uremia, dikarenakanadanya penumpukan atau menumpuknya zat-zat didalam tubuh yang tidak bisadikeluarkan oleh ginjal, yang dapat menuju pada kerusakan jaringan pada ginjalyang progresif dan juga irreversibel. Ada beberapa cara untuk menurunkankelebihan volume cairan pada paien CKD, yaitu dengan membatasi asupan cairanyang dikonsumsi, monitor kecepatan infus, serta mengukur balance cairan.Metoda : Metoda yang digunakan adalah dalam memberikan asuhan keperawatanmenggunakan metoda deskriptif dengan pendekatan studi kasus (case study) danmenggunakan pendekatan keperawatan. Sampling yang digunakan meliputi 2pasien.Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan, selama 3x24 jam didapatkan hasilkedua pasien mengalami penurunan balance cairan yaitu (pasien 1, 440cc, pasien2, 340 cc)Simpulan : Kelebihan volume cairan pada kedua pasien mengalami penurunansetelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan

    ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN RASA NYAMAN NYERI PADA PASIEN NEUROPATI DIABETIK DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRATON KABUPATEN PEKALONGAN

    No full text
    Latar belakang: Neuropati diabetik adalah penyakit saraf yang disebabkan oleh diabetes, yang ditandai dengan kesemutan, nyeri, atau mati rasa. Sebagai akibatnya penderita diabetes mellitus akan mengalami gangguan rasa aman nyaman (nyeri). Tujuan karya tulis ilmiah ini adalah untuk menggambarkan asuhan keperawatan gangguan rasa nyaman nyeri pada pasien neuropati diabetik di RSUD Kraton Kabupaten PekalonganMetode: metode penelitian ini menggunakan metoda deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2 klien dengan menggunakan teknik purposive sampling dimana pengambilan sampel ini dipilih dari populasi yang sesuai dengan kehendak peneliti (tujuan/masalah dalam penelitian).Hasil: setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan hasil kedua responden mengalami penurunan dalam skala nyeri, pada klien 1 masalah nyeri akut teratasi sebagian dengan skala 6, dan pada klien 2 dengan skala 5Simpulan: rasa nyeri pada kedua klien mengalami perubahan setelah dilakukan asuhan keperawata

    ASUHAN KEPERAWATAN INTOLERANSI AKTIVITAS PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RSUD BATANG JAWA TENGAH

    No full text
    Latar belakang: Penyakit Gagal jantung kongestive merupakan ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap oksigen dan nutrien. Menurut data yang diperoleh dari World Health Organization (WHO) tahun 2018 menunjukkan bahwa terdapat 17.5 juta orang didunia meninggal akibat gangguan kardiovaskular. Lebih dari 75% penderita penyakit kardiovaskular terjadi dinegara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan 80% kematian penyakit kardiovaskuler disebabkan oleh serangan jantung dan stroke (WHO, 2018). Di Asia Tenggara, Indonesia memasuki kelompok tertinggi dengan jumlah kejadian yang terjadi yaitu 371 per 100.000 orang. Selanjutnya pada tahun 2030 WHO memprediksi peningkatan penderita gagal jantung mencapai 23 juta jiwa didunia (WHO, 2018). Berdasarkan data yang diperoleh menurut (Riskesdas, 2018) prevalensi gagal jantung kongestif mengalami peningkatan setiap lima tahun sekali di tingkat Indonesia dari 0,13% menjadi 0,19% dengan peningkatan sebesar 1,37%. Masalah keperawatan yang biasa muncul pada penderita gagal jantung kongestif adalah berkurangnya pasokan oksigen ke jaringan sehingga tubuh mengalami kelemahan atau intoleransi aktivitas. Salah satu tindakan marfologi yang dilakukan untuk klien gagal jantung kongestif adalah rentang gerak aktif/pasif.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Asuhan keperawatan intoleransi aktivitas pada pasien dengan gagal jantung kongestif di Ruang Melati RSUD Batang Jawa TengahMetode : Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang intoleransi aktivitas pada pasien dengan gagal jantung kongestif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 2 pasien yaitu Tn.W dan Tn. S.Hasil: Dari hasil penelitian terhadap 2 pasien setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam dengan terapi rentang gerak ringan sesuai kemampuan klien didapatkan toleransi aktivitas meningkat.Kesimpulan: Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa kedua pasien menunjukkan respon yang berbeda dengan masalah teratasi sebagian yang ditandai dengan peningkatan aktivitas mandiri secara bertahap dan terjadinya peningkatan tekanan darah, frekuensi nadi, dan frekuensi napas

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore