1,721,023 research outputs found

    PENGARUH BAURAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN • MENABUNG BRITAMA DI KANTOR CABANG BANK RAKYAT INDONESIA MUARA BUNGO

    Full text link
    ABSTRACT The condition of banking competition between the government and private finacial organisations, has firmly jammed for the last 10 years and attracted attention from many layers of society, for its continuation to survive of organisation, supports development of societies economic growth. With this condition transition, it has also influeced changes within the promotion strategy in the finacial organisations respectively as regards to Bank Rakyat Indonesia has carried out various promotion strategies in advancing its banking products. With the above explanation as background, the writer tries to research upon the customer needs of Bank Rakyat Indonesia, particularly the customers of the Bank Rakyat Indonesia in Muara Bungo, where the research used conclusive designs and survey methods, aiming to define the influence on associated promotion on personal selling, sales promotion, advertisement and public relation on consumer decisions making opening a savings account at BRITAMA. Respondents from this research totalled up 100 people whom were customers of Bank rakyat Indonesia in Muara Bungo, in achieving the datas, lists of questioneers were given out to the respondent, which later were processed an analysed, using validities analysis, reliabilities, normalities and double linear regretions, with the aid of SPSS program.Results of this research proved that, together associated promotion variables ( personal selling, sales promotin, advertisement and publk relation ) has a significant influence the customer decisions making in deciding to open a BRITAMA account at Bank Rakyat Indonesia in Muara Bungo. All of promotion mix variable as apart significantly influence on the customers decision. And, for most dominant factor influencing the decision on saving is sales promotion variable Based on the research, disadvantanges and weaknesses were discovered, therefor, further research using advanced measurements will be needed in the future. To influence customers of Bank Rakyat Indonesia in Muara Bungo to open a savings account, repetition in defining the market and promotion strategy has been carried out specifically, especially on personal selling factor, sales promotion, advertisement and public relation. ABTRAKSI Kondisi persaingan perbankan antar lembaga keuangan baik pemerintah maupun swasta yang semakin ketat pada kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini menjadi perhatian dari berbagai kalangan, karena keberadaan dan kelangsungan hidup lembaga keuangan tersebut sangat membantu perkembangan perekonomian masyarakat. Terjadinya perubahan kondisi diatas, berarti telah terjadi pula perubahan di dalam strategi promosi dalam ranglca mengoptimalkan produk¬produknya. Dilatarbelakangi dari penjelasan diatas, penulis tertarik untuk mencoba melakukan penelitian terhadap keinginan konsumen Bank Rakyat Indonesia khususnya nasabah Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia Muara Bungo, dimana penelitian ini menggunakan desain konklusif dan metode survey yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh faktor bauran promosi seperti personal selling, periklanan, promosi penjualan dan public relation terhadap keputusan menabung di BRITAMA. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 responden yang merupakan nasabah Kantor Cabang Bank rakyat Indonesia Muara Bungo. Sedangkan untuk pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan kepada responden selanjutnya data tersebut diolah dan dianalisa dengan menggunkan analisis validitas, reabilitas, normalitas dan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Dad hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel bauran promosi ( personal selling, periklanan, promosi penjualan dan public relation ) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen dalam mengambil keputusan untuk menjadi penabung BRITAMA di Kantor Cabamg Bank Rakyat Indonesia Muara Bungo, sedangkan secara parsial ternyata semua variabel bauran promosi yang diteliti berpengaruh signifikan terhadap keputusan menabung . Kemudian untuk faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan menabung adalah promosi penjualan. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan juga beberapa kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu masih diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan alat ukur yang lebih baik pada nasabah BRITAMA. Untuk mempengaruhi keputusan menabung nasabah Kantor Cabang Muara Bungo, perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap strategi pemasaran dan promosi yang telah dilakukan ini terutama pada faktor personal selling, periklanan, promosi penjualan dan public relationnya secara lebih seksama

    Pemberian Mahar Dalam Perkawinan Yang Dilaksanakan Menurut Agama Islam Di Kecamatan Serpong Kota Tangerang

    Full text link
    Aturan perkawinan yang berlaku di masyarakat atau bangsa dipengaruhi oleh budaya dan lingkungan masyarakat tersebut. Perkawinan juga dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, kepercayaan dan keagamaan yang di anut seseorang dalam suatu masyarakat. Berdasarkan aturan tersebut dibuatlah aturan sekaligus menampung prinsip-prinsip dan memberikan landasan hukum perkawinan yang selama ini menjadi pegangan. Penelitian di Kecamatan Serpong karena mayoritas masyarakat Serpong bekerja sebagai pedagang dan peketja, sehingga pemberian mahar berdasarkan kemampuan mereka. Atas dasar latar belakang telah disebutkan di atas, maka penulis tertarik meneliti dengan judul " PEMBERIAN MAHAR DALAM PERKA WIN AN YANG DILAKSANAKAN MENURUT AGAMA ISLAM DI KECAMATAN SERPONG KOTA TANGERANG". Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Bagaimana perbedaan mahar dalam perkawinan yang dilaksanakan menurut agama Islam dengan uang jujur dalam hukum adat? Bagaimanakah praktek pelaksanaan pemberian mahar dalam perkawinan yang dilakukan menurut agama Islam di Kecamatan Serpong Kota Tangerang? Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, artinya metode yang menekankan proses pemahaman peneliti atas perumusan masalah untuk mengkonstruksikan sebuah gejala hukum yang komplek. Hasil penelitian bahwa fungsi mahar adalah sebagai suatu hal yang wajib dalam perkawinan seorang muslim yang diberikan oleh pengantin lelaki kepada pengantin perempuan sesuai dengan kesepakatan mereka. Dengan mahar derajad kaum wanita terangkat karena mahar diberikan sebagai suatu tanda penghormatan kepada wanita tersebut, bahkan andaikata perkawinan itu berakhir deng~n perceraian suatu mahar tetap merupakan hak milik si istri dan suami tak berhak mengambilnya kembali kecuali dalam hal perceraian tetjadi karena permintaan istri, maka si istri harus mengembalikan semua mahar yang telah dibayarkan kepadanya. Pelaksanaan perkawinan di Kecamatan Serpong berjalan dengan baik. Dalam pelaksanaan perkawinan adanya pemberian mahar, pemberian mahar yang ada di Kecamatan Serpong biasanya berwujud emas-emasan dan seperangkat alat sholat

    Dasar Pertimbangan Hakim Dalam Pemidanaan Pelaku Tindak Pidana Korupsi

    Full text link
    Segala perbuatan yang dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi menyebabkan terpuruknya berbagai bidang khususnya moral, hukum dan ekonomi sehingga merugikan perekonomian dan keuangan negara, bahkan mengakibatkan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembagalinstansi pemerintah maupun non pemerintah beserta aparatumya. Oleh karena itu tindak pidana korupsi harus dicegah dan diberantas sampai akar-akarnya. Penelitian ini dibatasi pada perkara pidana No. Reg. 158/PID.B/2010/PN.TNG. Rumusan permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut : 1.Bagaimanakah pertimbangan hakim dalam Menentukan Penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana korupsi ? 2. Bagaimanakah kendala yang dihadapi hakim di persidangan dalam Menentukan Penjatuhan pidana terhadap pelaku tindak pidana korupsi ? Metode pendekatan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menekankan pada usaha mengembangkan dan menemukan asas-asas hukum, konsepsi (teori-teori) hukum dan peraturan perundang-undangan terkait dengan usaha untuk menjawab pokok permasalahan yang dibahas dalam Tesis ini. Berdasarkan bab sebelumnya tentang Pembahasan Rumusan Permasalahan I dan Pembahasan Rumusan Permasalahan II, dapat ditarik kesimpulan : Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku tindak pidana korupsi secara normatif didasarkan pada pertimbangan fakta (meliputi : keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa, petunjuk, dan barang bukti), pertimbangan yuridis (terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana korupsi secara berturut-turut dalam dakwaan komulatif), pertimbangan psikologis (hal-hal yang memberatkan dan meringankan pidana), faktor yuridis, sosiologis dan filosofis. Oleh karena itu terdakwa Drs. Isep Rusmawan, MM bin Kosim terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara berturut-turut sehingga dijatuhi pidana penjara selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda sebesar 58.484.000,- (lima puluh delapan juta empat ratus delapan puluh empat ribu rupiah) dengan ketentuan jika denda tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan serta diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp. 4.000.000,- ( empat jut

    KAJIAN KOMPENSASI AIR BAKU UNTUK AIR BERSIH DARI PEMERINTAH KOTA CIREBON KE PEMERINTAH KABUPATEN KUNINGAN

    Full text link
    Kebutuhan air baku air bersih dengan kualitas, kuantitas dan kontinuitas untuk kebutuhan infrastruktur perkotaan sangat dibutuhkan keberadaannya yang sejalan dengan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan kota. Saat ini Pemerintah Kota Cirebon dengan penyelenggara penyediaan air bersih oleh PDAM Kota Cirebon sangat bergantung sekali dengan pasokan air baku untuk air bersih dari Pemerintah Kabupaten Kuningan, dimana Pemerintah Kota Cirebon tidak memiliki sumber air baku air bersih yang memenuhi syarat dari segi kualitas. Akibat ketergantunagan air baku dari daerah lain serta berlakunya UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki sumberdaya tersebut mempunyai kewenangan untuk mengupayakan menjadi sumber PAD. Sistimnya dapat dikerjasamakan dengan daerah yang ingin memanfaatkan sumber air baku, bentuknya dalam penetapan besaran dana/biaya kompensasi yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Besarnya biaya kompensasi yang dibayarkan Kota Cirebon ke Kabupaten Kuningan harus reasonable, untuk mendapatkan nilai besaran dana/biaya kompensasi berdasarkan alternatif formula regresi dan alternatif perubahan formula yang ada dalam perjanjian kerja sama No. 44 tahun 2004 tentang pemanfaatn air dari sumber mata air Cipaniis dengan mempertimbangkan kinerja menejemen pengelolaan air bersih oleh PDAM Kota Cirebon. Berdasarkan hasil analisis perhitungan kedua formula yang didapat, besarnya dana/biaya kompensasi yang dibayarkan Pemerintah Kota Cirebon ke Pemerintah Kabupaten Kuningan diambil yang paling rendah (kecil), dana yang diterima oleh Kabupaten Kuningan penggunaanya melalui pembagian porsi, untuk pembangunan daerah sebesar 62,5 %, untuk rehabilitasi catchment area sebesar 30 % dan untuk desa-desa pemilik, disekitar dan pemanfaat sumber mata air Cipaniis sebesar 7,5 %. Perjanjian kerja sama perlu direvisi dengan penambahan pihak propinsi sebagai penengah dan pengawas perjanjian pemanfaatan sumber air lintas wilayah. As the population grows very rapidly, the needs of clean, and qualified water in the huge quantity is completely urgent and important. PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) of Cirebon is absolutely depend on the water supply from Kuningan Regency for Cirebon does not have the qualified clean water resources. Under the legislation, No. 32 of 2004 (about the local autonomy), and the legislation, No. 7 of 2004 (about water resources), the local government which possesses the water resources has the authority to use it for the local income or revenue. They could make an MoU with other local government that need the water resources, based on the proper compensation. Which is, the compensation paid by Cirebon to Kuningan should be reasonable, based on the MoU of 2004 , between Kuningan and Cirebon. According to the accounting system of both formula (the MoU of 2004), the compensation paid by Cirebon to Kuningan is taken from the lowest payment. This compensation used by Kuningan is in accordance with the proposition ; 62.5 % for the local development; 30 % for the water resources area – development, and for the villages nearby; 7.5 % for the Cipaniis water-resources

    ANALISIS DAN PERENCANAAN GEDUNG PT. MULTI USAHA PRIMA INDONESIA XL DENGAN MENGGUNAKAN STRUKTUR BETON SNI : 2847 - 2013

    No full text
    ABSTRAKDi era globalisasi perkembangan teknologi dan infrastruktur yang begitu pesat harus di imbangi dengan sarana telekomunikasi yang baik. Untuk menunjang akses komunikasi yang lebih baik, dibangunnya gedung xl ini bertujuan untuk mempermudah serta meningkatkan akses komunikasi masyarakat khususnya kota Cirebon.Pada tahun 2013 terbit peraturan terbaru yaitu SNI 2847-2013 tentang tata cara perhitungan struktur beton. SNI 1727-2013 tentang pembebanan bangunan gedung. Atas dasar kriteria keselamatan maka semua proses pembangunan gedung xl ini mengacu kepada peraturan tersebut.Berdasarkan data yang diperoleh dari PT. Prima Multi Usaha Indonesia XL penulis meredesain sebuah gedung dengan menngunakan material struktur beton yang terdiri dari 4 lantai. Lantai dasar diperuntukan untuk lobby, tempat meeting, ruang admin, ruang tamu, musholah. Lantai 2 ruang IT, cctv, HRD. Lantai 3 ruang arsip, akunting, pajak. Lantai 4 ruang komisaris dan direktur.Analisis struktur digunakan software SAP, perencanaan menggunakan material beton. Hasil yang didapat berupa analisis dan gambar desain struktur gedung xl. Kata Kunci     : SNI 2847-2013, SNI 1727-2013, dan software SAP. ABSTRACTIn the era of globalization and technological development is so rapid infrastructure must be balanced with good telecommunication facilities. To support access to better communication, construction xl building aims to simplify and improve access to public communications, especially the city of Cirebon.In 2013 published the latest regulations on procedures ISO 2847-2013 calculation of concrete structures. ISO 1727-2013 on the imposition of the building. On the basis of safety criteria then all xl building process refers to the regulation.Based on data obtained from PT. Prima Multi Usaha Indonesia XL author redesign a building with material menngunakan concrete structure consists of 4 floors. The ground floor is intended for lobbies, meeting, admin room, living room, small mosque. Level 2 IT space, cctv, HRD. The 3rd floor of the archives, accounting, tax. 4th floor room commissioners and directors.Analysis of the structure used SAP software, planning using concrete materials. Results obtained in the form of analysis and design drawings xl building structure. Keywords               : ISO 2847-2013, ISO 1727-2013, and SAP software

    ANALISIS DAN PERENCANAAN MASJID RAYA JAWA BARAT PLUMBON KABUPATEN CIREBON DENGAN MENGGUNAKAN STRUKTUR BETON SNI : 2847- 2013

    No full text
    ABSTRAKPerkembangan ilmu pengetahuan dan jaman harus disertai dengan pendidikan ilmu agama, oleh karena itu prasarana penunjang dan kegiatan agama salah satunya adalah tempat ibadah (masjid). Maka dari itu didirikan sebuah tempat ibadah yang dapat memberikan kenyamanan dan ke khusuan dalam beribadah khususnya bagi umat Islam.             Karena itu Masjid ini harus memenuhi kriteria keselamatan dan layanan yang prima untuk itu harus ada desain yang meyakinkan. Atas dasar kriteria keselamatan dan layanan prima maka proses perencanaan  pembebanan harus sesuai dengan  SNI  1727-2013 serta perencanaan struktur gedung ini  harus mengacu dengan SNI - 2847- 2013 beton bertulang, yang merupakan peraturan terbaru             Berdasarkan data yang diperoleh dari masjid raya Jawa Barat Plumbon Kabupaten Cirebon penulis mendesain ulang sebuah Masjid dengan menggunakan material struktur beton yang terdiri dari empat lantai dengan perencanaan bangunan lantai dasar pada Masjid Raya Jawa Barat Plumbon Kabupaten Cirebon diperuntukan untuk fasilitas ruangan pengembangan, ruangan serbaguna, Tempat wudhu, ruangan gudang. Sedangkan untuk lantai 2  diperuntukan sebagai ruangan sholat pria  dan lantai 3 diperuntukan ruangan sholat wanita.            Analisis struktur digunakan software SAP, material beton digunakan untuk balok dan kolom portal serta pelat lantai sedangkan struktur atap menggunakan baja. Hasil yang  didapat berupa analisis dan gambar desain struktur masjid raya Jawa Barat Plumbon Kabupaten Cirebon. Kata Kunci     :  Analisis, Momen, Beban, Portal, Beton, Kolom, Balok, dan Plat.                                                        ABSTRACT            The development of science and age must be accompanied by education of religious knowledge, therefore infrastructures and religious activities one of which is a place of worship (mosque). Therefore established a place of worship that can provide comfort and to khusuan in worship, especially for Muslims.            Therefore this mosque must meet the safety and service excellence for that there must be a convincing design. On the basis of the criteria of safety and service excellence then loading the planning process should be in accordance with ISO 1727-2013 as well as the structural design of the building should refer to the SNI - 2847- 2013 of reinforced concrete, which is the latest regulation            Based on data obtained from the grand mosque in West Java Plumbon Cirebon author redesigning a mosque by using material concrete structure consisting of four floors with planning and building the ground floor at the Great Mosque of West Java Plumbon Cirebon intended for indoor facilities development, the room versatile, Points ablution, warehouse space. As for the second floor is intended as a prayer room on the 3rd floor of men and women devoted prayer rooms.           Analysis of the structure used SAP software, concrete materials used for beams and columns portals and floor slabs while the roof structure using steel. Results obtained in the form of analysis and structural design drawings grand mosque Plumbon Cirebon, West Java. Keywords         : Analysis, Torque, Load, Portal, Concrete, Columns, Beams, and Plat

    ANALISIS DAN PERENCANAAN MASJID RAYA JAWA BARAT PLUMBON KABUPATEN CIREBON DENGAN MENGGUNAKAN STRUKTUR BETON SNI : 2847- 2013

    No full text
    ABSTRAKPerkembangan ilmu pengetahuan dan jaman harus disertai dengan pendidikan ilmu agama, oleh karena itu prasarana penunjang dan kegiatan agama salah satunya adalah tempat ibadah (masjid). Maka dari itu didirikan sebuah tempat ibadah yang dapat memberikan kenyamanan dan ke khusuan dalam beribadah khususnya bagi umat Islam.             Karena itu Masjid ini harus memenuhi kriteria keselamatan dan layanan yang prima untuk itu harus ada desain yang meyakinkan. Atas dasar kriteria keselamatan dan layanan prima maka proses perencanaan  pembebanan harus sesuai dengan  SNI  1727-2013 serta perencanaan struktur gedung ini  harus mengacu dengan SNI - 2847- 2013 beton bertulang, yang merupakan peraturan terbaru             Berdasarkan data yang diperoleh dari masjid raya Jawa Barat Plumbon Kabupaten Cirebon penulis mendesain ulang sebuah Masjid dengan menggunakan material struktur beton yang terdiri dari empat lantai dengan perencanaan bangunan lantai dasar pada Masjid Raya Jawa Barat Plumbon Kabupaten Cirebon diperuntukan untuk fasilitas ruangan pengembangan, ruangan serbaguna, Tempat wudhu, ruangan gudang. Sedangkan untuk lantai 2  diperuntukan sebagai ruangan sholat pria  dan lantai 3 diperuntukan ruangan sholat wanita.            Analisis struktur digunakan software SAP, material beton digunakan untuk balok dan kolom portal serta pelat lantai sedangkan struktur atap menggunakan baja. Hasil yang  didapat berupa analisis dan gambar desain struktur masjid raya Jawa Barat Plumbon Kabupaten Cirebon. Kata Kunci     :  Analisis, Momen, Beban, Portal, Beton, Kolom, Balok, dan Plat.                                                        ABSTRACT            The development of science and age must be accompanied by education of religious knowledge, therefore infrastructures and religious activities one of which is a place of worship (mosque). Therefore established a place of worship that can provide comfort and to khusuan in worship, especially for Muslims.            Therefore this mosque must meet the safety and service excellence for that there must be a convincing design. On the basis of the criteria of safety and service excellence then loading the planning process should be in accordance with ISO 1727-2013 as well as the structural design of the building should refer to the SNI - 2847- 2013 of reinforced concrete, which is the latest regulation            Based on data obtained from the grand mosque in West Java Plumbon Cirebon author redesigning a mosque by using material concrete structure consisting of four floors with planning and building the ground floor at the Great Mosque of West Java Plumbon Cirebon intended for indoor facilities development, the room versatile, Points ablution, warehouse space. As for the second floor is intended as a prayer room on the 3rd floor of men and women devoted prayer rooms.           Analysis of the structure used SAP software, concrete materials used for beams and columns portals and floor slabs while the roof structure using steel. Results obtained in the form of analysis and structural design drawings grand mosque Plumbon Cirebon, West Java. Keywords         : Analysis, Torque, Load, Portal, Concrete, Columns, Beams, and Plat

    ANALYSIS OF THE STRUCTURE OF PLANNING OF K.H. MUHAMMAD MACHDOR UNIVERSITY OF MUHAMMADIYAH CIREBON (UMC) CONCRETE STRUCTURES USING SNI 2013

    No full text
    Planning structure can be defined as a mix betweenart and science combined with intuition expert structure of the behavior of the structure with the basic knowledge in statics, dynamics, mechanics of material, and analysis, to produce a structure economical and safe, during services. (Agus Setiawan , 2008). Over time and the times in Indonesia humans can innovate to design buildings with some more modern building style. In addition in designing a building structure, we need a few materials that can be used as an ingredient implementation.Structural material that can be used includes wood, bamboo, concrete, steel, or any other supporting material. As well as on building construction projects K.H. Muhammad Machdor Universitas Muhammadiyah Cirebon Campus 2 by using concrete construction. Planning the contruction of its own building structure refers to the regulation SNI 1727-2013 and Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung 1987regarding the imposition  and use of seismic regulations stipulated in SNI 1726-2012. The preparation and the planning itself is assisted using modelingExtended Three Dimension Analisys of Building System ETABS v.9.5.0

    ANALISIS PERENCANAAN STRUKTUR KANTOR DPPKAD KOTA CIREBON MENGGUNAKAN STRUKTUR BETON SNI 2013

    No full text
    ABSTRAKMerencanakan sebuah gedung bertingkat dibutuhkan suatu perencanaan yang baik dan aman. Terutama gedung kedinasan seperti kantor DPPKAD kota Cirebon, yang membutuhkan gedung tambahan guna memfasilitasi ruang kerja para pegawai yang yang diharapkan agar meningkatkan kinerja pegawai kantor DPPKAD. Pada analisis ini mengacu pada SNI  1727-2013, SNI - 2847- 2013, yang merupakan peratuaran terbaru. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis gedung kantor DPPKAD kota Cirebon serta memberi gambaran pada area pembangunan. Dalam analisis ini menggunakan software  SAP 2000 serta perhitungan manual.Hasil analisis menunjukan pada pelat lantai memakai tulangan D 10. Untuk balok portal menggunakan tulangan D 16, D 19 dan balok induk menggunakan tulangan D 16, dengan tulangan geser berjarak 150 dan 100  Pada perhitungan kolom memakai tulangan D 22 dengan tulangan geser berjarak 100mm dan 125mm.Setelah Dilakukan pembangunan gedung tambahan, Ruang kerja untuk para pegawai DPPKAD sudah tercukupi, dengan harapan agar kinerja pegawai makin ditingkatkan. Kata Kunci :  Analisis, Gedung, Pelat, Portal, Beton, Kolom, Balok, dan Plat. ABSTRACTPlanning for a multistory building requires good and safe planning.. Especially for official buildings such as DPPKAD Cirebon Office, which requires an additional building to facilitate workspace for the office workers in order to improve the permormance of the office workers in DPPKAD. In this analysis refers to SNI  1727-2013, SNI - 2847- 2013, which is the latest regulation. The purpose of this paper is to analyze DPPKAD Cirebon City Office Building and also to give an overview on the construction area. This analysis is using SAP 2000 software and manual calculations.The result of the analysis shows for the floor plates use D10 reinforcement. For the portal beams use D 16, D 19 reinforcement and for the main beams use D 16 reinforcement, with shear reinforcement within 150 and 100 mm,  in the calculation of the column use D 22 reinforcement with shear reinforcement within 100mm and 125mm.After the development of additional building, the workspace for the office workers already fulfilled with the expectation  for more improvement of office workers performance. Keywords         :  Analysis, Building, Plate, Portal, Concrete, Column, and Beam.

    ANALISIS MANAJEMEN KONSTRUKSI PROYEK PEMBANGUNAN RUANG KULIAH BARU IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

    No full text
    ABSTRAKManajemen merupakan suatu usaha, cara atau metode untuk mengatur sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai suatu tujuan yang direncanakan secara efisien (tepat guna) dan efektif (hasil guna).Pada Proyek tersebut direncanakan dibangun 4 lantai dengan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Bar chart, kurva S dan CPM. Ketiga metode tersebut untuk menganalisis mutu, biaya dan waktu pada proyek ini agar perencanaan pembangunan proyek ini berjalan dengan sesuai yang direncanakan.Kesimpulan dari hasil Analisis Manajemen Konstruksi Proyek tersebut. Perencanaan awal proyek dilaksanakan awal minggu pada bulan Juni 2016 – Januari 2017. Dari perhitungan bobot pekerjaan berdasarkan analisis Barchart, Kurva S dan penjadwalan CPM membutuhkan waktu selama 220 hari (32 Minggu) kurang lebih membutuhkan biaya sebesar Rp. 22.486.280.000,- (Dua puluh dua milyar empat ratus delapan puluh enam juta dua ratus delapan puluh ribu rupiah).Kata Kunci : Pembangunan Ruang Kuliah, Kota Cirebon, Manajemen Proyek, Metode Bar Chart, Kurva S, Critical Path Method. ABSTRACTManagement is an effort, means or method to manage human resources and other resources to achieve an objective that is planned efficiently (effective) and effective (results).The project is planned to be built on 4 floors with the method used in this research is Bar chart method, S and CPM curve. These three methods to analyze the quality, cost and time of this project so that the planning of this project development goes as planned.Conclusion from result of Analysis of Construction Management of this Project. Initial project planning was carried out at the beginning of the week in June 2016 - January 2017. From the calculation of workload weight based on Barchart analysis, S curve and CPM scheduling takes 220 days (32 weeks) approximately Rp. 22.486.280.000, - (Twenty two billion four hundred eighty six million two hundred eighty thousand rupiah).Key Word : Development of Lecture Room, Cirebon City, Project Management, Bar Chart Method, Curve S, Critical Path Method
    corecore