1,720,961 research outputs found
PROFIL GURU DALAM BUKU GURU GOKIL MURID UNYU KARYA J. SUMARDIANTA DAN RELEVANSINYA DENGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Latar belakang penelitian ini adalah bahwa kompetensi pedagogik menjadi hal yang penting bagi guru Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini mencoba mengkaji sebuah buku yang terkait dengan kompetensi pedagogik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana profil guru dalam buku Guru Gokil Murid Unyu karya J. Sumardianta dan mengetahui relevansinya dengan kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil guru dalam sebuah buku Guru Gokil Murid Unyu karya J. Sumardianta dan relevansinya dengan kompetensi pedagogik guru Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang meneliti sebuah buku berjudul Guru Gokil Murid Unyu karya J. Sumardianta yang diteliti menggunakan pendekatan content analysis. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan: Profil guru dalam buku Guru Gokil Murid Unyu karya J. Sumardianta terbagi menjadi tiga yaitu, guru yang kompeten, guru yang profesional, dan guru yang terampil. Guru yang kompeten artinya guru mampu beradaptasi dengan berbagai perkembangan yang ada dan meningkatkan kompetensinya sebab guru pada saat ini bukan saja sebagai pengajar tetapi juga sebagai pengelola proses belajar mengajar. Guru yang profesional artinya guru merupakan faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya proses belajar dan karenanya guru harus menguasai prinsip-prinsip belajar di samping menguasai materi yang disampaikan. Guru yang terampil artinya haruslah senantiasa berupaya meningkatkan dan mengembangkan ilmu yang menjadi bidang studinya agar tidak ketinggalan jaman, ataupun di luar kedinasan yang terkait dengan tugas kemanusiaan dan kemasyarakatan secara umum di luar sekolah.
Relevansinya dengan kompetensi pedagogik seorang guru Pendidikan Agama Islam adalah pemahaman karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual, pengembangan kurikulum Pendidikan Agama, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan agama, Pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki dalam bidang pendidikan agama, komunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik
KONSEP GURU IDEAL MENURUT J. SUMARDIANTA DALAM BUKU GURU GOKIL MURID UNYU DAN RELEVANSINYA DENGAN KONSEP GURU PAI
Keberhasilan tujuan pendidikan tidak bisa lepas dari peran guru, guru memiliki peran sentral dalam usaha mencapai tujuan pendidikan. oleh karena itu pendidikan yang baik harus memiliki guru yang ideal. Akan tetapi dalam realitanya, pendidikan kita masih menunjukan bahwa tidak sedikit guru yang kurang mampu mencerminkan peran strategisnya sebagai guru, bahkan banyak guru yang jauh dari garis jati diri keguruannya, landasan penguasaan norma-norma agama yang lemah, dan sejumlah penyakit sosial lainnya. Hal ini terbukti dari masih banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap murid. Oleh karena itu diperlukan guru yang ideal yang menguasai ilmu dengan baik mampu menjelaskan dengan baik apa yang diajarkannya. Disenangi oleh peserta didiknya karena cara mengajarnya yang enak didengar dan mudah dipahami. Tujuan penelitian ini yaitu penulis ingin mendeskripsikan tentang konsep guru gokil menurut J. Sumardianta dalam buku Guru Gokil Murid Unyu dan menganalisis relevansinya dengan konsep Guru PAI.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Librabry Research) yaitu penelitian yang menggunakan pustaka atau literature sebagai sumber datanya. Peneliti menggunakan pendekatan analisis isi,sumber data yang peneliti gunakan adalah dengan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat. Metode analisis data deskriptif-kualitatif.
J. Sumardianta adalah sosok guru inspiratif yang banyak melahirkan karya-karya tentang pendidikan. Ia lahir Ia merupaan alumnus IKIP Sanata Dharma tahun 1992. Ia sekarang bekerja sebagai seorang guru sosiologi di SMA Kolese De Britto Yogyakarta. selain menjadi guru ia juga aktif sebagai penulis buku dan esai-esai pendidikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) konsep guru PAI ideal menurut J. Sumardianta adalah guru yang memiliki mental pemenang, guru yang selalu kontekstual, guru yang mampu berfikir di luar kebiasaan, guru yang altruistik, dan guru yang mampu menjadi teladan. 2) konsep guru PAI ideal yaitu guru yang memiliki lima kompetensi yang telah diatur dala PMA no 16 th 2010. 3) konsep guru ideal menurut J. Sumardianta dalam buku guru gokil murid unyu masih sangat relevan dengan konsep guru PAI ideal apalagi di tengah perkembangan era saat ini. Hal ini dikarenakan di masa ini guru harus selalu relevan dengan perkembangan era, dan mampu berfikir di luar kebiasaan untuk mendidik murid
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
