1,721,053 research outputs found

    Keefektifan Penggunaan Desain dan Model Kerajinan Tangan untuk Pembelajaran Keterampilan Berkreasi Seni di SD

    No full text
    This classroom action research (CAR) was conducted to describe the effectiveness of the use of handicraft design and model in teaching arts. It implemented a cycle model involving planning, action, observation, and reflection. The subjects were fourth graders of the Laboratory Elementary School, Malang. Data were collected by using a participatory observation while the action was going on. The results indicated that handicraft design and model were always needed in teaching arts. The media helped improve the pupils' motivation in creating mosaics, sculptures, and reliefs

    PENGARUH TITIK ZUSANLI (ST 36), YINGILNQUAN (SP 9), SHENSU (BL 23) DAN TAIXI (KI3) TERHADAP PENGURANGAN INTENSITAS SAKIT NYERI SENSI LUTUT (SINDROMA BI) DI KLINIK AKUPUNKTUR RSO PROF DR. SOEHARSO SURAKARTA

    Full text link
    Abstract : Knee Joint Pain , acupuncture points Zusanli (ST.36) , Ying Linquan (SP.9) , Shensu (BL.23) and Taixi (KI.3). The purpose of this study is to know the benefits of Zusanli point (ST.36), Yinglinquan (SP.9), Shensu (BL.23) and Taixi (KI.3) to reduce the sensation of pain in the knee joints Acupuncture Clinic Orthopedic Hospital Prof. DR. Soeharso Surakarta. This method is a quasi experimental study , using a study design One Group Pre-test and post test control design. This research use saturated samples that all patients who visit the Acupuncture Clinic Orthopedic Hospital Prof DR Soeharso, totaling 39 people. This study begins with the observational study (as a pre-test) to determine the status of the patient's pain before the action of acupuncture research subjects. Then followed a series of action of acupuncture for pain measurement and knee pain at the time of the mid-series and at the end of the series the action of acupuncture. Measurement of pain sensation using Bourbanis Scale (patient pain scores sendiriyang set in the range of pain TSB) . Data analysis using SPSS series 15 with Paired Sample Test approach and the significant level of 95 %. Results of data analysis showed that the point Zusanli (ST.36), Yinglinquan (SP.9), Shensu (BL.23) and Taixi (KI.3) has the benefit of reducing the intensity of pain knee joint pain is significantly indicated by Paired Sample Test of 0.000. Keywords: Knee Joint Pain, Acupuncture Point Zusanli (ST.36), Ying Linquan (SP.9) , Shensu (BL.23) and Taixi (KI.3)Abstrak: Nyeri Sendi Lutut, Titik Akupunktur Zusanli (ST.36), Ying Linquan (SP.9), Shensu (BL.23) dan Taixi (KI.3). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui manfaat titik Zusanli (ST.36), Yinglinquan (SP.9), Shensu (BL.23) dan Taixi (KI.3) untuk mengurangi sensasi sakit sendi lutut di Klinik Akupunktur RS Ortopedi Prof.DR. Soeharso Surakarta. Metoda penelitian ini yaitu quasi eksperimental, menggunakan rancangan penelitian One Group Pre test dan Post test control design. Penelitian inimenggunakan sampel jenuh yaitu semua pasien yang berkunjung di Klinik Akupunktur RS Ortopedi Prof DR Soeharso, berjumlah 39 orang. Penelitian ini diawali dengan penelitian pengamatan (sebagai pre test) untuk menetapkan status nyeri pasien subyek penelitian sebelum tindakan akupunktur. Kemudian dilanjutkan tindakan akupunktur selama satu seri dan dilakukan pengukuran sensasi sakit nyeri lutut pada saat pertengahan seri dan di akhir seri tindakan akupunktur. Pengukuran sensasi nyeri menggunakan Skala Bourbanis (pasien sendiriyang menetapkan skore nyeri pada rentang nyeri tsb). Analisis data menggunakan program SPSS seri 15 dengan pendekatan Paired Sample Test dan taraf signifikan 95%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa titik Zusanli (ST.36), Yinglinquan (SP.9), Shensu (BL.23) dan Taixi (KI.3)memiliki manfaat untuk mengurangi intensitas sakit nyeri sendi lutut secara signifikan ditunjukkan dengan nilai Paired Sample Test sebesar 0,000.Kata kunci: Nyeri sendi lutut, Titik akupunktur Zusanli (ST.36), Ying linquan (SP.9), Shensu (BL.23) dan Taixi (KI.3

    Penguji 1 Skripsi

    Full text link

    Pengelolaan Karakter Kedisiplinan Di SD Al-Islam 3 Gebang Surakarta

    Full text link
    The purpose of this research are: 1) To describe the concept of Discipline management (management) characters in SD Al Islam 3 Gebang Surakarta current 2) Efforts to improve student learning in elementary school Discipline Al Islam 3 Gebang Surakarta. 3) The factors supporting and inhibiting factors Characters Discipline students in elementary Al Islam 3 Gebang Surakarta. This study is a qualitative research approach EMIC and ethics. Data collection techniques used in this study included interviews, observations (observation) and documentation. The results of the study the general implementation of the discipline code running in an orderly and organized, can be seen from the enthusiasm and activeness of students in practice. Although there are some students who are not so concerned with discipline. Efforts to improve Discipline Students in elementary Al Islam 3 Gebang Surakarta. Implementation of business management as a discipline code internalization of Islamic teachings in SD Al-Islam Surakarta 3 cultivation of religious values include: apple morning prayer discipline discipline, and discipline tadarus Qur'an. While the cultivation of moral values including disciplinary matters and Salim, playback murotal and the Divine Name, discipline and discipline clean Friday infaq / alms. Islamic values that can be internalized to the student with the existing character of the value discipline of worship and moral values. Factors supporting and inhibiting factors in improving student learning in elementary school Discipline Al Islam 3 Gebang Surakarta Factors supporting characters discipline education students are) Values of honesty, b) The value of responsibility and c) assessment model on any subject using cognitive assessment (knowledge ), affective (attitude), also psychomotor (skills). Inhibiting factor is the environment that is not good. Keywords: Discipline, Character Education, Elementary Schoo

    Fitting test of religious-orientation measurement model

    No full text
    Behavioral economics refers to the attempt to increase the explanatory and predictive power of economic theory by providing it with more psychologically plausible foundation. Health et al dan Ewing ( Mittlestaedt, 2002 dalam Hariadi 2011) placed religiusity as a key variable at behavioral economics analysis because has many evidences showing that religiousity has influenced consumer market in many ways. In addition, religiousity is a good predictor of consumer market its ability to make businessmen to become more creative, productive and altruistic or on the contrary

    Genukan Gender Barung Ki Wandiyono Dalam Iringan Pakeliran Ki Timbul Hadiprayitno Gaya Yogyakarta

    Full text link
    Genukan adalah suatu jenis permainan gender barung dalam pertunjukan wayangkulitpurwa gaya Yogyakarta. Genukan berfungsi sebagai pengisi suasana dalam pakeliran pada saat kandha, carita dan pocapan dalang, selain fungsi musikal yang lain. Permainan genukan gender barung membutuhkan pemahaman yang dalam terhadap jalannya pertunjukan wayang. Pesatnya perkembangan dunia karawitan dan pedalangan, menimbulkan terjadinya suatu kenyataan bahwa genukan merupakan suatu jenis genderan yang hampir terlupakan. Ki Wandiyono sebagai penggender genukan Ki Timbul Hadi Prayitno selalu menjalankan tugas mengiringi setiap bagian pertunjukan wayang kulit dengan cengkok genukan. Pendokumentasian genukan Ki Wandiyono merupakan salah satu upaya menjaga kelestarian genukan gender barung sebagai salah satu ciri khas dalam fringan pakeliran wayang kulit purwa gaya Yogyakarta

    PENGUJIAN MODEL ALAT UKUR KESEJAHTERAAN-SUBJEKTIF PENGUSAHA KECIL DAN MENENGAH (PKM) PROVINSI D.I YOGYAKARTADENGAN STRUCTURAL EQUATION MODELLING (SEM)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris alat ukur kesejahteraan-subjektif (kebahagiaan)pengusaha kecil dan menengah (PKM) provinsi DIY. Penelitan ini didahului dengan penelitian kepustakaanuntuk menggali komponen-komponen kebahagiaan pengusaha dan ditemukan empat komponenkebahagiaan, yaitu banyaknya emosi positif, sedikitnya emosi negatif, kepuasan hidup secara umum dankepuasan hidup untuk hal-hal khusus. Jadi, yang akan diuji dalam penelitian ini adalah kesesuaian modelalat ukur kebahagiaan (dengan indikator yang diturunkan dari komponen-komponen tersebut) denganmodel empirisnya. Pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah apakah model alat ukurkebahagiaan PKM yang dihipotesiskan tersebut didukung oleh data empiris. Pengumpulan data untukmenguji hipotesis ini melibatkan 277 pengusaha laki-laki dan perempuan di berbagai bidang usahadi provinsi DIY. Pengujian model dilakukan dengan permodelan persamaan struktural atau structuralequation modelling (SEM) menggunakan metode analisis kemungkinan maksimum (ML) dan diperolehkesimpulan bahwa kebahagiaan dengan indikator-indikator yang diturunkan dari komponen banyaknyaemosi positif, sedikitnya emosi negatif, kepuasan hidup secara umum, dan kepuasan hidup spesifik ternyatadidukung data empris (NFI = 0,905).Kata Kunci: Model, alat ukur, kebahagiaan, structural equation modelling, emos
    corecore