92 research outputs found
Sediaan Tablet (Teori dan Aplikasinya)
Buku ini membahas Pengantar Sediaan Tablet, Bahan Baku dalam Pembuatan Tablet, Teknologi Pembuatan Tablet, Pemilihan Bentuk Sediaan Tablet, Penyusunan Formula Tablet, Proses Granulasi dalam Pembuatan Tablet, Teknik Kompresi Tablet, Peletisasi dalam Pembuatan Tablet, Penambahan Bahan Tambahan dalam Tablet, Pemrosesan Pra-Formulasi Tablet, Evaluasi Sediaan Tablet, Pengawetan dan Stabilitas Tablet, Uji Biofarmasetik pada Tablet, Validasi Proses Pembuatan Tablet
Metode Penelitian
Buku Referensi ini memberikan pemahaman tidak hanya
kepada mahasiswa tetapi juga bagi para peneliti tentang
konsep dan teknik penelitian, penulisan laporan, penulisan
skripsi, tesis dan disertasi. Buku ini menggunakan contoh
sederhana untuk mengungkap teori dan Metode yang
kompleks. Buku ini sangat ideal bagi para peneliti dengan
pengetahuan minimal tentang penelitian serta bagi para
pembaca dengan pengetahuan menengah yang membutuhkan
pemahaman yang cepat mengenai aspek-aspek tertentu dari
desain dan Metode penelitian. Selama beberapa dekade telah
banyak diskusi tentang apa yang dimaksud dengan penelitian,
bagaimana penelitian itu harus dilakukan dan apakah metode
tertentu 'lebih baik' dari pada yang lain. Oleh karena itu,
penulis telah memasukkan setiap aspek penelitian ke dalam
masing-masing bab. Buku yang disusun dengan baik ini
membahas berbagai metode penelitian yang digunakan oleh
peneliti. Buku Metode Penelitian ini direkomendasikan untuk
digunakan mahasiswa program sarjana dan pascasarjana
serta peneliti dari berbagai disiplin ilmu
THE EFFECTIVENESS OF DYSMENORRHEA GYMNASTICS AND GIVING TURMERIC ACID IN REDUCING DYSMENORRHEA PAIN
LATAR BELAKANG: Nyeri saat haid menyebabkan ketidak nyamanan dalam aktivitas fisik sehari-hari. Keluhan ini berhubungan dengan ketidak hadiran berulang di sekolah atau ditempat kerja. Sekitar 70-90% kasus nyeri haid terjadi saat usia remaja. Olahraga yang ringan sangat dianjurkan untuk mengurangi dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Senam Dismenore Dan Pemberian Kunyit Asam Terhadap Pengurangan Nyeri Dismenore. METHODS AND MATERIALS: Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy eksperimen yang bersifat Two Group Postest Only Desain. Penelitian ini dilakukan di STIKes Fort De Kock . dengan jumlah sampel 20 sampel dengan tingkat dismenore pada saat menstruasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling dengan menggunakan lembar observasi. Analisis penelitian ini dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah Uji T-test Independen. RESULT: Hasil penelitian didapatkan rerata tingkat nyeri dismenore kelompok senam dismenore adalah 3,3 dan rerata tingkat nyeri dismenore kelompok pemberian kunyit asam 4,4. Pada penelitian ini terdapat perbedaan rerata tingkat nyeri antara kelompok senam dismenore dengan kelompok pemberian kunyit asam dengan rerata perbedaan tingkat nyeri sebesar 1,1 dan nilai Pvalue= 0,000. CONCLUSION: Kunyit asam lebih efektif dalam mengurangi dismenore, rekumendasi mengkomsumsi kunyit asam dapat mengurangi nyeri.Kata kunci. Senam, kunyit asam, dismenore ABSTRAKBackground: Pain during menstruation causes discomfort in daily physical activities. These complaints relate to repeated absences from school or work. About 70-90% of cases of menstrual pain occur during adolescence. Mild exercise is highly recommended to reduce dysmenorrhea. This study aims to determine the effectiveness of dysmenorrhea exercise and administration of turmeric acid on reducing dysmenorrhea pain. Methods And Materials: This study uses a quasi-experimental research design that is a Two Group Posttest Only Design. This research was conducted at STIKes Fort De Kock . with a sample of 20 samples with the level of dysmenorrhea during menstruation. The sampling technique was carried out by purposive sampling using an observation sheet. The analysis of this study was carried out by univariate and bivariate. The statistical test used is the Independent T-test. Result: The results showed that the average level of dysmenorrhea pain in the dysmenorrhea exercise group was 3.3 and the average level of dysmenorrhea pain in the turmeric acid group was 4.4. In this study, there was a difference in the average pain level between the dysmenorrhea exercise group and the turmeric acid group with an average difference in pain level of 1.1 and P value = 0.000. Conclusion: Turmeric acid is more effective in reducing dysmenorrhea, it is recommended to consume sour turmeric to reduce pain.Keywords. Gymnastics, sour turmeric, dysmenorrhe
EFEKTIFITAS PEMBERIAN JUS TOMAT DAN JUS JERUK TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA
Anemia in pregnancy is a condition to a decrease in hemoglobin. Most of anemia is iron deficiency anemia (Fe) which can be caused by the consumption of iron that is less than the food. The prevalence of anemia at Public Health Center Nilam Sari Bukittinggi are 39.5%. The aims of this study was to determine the effectiveness of tomato juice and orange juice to increase hemoglobin levels in pregnant women with the quasi experiment study design using two group pretest postetst. Research has been conducted at Public with 20 sample by using purposive sampling technic. Test conducted with T-Test Dependent. Results of the study group I showed an average increase in hemoglobin levels of pregnant women before and after the intervention of 1.17. Statistical test result p value=0.004 (p<0.05), we conclude tomato juice at effectively increase hemoglobin levels of pregnant women. The second group also showed an increase in hemoglobin levels of pregnant women before and after the intervention of 0.63. Statistical test result p value=0.001 (p<0.05), conclude orange juice effectively increase hemoglobin levels of pregnant women. Tomato juice and orange effective to increase hemoglobin levels to pregnant women with anemia. It is expected that the health clinic to provide health education on complementer therapies that can help increase hemoglobin levels in pregnant women, one of which is a combination therapy of tomato juice or orange juice.Keywords: tomato juice, orange Juice, pregnant women, hemoglobi
FACTORS ASSOCIATED WITH MENARCHE AT SEVENTH GRADE STUDENTS IN JUNIOR HIGH SCHOOL 1 AMPEK ANGKEK AMPEK ANGKEK
Menarche adalah perdarahan pertama dari uterus yang terjadi pada seorang wanita. Usiayang mendapat menarche bervariasi yaitu antara usia 10-16 tahun, rata-rata usia menarche di Indonesia adalah 13 tahun. Berdasarkan survey yang dilakukan terhadap siswi kelas VII di SMPN 1 Ampek Angkek terdapat siswi yang mengalami menarche pada usia kurang dari 10 tahun (20%), 10 tahun (40%), 11 tahun (10%) dan 12 tahun (10%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi menarche pada siswi kelas VII di SMP Negeri 1Ampek Angkek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu sebanyak 144 orang dan sampelnya 59 orang dan cara pengambilan sampel dengan menggunakan Metode Simple Random Sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2017. Pengukuran data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara. Analisis data pada penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh (IMT) (p = 0,001) nilai OR 0,042, paparan media massa (p = 0,018) nilai OR 6,039 dan aktivitas fisik (p = 0,023) nilai OR 4,950 dengan menarche pada siswi kelas VII di SMP Negeri 1 Ampek Angkek. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang sangat bermakna antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan menarche. Disarankan perlu adanya penyuluhan kesehatan kepada siswi untuk menjaga kesehatan reproduksi, asupan gizi yang seimbang, dan olahraga yang rutin
PERBEDAAN REAKSI PEMBERIAN TRANSFUSI DARAH WHOOLE BLOOD (WB) DAN PACKED RED CELL (PRC) PADA PASIEN SECTIO CAESARE
Transfusion reaction is the reaction of the recipient's body to blood donors, blood transfusion reactions can be mild to severe, and could be either fast, medium and slow. Hospital Dr. Achmad Darwis District Lima Puluh Kota every month UTDRS blood for transfusion are 45 to 55 bags. Survey of 30 patients who received a blood transfusion, there are 10 people have reactions such as fever of 4 people, as many as 4 people dizzy, urtikariat (itching) as much as one person and as many as three people shivering. The aim of research to find out the difference Reaction Giving Whoole Blood Transfusion Blood (WB) and Packed Red Cell (PRC) in Patients Sectio Caesare (SC). Type pre-experimental study, the design of Static Group Comparison. The population was patients post SC who receive blood transfusion, with sampling purposive sampling of 20 people. The data collection was done by direct observation, then processed and analyzed using independent t-test. Results that the average transfusion reactions in patients receiving blood transfusions WB is 1.30 and the patients who receive blood transfusion PRC is 0.40. The results of the bivariate no difference Whoole blood transfusion reaction Blood (WB) and Packed Red Cell (PRC) in Patients with Post Sectio Caesarea (SC) (p = 0.009). It was concluded that there is a difference of transfusion reactions in blood transfusions WB and blood transfusions PRC. Expected to medicine and nurse to be more selective in giving blood transfusions to patients and intensive control of blood transfusion process , so that a transfusion reaction can be immediately known. . Keywords: transfusion reactions, Whoole Blood (WB), Packed Red Cell (PRC) Reaksi Transfusi adalah reaksi tubuh resipien terhadap darah donor, reaksi transfusi darah dapat ringan sampai berat, dan dapat berupa reaksi cepat, sedang, dan lambat. RSUD Dr. Achmad Darwis Kabupaten Lima Puluh Kota setiap bulannya UTDRS mengeluarkan darah untuk transfusi berjumlah 45 sampai 55 kantong. Survey terhadap 30 orang pasien yang mendapatkan transfusi darah, terdapat 10 orang mengalami reaksi berupa demam sebanyak 4 orang, pusing sebanyak 4 orang, menggigil sebanyak 3 orang dan urtikariat (gatal-gatal) sebanyak 1 orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui Perbedaan Reaksi Pemberian Transfusi Darah Whoole Blood (WB) dan Packed Red Cell (PRC) pada Pasien Sectio Caesare (SC). Jenis penelitian pra eksperimen, dengan rancangan Statis Group Comparison. Populasi adalah pasien post SC yang mendapatkan transfusi darah, dengan pengambilan sampel secara purposive sampling sebanyak 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, kemudian diolah dan dianalisa menggunakan t-test independent. Didapatkan hasil rata- rata reaksi transfusi pada pasien yang mendapatkan transfusi darah WB adalah 1,30 dan pasien yang mendapatkan transfusi darah PRC adalah 0,40. Terdapat perbedaan reaksi pemberian transfusi darah Whoole Blood (WB) dan Packed Red Cell (PRC) pada Pasien Post Sectio Caesarea (SC) (p = 0,009). Disimpulkan bahwa ada perbedaan reaksi transfusi pada transfusi darah WB dan transfusi darah PRC. Diharapkan dokter dan perawat agar lebih selektif dalam memberikan darah transfusi pada pasien dan intensif dalam mengontrol proses transfusi darah, sehingga adanya reaksi transfusi dapat segera diketahui. Kata Kunci : Reaksi Transfusi, Whoole Blood (WB), Packed Red Cell (PRC
Rekonfiguracija zahoda v pripovedi "Ljubezen" Neila Jordana
In introducing his article, the author draws attention to the enormous importance space, especially the west of Ireland, has in the Irish culture and in the legitimization of Irish identity. The central part of the article is devoted to an analysis of Neil Jordan\u27s "A Love" in which the author describes the way Jordan uses the West as the privileged place of Irish self-representation. A close reading of the text shows the writer\u27s strategies which subvert the conventional image of the West of Ireland and the author voices the opinion that Jordan\u27s text refers to the end of one conceptualization of Irish identity. Offering the concept of heterotopia (Foucault) in his conclusion the author opens up the possibility of reading the representation of space in Jordan\u27s story as his inscription of those places which were elided from the utopian Irish national saga.V uvodnem delu članka avtor najprej opozori na veliko pomembnost, ki jo ima prostor, še posebej zahod Irske, pri opredeljevanju irske kulture in v prikazu irske identitete. Osrednji del članka je posvečen analizi kratke zgodbe »Ljubezen« Neila Jordana, v katerem pisec članka prikazuje način pripovedi, ki jo Neil Jordan uporablja kot značilno za samopredstavitev Irske. Z detajlnim načinom branja te zgodbe lahko ugotovimo pisateljsko strategijo, ki odklanja splošno sprejeto podobo zahoda Irske. Nadalje avtor predstavi tezo, da se Jordanova zgodba nanaša na konec določene oznake za irsko identiteto. Na koncu se avtor članka sklicuje na pojem heterotopije (Foucault) in na ta način odpira možnost branja predstavljenega prostora v Jordanovi zgodbi kot njegovo opisovanje tistih mest, ki niso prisotna v utopiji irske nacionalne sage
Komunikasi Keluarga Dan Pola Asuh Dengan Kecerdasan Emosional Anak Usia 5 – 18 Tahun
Kecerdasan emosional anak-anak sangat penting untuk perkembangan pribadi anak-anak secara menyeluruh. Perkembangan kecerdasan emosional. Adapun tujuan penelitian ini adalah: melihat dampak komunikasi dalam keluarga dan pola asuh orangtua terhadap kecerdasan emosional anak usia 5-18 Tahun. Metodologi penelitian dengan melakukan literature review dari beberapa artikel baik internasional maupun nasional yang dicari dengan mempergunakan google scholar dan sciencedirect, mengisihkan 72 artikel dengan kata kunci Pola asuh, komunikasi dalam keluarga dan kecedasan emosional. yang terdiri dari 36 internasional dan 36 jurnal nasional setelah dilakukan seleksi sesuai kata kunci yang dianalisis 18 artikel, yang terdiri dari 8 artikel internasional dan 10 artikel Nasional penelusuran dengan mempergunakan google scholar dan sciencedirect dengan desain penelitian kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian: Bahwa pola asuh dan komunikasi keluarga sangat berpengaruh terhadap kecerdasan emosional anak. Kesimpulan: pola asuh demoktratis akan membentuk kecedasan yang positif dan pola komunikasi dengan keluarga yang sangat membantu kecerdasan emosional lebih menekan pada pada durasi waktu interaksi anak dan orang tua. Disarankan pada orang tua untuk memperhatikan pola asuh dan komunikasi keluraga untuk mendapat anak yang cerdas secara emosiona
The analysis of spirituality of patients with HIV/AIDS in taking lessons and self-acceptance
EFEKTIVITAS INTERVENSI PSIKOEDUKASI TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT PASIEN SKIZOFRENIA
Psychoeducation is one form of intervention, both for families and clients who are part of the psychosocial therapy. Psychoeducation aims to increase knowledge about schizophrenia patients and families and to improve treatment compliance. This study aims to determine the effectiveness of psychoeducation intervention for treatment compliance of schizophrenia patient. The kind of this research is quasiexperimentalwith control group design with 16 samples that was selected by pusposive sampling, consist of 8 people was the experimental group that was given psychoeducation intervention and 8 people was the control group that was given health education. The datawas collected by filled the observation sheet as much as 12 statements. The Test that used was T-Test Independent with p value <0.05. The result of this research is the mean of treatment compliance on experimental group is 11,00 and control group 6,88. In statistic test showed that there is the significant difference between treatment compliance of schizopheria patient on experimental group and control group with p value 0,0005 (p < 0,05).Based of the result above can be concluded than psychoeducation intervention more effective to increase the treatment compliance of schizophrenia patients than health education. It is recomended to the nurse in health center to implements this psychoeducation regularly in gives nursing care to schizophrenia patients. Keywords : psychoeducation, treatment compliance, schizophreni
- …
