1,721,639 research outputs found
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN COPING STRESS PADA SANTRI PONDOK PESANTREN MAHASISWA (PPM) SULTHON AULIA JAKARTA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep diri dengan coping stress pada santri Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Sulthon Aulia Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Subjek pada penelitian ini berjumlah 31 mahasiswa yang bertempat tinggal di Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Sulthon Aulia Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan teknik Sampling Total. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner atau angket tertutup dengan menggunakan instrumen Konsep Diri dan Ways of Coping Questionnare (revised) yang telah diadaptasi oleh peneliti. Instrumen ini telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan koefisien validitas masing-masing instrument yaitu 0.36-0.66 dan 0.37-0.75 yang dinyatakan valid. Sedangkan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha dan dihasilkan reliabilitas pada variabel konsep diri sebesar 0.831 serta pada variabel coping stress sebesar 0.832 dengan kategori Reliabilitas yang Baik. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan sebesar 0.548 antara konsep diri dengan coping stress pada santri Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Sulthon Aulia Jakarta Timur dengan kategori Sedang. Hasil menunjukkan bahwa konsep diri santri Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Sulthon Aulia memperoleh skor rata-rata sebesar 101.16 dan skor rata-rata pada coping stress sebesar 117.83 yang termasuk dalam kategori Sedang. ***** This research aims to analyze the relationship between self-concept and stress coping among students at the Sulthon Aulia Student Islamic Boarding School (PPM), East Jakarta. This research uses a correlation method with a quantitative approach. The subjects in this research were 31 students who lived at the Sulthon Aulia Student Islamic Boarding School (PPM), East Jakarta. This research uses Total Sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire or closed questionnaire using the Self Concept and Ways of Coping Questionnaire (revised) instruments which had been adapted by the researcher. This instrument has been tested for validity and reliability with the validity coefficient for each instrument, namely 0.36-0.66 and 0.37-0.75 which are declared valid. Meanwhile, the reliability test used Cronbach's Alpha and the resulting reliability was 0.831 for the self-concept variable and 0.832 for the stress coping variable with the Good Reality category. The research results obtained were that there was a positive and significant relationship of 0.548 between self-concept and stress coping among students at the Sulthon Aulia Student Islamic Boarding School (PPM), East Jakarta in the Medium category. The results show that the self-concept of students at the Sulthon Aulia Student Islamic Boarding School (PPM) obtained an average score of 101.16 and an average score for coping with stress of 117.83 which is included in the Medium category
Peningkatan Kemampuan Berkomunikasi Melalui Metode Bercerita dengan Menggunakan Media Boneka Tangan Pada Anak Kelompok B2 Di TK Ilmu Al Qur'an Sempusari Kaliwates Jember Tahun Pelajaran 2015/2016
Penelitian ini dilaksanakan di TK Ilmu Al Qur'an Sempusari Kaliwates Jember tahun pelajaran 2015/2016 dengan menerapkan media boneka tangan dalam metode bercerita untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak kelompok B2 yang masih kurang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak kelompok B2 dan peningkatan kemampuan berkomunikasi pada anak kelompok B2 melalui metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan. Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B2 TK Ilmu Al Qur'an Sempusari Kaliwates Jember dengan jumlah anak 20 yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, dokumentasi, observasi, dan tes. Hasil observasi dan tes kemampuan berkomunikasi anak dianalisis secara statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui kemampuan berkomunikasi anak kelompok B2 mengalami peningkatan dengan kualifikasi sangat baik. Hasil pada siklus I meningkat yaitu yang tuntas 84,2% dan yang tidak tuntas 15,8%, sedangkan pada siklus II yang tuntas 94,4% dan yang tidak tuntas 5,6%
PROFIL KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA ASRAMA ISLAM SULTHON AULIA JAKARTA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kesejahteraan psikologis mahasiswa Asrama Islam Sulthon Aulia. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan responden sebanyak 45 mahasiswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobabilty sampling dengan jenis sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah Scale of Psychological Well-Being yang telah diadaptasi ke bahasa Indonesia dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 56% mahasiswa memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi. Kesejahteraan psikologis tinggi ditandai dengan kemampuan dalam penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, mandiri, mengalami pertumbuhan pribadi, memiliki tujuan dalam hidup, serta menguasai lingkungannya. Sebesar 44% mahasiswa memiliki kesejahteraan psikologis yang rendah. Hal ini ditandai dengan kemampuan yang kurang dalam penerimaan diri, berhubungan dengan orang lain, tidak dapat mandiri, tidak mengalami pertumbuhan pribadi yang baik, serta tidak mampu menguasai lingkungannya. Dimensi tertinggi yaitu penerimaan diri, hubungan positif, otonomi, dan tujuan dalam hidup. Dimensi terendah yaitu pertumbuhan pribadi dan penguasaan lingkungan.
Kata kunci: Kesejahteraan Psikologis, Dewasa Awal, Mahasiswa, Asrama Islam.
This study aims to describe psychological well-being profile among Sulthon Aulia Islamic Boarding School students.The sampling technique used is nonprobability sampling with saturated technique sample. The research method used is surveyed on 45 students at Sulthon Aulia Islamic Boarding School. The instrument used is Scale of Psychological Well-Being which has adapted to Bahasa and has been analyzed using descriptive analysis. The result of this study shows that 56% of students at Sulthon Aulia Islamic Boarding School have high psychological well-being. Student who gets high psychological well-being is characterized by the ability to accept themselves as they are, to build a positive relationships toward others, to be independent, to experience personal growth, to have a purpose in life, and to have control in their environment. Another result shows that 44% of students have lower psychological well-being that characterized by a lack of ability in self-acceptance, relating to other people, not being able to be independent, not experiencing personal growth, and not being able to control the environment. The highest dimensions are self-acceptance, positive relationships, autonomy, and purpose in life. The lowest dimensions are personal growth and environmental mastery.
Keywords: Psychological Well-Being, Early Adulthood, College Student, Islamic Boarding School
Penyebab Putus Sekolah pada Anak Usia Sekolah Pendidikan Dasar Tahun 2013-2015 Ditinjau dari Perspektif Etnosains dan Cara Mengatasinya (Studi Kasus di Kec. Arjasa Kab. Jember Tahun 2016)
Pemerataan pendidikan yang diprogramkan sejak dulu belum tercapai, karena di Kec. Arjasa masih ada putus sekolah. Pertanyaannya, mengapa masih ada putus sekolah? Perlu dicari tahu alasan masyarakat tidak bisa menjalani wajib belajar. Permasalahan penelitian ini adalah apakah penyebab putus sekolah pada anak usia pendidikan dasar di Kec. Arjasa tahun 2013-2015 ditinjau dari perspektif etnosains, dan bagaimana cara mengatasinya? Tujuan penelitian ini mengeksplorasi dan mendeskripsikan penyebab putus sekolah pada anak usia pendidikan dasar di Kec Arjasa dari sudut pandang etnosains serta memberikan rekomendasi alternatif pemecahannya. Penelitian ini dilaksanakan di seluruh desa dengan responden 15 orang. Metode pengambilan data adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Pengambilan data untuk dianalisis berlangsung tanggal 2-12 April 2016. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan deskriptif kualitatif. Hasil analisis mengungkapkan, alasan anak berhenti bersekolah adalah ketidakcocokan siswa dengan sekolah, difabelitas, dropout, dan kurangnya pengawasan orangtua. Alasan orangtua tidak menyekolahkan anak karena rendahnya motivasi anak dan penghasilan orangtua rendah. 50% responden memandang anak berhenti sekolah karena bersekolahnya sudah cukup dan saatnya bekerja, 17% berpendapat karena akan dinikahkan, dan 33% sisanya berpendapat dengan bersekolah belum tentu mendapat pekerjaan yang diinginkan. Kesimpulannya adalah bahwa penyebab putus sekolah menurut perspektif etnosains di lokasi penelitian adalah: ketidakcocokan anak dengan sekolah, anggapan bahwa anak sudah memasuki usia kerja, memprioritaskan kepentingan, pernikahan dini, dan kentalnya orientasi “kebendaan” di masyarakat. Cara mengatasi putus sekolah adalah sosialisasi kepada orangtua/masyarakat dan pemberian bantuan. Adapun cara mengelola anak yang sudah putus sekolah, adalah pengajaran teman sebaya, SMP Terbuka, kejar paket, pelatihan karir, dan memberdayakan orang yang dituakan
PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN IPA TOPIK ENERGI ALTERNATIF BERORIENTASI PADA PEMBELAJARAN BERSAMA ALAM UNTUK KELAS IV SDN PAKIS 3, JEMBER.
embelajaran IPA menuntut pelaksanaanya dilakukan secara inkuari, hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami materi yang disampaikan dengan lebih mendalam. Melalui pembelajaran bersama alam siswa didorong untuk menemukan konsep – konsep IPA dengan melakukan pengamatan secara langsung pada alam sekitar, sehingga siswa tidak hanya mengetahui teori – teori dari buku saja melainkan juga didapat dari mengamati dan memahaminya secara langsung dari lingkungan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dari proses pengembangan pembelajaran IPA dengan berorientasi pada pembelajaran bersama alam serta mengetahui tingkat keefektifannya. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan uji validitas perangkat, observasi, angket, dokumentasi, dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis data uji validitas perangkat pembelajaran memperoleh nilai sebesar 84% dan 86% untuk kategori sangat layak, dalam segi kepraktisan perangkat dapat dikatakan praktis dengan mengacu pada aktifitas siswa sebesar 84% untuk kategori aktif, serta angket siswa sebesar 96% yang menunjukkan siswa senang dengan pembelajaran bersama alam, serta dalam segi keefektifan perangkat berada dalam kategori tinggi dengan nilai keefektifan relatif sebesar 81.6%, dan ditunjukkan dengan meningkatnya ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 85.7%. Dapat disimpulkan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan adalah perangkat pembelajaran yang layak digunakan untuk pembelajaran IPA berorientasi pada pembelajaran bersama alam
Pengaruh Penerapan Metode Problem Solving Berbantuan Media Flashcard terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Mata Pelajaran PKn Pokok Bahasan Peraturan Perundang-undangan di SDN Kepatihan 06 Jember
Metode problem solving merupakan metode pembelajaran yang dapat melatih siswa untuk menyelesaikan masalah nyata dalam kehidupan sehari-hari dengan pemecahan yang terbaik. Penerapan metode problem solving berbantuan media flashcard akan memberikan gambaran secara jelas tentang permasalahan peraturan perundang-undangan yang akan didiskusikan melalui kegiatan diskusi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif yang signifikan dari penerapan metode problem solving berbantuan media flashcard terhadap hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran PKn pokok bahasan peraturan perundang-undangan di SDN Kepatihan 06 Jember. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kepatihan 06 Jember dengan subyek penelitian yaitu seluruh siswa kelas V yang terdiri dari kelas VA dan VB yang berjumlah 78 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pola pre- test post-test control group design. Pengumpulan data menggunakan metode tes yang berupa tes obyektif pada pre-test dan post-test. Skor tes siswa berupa selisih antara nilai rata-rata pre-test dan post-test pada kelas eksperimen yaitu 18,789 sedangkan pada kelas kontrol yaitu 8,75. Data tersebut kemudian dianalisis dengan uji-t menggunakan program SPSS versi 14.00, diperoleh hasil t-hitung sebesar 7,260. Nilai keefektifan relatif (ER) yaitu 72, 908%. Hasil perhitungan uji-t di konsultasikan dengan t-tabel pada db = 76, taraf signifikansi 5%, sehingga diperoleh nilai t-tabel = 1,6675; dapat diketahui bahwa t-hitung > t-tabel (7,260 > 1,6675), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan dari penerapan metode problem solving berbantuan media flashcard terhadap hasil belajar siswa kelas V mata pelajaran PKn pokok bahasan peraturan perundang-undangan di SDN Kepatihan 06 Jember
- …
