17 research outputs found

    Kesetaraan Kuat Tekan Batu Bata (Press) Asal Bangsal Mojosari Kabupaten Mojokerto Terhadap Kuat Tekan Spesi Campuran Semen, Kapur, dan Pasir untuk Pasangan Bata

    Get PDF
    Pasangan batu bata merupakan material bangunan yang selalu dipergunakan khususnya untuk dinding rumah tinggal maupun gedung bertingkat. Elemen pasangan batu bata terdiri dari batu bata dan perekat (spesi), yang dipakai sehari-hari dalam pelaksanaan baik sebagai dinding penyekat maupun pemikul beban. Batu bata yang dipakai berasal dari daerah yang berbeda-beda, serta cara pembuatan dan spesi yang dipergunakan juga dari bahan dan komposisi campuran yang berbeda-beda. Sehingga dalam pasangan batu bata tersebut kemungkinan batu batanya lebih kuat dari spesinya atau sebaliknya spesinya lebih kuat dari pada batu batanya. Dalam penelitian ini dilakukan pengetesan kuat tekan 30 benda uji batu bata yang diambil secara random pada 6 lokasi pembuatan dari Bangsal Mojosari Kabupaten Mojokerto yang berukuran 19 cm x 9,5 cm x 4,5 cm dan akan disetarakan kuat tekanannya dengan spesi hasil penelitian terdahulu (Sukobar, 1995) campuran 5 bagian kapur : 15 bagian pasir dan 1 bagian semen (PC) tipe 1 yang kadar/bagian semennya diubah-ubah dari 0,6 bagian sampai dengan 1,3 bagian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kuat tekan rata-rata dari 30 benda uji batu bata Press dari Bangsal Mojosari Kabupaten Mojokerto adalah sebesar 149.85 kg/cm2, dengan menggunakan persamaan regresi hasil penelitian terdahulu (Sukobar, 1995) maka kekuatan tekannya setara dengan spesi campuran 5 bagian kapur : 15 bagian pasir dan 8 bagian semen. Model regresi kuat tekan spesi terhadap kadar semen adalah Y = 2,66 + 9,07 X, dimana Y adalah nilai kuat tekan dan X adalah nilai kadar semen. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa apabila membuat pasangan batu bata menggunakan batu bata Press dari Mojosari, maka spesinya menggunakan campuran 5 bagian kapur : 15 bagian pasir : 16 bagian semen agar kekuatan tekannya setara atau kuat tekan rata-rata batu bata (Press) dari Bangsal Mojosari setara dengan spesi campuran 5 bagian kapur : 15 bagian pasir : 16 bagian semen (PC) tipe 1

    Identifikasi Potensi Sumber Daya Air Kabupaten Pasuruan

    No full text

    Identifikasi Potensi Sumber Daya Air Kabupaten Pasuruan

    Get PDF
    Identifikasi Potensi Sumber Daya Air perlu dilakukan karena air merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Potensi air secara keseluruhan terdiri dari air permukaan dan air bawah tanah, air permukaan dapat langsung mengalir ke laut melalui permukaan tanah, sedangkan air bawah tanah adalah cadangan air yang ada dalam tanah dan dapat keluar ke permukaan tanah berupa sumber – sumber air. Dengan diketahuinya kapasitas air permukaan dan air bawah tanah diharapkan dapat memaksimalkan hasil manajemen sumber daya air. Metodologi Indentifikasi Potensi Sumber Daya Air Kabupaten Pasuruan adalah dengan cara melakukan studi teoritis, pengamatan lapangan (survey) dan investigasi untuk mendapatkan data (informasi) yang berkaitan dengan keperluan analisa dan kajian. Beberapa data sekunder yang dibutuhkan antara lain data klimatologi, data/peta geologi, data/peta hidrologi, Curah Hujan dll. Data primer dapat diperoleh dari : Survey Sumber – sumber Air, Survey/Pengukuran Geolistrik, Citra Satelit (LandSat/RadarSat). Dari hasil identifikasi tersebut di Kabupaten Pasuruan ternyata mempunyai kapasitas air permukaan 4.933.876.748 m3 / tahun, kapasitas air bawah tanah 629.946.438 m3/ tahun dengan total volume air tanah yang ada di dalam akuifer adalah sebesar 1.826.699.720 m3

    Perencanaan/Pengendalian dan Pengembangan Potensi Sumber Daya Air Kabupaten Pasuruan

    Get PDF
    Air merupkan salah satu kebutuhan pokok bagi kehidupan sehari – hari. Oleh karena itu Pengolahan Sumber Daya Air perlu dilakukan agar potensi sumber daya air yang ada dapat dipergunakan dengan baik (tidak mengakibatkan efek negatife pada lingkungan yang akan menggangu kelangsungan ketersediaan sumber daya air).Pengolahan sumber daya air tergantung pada potensi sumber daya air yang ada dan kebutuhan air yang akan digunakan. Potensi sumber daya air terdiri dari air permukaan dan air bawah tanah, sedangkan kebutuhan air terdiri dari kebutuhan air bersih, kebutuhan air industri dan kebutuhan air pertanian.Dalam studi pengelolaan potensi sumber daya air di Kabupaten Pasuruan dilakukan penggabungan pengelolaan data identifikasi potensi sumber daya air dengan proyeksi kebutuhan air sampai dengan tahun 2012. Maka diperoleh  identifikasi potensi sumber daya air mempunyai kapasitas air permukaan 4.933.876.748 m3 / tahun, kapasitas air bawah tanah 629.946.438 m3 / tahun. Sedangkan untuk  proyeksi kebutuhan air diperoleh Kebutuhan air Domestik = 137.870.812 m3/Tahun atau 4.371,85 liter/detik, Kebutuhan Air Industri = 9.159.675  m3/Tahun atau 290,45 liter/detik, Kebutuhan Air Pertanian = 2.955.009.359 m3/Tahun atau 93.702,73 liter/detik. Jadi Total kebutuhan air di Kabupaten Pasuruan sampai tahun 2012 adalah 3.102.039.846 m3/Tahun atau 98.365,04 liter/detik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kebutuhan air bersih dan air industri di Kabupaten Pasuruan dapat dipenuhi oleh Air Bawah Tanah. Kebutuhan air bersih, air industri dan air pertaniaan di Kabupaten Pasuruan dapat dipenuhi oleh Air Bawah Tanah dan Air Permukaan. Di musim kemarau sumber daya air di Kabupaten Pasuruan tidak dapat memenuhi kebutuhan air yang ada di Kabupaten Pasuruan sehingga perlu dibangun sarana penampung air/reservoar (waduk/dam/embung)

    Studi dan Kajian Ekonomis Pengembangan Pelabuhan Niaga Kabupaten Rembang Propinsi Jawa Tengah

    Get PDF
    Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang otonomi daerah yang luas telah menyadarkan dan menggugah pemerintah daerah akan pentingnya menggali dan mengembangkan potensi daerah yang selama ini belum tergali secara maksimal. Rencana pengembangan Pelabuhan Niaga merupakan salah satu upaya yang dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan untuk masyarakat Kabupaten Rembang dan sekitarnya. Posisi Kabupaten Rembang berada di antara 1110.00’–1110.30’ BT dan 60.30’–70.60’ LS yang diapit oleh dua pelabuhan besar, yaitu Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, menyebabkan posisi Pelabuhan Rembang menjadi cukup strategis. Untuk mengetahui kelayakannya,maka dalam studi ini di susun sebuah rencana pengembangan pelabuhan dengan pentahapan jangka awal (Tahun 2008–2020), jangka menengah (Tahun 2021–2030) dan jangka akhir (Tahun 2031–2038). Untuk menilai kelayakan secara ekonomi dipergunakan indikator Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back Period (PBP). Berdasarkan analisa pertumbuhan/proyeksi arus barang, arus kapal, pendapatan dan biaya investasi selama periode tahun 2008 sampai tahun 2038 diperoleh hasil bahwa nilai NPV positif (NPV > 0), nilai B/C = 1,014 (B/C >1), nilai IRR = 12,2951% (IRR >I = 12%), jangka waktu pengembalian investasi atau Pay Back Period selama 11 tahun atau pada tahun 2019. Dari hasil perhitungan tersebut secara financial Pengembangan Pelabuhan Niaga di Kabupaten Rembang layak untuk di laksanakan

    Analisis Biaya dan Waktu Pelaksanaan Metode Alternatif Hollow Core Slab pada Gedung Apartemen Surabaya

    Get PDF
    Pemilihan metode pelaksanaan sangat berperan besar terhadap anggaran biaya dan waktu pelaksanaan proyek konstruksi. Beton pracetak merupakan salah satu metode pelaksanaan yang mulai menggantikan metode konvensional. Penerapan beton pracetak dianggap akan menghasilkan waktu pelaksanaan dengan durasi lebih cepat juga dapat mengurangi biaya pemakaian bekisting. Pada penelitian ini digunakan salah satu jenis beton pracetak yaitu hollow core slab sebagai metode alternatif dari pelat konvensional. Perhitungan biaya dan waktu pelaksanaan dihitung berdasarkan literatur yang digunakan maupun peraturan yang berlaku untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan kondisi lapangan. Adapun untuk perhitungan waktu hingga penyusuanan jadwal proyek digunakan alat bantu Microsoft Project. Berdasarkan hasil analisis perhitungan diketahui waktu pelaksanaan proyek Apartemen Grand Stand Surabaya lantai 21-30 dengan metode alternatif hollow core slab mencapai 245 hari kerja dengan biaya total proyek sebesar Rp. 12,388,437,000.00. Sedangkan data perhitungan berdasarkan dokumen dari kontraktor untuk metode konvensional dengan lantai yang sama mencapai 247 hari kerja dengan biaya total proyek sebesar Rp. 14,108,921,393.67
    corecore