65 research outputs found

    PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN TERPADU PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PGSD UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

    No full text
    Dadang Sukirman. 2015. Pengembangan Model Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran Terpadu Pada Mahasiswa Program Studi S1 PGSD Universitas Pendidikan Indonesia. Penelitian ini didasarkan pada latar belakang bahwa mahasiswa lulusan program studi S1- PGSD dipersiapkan memiliki kemampuan profesional melaksanakan pembelajaran tematik di SD, sebagai bagian integral dari model pembelajaran terpadu. Akan tetapi sampai saat ini mahasiswa maupun para guru yang sudah mengajar di SD, masih mengalami kesulitan, sehingga belum efektinya penerapan model pemebelajaran terpadu. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menghasilkan “Model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa program S1-PGSD melaksanakan pembelajaran terpadu”. Subjek penelitian adalah mahasiswa program S1-PGSD kampus bumi siliwangi dan kampus Cibiru. Metode penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R & D). Analisis data menggunakan teknik persentase, analisis perbedaan lebih dari 2 rata-rata menggunakan uji ANOVA, analisis regresi multipel dengan bantuan SPSS versi 19. Hasil pengujian dan analisis data ternyata Model Pembelajaran Terpadu Berbasis Brainstorming (MPTBB), efektif dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa program S1-PGSD melaksanakan model pembelajaran terpadu. Melalui MPTBB dengan tahapan 1) menjelaskan tujuan, 2) memberikan stimulus bervariasi, 3) mengumpulkan data/informasi, 4) membuat struktur atau peta konsep, 5) memilih konsep, data yang memiliki keterkaitan, 6) elaborasi. Mahasiswa lebih mudah dalam memadukan berbagai konsep baik yang terdapat secara intra maupun antar mata pelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut direkomendasikan untuk meningkatkan kemampuan mengajar model pembelajaran terpadu, mahasiswa harus ditingkatkan penguasaan dan pemahaman terhadap berbagai jenis metode dan strategi pembelajaran, sehingga mahasiswa memiliki banyak pilihan menggunakan metode pembelajaran untuk menerapkan model pembelajaran terpadu secara efektif . Rekomendasi bagi peneliti lain agar mencobakan dengan menggunakan metode yang berbeda pada tema yang berbada pula. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Pembelajaran Terpadu, Brainstorming DadangSukirman. 2015. Developing a Learning Model to Improve the Skills of Implementing Integrated Learning among Students of Undergraduate Study Program of Primary School Teacher Education, Indonesia University of Education. The research is prompted by the fact that students of the Undergraduate Study Program of Primary School Teacher Education (henceforth S1-PGSD) are prepared to be graduates who have professional skills in implementing thematic teaching and learning in primary schools, which is an inseparable part of integrated learning model. However, there are many pre-service teachers and even teachers of primary school who still experience difficulties, thereby causing the ineffectiveness of integrated learning model implementation. Therefore, the research aims to produce “A learning model that can improve the skill of students of S1-PGSD to implement integrated learning.” The research subjects consisted of students of S1-PGSD UPI of Bumi Siliwangi Campus and Cibiru Campus. The research adopted research and development (R&D) method. The data were analyzed with percentage technique, ANOVA test difference of two means, and multiple regression analysis with the aid of SPSS version 19. Test and data analysis proved that Brainstorming-Based Integrated Learning Model (BBILM) is effective in improving the ability of S1-PGSD students in implementing integrated learning model. Through BBILM, with the stages of 1) Explaining aims, 2) giving various stimulations, 3) collecting data/information, 4) structuring or concept mapping, 5) selecting related concept and data, and 6) elaboration, students can more easily combine various concepts, both intra and extracurricular subjects. Based on the research results, it is recommended that the ability to teach integrated learning model should be improved, so that students will have improved mastery and understanding of various learning methods and strategies, enabling them to have a large repertoire of learning methods to implement integrated learning model effectively. Future researchers are recommended to further test different methods with different themes. Keywords: Learning Model, Integrated Learning, Brainstormin

    Pembelajaran Mikro

    No full text
    iv, 258 p. ; 24 cm

    The effectiveness socialization of the Kurikulum Merdeka independently change in high schools Siak District

    Full text link
    In the 2022/2023 school year, the Ministry of Education, Culture, and Research provides an opportunity for schools not Sekolah Penggerak to implement the Kurikulum Merdeka independently. Government support for schools that implement the IKM independently change is provided primarily by the Platform Merdeka Mengajar (PMM). In PMM, all information about the Kurikulum Merdeka is available and can accessed by teachers and schools. Socialization of the Kurikulum Merdeka is no longer provided through training and education, but teachers and schools learn independently by accessing the platform. Although PMM is a breakthrough in the world of Indonesian education, the implementation at the education unit level still reaps the pros and cons. There are still many teachers in Indonesia who are unaware of this government program regarding PMM. Using a qualitative method, the author wants to know how the effectiveness of the socialization of the Kurikulum Merdeka through PMM in schools in Siak District that implement the Kurikulum Merdeka through independent change. The results showed that using PMM in these schools was not optimal, teachers preferred that the socialization be carried out face-to-face with a capabilities trainer.   Abstrak Pada tahun ajaran 2022/2023 Kemendikbudristek memberi kesempatan kepada sekolah yang bukan Sekolah Penggerak untuk menerapkan Kurikulum Merdeka secara mandiri. Dukungan utama yang diberikan pemerintah kepada sekolah yang menerapkan IKM jalur mandiri adalah dengan menyediakan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Di PMM tersedia semua informasi tentang Kurikulum Merdeka yang bisa diakses oleh guru dan sekolah. Sosialisasi mengenai Kurikulum Merdeka tidak lagi diberikan melalui diklat-diklat dan pelatihan berjenjang, melainkan guru dan sekolah belajar mandiri dengan mengakses platform tersebut. Walaupun PMM merupakan terobosan baru di dunia pendidikan Indonesia, tetapi penerapan dan penggunaannya di lapangan, masih menuai pro dan kontra. Masih banyak guru-guru di Indonesia yang belum mengetahui program pemerintah mengenai PMM ini. Dengan menggunakan metode kualitatif, penulis ingin mengetahui bagaimana efektivitas sosialisasi Kurikulum Merdeka melalui PMM di sekolah-sekolah di Kabupaten Siak yang menerapkan Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri berubah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PMM di sekolah-sekolah tersebut belum maksimal, masih banyak guru yang tidak mengetahui keberadaan PMM tersebut, guru-guru lebih memilih sosialisasi dilakukan secara tatap muka dengan narasumber yang mempunyai kapabilitas di bidangnya. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; Platform Merdeka Mengajar; sosialisasi Kurikulum Merdek

    Perencanaan pembelajaran

    No full text
    v, 148 p. ; 24 cm

    Perencanaan pembelajaran

    No full text
    Perencanaan pembelajaran merupakan panduan bagi guru dan siswa dalam melaksanakan proses belajar mengajar.v, 147 hlm.: ilus.; 24 cm

    URGENSI PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM LAYANAN INFORMASI PUBLIK PADA MASA PANDEMI

    Full text link
    The Covid 19 pandemic began to occur in early 2020 in Indonesia. This incident was the beginning of the imposition of activity restrictions and direct interaction to maintain distance and reduce activities outside the house. This led to adjustments so that activities could run as they should. Services provided face-to-face are subject to restrictions. One of the solutions to overcome this problem is online services based on information technology. One of them is to develop services by utilizing internet-based technology. The Integrated Service Unit at UPI is an institution that has duties and functions in service to users, both the academic community and the general public. In carrying out its duties, ULT UPI needs to develop and innovate so that it can satisfy users. In carrying out its main task, it needs to be supported by facilities or instruments that assist in the effort to provide excellent service to stakeholders. The purpose of this research is to determine the extent to which ULT services can provide excellent service for users by developing using information technology. The population of this study was 7000 users and using the Yamane formula obtained 380 respondents. The results showed that the description of the information services needed by the public through ULT services in a summary graph of the distribution of information services needed by the public through ULT services with a response value of Very Satisfied in the good category, Satisfied was in the very good category, the rest were in the moderate category. The results showed that the ULT service gave the highest user satisfaction in the satisfied category. Thus, ULT services have provided services that provide satisfaction to users in the good category. While the dissatisfaction response for ULT services is the lowest value. Pandemi Covid 19 mulai terjadi pada awal tahun 2020 di Indonesia. Peristiwa ini menjadi awal diberlakukannya pembatasan aktivitas dan interaksi langsung menjadi menjaga jarak dan mengurangi aktivitas keluar rumah. Hal ini menyebabkan penyesuaian agar aktivitas dapat berjalan sebagai mana mestinya. Pelayanan yang dilakukan melalui tatap muka dilakukan pembatasan. Salah satu solusi yang dilakukan dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah pelayanan online berbasis teknologi informasi. Salah satunya adalah dengan melakukan pengembangan layanan dengan memanfaatkan teknologi berbasis internet. Unit Layanan Terpadu di UPI merupakan lembaga yang mempunyai tugas dan fungsi dalam pelayanan kepada pengguna baik civitas akademika maupun masyarakat umum. Dalam melaksanakan tugas utamanya, perlu didukung dengan fasilitas atau instrumen yang membantu dalam upaya memberikan pelayanan prima kepada stakeholder. Tujuan Penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui sejauhmana layanan ULT dapat memberikan layanan prima bagi pengguna dengan pengembangan menggunakan teknologi informasi. Populasi penelitian ini sebanyak 7000 pengguna, dengan menggunakan rumus Yamane diperoleh 380 orang responden. Hasil penelitian diperoleh hasil bahwa didapatkan gambaran layanan Informasi yang dibutuhkan publik melalui layanan ULT dalam grafik ringkasan sebaran layanan Informasi yang dibutuhkan publik melalui layanan ULT dengan nilai respon Sangat Puas dalam kategori baik, Puas berada pada kategori sangat baik, sisanya adalah kategori cukup. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa layanan ULT memberikan kepuasan pada pengguna tertinggi terdapat pada kategori puas. Dengan demikian layanan ULT telah memberikan layanan yang memberikan kepuasan pada pengguna/user pada kategori baik. Sedangkan respon ketidakpuasan untuk layanan ULT berada dengan nilai terendah

    RANCANG BANGUN SEPEDA PENARIK GEROBAK BEBAN KAPASITAS 200 KG (PERAWATAN DAN PERBAIKAN)

    Full text link
    Bicycle Design of Load Carriage Towing Capacity 200 kg (2014: 64 Pages + XXX + + List of Tables List of Figures Abstract) DADANG SAPUTRA 0610 3020 0819 MAJORING IN MECHANICAL ENGINEERING STATE POLYTECHNIC OF SRIWIJAYA The main goal of the design bicycle towing a cart load capacity of 200 kg is to assist the process of removal tools and spare parts maintenance and repair garage with workshop tools carts containing average human strength. Currently bike towing carts are still not widely used because of its use in the workshop environment is still using conventional principles. The author would like to know is it possible to create a vehicle that is effective, efficient, low cost and used. The design of this wagon towing bike done by designing a three-wheeled vehicle and two wheels in the rear as the anchoring point of the total weight. Equipment-equipment that is planned to design a bicycle towing a wagon load capacity is 200 kg tread on the crank driving force for 1529.1575 N. In planning a bicycle towing a wagon, there are two parts that do care, which is care planned (Planned Maintenance) and treatment unplanned (unplanned Maintenance), elements that should be taken into account is the frame (chassis), chain and sprockets, shafts, bearings, steering system (steering) and the welding strength

    Pembelajaran mikro

    No full text
    iii, 258 hlm., 27cm

    Profil Kemandirian Belajar Mahasiswa Bimbingan dan Konseling

    No full text
    Kurikulum pada kelas inklusif dikembangkan dengan mengikuti kebutuhan dan kondisi masing-masing anak. Dengan demikian kurikulum yang digunakan adalah kurikulum modifikasi dan sebagai perwujudan sekolah ramah anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi kurikulum pada sekolah penyelenggara pendidikan inklusif terkait aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran serta faktor pendukung dan penghambat penyelenggaraan pendidikan inklusif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, dan pendekatan kualitatif yang dilakukan di dua Sekolah Dasar Negeri penyelenggara pendidikan inklusif di Kota Bandung. Penggalian data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a) sekolah pertama belum melakukan penyelarasan kurikulum, sedangkan sekolah kedua sudah melakukan penyelarasan kurikulum dengan cara melakukan asesmen-mengembangkan program pembelajaran individual-diskusi dengan orang tua, guru kelas, dan kepala sekolah; b) kedua sekolah melakukan penyesuaian pelaksanaan pembelajaran pada pemberian materi dan evaluasi hasil belajar. Sekolah pertama, pada pelaksanaan pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh guru kelas sepenuhnya. Sekolah kedua, pelaksanaan pembelajaran dipimpin oleh guru kelas, namun bagi peserta didik berkebutuhan khusus yang menerima materi di bawah kelas, saat pembelajaran dibimbing oleh guru pendamping khusus; c) evaluasi pembelajaran dilakukan dengan penyesuaian tingkat kesulitan pertanyaan, jumlah soal, dan cara menjawab pertanyaan disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. d) dukungan pimpinan, rekan sejawat dan orang tua murid sangat dirasakan, sedangkan beberapa faktor yang menghambat adalah masih terdapat kebijakan yang belum komprehensif, masyarakat yang belum paham, perencanaan penyelarasan kurikulum yang belum di supervisi, sarana dan prasarana yang kurang memadai. Rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah pemerintah melakukan sosialisasi kebijakan keseluruh pelaksana kebijakan, memperhatikan kompetensi sumber daya manusia, serta melakukan supervisi implementasi pendidikan inklusif, memberikan aturan jelas terkait dokumentasi kurikulum pendidikan inklusif.Curriculum implementation in inclusive schoolsThe curriculum in inclusive classes is developed by following the needs and conditions of each child, thus the curriculum used is a modified curriculum and the realization of a child-friendly school. This study aims to look at the implementation of the curriculum in schools providing inclusive education related to aspects of planning, implementing and evaluating learning as well as supporting factors and obstacles to the implementation of inclusive education. This research was conducted using descriptive methods, and a qualitative approach that was carried out in two public elementary schools providing inclusive education in the city of Bandung. Researcher collect data using interview, observation and document study techniques. The results is a) the first school had not yet conducted curriculum alignment, while the second school had aligned the curriculum with developing individual education program, by step, assement-individual learning program-discussion the program with parents, class teachers, and principal. b) the implementation of learning in these two schools has made adjustments to the provision of content and evaluation of learning outcomes. The first school, in the implementation of classroom learning is carried out by class teacher fully. The second school, the implementation of learning is led by the class teacher, but for students with special needs who receive the material under the class, when learning is guided by a special mentoring teacher. c) Learning evaluation is adjusted to the level of difficulty of the question, number of questions, and how to answer questions is modified by looking at students' abilities. d) Support of the leaders, peers and parents is very felt, while some factors that hinder are that there are still policies that are not comprehensive, people who do not understand, the document of modified curricula have not been supervised, inadequate facilities and infrastructure. The recommendation from the results of this study is that the government disseminates policies to all policy implementers, paying attention to the competence of human resources, as well as supervising the implementation of inclusive education, providing clear rules regarding inclusive education curriculum documentation
    corecore