1,721,128 research outputs found
TOLERANSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) TERHADAP BEBERAPA KONSENTRASI ION LOGAM BESI (Fe) PADA PEMBERIAN PUPUK KOMPOS
Penelitian bertujuan untuk mengkaji respon pertumbuhan tanaman kedelai
(Glycine max L.), produksi dan kualitas kedelai terhadap konsentrasi logam besi,
pengaruh pemberian pupuk kompos dan pengaruh interaksi ion logam dan
pemberian pupuk kompos. Penelitian dilakukan di Rumah Kasa dan Laboratorium
Terpadu Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (BALINGTAN) Pati, Jawa
Tengah dari bulan September - Desember 2017. Bahan yang digunakan dalam
penelitian adalah biji kedelai varietas Dering, padatan logam besi, tanah, kompos,
pupuk NPK. Alat yang digunakan yaitu pot, timbangan, cangkul, cetok, label,
oven, shaker, nampan, motar, forteks, AAS. Rancangan dasar yang digunakan
dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 4x2 dengan 3
ulangan. Faktor pertama yaitu konsentrasi cemaran ion logam besi (Fe) terdiri 0,
100, 200, 300 ppm, dan faktor kedua adalah pemberian pupuk kompos terdiri dari
tanpa pemberian pupuk kompos (0 kg) dan pemberian pupuk kompos 1 kg.
Penelitian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu tahap persiapan media tanam,
perlakuan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pengamatan. Persiapan
media tanam dengan memasukkan tanah ke dalam pot. Tanah yang berada di pot
selanjutnya diberi cemaran logam besi sesuai dengan perlakuan. Tanah yang
dicemari logam besi diinkubasi selama 4 hari dan dilakukan pengadukan dua kali
sehari agar cemaran besi homogen. Pemberian pupuk kompos dilakukan sesuai
perlakuan setelah selesai perlakuan. Penanaman benih kedelai dilakukan 1 minggu
setelah pemberian pupuk kompos. Perawatan tanaman kedelai dilakukan dengan
menyiram tanaman, membersihkan gulma yang ada, pengendalian hama serta
pemupukan. Tahap terakhir yaitu pemanenan yang dilakukan pada 81 hari setelah
tanam (HST). Parameter yang diamati yaitu daya berkecambah, tinggi tanaman,
jumlah daun, waktu berbunga, jumlah polong isi dan hampa pertanaman, bobot
100 biji, kandungan besi pada biji serta kandungan besi pada daun. Data hasil
pengamatan dianalisis dengan anova dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda
Duncan (Duncan’s Multiple Range Test = DMRT) pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase pertumbuhan (daya kecambah,
tinggi tanaman, jumlah daun dan waktu berbunga) pada perlakuan pemberian
kompos (1 kg) memberikan pengaruh lebih baik di bandingkan dengan tanpa
pemberian kompos (0 kg) pada berbagai konsentrasi cemaran besi. Tanaman
kedelai dengan perlakuan tanpa pemberian kompos (0 kg) pada semua konsentrasi
cemaran logam mati pada saat proses pembentukan polong. Perlakuan pemberian
kompos 1 kg dapat mempertahankan produksi kedelai pada konsentrasi cemaran
besi 100 ppm tetapi mengalami penurunan pada konsentrasi 200 ppm dan 300
ppm, serta biji kedelai pada pemberian kompos dan cemaran konsentrasi besi
100–300 ppm dapat dikonsumsi oleh manusia
- …
