1,721,004 research outputs found

    Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) Terhadap Profitabilitas Dengan Loan To Deposit Ratio (LDR) Sebagai Variabel Intervening (Studi Empiris Pada Sektor Perbankan Bank BUMN Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2009 – 2018)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh terhadap Profitabilitas dengan menggunakan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebagai variabel intervening. Dalam penelitian ini, Profitabilitas diukur dengan Return On Assets (ROA).Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan bank BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI)  periode 2009-2018 sebanyak 4 perusahaan, kemudian sampel ditentukan dengan metode sampling jenuh atau metode sensus yaitu dengan mengambil seluruh populasi yang terdiri dari 4 perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah uji asumsi klasik, uji parsial (uji t), analisis jalur (path analysis), dan uji sobel.Hasil uji hipotesis dan uji sobel menunjukkan bahwa: 1) CAR tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas. 2) CAR tidak berpengaruh terhadap LDR. 3) LDR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas. 4) LDR tidak mampu memediasi hubungan CAR terhadap Profitabilitas.Kata Kunci :  Capital Aadequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR),                        Profitabilitas

    Konsep Pendidikan (al-Ta’dib) untuk Membentuk Kepemimpinan Menurut al-Attas

    Full text link
    This research is try to find about relevation of education (ta’dib) concept which formulated by al-Attas as an alternative to poduce a good leadership. This research is qualitative research which used character study methodology, as well as used education philosophy, sufistic and lingusitic approach. This research is emphasize internal coherence method to analyzed data, that is understanding all of his concepts of thought based on relevance between one and the other, also establish the most basic of thought and the most central of topics. From this research, the author has discovered that ta’dib is mean instilled adab to human self. Then, leadership is trust from God, which will ask that responsibility. This leadership include two dimension, that is for individu (self) and collective (society).  This leadership is based on justice, wisdom and adab, that justice is realization of adab, in the same manner as refelction of wisdom. Therefore, wisdom (hikmah), courtesy (adab) and justice (‘adl) must be instilled to form leadership.  In the implementation of the ta'dib, there are also several things that must be considered: (1) emphasis on the soul, (2) integration between the knowledge of fardhu ‘ain and fardhu kifayah, and (3) dependence on authority. Beside that, in the implementation of the ta'dib, is use tawhid method.Â

    Urgensi Pemahaman Local Wisdom Masyarakat Dalam Proses Penyuluhan Keagamaan Di Kalangan Penyuluh Agama Islam

    No full text
    Dakwah management must be carried out in accordance with sociocultural conditions of the concerned society, which is bound to a constant  progress triggered by globalization and the advance of technology, in turn often causing a multi-dimensional crisis. On the basis of this argument, this research is aimed at exploring the ways in which a Muslim adviser (Penyuluh Agama Islam) could effectively play his counselling roles in society. By focusing on a Muslim society in Langkapura, Bandar Lampung, this paper proposes the significant use of local wisdom for every dakwah management. It argues that every religious counselling activity needs to based on a well-constructed synergy between religious teachings and local wisdom of the society in which the activity of dakwah is taking place. By doing this, this research is (expected to be) able to produce a religious counselling model with a local wisdom approach, that may be adapted in another similar context

    Agama Dan Interaksi Sosial: Potret Harmoni Beragama Di Wiyono Kabupaten Pesawaran

    No full text
    In its capacity as social beings, humans tend to relate and interact with their environment. As for social interaction, it is always preceded by social contact and communication. This contact is then followed by processes that are associative or disassociative or opposition. The associative process begins with cooperation then continues with accommodation, assimilation, and acculturation. This research focuses on efforts to portray the harmonization of religious communities in the Wiyoni area of Pesawaran District. From the results of the study it can be concluded that: Social interactions that occur are more directed at dynamic interactions where the occurrence of mutually beneficial two-way interactions that result in associative interactions that are mutually reinforcing. So that this leads to the realization of harmonization in inter-religious life. While the factors that support the occurrence of interaction are mutual respect between one religion to another (Islam and Christianity), support from religious leaders, and ethnically in the village. Wiyono is mostly Javanese who culturally promote culture of mutual respect for each other

    EVALUASI TERHADAP KINERJA MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD PADA PT. PANCA LOGAM SUKSES MANDIRI

    Full text link
    EVALUASI TERHADAP KINERJA MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD PADA PT. PANCA LOGAM SUKSES MANDIR

    SEKULARISASI DI INDONESIA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSEP KENEGARAAN

    No full text
    Sekulerisme, merupakan hal yang menunjukan sesuatu yang bersifat keduniawian, sesuatu yang dilawankan dengan selain dunia atau spiritual, dengan kata lain sekuler berarti pemisahan antara dunia dan agama, masalah dunia tetap dijadikan masalah dunia dan masalah spiritual (agama) tetap dijadikan masalah agama. Dengan demikian sekuler adalah sifat melepaskan dunia ini dari agama. Untuk itu diperlukan suatu proses, dan proses ini disebut sekulerisasi. Indonesia sebagai negara yang pluralistik, pada satu sisi memiliki penduduk muslim yang mayoritas meskipun agama lain tumbuh dan berkembang secara dinamis di bumi nusantara ini. Namun di sisi yang lain penegakkan islam sebagai dasar negara sangat sulit untuk diwujudkan. Dalam sejarah Indonesia pemikiran-pemikiran para tokoh Islam untuk menjadikan Islam sebagai azaz negara telah diwacanakan pada awal kemerdekaan Indonesia. Sehingga terjadi polemik yang panjang antara M Natsir dengan Soekarno. Perdebatan ini kemudian berkepanjangan pada siding-sidang kenegaraan yang berimplikasi pada penataan konsep kenegaraan. Sehingga pada tatanan praktis melahirkan konsep kenegaraan yang sekular dimana Islam tidak dijadikan sebagai azas utama dalam penataan kehidupan berbangsa dan bernegara

    WAWASAN AL-QUR’AN TENTANG AL-ISLAM

    No full text
     Abstrak Term “Islam” yang diungkapkan dalam al-Qur’an terdapat 23 ayat yang tersebar pada 13 surat. Dan ungkapan-ungkapan tersebut mengandung makna yang berbeda-beda.Makna yang terkandung dalam kata “Islam” di dalam al-Qur’an diantaranya mengandung makna: Menundukkan wajah, berserah diri, suci bersih, salam sejahtera, perdamaian.Sedangkan kedudukan Islam dalam al-Qur’an antara lain adalah sebagai wahyu ilahi, sebagai agama nabi dan rasul, sebagai hukum-hukum Allah, sebagai jalan yang lurus, sebagai jalan keselamatan dunia dan akhirat, sebagai agama yang benar, sebagai agama yang sempurna

    INGKAR SUNNAH ( Sejarah, Argumentasi, dan Respon Ulama Hadits)

    No full text
    Pertanda munculnya “Ingkar Sunnah” sudah ada sejak masa sahabat, ketika Imran bin Hushain (w. 52 H) sedang mengajarkan hadits, seseorang menyela untuk tidak perlu mengajarkannya, tetapi cukup dengan mengerjakan al-Qur’an saja. Menanggapi pernyataan tersebut Imran menjelaskan bahwa “kita tidak bisa membicarakan ibadah (shalat dan zakat misalnya) dengan segala syarat-syaratnya kecuali dengan petunjuk Rasulullah saw. Mendengar penjelasan tersebut, orang itu menyadari kekeliruannya dan berterima kasih kepada Imran. Sikap penampikan atau pengingkaran terhadap sunnah Rasul saw yang dilengkapi dengan argumen pengukuhan baru muncul pada penghujung abad ke-2 Hijriyah pada awal masa Abbasiyah. Pada masa ini bermunculan kelompok ingkar as-sunnah dan diikuti periode-periode berikutnya dengan bermunculan tokoh-tokoh yangmengingkari keberadaan Sunnah. Siapa saja mereka dan bagaimana respon ulama terhadap mereka  akan dibahas dalam tulisan ini

    PENYIARAN AGAMA DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi Manajemen Dakwah)

    No full text
    Cukup banyak metode yang telah dikemukakan dan dipraktikkan oleh para da‟i dalam menyampaikan dakwah, seperti ceramah, diskusi, bimbingan dan penyluhan, nasihat, panutan dan sebagainya. Dan tentu saja semuanya dapat diterapkan sesuai dengan sistuasi dan kondisi yang dihadapi. Namun demikian, metode bukanlah satu-satunya nyang dapat menetukan tingkat keberhasilan suatu dakwah yang dilakukan, keberhasilan dakwah juga ditunjang dengan berbagai aspek lainnya; seperti kepribadian (kekharismatikan) seorang da‟i, materi yang disampaikan, kondisi objek dakwah (audience), kondisi tempat dan sarana lainnya yang dapat mendukung kegiatan dakwah
    corecore