1,721,615 research outputs found

    ENT300 Dolce Amore / Nur Syafiqa Suhandi... [et.al]

    Full text link
    Our business name is Dolce Amore. Our business has been decided to be in the form of partnership, which consists of 5 members. Each partner that involve in this business had agreed to contribute RM 10,000.00 each to this business. We agreed that Nur Syafiqa Binti Suhandi as our General Manager, Nur Aidili Fadzillah Binti Abdillah as the Marketing manager, Nur Amalina Azyan Binti Jamaldin as the Operational Manager, Nurul Hasikin Binti Jamri as Administration Manager and Dewi Farima Binti Jaafar as the Financial Manager. The selection of Manager is based on their experience, skills and ability. Our main business activity, is selling and produce ice cream. The Dolce Amore is located at G3940, ground floor, ST3 Shopping Mall, Jalan Simpang Tiga, Kuching. We choose this location because it is situated in the center area of people passage from every place in Kuching and it is surrounded by residential areas, universities and colleges, schools, private and government offices, banks, shops lot and most important it is also located just opposite of the most visited and most busiest mall from day to night in Kuching which is The Spring Mall

    Kyai sebagai kekuatan politik (studi kasus keterlibatan Kyai Dedi Suhandi pada pilkada Kebupaten Serang 2010)

    No full text
    Skripsi ini yang berjudul Kyai Sebagai Kekuatan Politik (Studi Kasus Keterlibatan Kyai Dedi Suhandi Pada Pilkada Kabupaten Serang 2010) ini diangkat berdasarkan pengamatan penulis atas keterlibatan kyai dengan politik yang terjadi sekitar tahun 1970-an, seperti diketahui bahwa posisi kyai yang lebih kepada posisi homogen dan hanya pada tataran organisasi sosial, pada tahun 1970-an, kyai lebih agresif dan lebih berani untuk menonjolkan diri untuk terlibat dengan politik, bahkan kyai langsung terlibat dengan politik praktis. Hal ini ditunjukan dengan keterlibatan Kyai Dedi Suhandi dengan politik, yang di awali pada tahun 2004, sekaligus menjadi salah satu tim sukses calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Serang yang digelar pada tanggal 9 Mei 2010, keterlibatan Kyai Dedi Suhandi dengan kedua pasangan ini tidak terlepas dari sebuah kepentingan yang diperjuangkan olehnya, kyai sebagai tokoh sentral di dalam tubuh masyarakat menjadi sebuah panutan dan sandaran yang dianggap bisa membawa kepada perubahan yang lebih baik, karismatik yang dimiliki dan kepercayaan yang timbul dari masyarakat terhadap Kyai Dedi Suhandi menjadikan beliau sebagai wadah aspirasi rakyat agar bisa menyampaikannya kepada elit meperintah. Selain kepentingan halayak umum, Kyai Dedi Suhandi juga memiliki kepentingan dengan pondok pesantren yang dikelolanya, pondok pesantren Darul Anwar yang berdiri sekitar tahun1987 yang berada di kampung Nangka Beurit, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang-Banten adalah pondok pesantren yang menjadi sebuah tempat kegiatan belajar mengajar dibidang ilmu keagamaan. Pondok pesantren ini masih di bawah naungan Yayasan Mathla�ul Anwar, adalah sebuah Yayasan yang berdiri sekitar tahun 1916/10 Syawal tepatnya di kota Menes. Dengan dua nama organisasi besar tersebut, pengaruh Kyai Dedi Suhandi untuk memobilisasi masa tidak terlalu sulit, karena pada umumnya masyarakat sudah mengenal kedua organisasi besar tersebut, hal ini menjadi sebuh kemudahan bagi beliau untuk mengajak masyarakat ikut andil dalam peroses dan mendukung pasangan Pilkada yang diusung oleh Kyai Dedi Suhandi. Dari hasil itu Kyai Dedi Suhandi mampu memperoleh dukungan dari masyarakat sekitar 11,080 suara. Harapan besar yang dielukan oleh Kyai Dedi Suhandi dan masyarakat, ketika beliau terlibat dengan politik dan sekaligus menjadi tim sukses dari pasangan H. A. Taufik Nuriman dan Ratu Tatu Chasanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Serang, ialah agar aspirasi masyarakat bisa diaplikasikan oleh kedua pasangan ini ketika naik sebagai pemimpin, tidak terlepas dari kepedulian pemerintah terhadap pondok pesantren, dan lebih mengagkat nama pesantren keranah yang lebih layak, dan bisa membangun kota Serang menjadi lebih baik

    Pengembangan Modul Matematika Pada Pembelajaran Penjumlahan Bilangan Cacah Pada Kelas 1 Dengan Berbasis Discovery Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis

    No full text
    Al Muzakiyah. Nur Afidah. Pengembangan Modul Matematika Pada Pembelajaran Penjumlahan Bilangan Cacah Pada Kelas 1 Dengan Berbasis Discovery Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Pembimbing Suhandi Astuti, S.Pd, M.P.D. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengembangkan modul matematika berbasis discovery learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran penjumlahan bilangan cacah dan (2) mengevaluasi validitas modul matematika berbasis discovery learning berdasarkan uji validasi pakar. Pnelitian ini menggunakan model R&D dengan pendekatan ASSURE yang meliputi menganalisis karakteristik peserta didik, menetapkan tujuan, memilih metode, media dan materi, memanfaatkan media dan bahan, membutuhkan partisipasi, dan evaluasi dan revisi. Subjek penelitian adalah guru kelas dan peserta didik kelas 1 SD Negeri Kebowan 01 dan SD Negeri Kebowan 02, Suruh Kabupaten Semarang. Dimulai dengan studi pendahuluan dan berakhir pada tahap pengembangan dan penilaian produk, deskriptif presentase data yang diperoleh kemudian dirumuskan kebutuhan terhadap desain modul matematika dengan berbasis discovery learning pada pelajaran penjumlahan bilangan cacah dipandang efektif yang dilakukan dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ada tiga tahap utama: analisis karakteristik dan kemampuan awal peserta didik, perencanaan dan pembuatan modul matematika berbasis discovery learning, serta pengembangan melalui uji validasi pakar. (2) berdasarkan uji validasi, ahli materi memberikan nilai 94,5% dengan kategori “sangat baik”, ahli desain memberikan nilai 95% dengan kategori “sangat baik”, dan ahli desain pembelajaran memberikan nilai 89,7% dengan kategori “sangat baik”. Hasil efektifitas dari responden dan uji rerata mendapatkan persentase 93%. Hal tersebut menunjukkan bahwa modul matematika berbasis Discovery Learning layak digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbikir kritis siswa kelas 1 SD Modul Ajar Penjumlahan Bilangan Cacah

    Meta Analisis Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Pada Pembelajaran Tematik

    Full text link
    Sulistyo Afrista Vimpy 2022. Meta AnalisisEfektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving Terhadap KeterampilanBerpikir Kritis Pada Pembelajaran Tematik. Skripsi, program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan, UniversitasKristen Satya Wacana. Pembimbing: Suhandi Astuti, S.Pd, M.Pd. Penelitian ini bertujuan mencari perbedaan dari model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terhadap hasil dari perubahan berpikir kritis siswa yang dengan harapan terjadi peningkatan. Dalam penelitian ini menggunakan konsep meta analisis, tahap awal penelitian adalah mengumpulkan artikel jurnal nasional secara elektronik. Penelitian ini menganalisis artikel sebanyak 20, sepuluh dari penelitian model Problem Based Learning dan Sepuluh dari model Problem Solving. Penelitian yang digunakan diambil dari berbagai artikel pada jurnal yang dipublikasikan secara nasional yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Effect size dengan uji Ancova terhadap model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving terdapat hasil yang tertera pada kolom Correct Model yang diketahui Partical Eta Squarded sebesar 0,02 Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dan Problem Solving memberikan pengaruh tergolong kecil terhadap peningkatan berpikir kritis

    Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning dan Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Peserta Didik Kelas 5 di Sekolah Dasar

    Full text link
    Putri Puji Astuti.2023. Efektivitas Model Pembelajaran Discovery Learning Dan Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika Peserta Didik Kelas 5 Di Sekolah Dasar. Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW). Suhandi Astuti,S.Pd., M.Pd. Kata kunci: Berpikir Kritis, Discovery Learning, Problem Based Learning Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dalam penggunaan model pembelajaran Discovery Learning dan Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik kelas 5 di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan jenis Quasi Eksperimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas 5 Sekolah Dasar di gugus Ki Hajar Dewantara Kecamatan Pabelan sejumlah 66 peserta didik, namun sampel yang digunakan dalam penelitian ini di SD Negeri Ujung-Ujung 01, SD Negeri Sumberejo 01 dan SD Negeri Sumberejo 02 dengan sejumlah 44 peserta didik. hasil yang diperoleh dari penelitian ini berdasarkan uji t kemampuan berpikir kritis peserta didik pada model Discovery Learning dan Problem Based Learning menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Oleh karena nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut membuktikan bahwa kemampuan berpikir kritis dalam penerapan model Discovery Learning lebih efektif dibandingkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning pada pelajaran Matematika peserta didik kelas 5 di Sekolah Dasar Gugus Ki Hajar Dewantara Kecamatan Pabelan Tahun Pelajaran 2022/2023
    corecore