1,720,973 research outputs found
Field Work Practice Report (PKL) Indonesian Orangutan Care Foundation "Efforts to Protect Orangutan Habitat in the Gunung Leuser National Park Area in Batu Jonjong Village, Bahorok District, Langkat Regency
28 HlmBerdasarkan kegiatan PKL yang dilakukan penulis di Yayasan peduli orangutan
Indonesia telah mencapai tujuan yang tejah dirumuskan dan penulis telah melakukan
berbagai kegiatan sesuai yang diinstruksikan oleh pembimbing lapangan dan dapat
menyelesaikannya, yaitu:
Penulis mengetahui upaya-upaya dalam melindungi habitat orangutan yaitu melakukan pemulihan ekosistem hutan sebagai tempat tinggal orangutan dengan melakukan
penyemaian, penanaman terhadap lahan yang telah terdegradasi dan perawatan bibit
tanaman dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar hutan, hal tersebut di lakukan
untuk mencegah masvarakat tidak merusak habitat orangutan dengan melakukan
penebangan dan mengalih fungsikan hutan menjadi perkebunan.
Pakan orungutan yang ada di area restorasi yaitu jenis Ficus fistulosa (benying).
Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar
kawasan habitat orangutan adalah dengan mengajak dan membimbing masyarakat dalam
membuat dan menggunakan pupuk cair organik sebagai pengganti pupuk kiimia,
pembudidayaan kelulut, budidaya tanaman obat dan membuka hutan yang berpotensi
sebagai ekowisata.
Program-program yang dlaksanakan oleh yayasan Peduli Orangutan bermanfaat dan
berdampak positif bagi keberlangsungan habitat orangutan.
Penulis mendapatkan pengalaman bagaimana suasana dunia kerja yang sesungguhnya,
wawasan dan keterampilan baru yang nantinya dapat dimanfaatkan dalam dunia kerja.
Pengalaman tersebut sebagian besar juga didapat diperkuliahan dimana dunia lebih banyak
prakteknya.
Dalam menghadapi dunia kerja dimasa depan penulis menyimpulkan dibutuhkannya
softskill dan hardskill. Softskill dibutuhkan untuk menjadi sumber daya yang kompeten
nantinya adalah kepemimpinan, pemecahan masalah, manajemen waktu, manajemen
organisasi, berpikir kritis, kerja sama tim, kemampuan analis dan percaya diri. Sedangkan
untuk hardskill yang perlu dimiliki adalah mampu melakukan pekerjaan sesuai dengan
bidang keilmuannya
Isolasi dan Uji Kemampuan Bakteri Rizosfer dalam Menghambat Pertumbuhan Jamur Patogen Pada Buah Kakao (Theobroma cacao Linn.)
Penelitian mengenai “Isolasi dan Uji Kemampuan Bakteri Rizosfer dalam. Menghambat Pertumbuhan Jamur Patogen Pada Buah Kakao (Theobroma cacao Linn.)” telah dilakukan di di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA USU Medan dari bulan Maret sampai dengan September 2017. Isolat bakteri rizosfer menunjukkan bahwa ketiga isolat mampu menghambat perkembangan jamur patogen dengan daya hambat berkisar 10,44-32.58 %. Pada akhir pengamatan hari ke 4, uji kemampuan bakteri rizosfer dalam menghambat jamur patogen pada buah kakao (Theobroma cacao Linn.) menunjukkan Bakteri rizosfer Ba-Sp1 memiliki daya hambat paling besar 32.58 %. Pada pengamatan tiap harinya, proses penghambatan pertumbuhan jamur patogen ditandai dengan koloni jamur patogen memendek dan terdapat jarak pemisah antara koloni jamur patogen dengan koloni bakteri antagonis. Research on “Isolation and Testing of Rizosphere Bacterial Capsules. Inhibiting Growth of Pathogens in Cocoa Fruit (Theobroma cacao Linn.)” Has been conducted at the Microbiology Laboratory of FMIPA USU Medan from March to September 2017. Rizosphere bacterial isolation showed that all three isolates were able to inhibit the development of pathogenic fungi with inhibitory resistance ranging from 10.44 % to 32.58 %. At the and of day 4 obsevation, rhizhosphere bacterial capability test in inhibiting pathogenic fungi in cocoa fruit (Theobroma cacao Linn.). Showed Ba-Sp1 rhizhosphere bacteria had 32.58% inhibitory capacity. Rizosphere bacterial isolates showed that all there isolates were able to inhibit the development of pathogenic fungi with inhibitory resistance ranging from 10.44 to 32.58%. At the and of the day 4 observation, rhizosphere bacteria capability test in inhibiting pathogenic fungi in cocoa fruit (Theobroma cacao Linn). Showed Ba-Sp1 rhizosphere bacteria had 32.58% inhibitory capacit
Keanekaragaman Ikan Air Tawar di Sungai Soraya Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Aceh
50 HalamanSungai Soraya adalah nama lain dari sungai Alas-Singkil yang melewati 3 kabupaten dan satu kota, salah satunya kota Subulussalam tepatnya di Kecamatan Sultan Daulat. Penelitian berjudul “Keanekaragaman Ikan Air Tawar Di Sungai Soraya, Kecamatan Sultan Daulat, Subulussalam, Aceh”. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman jenis ikan di Sungai Soraya dan jenis ikan yang mendominasi dan juga untuk mengetahui kualitas fisik dan kemis dari Sungai Soraya Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh. Penelitian ini menggunakan rancangan eksplorasi dengan metode survey, untuk penetapan stasiun pengambilan sampel dengan purposive sampling, yaitu penetapan stasiun berdasarkan kondisi daerah aliran sungai dari hulu sampai hilir sungai. Sampel ikan dikoleksi dengan menggunakan alat pancing, jala, bubu, dan jaring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di sungai Soraya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh memiliki nilai indeks keanekaragaman tergolong sedang yakni sebesar 2,455 (H’) yang terbagi kedalam 14 spesies, 6 famili dan total individu 117. Ikan yang mendominasi di sungai Soraya adalah ikan Osteochilus vittatus (Ikan seleng) dengan nilai 52.82% (IRI). The Soraya River is another name for the Alas-Singkil river which passes through 3 districts and one city, one of which is the city of Subulussalam, to be precise, in Sultan Daulat District. This study aims to determine the diversity index of fish species in the Soraya River and the types of fish that dominate and also to determine the physical and chemical quality of the Soraya River, Sultan Daulat District, Subulussalam City, Aceh. This study used an exploration design with a survey method, to determine the sampling station with purposive sampling, namely the determination of stations based on the conditions of the watershed from upstream to downstream. Fish sampels were collected using fishing rods, nets, traps, and nets. The results of this study indicate that in the Soraya river, Sultan Daulat District, Subulussalam City, Aceh has a moderate diversity index value, namely 2.455 (H ') which is divided into 14 species, 6 families and a total of 117 individuals.The fish that dominate the Soraya river are fish Osteochilus vittatus (fish seleng) with a value of 52.82% (IRI)
北スマトラ州のベラワン市とタンジュンプラ市の貝類(Anadara Antiquata)の形態計測の比較
Kerang bulu (Anadara antiquata) banyak dikonsumsi di Sumatera Utara, namun belum diketahui dari dasar mana ukuran daging yang paling berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berat daging dan morfometri cangkang kerang bulu A. Antiquatan yang berasal dari perairan Belawan dan Tanjung Pura. Parameter pengamatan berat daging kerang (Y) sebagai variabel terikat, panjang cangkang (x1), tinggi (x2), lebar cangkang (x3), berat cangkang (x4) sebagai variabel bebasnya. Analisis statistik yang digunakan yaitu regresi berganda metode enter dan perbedaan morfometri kerang dari kedua daerah dengan uji t. Hasil penelitian di Belawan statistik persamaan regresinya adalah; Y = 0,9 X1 + 3,6 X2 + 3,2 X3 - 0,2 X4 - 13,3 dan statistik persamaan regresi di Tanjung Pura adalah; Y = 0,96 X1 – 0,56X2 + 0,61X3 + 0,41X4 – 3,33. Morfometri didasarkan umur yang sama dari kedua lokasi menunjukkan adanya perbedaan berat daging (y) p=0,000, panjang cangkang (x1) p=0,003, tinggi (x2) p=0,002, berat cangkang (x4) p=0,000, sedangkan lebar cangkang (x3) tidak berbeda nyata p=0,252. Daging kerang dari Belawan lebih berat dibandingkan dari Tanjung PuraMandarin abstract: 毛皮壳(Anadara antiquata)在北苏门答腊广泛消费,但目前尚不知道最重的肉的大小。本研究旨在确定源自Belawan和Tanjung Pura水域的A. Antiquatan贝类贝壳的肉重和形态测定。观察到的参数是作为因变量的贝类(Y)的重量,壳的长度(x1),高度(x2),壳宽(x3),壳重(x4)作为自变量。使用的统计分析是通过t检验的多元回归输入方法和来自两个区域的壳的形态测量差异。 Belawan研究的结果是回归方程的统计数据; Y = 0.9 X1 + 3.6 X2 + 3.2 X3 - 0.2 X4 - 13.3,Tanjung Pura的统计回归方程为; Y = 0.96 X1-0.56X2 + 0.61X3 + 0.41X4-3.33。基于相同年龄的两个位置的形态测量显示肉重(y)p = 0,000,壳长(x1)p = 0.003,高度(x2)p = 0.002,壳重(x4)p = 0,000,而壳宽(x4)的差异x3)没有显着差异p = 0.252。 Belawan的蛤肉比Tanjung Pura重。English : Anadara antiquata clams are widely consumed in North Sumatra, but it is not yet known from what basis the heaviest meat size. This study aimed to determine the meat weight and morphometry of the clam A.antiquatan shell from Belawan and Tanjung Pura sea waters. The observation parameters in this study were clam meat weight (Y) as the dependent variable, shell length (X1), height (X2), shell width (X3), shell weight (X4) as the independent variable. Statistical analysis used was multiple regressions by Entering method and clam morphometry difference from both regions with t-test. Statistical results of the regression equation in Belawan was; Y = 0,9 X1 + 3,6 X2 + 3,2 X3 - 0,2 X4 - 13,3 and in Tanjung Pura was; Y = 0.96 X1 - 0,56X2 + 0,61X3 + 0,41X4 - 3,33. The morphometry based on the same age of both regions indicated a difference in the meat weight (Y) p = 0,000, the shell length (X1) p = 0.003, height (X2) p = 0.002, shell weight (X4) p = 0,000; while shell width (X3) did not differ significantly p = 0.252. Thus, the clam from Belawan was heavier than Tanjung Pura's.Japan Abstract : 貝類(Anadara antiquata)は北スマトラで広く消費されているが、どのサイズから肉のサイズが最も重いかはまだ理解できない。本研究の目的は、Aの肉と貝の殻の形態計測の重量を決定することである。それはベラワン市とタンジュンプラ市の水域に由来するアンチクタン(Antiquatan)である。観測されたパラメーターは、独立変数としての貝の重量(Y)、シェルの長さ(x1)、高さ(x2)、シェル幅(x3)、シェル重量(x4)でした。使用された統計分析は、重回帰入力法とt検定による両方の領域からのシェルの形態計測の違いであった。
回帰式に関するベラワン統計の研究結果は次のとおりである。 Y = 0.9 X1 + 3.6 X2 + 3.2 X3-0.2 X4-13.3およびタンジュンプラの統計回帰式は次のとおりである。 Y = 0.96 X1-0.56X2 + 0.61X3 + 0.41X4-3.33。2つの場所からの同じ年齢に基づく形態計測では、肉の重量(y)p = 0,000、殻の長さ(x1)p = 0.003、高さ(x2)p = 0.002、殻の重量(x4)p = 0,000、殻の幅(x4) x3)有意差なしp = 0.252。ベラワンのアサリ肉はタンジュンプラよりも重
Perbandingan Kualitas Madu Asli dan Madu Kemasan Apis cerana di Aek Nauli Kabupaten Simalungun Sumatera Utara
Madu merupakan larutan manis alami yang dihasilkan oleh lebah madu yang bersumber dari nektar bunga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu berdasarkan parameter sukrosa, karbohidrat, pH, kadar air, brix dan baume. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif kuantitatif. Sampel madu diambil dari ternak lebah Aek Nauli Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, madu asli (belum dikemas) dan madu sudah dikemas. Pengujian masing-masing parameter dilakukan sebanyak 5 kali ulangan untuk memastikan rata-rata dari setiap uji parameter tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan komposisi antara madu asli dengan yang sudah di kemas. Madu Asli sukrosa 2,90 %, karbohidrat 68,95 %, pH 4,59, kadar air 26,56 %, brix 73,3%, baume 38,22, Madu Kemasan sukrosa 2,42%, karbohidrat 70,9 2%, pH 3,49, kadar air 18,53 %, brix 79,52%, 42.18 % baume.Honey is a natural sweet solution produced by honey bees from the nectar of flowers. This study aims is to determine the quality of honey based on following parameters i.e sucrose, carbohydrates, pH, water content, brix and baume. The quantitative descriptive study aired to determine packased and natural unpacked honey sampelsfrom Aek Nauli beekeeping in Simalungun Regency, North Sumatra, natural (unpackaged) and honey measurement of each parameters were carried out in 5 repetition. The rasults showed there were differences in composition between native honey and those already in the packaging. Natural honey has 2.90% sucrose native honey, 68.95% carbohydrate, 4.59% pH, 26.56% moisture content, 73.3% brix, 38.22 baume, packaging honey has, 2.42% sucrose, 70.92% carbohydrate, pH 3.49%, 18.53% water content, 79.52% brix, 42.18 % baume
“Analisis Vegetasi Pohon di Plot Fenologi Pos Monitoring Sikundur Taman Nasional Gunung Leuser
Analisis vegetasi pohon di plot fenologi Pos Monitoring Sikundur Taman Nasional Gunung Leuser telah dilakukan pada bulan Februari – April 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi vegetasi pohon di plot fenologi Pos Monitoring Sikundur Taman Nasional Gunung Leuser. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan data pada areal penelitan menggunakan metode kuadrat dengan plot 25 x 25 m sebanyak 20 plot. Hasil penelitian diperoleh 88 jenis pohon yang termasuk kedalam 29 famili dengan jumlah individu sebanyak 302 individu/ 1,25 ha. Struktur dan komposisi pohon pada lokasi penelitian didominasi oleh Endospermum diadenum pada family Euphorbiaceae dengan KR sebesar 4,636%, FR sebesar 4,000%, DR sebesar 6,582% dan INP sebesar 15,218%. Nilai indeks keanekargaman (H´) pohon sebesar 4,16 dengan kategori tinggi dan indeks keseragaman (E) pohon sebesar 1,57 dengan kategori tinggiAnalysis of tree vegetation at phenology plot of Sikundur Monitoring Post of Gunung Leuser National Park was conducted in February – April 2017. This research aims to see tree vegetation structure and composition in the plot. Determination of location is conducted by purposive sampling. The method used in this research is quantitative descriptive method. Data collection in research area using quadratic method with 25 x 25 m plot of 20 plots. The results of the research was found 88 species of trees were included in 29 families with 302 individuals / 1.25 ha. Structure and composition of the tree at the study site was dominated by Endospermum diadenum in family Euphorbiaceae with KR of 4.636%, FR of 4.000%, DR of 6.582% and INP of 15.218%. The index value of tree diversity (H´) of 4.16 with high category and uniformity index (E) of 1.57 trees with high categor
Inventarisasi Jenis Ular di Bukit Lawang Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat
Tujuan Penelitian untuk mengetahui jenis ular apa saja yang di temukan dan untuk mengetahui kondisi lingkungan tempat di temukannya jenis ular Bukit Lawang Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Sumatera Utara pada bulan Desember 2017 sampai dengan Januari 2018. Pengambilan sample dengan metode jelajah ke seluruh kawasan yang berpotensi adanya ular. Hasil penelitian di temukan 8 jenis ular yang di kelompokkan kedalam 4 family, 3 jenis dari columbridae 1 jenis pareidae, 1 jenis dari viperidae, dan 1 jenis dari lamprophiidae. Suhu lingkungan di temukannya ular kisaran atara 25ºC - 32ºC, Chrysopelea pelia dan Boiga dendrophila yang di jumpai pada pH 7,0. Berdasarkan IUCN Red List dan CITES Appendix ular yang di temukan di Bukit Lawang Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat masuk ke dalam Least Concern (LC), dan tidak masuk kedalam appendix I,II, atau pun III dalam CITES (Convention on Internasional Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), tidak di lindungi atau hewan terancam keberadaannya hingga dapat menyebabkan kepunahan. Ular yang ditemukan merupakan ular yang penyebarannya luas dan bukan endemic.The purpose of this research is to know what kind of snake and to find out the condition of the environment where he found the type of snake in Bukit Lawang, Bahorok Sub-district, Langkat regency of North Sumatera in December 2017 until January 2018. Sampling with exploratory method to all areas with potential snake. The results found 8 types of snakes grouped into 4 families, 3 types of columbridae 1 type of pareidae, 1 type of viperidae, and 1 type of lamprophiidae. Environmental temperature found at snake range of 25 ° C 32 ° C Chrysopelea pelia and Boiga dendrophila found in pH 7.0 Based on IUCN Red List and CITES Appendix snake found in Bukit Lawang Bahorok District Langkat Regency into Least Concern ( LC), and does not enter into appendix III, nor III in CITES, is not protected or animals threatened to exist until it can lead to extinction. The snake is a snake that spread widely and not endemic
Keanekaragaman Kupu-Kupu (Rhopalocera) di Kawasan Tiga Juhar Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hulu Sumatera Utara
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis kupu-kupu
dan untuk mengetahui parameter suhu, kelembaban dan intensitas cahaya.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel
dengan teknik purposive sampling yaitu dengan cara mengambil sampel secara
sengaja ditempat yang sudah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
keanekaragaman kupu-kupu yang ditemukan ada 9 jenis dari 3 (tiga) famili yaitu
Nymphalidae, Lycanidae dan Pieridae. Kupu-kupu yang mendominasi adalah
Euroma sari dari famili Pieridae. Parameter lingkungan pada kawasan tiga juhar
memliki suhu 270C, kelembaban 82%, intensitas cahaya 101 x 100 Lux.The purpose of this study was to determine the diversity of butterfly species and
to determine the parameters of temperature, humidity and light intensity. This
research uses quantitative descriptive methods. Sampling with purposive sampling
technique that is by means of taking samples intentionally in a predetermined
place. The results showed that the diversity of butterflies found were 9 species
from 3 (three) families namely Nymphalidae, Lycanidae and Pieridae. The
dominating butterfly is the Euroma sari from the family Pieridae. Environmental
parameters in the three juhar region have a temperature of 270C, humidity 82%,
light intensity 101 x 100 Lux
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
