85 research outputs found
Enhancing vocational school counseling program supervision through data-driven feedback
This study aims to explore the effectiveness of a data-driven structured feedback mechanism in the supervision of guidance and counseling (BK) programs in vocational high schools (SMK) in Central Java, Indonesia. Using a quasi-experimental design with pretest-posttest control group approach, the study involved 10 vocational high schools, with 5 schools each in the experimental and control groups. The experimental group comprised 5 supervisors and 10 counseling teachers, while the control group had the same number of participants. Results showed a significant improvement in supervisory effectiveness in the experimental group, with a mean difference of 1.25 (p < 0.001), compared to a minimal increase of 0.15 in the control group. The findings highlight the importance of integrating data in educational supervision and contribute to the development of more effective supervision models
Kajian Konseptual Layanan Cyberconseling
Disadari bahwa dewasa ini sebagian besar masyarakat mulai tenggelam dalam gaya hidup yang berbasis teknologi. Dengan adanya perkembangan teknologi dan komunikasi memberi kemudahan dan memperluas ruang gerak masyarakat dewasa ini. Artinya hampir sebagian besar aktivitas masyarakat tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, kapan dan dimana saja. Tentu perkembangan tersebut dapat membawa dampak yang positif tapi juga negatif. Oleh karena itu agar tidak terjebak pada penyalahgunaan penggunaan maka teknologi informasi menjadi penting untuk dipelajari dan dikuasasi oleh setiap orang. Dalam bimbingan dan konseling sebagai konselor yang profesional, maka seyogyanya harus memikirkan dan bahkan harus menciptakan cara-cara, strategi atau metode baru yang kreatif dan inovatif untuk menunjang pelayanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian, diharpkan bahwa dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini dapat menepis image yang negatif terhadap profesi konselor. Pelayanan cybercounseling adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban keilmuan bagi setiap orang yang menyandang profesi konselor profesional. Oleh karena itu konselor perlu beradaptasi dan mempersiapkan diri secara baik dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi dalam melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling. Hal ini tidak lagi menjadi pilihan tetapi menjadi sebuah kewajiban untuk dilakukan oleh konselor mengingat perilaku masyarakat dewasa ini melaksanakan aktivitas basisnya pada teknologi informasi dan komunikasi.</jats:p
School Based Management: A Strategy to Improve the Quality of Education
Schools have their own challenges and problems that have an impact on differences in the quality of educational goals achieved. This article aims to analyze and describe School-Based Management (SBM) as a school quality improvement concept. This article uses a literature review approach. The SBM concept offers schools autonomy to provide flexibility to schools in the context of equal distribution of education, manage all school resources, make and determine school policies, create independence, increase community participation, develop schools according to the demands and needs of the local community. so that educational goals can be achieved. School responsibilities in implementing SBM as a school quality improvement concept include; teaching and learning process, planning and evaluation of school programs, curriculum management, education and education personnel, school facilities and infrastructure, financing, student services, school relations with the community, and school climate. The principles of SBM implementation are the principles of openness, independence, fairness, partnership, accountability, participatory, democratic, efficiency and quality-oriented. Therefore, education managers must be able to make SBM as a concept to improve the quality of education based on the circumstances, needs and demands of the school environment
Membangun Kebiasaan Positif: Pembentukan Karakter untuk Meningkatkan Motivasi Peserta Didik dengan Menerapkan Pembiasaan 'Kembang Sepatu' di SDN Pecabean 01
This research aims to establish student character formation as a crucial aspect of
education. Positive character development is a crucial foundation for future moral,
social, and academic development. Positive habit development activities at SDN
Pecabean 01 are developed through a habit-building program called 'Kembang Sepatu',
an abbreviation of the development activities of SDN Pecabean Satu. The research
method used is descriptive qualitative with a case study approach. The research subjects
were the principal, teachers, and students in grades I to VI. Data collection techniques
included observation, interviews, and documentation of school programs. The results of
the study indicate that the implementation of positive habit education at SDN Pecabean
01 is carried out in a programmed manner through routine 'hibiscus' activities including
Pacar Cina (a Monday ceremony to increase love for the homeland), Semboja (Tuesday
let's learn Javanese), Anyelir (Fun and Enjoyable Literacy on Wednesday), Kamelia
(Thursday Produces Innovation and Work), Sabar gen-Z (delicious, tasty and nutritious
breakfast together), Jemani (Friday increases faith and cleanliness), and Sepatu
(healthy exercise every Saturday)
PENGOPERASIAN WATER BALLAST EXCHANGE PADA MV. NAVIOS CORAL GUNA MENJAGA EKOSISTEM DI PELABUHAN BALTIMORE, U.S.A
Hanung Fadlillah, NIT: 51145248.N, 2018, "Operation Procedure Ballast Water
Exchange On MV. Navios Coral On Entering Baltimore Harbor,U.S.A ",
Minithesis Nautica Departement, Diploma Program IV, Merchan Marine
Polytechnic of Semarang, Supervisor I: Capt. Samsul Huda, M.M, M.Mar,
Supervisor II: H. Suharso, S.H, S.Pd, SE, M.M.
In order to maintain its stability, commercial ships use ballast water as a
medium to maintain the stability of the vessel. Water ballast exchange is required
as a preventive measure to avoid damage to ecosystem in a region, especially in
writing this mini thesis that port of Baltimore, USA. The purpose of this mini
thesis is to know about how the operation of water ballast exchange, the impact of
water ballast disposal, and eliminating the constraints in the implementation of
water ballast exchange. In writing this essay, the authors describe the theory of
water ballast exchange as a foundation for solving existing problems.
The method used in this research is descriptive (when viewed from the
aspect of presentation level) and also qualitative (when viewed from the way of
data processing), then analyzed with fishbone analysis method to determine the
problem of each factor and technique of data analysis ultrasound (Urgency,
Seriousness , Growth) to determine which issues are the top priority. In this case
the technique of collecting data in the form of approach to the object through
observation, interview directly to the subject and using documents and data
related to the process of water ballast exchange.
From the results of the research, there were found problems in the
preparation of the implementation and the equipment which includes the activities
of the cause not implemented, the obstacles not implemented, and the effect on the
stability of the ship. Chief officer as an officer responsible for this activity should
be more assertive, especially in training and supervision. Equipment maintenance
is not routine, and the implementation of water ballast exchange is not in
accordance with the procedure resulted in water ballast exchange process is not
running effectively and efficiently. As for the suggestion of the author of the
company also play a role by conducting guidance or training to crew that will go
aboard and also at the time aboard by chief officer, applying technology of AOT
(Advance Oxidation Technology) that can kill dangerous microorganisms and
standard operational procedure (SOP) that is clear on board. So it can be done
well according to the rules set by the water ballast management convention.
Keywords: ballast exchange, water ballast, SOP, harmful aquatic specie
Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Interaktif untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis kebutuhan guru, peserta didik dan sekolah akan media pembelajaran PowerPoint Interaktif, (2) Membuat desain pengembangan. (3) Menguji kelayakan pengembangan, (4) Mengembangkan media pembelajaran PowerPoint Interaktif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru. Peneltian ini menggunakan model penelitian Research and Development (R&D) dengan pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk menjelajahi persepsi dan pemahaman individu secara detail untuk mendapatkan pemahaman tentang pengembangan media pembelajaran PowerPoint Interaktif dan peningkatan kompetensi guru. Berdasarkan hasil penelitian dapat kesimpulan bahwa analisis kebutuhan guru akan media media pembelajaran PowerPoint Interaktif antara lain. (1) Analisis kebutuhan peserta didik, dan sekolah akan media pembelajaran PowerPoint Interaktif antara lain peserta didik membutuhkan media pembelajaran yang dapat memotivasi dan membantu membantu mereka memahami materi dengan lebih mudah serta membantu mereka mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. (2) Desain pengembangan media pembelajaran PowerPoint Interaktif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru yaitu menentukan jenis media pembelajaran, membuat Storyboard yang membantu memvisualisasikan alur cerita, urutan materi, dan elemen-elemen penting dalam media pembelajaran, Membuat slide presentasi yang menarik dan interaktif untuk menarik perhatian siswa dan membantu memahami materi pelajaran dengan lebih mudah. (3) Kelayakan pengembangan media pembelajaran PowerPoint Interaktif terdiri dari 6 indikator yang divalidasi oleh ahli ahli media dengan hasil sebagai berikut: kesesuaian isi dengan tujuan pembelajaran: 83.33% (sangat layak), ketepatan dan kelengkapan materi:76.39% (layak), kejelasan penyampaian materi: 87.50% (sangat layak), kecocokan media dengan sasaran pengguna: 89.58% (sangat layak), kualitas media: 81.82%, (sangat layak) dan keefektifan media dalam membantu pembelajaran: 80.77% (sangat layak). (4) pengembangan media pembelajaran PowerPoint Interaktif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru SD Negeri Sitail Kecamatan Jatinegara memperoleh hasil sebagai berikut: observasi guru kelas 1 skor 160 (87,4% amat baik), kelas 2 skor 160 (84,2% baik), kelas 3 skor 162 (85,3% baik), dan kelas 4 skor 165 (86,8% amat baik)
Pola Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Sistem Among dan Kemampuan Pedagogi Kepala Sekolah terhadap Profesionalitas Guru di SMP Negeri 2 Kramat Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2022/2023
Berdasarkan hasil pengamatan di SMP Negeri dua Kramat serta hasil wawancara dengan sepuluh guru dapat diperoleh beberapa informasi antara lain sebagai berikut ; Pola kepemimpinan kepala sekolah mayoritas masih menggunakan pola konvensional ini akan menghambat sebuah perannya di sekolah Pola kepemimpinan kepala sekolah yang berorientasi dengan sistem among jarang ditemui. Kemampuan Pedagogi seorang kepala sekolah kurang juga terkuasai dengan baik, Kemampuan profesionalitas seorang kepala sekolah sebagai seorang pemimpin juga masih belum banyak terkuasai. Kemampuan profesionalitas Kepala Sekolah dalam kategori cukup, sehingga akan menimbulkan berbagai masalah dalam memimpin. Dengan profesionalitas yang rendah berdampak pada perolehan prestasi belajar anak rendah. Penguasaan profesionalitas guru sebagai sebagai role model, memberi motivasi dan dorongan masih dalam kategori rendah. Dalam Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan tingkat pola kepemimpinan berbasis sistem among guru di SMP Negeri dua Kramat Kabupaten Tegal, Mendeskripsikan tingkat kemampuan pedagogi kepala sekolah di SMP Negeri dua Kramat Kabupaten Tegal, Mendeskripsikan tingkat kemampuan profesionalitas guru di SMP Negeri dua Kramat Kabupaten Tegal dan Mendeskripsikan pengaruh yang signifikan antara Pola Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Sistem Among, Kompetensi Pedagogi Kepala Sekolah terhadap Profesionalitas Guru di SMP Negeri dua Kramat. Guru yang profesional adalah mereka yang menguasai substansi pekerjaannya secara profesional, yaitu : menguasai substansi mata pelajaran secara sistematis, Memahami dan dapat menerapkan psikologi perkembangan. Mengembangkan program-program secara khusus dengan tingkat perkembangan peserta didik yang akan diajarkan. Jenis penelitian yang digunakan dalam peneliian ini adalah kuantitatif, lokasi penelitian ini adalah di SMP Negeri dua Kramat Kabupaten Tegal yang meliputi lima puluh empat orang yang terdiiri atas lima belas guru PNS, empat guru PPPK dan lima guru Wiyata dan sampel siswanya sejumlah tiga belas anak. Rencana pelaksanaan penelitian lima penyebaran kuesioner adalah selama sebulan yaitu pada bulan April dua ribu dua puluh tiga dan analisi bulan Juni dua ribu dua puluh tiga . Hasil penelitian membuktikan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap profesionalitas guru dibuktikan dari hasil analisis analisis PLS diperoleh nilai original sample. Hasil penelitian ini membuktikan kepemimpinan kepala sekolah berbasis sistem among berpengaruh pada profesionalitas guru dikarenakan guru SMP Negeri dua Kramat Kabupaten Tegal melaksanakan tugasnya dalam proses belajar berupa pelaksanaan perencanaan pembelajaran, pengelolaam pembelajaran, pelaksanaan evaluasi, pelaksanaan analisis hasil belajar pelaksanaan tindak lanjut dan pelaksanaan tugas lain yang terkait dengan proses bimbingan. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pola kepemimpinan kepala sekolah berbasis sistem among dan kemampuan pedagogi kepala sekolah terhadap profesionalitas guru di SMP Negeri dua Kramat Kabupaten Tegal tahun pelajaran dua ribu dua puluh dua sampai dua ribu dua puluh tiga
Efektivitas Metode Story Telling Bermedia Video Dongeng Animasi dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar
Kurangnya kemampuan siswa dalam berbahasa Indonesia merupakan tantangan serius dalam dunia pendidikan saat ini. Selain kurangnya pemahaman terhadap kaidah bahasa baku, faktor lingkungan sekitar, seperti penggunaan bahasa daerah yang dominan di lingkungan keluarga dan masyarakat, juga turut memperparah masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VI SD melalui penerapan metode storytelling dengan media animasi dongeng. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan satu kelompok pre-test-post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode storytelling efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Peningkatan signifikan terlihat pada aspek-aspek seperti pelafalan, pemilihan kata, dan keberanian berbicara. Selain itu, siswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama proses pembelajaran. Faktor internal seperti motivasi dan faktor eksternal seperti dukungan guru turut berkontribusi pada keberhasilan penelitian ini. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya mengintegrasikan metode storytelling dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterampilan berbicara siswa
Membangun Kebiasaan Positif: Penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Dalam Dimensi Bermasyarakat Dengan Menerapkan Pembiasaan GEROBAK BAKSO (Gearakan Baik Bakti Sosial) di SDN Pangkah 07
This study aims to ensure the success of the government's program, the Seven Habits of Great Indonesian Children. On the other hand, character building for students is an important aspect in education. Positive character building is an important foundation for future moral, social, and academic development. Positive habit activities at Elementary School Pangkah 07 were developed through a habit-building program called 'Gerobak Bakso', an abbreviation of Gerakan Baik Bakti Sosial (Good Social Service Movement). The research method used was descriptive qualitative with a case study approach. The research subjects were the principal, teachers, and students in grades I until VI. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation of school programs. The results of the study indicate that the implementation of positive habit education at Elementary School Pangkah 07 was carried out in a programmed manner through routine 'Gerobak Bakso' activities
- …
