1,721,017 research outputs found
”Was sind 12 Jahre Osttimor gegen 200 Jahre Australien?”: Exklusivinterview mit Generalleutnant Sudharmono S. H.
Geistesgegenwärtig zeigte sich unser Redakteur Klaus Marquardt. Als er während des Höhepunktes der närrischen Zeit in Düsseldorf eine Karnevalssitzung besuchte, erkannte er unter der Maske seines Tischnachbarn den Vorsitzenden der indonesischen Staatspartei Golkar, Generalleutnant Sudharmono, der als wahrscheinlicher Nachfolger Suhartos gehandelt wird. Sudharmono war, eigenen Angaben zufolge, einem lähmend langweiligen Cocktailempfang bei Gabriele Henkel entflohen, während Industrieminister Ali Wardhana aus Gründen der Staatsraison - es ging um eine Waschmittelfabrikansiedlung in Surabaya - dort ausharren mußte. Trotz widrigster äußerer Bedingungen ließ Sudharmono bereitwillig ein Interview zu, das wir im folgenden ungekürzt dokumentieren. Bemerkenswert darin ist seine Offenheit und die zum Teil harsche Kritik an Australien, das zur Zeit seinen 200. Geburtstag feiert. Als möglicher Ausgangspunkt einer tiefen diplomatischen Krise im Südpazifik ist das Interview ein zeitgeschichtliches Dokument ersten Ranges
Sudharmono, S.H. pengalaman dalam masa pengabdian : sebuah otobiografi
Lx, 583 p. : il.; 24 cm
KIPRAH SUDHARMONO DALAM DUNIA PERPOLITIKAN GOLONGAN KARYA (1983-1988)
Skripsi ini berjudul “Kiprah Sudharmono dalam dunia perpolitikan Golongan Karya (1983-988)”. Masalah utama yang diangkat dalam skripsi ini adalah “Bagaimana kiprah Sudharmono dalam dunia perpolitikan Golongan Karya periode 1983-1988?”. Dari masalah utama tersebut dibagi menjadi empat pertanyaan penelitian, yaitu (1) Bagaimana latar belakang kehidupan Sudharmono, (2) Bagaimana awal kiprah Sudharmono terjun ke dunia politik hingga menjadi Ketua Umum Golongan Karya 1983-1988?, (3) Bagaimana kebijakan Sudharmono selama menjabat sebagai Ketua Umum Golongan Karya 1983-1988?, (4) Bagaimana strategi Sudharmono dalam mempersiapkan Golongan Karya untuk menghadapi pemilihan umum pada 1987. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian historis yang dilakukan melalui empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Untuk memperdalam analisis, penulis menggunakan bantuan dari ilmu politik. Isi dari penelitian ini membahas mengenai Sudharmono. Sudharmono merupakan sosok tokoh yang membawa kemajuan Golkar pada masa Orde Baru yaitu periode 1983-1988. Kemajuan itu ia hasilkan karena Sudharmono telah menempuh pendidikan formal dan non-formal dengan baik. Prestasinya yang bagus membuat Sudharmono menjadi sosok yang dapat bekerja lebih Sudharmono telah membawa Golkar lebih baik melalui kebijakannya yang dinamakan Tri Sukses Golkar, yaitu Sukses Konsolidasi, Sukses Repelita IV dan Sukses Pemilu 1987 serta Sidang Umum MPR 1988. Kebijakan yang dibuat oleh Sudharmono memiliki keterhubungan, karena jika konsolidasi ini sukses maka akan mempengaruhi kesuksesan bagi kebijakan yang lainnya seperti Repelita dan Pemilihan Umum 1987. Kemenangan Golkar pada pemilu 1987 ini berhasil membawa keberhasilan Sudharmono yaitu menjadi Wakil Presiden RI pada tahun 1988.
Kata Kunci : Sudharmono, Golkar, Tri Sukses Golkar, Pemilu 1987, Wakil Presiden RI
The research is “The Role of Sudharmono in Functional Group (1983-1988)”. The main problem that will be discuss in this thesis is “How did Sudharmono do in Functional Group politics in period 1983-1988?”. Based on that main problem it is devided into four reseacrh quetions, such as (1) The background of Sudharmono’s life, (2) How is Sudharmono introductory in politics until he would be the leader of Functional Group, (3) How is Sudharmono’s rule as the leader of Functional Group, (4) How is Sudharmono’s strategy for preparing in Functional Group to fast General Election in 1987. The research metodh that use by the writer is the history research metodh that is did by four step, such as heuristic, critic, interpretation, and historiography. To learn more about analisis, the writer use politics knowledge support. The content of this reasearch is about Sudharmono. Sudharmono had been bringing the Functional Group better using the rules named Three Success of Functional Group, such as the Success of Consolidation, the Success of General Election in 1987, and the Success of General Meeting of the People’s Consultative Assembly in 1988. The victory of Functional Group in the 1987 election brought Sudharmono success to become the Vice President of the Republic of Indonesia in period of 1988-1993, which was decided at the general assembly of the People’s Consultative Assembly.
Keywords: Sudharmono, Functional Group, Three Success of Functional Group, General Election in 1987, Vice Presiden
Pengalaman dalam masa pengabdian : sebuah otobiografi/ Sudharmono
ix, 583 hal. ; ill. ; 24 cm
Kesan dan kenangan dari teman: 70 tahun H. Sudharmono, S.H.
Buku ini merupakan sebuah biografi yang berasal dari kumpulan kesan dan kesan dari kolega dan teman Sudharmono S
Sudharmono, S.H., pengalaman dalam masa pengabdian : sebuah otobiografi/ Sudharmono; Sarwono Kusumaatmadja; et al
Kesan dan kenangan dari teman : 70 =tujuh puluh tahun H. Sudharmono, S.H.
xx, 711 p. : il.; 24 cm
- …
