1,723,697 research outputs found
IDENTIFIKASI STRATEGI PEMASARAN TEMPE SUCIPTO DI KOTA MANADO
The purpose of this study is to find out the marketing strategy of Tempe Sucipto in Manado. This study uses descriptive analysis based on Likert scale. This study is conducted from November until January 2018 located in MultiMart, Jumbo, Golden, Fiesta Ria, Transmart Carrefour, and Indomaret Plus Manado. The data used are primary data and secondary data. Primary data is obtained from interview towards 12 respondents of customers of Tempe Sucipto who have ordered Tempe Sucipto in November 2018. Secondary data is data obtained from the related literature. Results indicate that respondents are satisfied to the product Tempe Sucipto in terms of quality. Packaging, durability, and features.*lrr*
TERMINAL INTEKONEKSI ADI SUCIPTO DI YOGYAKARTA
Yogyakarta dikenal sebagai kota pariwisata. berbagai obyek wisata terdapat di provinsi ini. mulai dari objek wisata fisik (bangunan bersejarah) sampai objek wisata non fisik atau wisata budaya. sebagai pintu gerbang provinsi DIY, Bandara Adi Sucipto merupakan salah satu kunci sukses perkembangan pariwisata di wilayah DIY dan sekitarnya.
Dengan konsep terminal terpadu, Bandara Adisutjipto diharapkan akan memiliki keunggulan dan mampu bersaing dengan bandara lainnya di Indonesia. Adanya terminal interkoneksi dapat mengintergerasikan antara bandara untuk perhubungan udara, kereta api Tugu-Lempuyangan dan juga stasiun Klaten di wilayah Jawa Tengah. Stasiun kereta api ini diakomodasikan untuk dapat melayani perhubungan jalur darat dengan menggunakan kereta api komuter Prambanan Ekspress.
Sebagai permasalahan yang ingin dipecahkan adalah sistem integrasi sirkulasi dan akomodasi antar moda yang ada dalam Terminal Interkoneksi Adi Sucipto ini dengan melakukan analisis sistem penjadwalan kereta dan pesawat. Sebagai penampilan bangunan adalah transformasi dari brand jogja: Never Ending Asia (JNEA), dimana brand ini berisikan semangat, ide, dan gagasan Yogyakarta yang kondusif, aman, dan nyaman bagi pariwisata dan investasi perekonomian. Proses transformasi ini diterapkan pada elemen-elemen arsitektural seperti skala, bentuk, warna, tekstur serta material.
Dalam konsep akhir, selain membahas penampilan bangunan dengan filosofis brand JNEA dalam elemen-elemen arsitektural, sebagai acuan utama adalah sistem integrasi perpindahan antar moda transportasi. Sistem integrasi ini menitik beratkan pada sisi fisik yaitu sistem sirkulasi dan tatanan ruang yang dapat mengakomodasi seluruh kegiatan dan aktivitas Terminal Interkoneksi Adi Sucipto tersebut. Sisi non fisik menjadi acuan pendukung dalam proses konsep ini, yaitu sistem managemen tiket dan managemen pengawasan dan pengaturan moda transportasi
- …
