2 research outputs found

    PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING DIPADU THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEPANJEN

    No full text
    Febriyani, Suci Amanda. 2017. Pengaruh Model Inkuiri Terbimbing dipadu Think Pair Share (TPS) terhadap Keterampilan Proses dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Murni Saptasari, M.Si, (2) Drs. I Wayan Sumberartha, M.Sc. Kata Kunci: inkuiri terbimbing, TPS, keterampilan proses, hasil belajar kognitif Permasalahan dalam pembelajaran biologi di SMA Negeri 1 Kepanjen adalah guru kurang menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan pendekatan saintifik dengan tepat, karena belum ada fenomena masalah yang harus diamati oleh siswa dan siswa kurang fokus pada permasalahan yang ingin diinvestigasi. Dampaknya siswa cenderung hanya menghafal dan tidak dapat mengkaitkan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga belum memberdayakan keterampilan proses. Guru masih kesulitan menerapkan keterampilan proses dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya pada materi Sistem Pernapasan dan Sistem Ekskresi. Dampaknya siswa kurang memaknai tujuan dalam kegiatan praktikum karena belum mengembangkan keterampilan proses. Hal ini menyebabkan pembelajaran kurang bermakna sehingga hasil belajar rendah. Diketahui dari hasil nilai ulangan harian siswa, sebanyak 28 dari 34 siswa (83%) tidak tuntas dalam pembelajaran Biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing dipadu TPS dengan model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses dan hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kepanjen. Keterampilan proses diukur dengan lembar observasi dan hasil belajar kognitif siswa diukur dengan soal pre-test dan post-test. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan desain Pre-test Post-test Control Group Design. Penentuan sampel ditentukan dengan purpose sampling. Model pembelajaran yang diterapkan pada kelas pertama yaitu model inkuiri terbimbing dipadu TPS dengan jumlah 32 siswa. Model pembelajaran yang diterapkan pada kelas kedua yaitu model inkuiri terbimbing dengan jumlah 32 siswa. Analisis data keterampilan proses menggunakan analisis uji t dan analisis data hasil belajar kognitif menggunakan analisis kovarian yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas data. Keterlaksanaan pembelajaran diukur menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh model inkuiri terbimbing dipadu TPS terhadap keterampilan proses siswa (Sig. 0,014< 0,05) dan berbeda nyata secara signifikan, (2) ada pengaruh model inkuiri terbimbing dipadu TPS terhadap hasil belajar kognitif (Sig. 0,002< 0,05) dan berbeda nyata secara signifikan. Peningkatan nilai hasil belajar kognitif dengan analisis kovarian pada kelas model inkuiri terbimbing dipadu TPS sebesar 33,90%, dan pada kelas model inkuiri terbimbing sebesar 32,39%

    PENGARUH MODEL INKUIRI TERBIMBING DIPADU THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS X SMAN 1 KEPANJEN

    Get PDF
    Permasalahan pembelajaran biologi di SMAN 1 Kepanjen adalah guru kurang menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan pendekatan saintifik dengan tepat, karena belum ada fenomena masalah yang harus diamati oleh siswa dan siswa kurang fokus pada permasalahan yang ingin diinvestigasi. Dampaknya siswa cenderung hanya menghafal dan tidak dapat mengkaitkan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga belum memberdayakan keterampilan proses. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh model inkuiri terbimbing dipadu TPS terhadap keterampilan proses dan hasil belajar kognitif siswa kelas XI SMAN 1 Kepanjen. Keterampilan proses diukur dengan lembar observasi dan hasil belajar kognitif siswa diukur dengan soal pre-test dan post-test. Jenis penelitian ini yaitu eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan desain Pre-test Post-test Control Group Design. Analisis data keterampilan proses menggunakan analisis uji t dan analisis data hasil belajar kognitif menggunakan analisis kovarian yang sebelumnya dilakukan uji normalitas dan homogenitas data. Keterlaksanaan pembelajaran diukur menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh model inkuiri terbimbing dipadu terhadap keterampilan proses siswa (Sig. 0,014 < 0,05) dan berbeda nyata secara signifikan, (2) ada pengaruh model inkuiri terbimbing dipadu TPS terhadap hasil belajar kognitif (Sig. 0,002 < 0,05) dan berbeda nyata secara signifikan
    corecore