1,955 research outputs found
TEACHER ORAL CORRECTIVE FEEDBACK IN A NON-FORMAL ADULT EFL CONVERSATION CLASS
This study investigates the teacher oral corrective feedback in a non-formal conversation class of EFL adult learner context in Indonesia. The study aims at finding out the types of oral corrective feedback that employed by the teacher and how the teacher implement the oral corrective feedback to adult students. The study was conducted in a private conversation class of an English course in Bandung. The course provides private conversation classes mostly for adult learners with private teaching method. The participants were one non-native English teacher and three adult private students. This study mainly employs a qualitative research design, embracing the characteristics of a case study. The data were collected through observation and stimulated recall interview. The observation was done twelve times for each student to capture the types of teacher’s corrective feedback and the uptake that might come up following different types of oral corrective feedback. The data consists of thirty six hours of interaction between the English teacher and the students. The interactions were recorded and transcribed, and then coded according to the categorization of oral corrective feedback models by Lyster and Ranta (1997) and Ellis (2009). The data were also obtained from stimulated recall interview to confirm the data findings gained from observation and reveal the teacher’s comments on employing different types of corrective feedback. The result shows that teacher used all types of corrective feedback with recast as the most frequent type of oral corrective feedback that was used by the teacher in teaching the adult students. In implementing the oral corrective feedback to adult students, the teacher mainly paid attention on three types of error (grammatical, lexical, and phonological) with the most frequent attention on grammatical error and the most tolerant one on phonological error. Regarding the uptake, it was found that each corrective feedback had different effect on the students’ uptake. The effect can be seen in the number of repairs as the sign that the students successfully responded to the teacher’s oral corrective feedback. It was also found that the teacher tends to be instinctively in giving corrective feedback as spontaneous correction.;---Penelitian ini membahas tentang teacher oral corrective feedback pada kelas EFL conversation siswa dewasa di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe-tipe oral corrective feedback yang digunakan oleh guru dan bagaimana guru tersebut menngimplementasikan oral corrective feedback pada siswa dewasa. Penelitian ini dilakukan di sebuah kelas conversation pada sebuah kursus privat Bahasa Inggris di Bandung. Kursus tersebut menyediakan kelas conversation terutama untuk siswa dewasa dengan metode privat. Partisipan pada penelitian ini terdiri dari seorang guru dan tiga siswa dewasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan karakteristik studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan stimulated recall interview. Observasi dilakukan sebanyak dua belas kali pada setiap siswa untuk mengetahui tipe corrective feedback yang digunakan oleh guru dan uptake yang muncul setelahnya. Data terdiri dari tiga puluh enam jam interaksi antara guru dan siswa. Interaksi tersebut direkam dan ditranskrip, kemudian dikelompokkan berdasarkan model kategori oral corrective feedback oleh Lyster dan Ranta (1997) dan Ellis (2009). Data juga diambil melalui stimulated recall interview untuk mengkonfirmasi data hasil observasi serta komentar guru tentang penggunaan tipe oral corrective feedback yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan semua tipe oral corrective feedback dengan recast sebagai tipe yang paling sering digunakan oleh guru ketika mengajar siswa dewasa. Dalam mengimplementasikan oral corrective feedback pada siswa dewasa, guru menitikberatkan pada tiga jenis error (grammatical, lexical, phonological) dengan perhatian terbesar pada grammatical error dan terkecil pada phonological error. Kaitannya dengan uptake, ditemukan bahwa setiap corrective feedback memiliki efek yang berbeda pada uptake siswa. Efeknya dapat dilihat pada jumlah repair yang merupakan tanda bahwa siswa telah berhasil merespon oral corrective feedback yang diberikan oleh guru. Ditemukan pula bahwa guru cenderung memberikan oral corrective feedback berdasarkan insting sebagai koreksi yang spontan
PENERAPAN METODE DEBAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA DI KELAS V SDN 163 BUAHBATU BARU
Penelitian ini berjudul “Penerapan Metode Debat untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia di Kelas V SDN 163 Buah Batu Baru”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur hasil belajarkognitif peserta didik setelah menggunakan model pembelajaran debat pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan di dua kelas, yaitu kelas ekperimen dengan metode debat sejumlah 29 siswa dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional sejumlah 27 siswa. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif desaine ksperimen dengan memberikan pretest dan diberikan posttest. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi siswa dan tes tertulis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas,dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan berdasarkan rata rata presentase hasil belajar siswa yang signifikan pada pembelajaran yang menggunakan metode debat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
RECENT DEVELOPMENTS IN LAND TENURE LAW IN ERITREA, HORN OF AFRICA
After a historical sketch of the evolution of land tenure systems in the Eritrean highlands, this paper describes the main features of the new Eritrean land law and its operative assumption that the legislation is meant to extend state control over land. The legal devices employed by the law are widely used in sub-Saharan Africa (and were largely inspired by colonial policies). The State of Eritrea frequently asserts that its recent independence gives it the opportunity to learn from other developing countries' mistakes and to avoid them. The basic patterns of the new land law, however, are common to the rest of Africa, notwithstanding the evident poor results. The central government wants its control to be widespread and pervasive. The fight against traditional social groups controlling land, at least in the highlands, is severe. Apart from a formal repeal of customary law, the state's acquisition of the power to modify village boundaries according to a scheme already completed at higher administrative levels and to introduce equal rights on land for women entails a disruption of the villages' social identity. Mandatory state control over landed property in Eritrea is, as usual, motivated by the necessity to address higher social needs. The ultimate intent, of course, is that the evolution from communal property to state property will eventually result in the widespread introduction of individual property once a sufficient level of economic development is achieved. This unfavorable attitude toward communal property is not supported by the evidence, which shows that, in fact, efficient land management can be obtained through renovation of traditional institutions.Land tenure -- Eritrea, Land tenure -- Government policy -- Eritrea, Land tenure -- Law and legislation -- Eritrea, Customary law -- Eritrea, Tenure types, Traditional -- Eritrea, Land reform -- Eritrea, Land Economics/Use,
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Story Telling terhadap Peningkatan Kemampuan Peserta Didik Sekolah Dasar
Model pembelajaran paired story telling merupakan model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah tersebut apalagi dalam pembelajaran berbahasa. Dalam penerapan model pembelajaran paired story telling, peserta didik akan bekerja secara berpasangan dalam suasana gotong royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan berkomunikasi sehingga kemampuan berbicara peserta didik pun akan meningkat.
Proses belajar berbicara di SDN 177 Cipedes ditujukan agar peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berbicaranya dengan tepat dan jelas dalam cara berbicara, mulai dari intonasinya, kalimat, kata, dan lain-lain. Kemampuan berbicara peserta didik di kelas IV masih terbilang rendah, karena peserta didik masih belum bisa berbicara bahasa Indonesia dengan baik dan benar, peserta didik masih merasa ragu atau malu-malu saat disuruh maju ke depan kelas.
Kemampuan berbicara sangat penting untuk ditingkatkan dalam praktik persekolahan, terutama pada jenjang sekolah dasar. Kemampuan berbicara pada tingkat sekolah dasar harus dilatih, supaya peserta didik dapat berbicara di depan teman-temanya atau di depan kelas. Peserta didik dituntut untuk terampil berbicara dalam proses pembelajaran berlangsung.
Untuk meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik di sekolah dasar sebuah model pembelajaran yang aktif dan inovatif sangat diperlukan, agar peserta didik lebih aktif dan semangat dalam memberikan pendapat. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran paired story telling
PELATIHAN PEMBUATAN KRIPIK ANEKA RASA UNTUK MENINGKATKAN UMKM DI DESA CIRANJANG KECAMATAN CIRANJANG KABUPATEN CIANJUR
Desa Ciranjang merupakan salah satu yang ada di Wilayah Kecamatan Ciranjang dengan luas Wilayah 326,66 Ha. Jarak kekantor kecamatan Ciranjang ± 2 Km, ke ibu kota Kabupaten Cianjur ± 14 Km dan jarak ke ibu kota Provinsi Jawa Barat ± 60 Km. Desa Ciranjang memiliki luas 326,66 Ha, yang terdiri dari lahan sawah seluas 154,dan lahan darat seluas 172,66 Ha. Masyarakat Desa Ciranjang sudah terbilang maju, walaupun ada beberapa daerah Desa yang mengalami kesenjangan ekonomi. Tetapi, dari segi arus informasi dan ketersediaan kebutuhan umum masih bisa mendapatkan akses. Kemajuan teknologi dan cepatnya arus informasi menjadikan masyarakat Desa Ciranjang menjadi masyarakat modern. Hal ini membentuk prilaku dan sosial budaya. Sedangkan bagi masyarakat yang jauh dari pusat kegiatan ekonomi mengalami kekurangan kesejahteraan ekonomi. Hal ini menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial. Dan untuk program pangan yaitu pendistribusian bantuan sosial beras sejahtera (Rasta) yang dilakukan setiap bulannya. Desa Ciranjang menghasilkan SDA berupa hasil pertanian dengan kekayaan lahan 172,66 Ha lahan darat. Ketersediaan lahan tersebut dimanfaatkan untuk produksi. Diantaranya, industri rumahan kripik singkong di RW 09 milik Ibu Atikah, Namun, ketersediaan lahan tersebut hanya dimanfaatkan oleh beberapa warga belum merata secara menyeluruh. Rumah industri yang tersedia masih melibatkan secara keluarga belum melibatkan masyarakat lingkungan disekitar. Selain itu, kegiatan pemasaran masih bersifat lokal hanya daerah Ciranjang dan sekitarnya sehingga menghambat kemajuan industri. Oleh karena itu saya beserta mahasiswa-mahasiswa melakukan PKM dengan tema Pembuatan Kripik Aneka Rasa Untuk Meningkatkan UMKM di desa Ciranjang, agar UMKM di desa Ciranjang bisa lebih berkembang, terutama UMKM milik Ibu Atikah
PELATIHAN PEMBUATAN ROTI RUMAHAN “ZIVANA” BAKERY UNTUK MENINGKATKAN UMKM DI DESA CIPEUNDEUY KECAMATAN PADALARANG KABUPATEN BANDUNG BARAT
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan bersamaan dengan berlangsungnya KKNM di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, selama 1 (satu) bulan yaitu pada tanggal 05 Agustus 2020 sampai dengan 05 September 2020. Desa ini merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Luas wilayah desa Cipeundeuy adalah 578,460000 (Ha) dengan Koordinat 107.486561 BT / -6.874319 LS. Wilayah desa Cipeundeuy ini merupakan wilayah yang didominasi oleh perindustrian, sehingga banyak pabrik industri yang aktif disana. Desa Cipeundeuy terdiri dari 16 Rukun Warga yang sekitar 70% penduduknya berkerja sebagai pegawai pabrik dan buruh bangunan. Karena wabah Covid-19 ini banyak masyarakatnya terkena PHK atau dirumahkan. Di desa tersebut terdapat sebuah pabrik roti rumahan bernama Zivana Bakery yang dulunya di kelola oleh ibu-ibu PKK, namun karna beberapa alasan akhirnya pabrik roti tersebut hanya dikelola oleh beberapa orang saja. Kendala yang dialami oleh pabrik roti tersebut adalah pemasaran yang kurang meluas. Sebelumnya area pemasaran roti Zivana Bakery adalah warung-warung yang berada di desa dan kantin pabrik di sekitar Desa Cipeundeuy. Namun sekarang roti-roti tersebut hanya dijual di kantin pabrik. Tujuan kegiatan PKM yang dilakukan selama masa KKNM yaitu membantu memperluas area pemasaran untuk roti Zivana Bakery dengan membuat metode pemasaran baru melalui sosial media dan membantu kegiatan pemasaran lainnya seperti menyediakan banner dan melibatkan pemuda sekitar untuk ikut berpartisipasi dalam meningkatkan kegiatan perekonomian yang berkelanjutan. Dengan demikian, usaha pabrik roti rumahan Zivana Bakery dapat berkembang dan membantu perekonomian warga sekitar
Maanrakennustöiden eri urakkamuotojen vertailu talonrakennushankkeissa Kuopion kaupungin Tilakeskuksella
Opinnäytetyön aiheena oli tarkastella maanrakennustöiden eri urakkamuotoja talonrakennushankkeissa ja vertailla niiden etuja sekä haittoja. Työn yhteistyökumppanina oli Kuopion kaupungin Tilakeskus ja tavoitteena oli saada yhtenäinen tiivis kokonaisuus eri urakkamuodoista, niiden valintaperusteista ja päätoteuttajan vastuista.
Työssä käytettiin apuna Tilakeskuksen henkilöhaastatteluja, alan kirjallisuutta ja internettiä.
Työssä perehdyttiin Kuopion kaupungin Tilakeskuksella yleisimmin käytetyt urakkamuotoihin, joita vertailtiin keskenään. Tämän jälkeen selvitettiin myös urakkamuodon valintaan vaikuttavat eri tekijät ja päätoteuttajan vastuut. Lisäksi työssä tarkasteltiin päätoteuttajan vaihdoksen vaikutuksia osapuolten toimintaan hankkeen aikana. Lopuksi mietittiin mahdollisia parempia vaihtoehtoja urakkamuodoiksi verrattuna aiemmin käytettyihin.
Työn tuloksena saatiin yhtenäinen kokonaisuus maanrakennustöiden urakkamuodoista, valintaperusteista ja päätoteuttajan velvollisuuksista. Lisäksi työssä valmistui urakkamuodon valintataulukko. Taulukosta näkee helposti mikä urakkamuoto käy mihinkin työtehtävään.The aim of this thesis was to go over different types of earthworks contracts in house building projects and compare their advantages and disadvantages. This thesis was commissioned by Tilakeskus Kuopio. The main goal was to get a homogeneous and dense package concerning the different types of contracts in house building projects as well as to find out how those contracts are chosen and what are the head author’s responsibilities are.
First, information was gathered with the help of individual interviews, literature and the internet. The most common contract forms used in Tilakeskus were then compared with each other. After that the different factors influencing the choice of contract forms and the responsibilities of the head author were clarified. Also, the possible effects of a situation where the head author of the project would change during a certain project were examined. Finally, the possibly better alternatives to the contract factors used before were thought over.
As a result of the thesis, it was possible to get a uniform totality of the earthworks contract forms, choice grounds and the responsibilities of the head author. In addition, a contract form choice chart was created, which helps to find a suitable contract form for each assignment
Aikuisikäisten sosioemotionaaliset taidot arjen eri tilanteissa
Tutkimuksen tarkoituksena on selvittää, mitkä ovat meidän, aikuisikäisten sosioemotionaaliset taidot eri arkipäivän tilanteissa. Kuinka käyttäydymme kun kohtaamme arkipäivästä poikkeavia tilanteita, tai kuinka huomioimme toiset ihmiset ympärillämme?
Tutkimusaineisto kerättiin satunnaisesti eri henkilöiltä kyselylomakkeella. Lomakkeita täytätettiin Vaasan kaupungin työntekijöillä, Vaasan ammattikorkeakoulun sosionomiopiskelijoilla ja omilla tuttavilla ja tuttavien tuttavilla.
Tutkimuksessa selvisi aikuisten keskinäisen vuorovaikutuksen ja yleisten käytöstapojen olevan pääsääntöisesti yleisesti hyväksyttäviä. Aikuiset omaavat hyvät sosioemotionaaliset taidot melkein jokaisella käsitellyllä alueella, eli empatiakyvyssä, tunteiden säätelyssä ja sosiaalisessa ongelmanratkaisussa. Empatia on tutkimuksen mukaan vahvimmin hallittava sosioemotionaalinen taito näistä edellä mainituista taidoista. Tunteiden säätelyssä ja sosiaalisessa ongelmanratkaisussa käsitykset omista taidoista vaihtelivat vastaajien kesken jonkin verran.The purpose of this bachelor´s thesis is to find out which socio-emotional skills we, adults have in different everyday life situations, how we behave when we encounter situations that differ from the average or how we pay attention to people around us.
The material was collected randomly with questionnaires from different persons. The questionnaires were answered by employees of the city of Vaasa, social services students in the university of applied sciences of Vaasa and by the author´s own acquaintances.
The results indicate that interaction and common manners of adults are generally acceptable. Adults have good socio-emotional skills within empathy, the regulation of emotions and social problem solution. According to the results the strongest area and best skills were within empathy. There was a variation between the respondents in how they saw their own emotion regulation and social problem solution skills
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLE NON-EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatarbekangi oleh masalah peserta didik yang kesulitan dalam membuat karangan deskripsi bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur kemampuan awal dan akhir peserta didik kelas IV Sekolah Dasar sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran example non-example dalam pembelajaran menulis karangan deskripsi bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini populasi berasal dari peserta didik kelas IV SDN Babakan Tarogong. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV-E yang terdiri dari 32 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan lembar tes. Data yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu terdapat peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi dengan menggunakan model pembelajaran example non-example
ANALISIS KETERAMPILAN MENULIS PANTUN PADA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan yang dialami oleh peserta didik sekolah dasar dalam menulis pantun, yakni kurangnya kemampuan peserta didik dalam menuangkan ide-ide yang ada di dalam pikirannya dan kemudian disusun menjadi sebuah bait pantun. Selain itu, peserta didik masih kesulitan untuk memilih kata yang tepat dan sesuai dengan pola akhir pantun, serta yang sesuai dengan ciri-ciri pantun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menulis pantun pada peserta didik sekolah dasar, serta untuk mengidentifikasi kesesuaian pantun yang ditulis peserta didik sekolah dasar dengan ciri-ciri pantun yang telah ditentukan. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi, yang terdiri atas tiga artikel dan lima naskah skripsi. Hasil penelitian menyatakan bahwa, keterampilan peserta didik dalam menulis pantun termasuk dalam kategori baik. Hal tersebut membuktikan bahwa peserta didik sekolah dasar terampil dalam menulis pantun. Oleh karena itu, hasil karya pantun peserta didik, sesuai dengan ciri-ciri yang terdapat dalam pantun. Hal ini dikarenakan, penilaian keterampilan menulis pantun, disesuaikan dengan ciri-ciri yang terdapat dalam pantun
- …
