69 research outputs found

    INSIDENSI DAN SEVERITAS PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA TANAMAN BAWANG MERAH DI KAMPONG TANAH BARA KECAMATAN GUNUNG MERIAH KABUPATEN ACEH SINGKIL

    No full text
    Penyakit antraknosa pada bawang merah yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz) Sacc. Merupakan penyakit penting pada bawang merah. Kajian tentang penyakit antraknosa bawang merah masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar insidensi dan severitas penyakit antraknosa pada tanaman bawang merah (Allium cepa L. Var. Ascalonicum L.). Penelitian ini dilakukan di Kampong Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil dimana sampel yang diambil sebanyak 9 petani. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling dengan masing masing petani diambil sebanyak 5 petak contoh dengan berbentuk memanjang. Parameter pengamatan adalah seberapa besar insidensi dan severitas serangan. Pengamatan dilakukan seminggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat severitas serangan penyakit antraknosa ini tergolong sangat tinggi

    Pengaruh Jenis Pupuk Kandang dan Trichoderma sp. Sebagai Bioaktivator Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir.)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh dari jenis pupuk kandang dan Trichoderma sp. sebagai bioaktivator terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat (Ipomea reptans Poir.). Penelitian ini dilakukan di Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil dimulai dari bulan Agustus sampai November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor jenis pupuk kandang terdiri dari 3 taraf yaitu pupuk kandang sapi, pupuk ayam dan pupuk kandang kambing. Faktor Trichoderma sp. yang terdiri dari 2 taraf yaitu tanpa perlakuan Trichoderma sp. dan menggunakan Trichoderma sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya pengaruh jenis pupuk kandang pada parameter tinggi tanaman dan berat basah terbaik dijumpai pada perlakuan K1 (pupuk kandang sapi), sedangkan panjang daun, jumlah daun, dan panjang akar terbaik dijumpai pada perlakuan K2 (pupuk kandang kambing). Pengaruh Trichoderma sp. pada seluruh parameter pengamatan terbaik pada perlakuan T1 (dengan Trichoderma sp.). Tidak terdapat interaksi di antara jenis pupuk kandang dan Trichoderma sp

    PENGARUH JENIS PUPUK KANDANG DAN DIAMETER STEK TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BIBIT KELOR DI KAMPONG TANAH BARA KECAMATAN GUNUNG MERIAH KABUPATEN ACEH SINGKIL

    No full text
    Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai banyaknya manfaat yang terkandung pada tanaman kelor menyebabkan perkembangan tanaman kelor di Kampong Tanah Bara masih rendah. Mengatasi hal tersebut diperlukan usaha untuk memperbanyak produksi tumbuhan kelor. Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman dan mempercepat keberhasilan teknik pembibitan melalui pembiakan secara vegetatif di Kampong Tanah Bara, maka perlu penggunaan jenis pupuk kandang  dan ukuran diameter stek yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk kandang dan diameter stek batang terhadap pertumbuhan bibit kelor. Penelitian dilaksanakan di rumah bibit Kampong Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, pada Bulan November sampai dengan Desember 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2 faktor yaitu jenis pupuk kandang yang terdiri atas tigaperlakuan yaitu pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam, dan pupuk kandang kambing. Faktor kedua adalah diameter stek yang terdiri atas tiga  ukuran, yaitu 2,1-3 cm, 3,1-4 cm, dan 4,1-5 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter stek berpengaruh terhadap panjang tunas umur 2,3,4 dan 5 MST, terhadap diameter tunas umur 2,4 dan 5 MST, diameter stek  tidak berpengaruh terhadap panjang tunas 3 MST.Perlakuan terbaik dijumpai pada perlakuan diameter 4,1-5 cm. Diameter stek tidak  berpengaruh terhadap jumlah tangkai daun dan terhadap jumlah tunas. Jenis pupuk kandang berpengaruh tidak nyata terhadap semua peubah pengamatan. Tidak terdapat interaksi antara jenis pupuk kandang dan diameter stek terhadap pertumbuhan bibit kelor

    Pelatihan Dan Praktik Pembuatan Trichokompos Berbahan Aktif Trichoderma asperellum Asal Lahan Gambut Di Ujong Tanoh Darat, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat

    No full text
    Gampong Ujong Tanoh Darat memiliki lahan seluas 463 ha dengan jumlah penduduk 3.304 jiwa. Potensi di bidang pertanian yaitu padi sawah, perkebunan karet dan sawit, ternak, dan hortikultura. Gampong tersebut memiliki potensi untuk pengembangan dan penerapan hasil riset melalui kegiatan pengabdian berbasis riset. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis riset ini dilaksanakan bertujuan untuk menerapkan hasil penelitian yang telah dilakukan kepada masyarakat, terutama dalam mengendalikan penyakit secara hayati melalui pelatihan dan praktek pembuatan Trichokompos. Hasil pelaksanaan penyuluhan pemanfaatan limbah menjadi kompos, Hasil yang dicapai dari kegiatan penyuluhan ini petani Gampong Ujong Tanoh Darat memahami manfaat dari kompos dengan memanfaatkan kotoran ternak yang ada di sekitar Gampong sebagai pupuk organik alami yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia. Hasil penyuluhan tentang manfaat agensia pengendali hayati Trichoderma asperellum asal lahan gambut untuk mengendalikan penyakit tanaman, petani memahami manfaat dari kompos dengan memanfaatkan kotoran ternak yang ada di sekitar Gampong. Hasil pelatihan eksplorasi Trichoderma di lingkungan sekitar Gampong Ujong Tanoh Darat. petani terampil dalam mengeksplorasi dan memperbanyak secara massal agen pengendali hayati Trichoderma untuk dapat daplikasikan ke tanaman budidaya. Hasil praktek pembuatan Trichokompos berbahan aktif Trichoderma asperellum asal lahan gambut, petani menjadi terampil dalam pembuatan Trichokompo

    PENGARUH JENIS MULSA DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAHE MERAH (Zingiber officinale Roscoe)

    No full text
    This research aims to know the effect of mulch and NPK dose towards growth and production of red ginger and the interaction of both factors. This research used Randomized Block Design (RBD) with three replications, the first factor is kinds of mulch that consist of three levels: without mulch, straw mulch, and spadix palm mulch. The second factor is dose of NPK fertilizer that consist of three levels: 75, 100 and 125kg/Ha. This research was conducted at experimental farm, Faculty of Agriculture Teuku Umar University, Meulaboh West Aceh, from 4 February until June 2013. The research showed that kind of mulch influenced significantly on plant height, aged 90 and 120 after planting. The number of tillers/plant aged of 30 after planting, significant effect on plant height, aged 60 after planting, heavy of  rhizomes and production per hectare, but the effect was not significant on high plant, aged 30 after planting and the number of tillers aged 60, 90 and 120 after planting. The best Growth and production of red ginger found in spadix palm mulching and straw mulching. Dose of NPK fertilizer significantly affected the rhizome weight per clump and production per hectare, but was not significant on high plant, number of tillers/plant aged 30, 60, 90 and 120 after planting. The best production of ginger found in NPK dose of 125 kg/Ha. There was no significant interaction between mulch and NPK treatment against any observed variables. Keywords: dose of NPK, growth, mulch, red ginge

    RESPON BEBERAPA VARIETAS DAN DOSIS BAHAN ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (Cucumis sativus L.) PADA TANAH ULTISOL

    No full text
    This research to know response organic materials and some varieties to cucumber to result and growth atultisol and whet herthere is interaction both of factor.This research have been executed by in Garden Agriculture Faculity of TeukuUmar University Meulaboh, Aceh Barat Started 3 July up to 7 September 2015.This research to used is a randomized blokc desigh (RBD) with 3 x 4 and 3 with there replications. The first factor is  varieties 3 level: Hercules, Mercy, and Wuku. The second factor is organic material; 4 level that is control (without treatmant),10 tons/hectare, 20 tons/hectare, and 30 tons / hectare set organic. The results showed that the varieties signifcantly affectted plant height 15, 20, and 25 days after plantiny length diameter fruit. Where as 15 and 20 days after planting, fruit weight and production tons/hectare. Showed no significant effect on dose organic plant heigh 15, 20, and 25 days after planting, fruit weigh, fruit length, fruit to diameter, and productions total tons/hectare. There was no significant interaction between varieties and organic material on all parameters of observation. Keywords: cucumber, organic materials, ultisol, varietie

    PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN MELALUI PEMANFAATAN LAHAN PERKARANGAN DI MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT

    No full text
    Food security is the principal problem in most countries in the world. One of the efforts to build food security of families through land use lawns that are beneficial in supporting the family in addition to nutritional needs at once to beauty (aesthetics) when optimally managed and planned. Land can be developed as an area of the Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). This activity is conducted in Gampong Ujong Tanoh darat and Gampong Pasi Aceh Baroh Sub-district Meureubo, Aceh Barat. The selection of the location based on the consideration that location most of the inhabitants are farmers. The second reason is expected to give direct benefits of the existence of the Agriculture Faculty Of Teuku Umar University in the middle of the community. The third reason is to expect the gampong can become Small-scale Agriculture Faculty Of Teuku Umar University. The outer achievedare KRPL product andnursery. The outer of services are the achievement of self-reliance and material management of the farming community. The implementation of the activities carried out have been completed, KRPL vertikultur model, nursery, outreach to the community, and technical guidance to the community gampong. The success rate of the program was can be known the desire ofcommunity especially the housewife, prevail in their house by making use of the potential of the existing yards, though not exactly the same as the model that is applied. Keyword: Food Security, KRPL, Land, Vertikultu

    Kejadian Dan Keparahan Penyakit Busuk Batang (Erwinia sp.) Pada Tanaman Buah Naga (Hylocereus costaricensis) Di Lembah Seulawah, Aceh Besar

    No full text
    Penyakit busuk batang (Erwinia sp.) merupakan salah satu penyakit yang cepat menyebar diantara penyakit lainnya pada tanaman buah naga. Penyebarannya sangat mudah terutama pada kondisi kelembaban yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya serang penyakit busuk batang (Erwinia sp.) pada tanaman buah naga (Hylocereus costaricensis). Penelitian ini dilakukan di kebun tanaman buah naga UPTD BBHTPP Distanbun Aceh dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 5 blok dengan berbentuk pola Z terhadap kejadian dan kemampuan daya serang penyakit terhadap tanaman naga. Frekwensi pengamatan dilakukan sebanyak 7 kali setiap 2 minggu sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya serang penyakit busuk batang ini tergolong ringan yaitu 3,47%-23,75%, demikian pula halnya dengan kejadian penyakit yaitu 17,36-61,45%. Produktivitas buah naga di UPTD BBHTPP Distanbun Aceh yaitu 1,16-1,61 ton/ha

    KEMAMPUAN TUMBUH DAN DAYA HAMBAT Trichoderma asperellum ASAL LAHAN GAMBUT DALAM CAMPURAN MEDIA TUMBUH DEDAK TERHADAP Sclerotium rolfsii

    No full text
    Biological control by utilizing Trichoderma asperellum from peatlands is one of the efforts to control disease caused by Sclerotium rolfsii which is environmentally friendly. One of the plants that are at risk of being infected with this disease in peatlands is the peanut plant. Therefore, it is necessary to carry out research on the growth ability and inhibition of Trichoderma asperellum from peatlands in a mixture of bran growing media against Sclerotium rolfsii. This research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Teuku Umar from July to December 2022. This research was carried out using a Completely Randomized Design (CRD). Parameters observed in this study were colony growth percentage, spore count, inhibition percentage, growth potential and peanut seed germination. The results showed that the use of bran, corn and rice mixed media gave the best results on colony growth and the number of Trichoderma asperellum spores. The fungus T. asperellum in bran and rice mixed media gave the best results for seed germination and inhibition against S. rolfsii.INTISARI Pengendalian hayati dengan memanfaatkan Trichoderma asperellum asal lahan gambut merupakan salah satu upaya pengendalian penyakit yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii yang ramah terhadap lingkungan. Salah satu tanaman yang beresiko terinfeksi penyakit ini di lahan gambut adalah tanaman kacang tanah. Maka perlu dilakukan penelitian uji kemampuan tumbuh dan daya hambat Trichoderma asperellum asal lahan gambut dalam campuran media tumbuh dedak terhadap Sclerotium rolfsii. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar pada bulan Juli hingga Desember 2022. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter pengamatan dalam penelitian ini yaitu Persentase pertumbuhan koloni, Jumlah spora, Persentase hambatan, Potensi tumbuh dan daya berkecambah benih kacang tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media campuran dedak, jagung dan beras memberikan hasil yang terbaik terhadap pertumbuhan koloni dan jumlah spora Trichoderma asperellum. Jamur T. asperellum dalam media campuran dedak dan beras memberikan hasil yang terbaik daya berkecambah benih dan daya hambatnya terhadap S. rolfsii
    corecore