1,720,968 research outputs found
MEMBANGUN MODEL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MISKIN DI BALI (KAJIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MISKIN DALAM LOCAL COMMUNITY DI BALI)
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menggambarkan dan menganalisi implementasi pemberdayaan masyarakat di Bali, khususnya pemberdayaan perempuan dari keluarga miskin; dan (2) membangun sebuah model pemberdayaan perempuan dalam komunistas lokal di Bali. Deskripsi dimulai dari peran perempuan di Bali, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di Bali. Berdasarkan temuan tersebut dibangun sebuah model pemberdayaan perempuan miskin di Bali. Berdasarkan hasil penelitian dapat digambarkan peran perempuan Bali sangat strategis dalam komunitas lokal Bali. Peran mereka tidak saja pada peran domestik dan ekonomi tetapi juga dalam peran adat. Dalam lembaga keluarga, perempuan (ibu) menjadi teladan dan sangat mempengaruhi tata nilai yang dianut keluarga. Tetapi kondisi ini berbenturan dengan sistem purusa (patrimonial) dalam kehidupan adat di Bali yang meletakkan pengambil keputusan pada kaum laki-laki, sedangkan perempuan berada di sekitar pengambilan keputusan. Berdasarkan pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di Bali, maka program-program yang ada belum cukup untuk mendorong meluasnya penanaman nilai-nilai kemanusian (kejujuran, kepedulian dan kerelawanan) yang disepakati sebagai akar masalah kemiskinan. Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat juga belum cukup signifikan melaksanakan pemberdayaan perempuan. Pelibatan perempuan masih bersifat syarat normatif dan terkesan masih diletakkan sebagai objek bukan subjek program. Untuk itu dibangun model pemberdayaan perempuan melalui pendekatan kelompok usaha produktif yang mendorong para perempuan mampu mengembangkan kapasitas mereka, termasuk dalam pengambilan keputusan melalui proses pembelajaran yang berkelanjutan. Model ini meletakkan perempuan sebagai subjek dan objek program dengan membangun sinergitas antar aktor pemberdayaan dan pengambil keputusan dalam masyarakat lokal di Bali.Kata Kunci : Pemberdayaan; Perempuan miskin; Local Communit
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ALOKASI DANA DESA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING TERINTEGRASI
Latar belakang: Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menyebutkan bahwa keuangan desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban desa yang menimbulkan pendapatan, belanja, pembiayaan dan pengelolaan keuangan desa. Sehingga yang menjadi pertanyaan sejauh mana implementasi dari ADD sehingga dapat diprioritaskan dalam upaya peningkatan kesehatan utama masalah stunting yang menjadi PR bagi pemerintah Indonesia.
Metode Penelitian: Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan crossectinonal dengan tempat penelitian di Desa Kubutambahan. Sampel dalam penelitian adalah, kepala desa, Puskesmas dan Masyarakat yang berjumlah mencapai 100 responden. Instrument pengumpulan data adalah kuesioner tertutup dengan nilai uji valid dan reabilitas 0,6 dan wawancara terstruktur bagi kepala desa, kepala puskesmas, sekdes, Bides dan BPD.
Hasil dan Pembahasan Rekapitulasi indikator implementasi kebijakan dana desa yaitu 78 % yang terlaksana sesuai dengan prioritas dana desa bahwa desa Kubutambahan merupakan daerah slot stunting yang perlu mendapatkan upaya program pencegahan stunting di Desa Kubutambahan.
Kesimpulan dan Saran Implementasi Kebijakan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Kubutamabahan utamanya dalam upaya pencegahan stunting berjalan cukup lancar. Hal ini dapat terlihat dari tahap persiapan berupa penyusunan Daftar Usulan Rencana kegiatan (DURK), penyelesaian setiap kegiatan sampai dengan tahap penyusunan pertanggungjawaban. Namun demikian pencapaian tujuan Alokasi Dana Desa belum optimal. Sehingga disarankan ada sosialisasi lebih luas terkait ADD ini
SPIRIT DAN ETIKA BIROKRASI APARATUR SIPIL NEGARA DI SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN BULELENG
Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang Spirit dan etika birokrasi ASN di Sekretariat DPRD Kab. Buleleng. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Spirit dan etika birokrasi ASN di Sekretariat DPRD Kab. Buleleng telah Etika Birokrasi di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Buleleng, secara keseluruhan baik, hal ini di indikasikan dari ketiga aspek etika yang digunakan aspek tujuan dan aspek Sarana (modalitas) sudah terlaksnaa dengan baik, aspek sarana (modalitas) sudah dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Berdasarkan data yang diperoleh di dalam penelitian dan berdasarkan hasil analisis terhadap data tersebut menunjukkan bahwa secara umum tingkat Etos Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Buleleng adalah sebesar 83,95% dan ini berada pada intervasl 76% - 100% atau termasuk dalam kategori baik
TRANSFORMASI REKRUTMEN BIROKRASI MELALUI COMPUTER ASSISTED TEST (CAT) UNTUK MENINGKATKAN AKUNTABILITAS DAN GOOD GOVERNANCE
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) di Kantor Regional X BKN Denpasar, serta untuk mengevaluasi apakah proses tersebut telah memenuhi prinsip-prinsip good governance, termasuk akuntabilitas, transparansi, keadilan, dan responsivitas. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap responden yang terlibat langsung dalam proses seleksi CPNS menggunakan metode CAT, serta observasi di Kantor Regional X BKN Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seleksi CPNS menggunakan metode CAT telah memenuhi prinsip-prinsip good governance. Proses seleksi ini dapat dipertanggungjawabkan (akuntabilitas), dilaksanakan secara terbuka (transparansi), adil bagi seluruh peserta (keadilan), dan memiliki mekanisme responsif dalam menangani permasalahan yang muncul. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode CAT telah berhasil meningkatkan kualitas seleksi CPNS dengan memastikan akuntabilitas, transparansi, keadilan, dan responsivitas, serta dapat dijadikan sebagai model dalam implementasi reformasi birokrasi di BKN. Disarankan agar metode CAT ini terus dikembangkan dan diterapkan lebih luas. Kata Kunci : CAT (Computer Assisted Test), Good Governance, Akuntabilitas, Transparansi, Keadilan, Responsivitas
Implementasi kebijaksanaan program pengembangan wilayah Propinsi Bali (Penelitian terhadap implementasi program pembinaan industri kecil di Kabupaten Gianyar dan Jembrana)
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
