1,720,971 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Pengaruh Paritas terhadap Litter Size, Bobot Lahir, Bobot Sapih, dan Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) Prasapih pada Kambing PE Kaligesing di UPT PT-HMT Singosari Malang, Jawa Timur
Badan Pusat Statistik (2018) mencatat bahwa permintaan daging nasional dalam periode tiga tahun terakhir mengalami peningkatan sehingga perlu adanya upaya peningkatan populasi ternak kambing. Ditjen PKH (2018) menyatakan bahwa konsumsi daging kambing nasional berada di angka 0,052 kg/per kapita/tahun, artinya ketersediaan daging kambing masih sangat rendah. Kambing PE Kaligesing merupakan salah satu kambing yang paling populer di Indonesia. Peternak Indonesia memilih beternak kambing ini karena memiliki produktivitas yang baik. Permintaan bibit yang setiap tahun terus mengalami peningkatan akan menyebabkan kekurangan pada penyediaan bibit jika dibiarkan tanpa adanya upaya pelestarian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penurunan populasi adalah dengan cara melakukan pembibitan ternak. Upaya awal untuk melakukan pembibitan dengan cara seleksi yang dapat dilakukan dengan
melihat rekording bibit maupun induk sebagai tetua. Rekording bibit diantaranya yaitu bobot lahir, bobot sapih, dan jumlah anak dalam satu kelahiran. Sedangkan rekording induk dapat dilihat dari catatan paritas yang dapat menggambarkan tingkat kematangan sistem reproduksi ternak.
Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 8 Oktober sampai 9 November 2018 di Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT-HMT) Singosari Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paritas induk terhadap cempe yang dihasilkan berdasarkan litter size, bobot lahir, bobot sapih, dan pertambahan bobot badan harian (PBBH). Materi yang digunakan adalah kambing PE Kaligesing dengan rincian cempe sebanyak 190 ekor dan induk sebanyak 151 ekor. Metode yang digunakan adalah metode survei teknik penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Data hasil penelitian yang diperoleh dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa paritas memberikan perbedaan yang nyata (P<0,05) terhadap litter size. Rataan Litter Size pada paritas 1 sebesar 1,16 ± 0,38 ekor, paritas 2 sebesar 1,17± 0,38 ekor, paritas 3 sebesar 1,35 ± 0,47 ekor, dan paritas ≥4 sebesar 1,33 ± 0,48 ekor. Paritas tidak menunjukkan perbedaan pada bobot lahir, bobot sapih, dan pertambahan bobot badan harian. Rataan bobot lahir cempe di lokasi penelitian pada paritas 1 sebesar 3,45 ± 0,58kg, paritas 2 sebesar 3,47 ± 0,52kg, paritas 3 sebesar 3,50 ± 0,63kg, dan paritas ≥4 sebesar 3,49 ± 0,58kg. Rataan bobot sapih anak kambing 90 hari yang diperoleh saat penelitian pada paritas 1 sebesar 12,66 ± 2,18 kg, paritas 2 sebesar 12,26 ± 1,80kg, paritas 3 sebesar 13,02 ± 2,38kg, dan paritas ≥4 sebesar 11,97 ± 2,32kg. Rataan
PBBH prasapih yang diperoleh saat penelitian pada pada paritas 1 sebesar 101,98 ± 21,92 g/ekor/hari, paritas 2 sebesar 96,71 ± 19,97 g/ekor/hari, paritas 3 sebesar 108,0 ± 26,43 g/ekor/hari, dan paritas ≥4 sebesar 94,44 ± 23,80 g/ekor/hari. Hasil analisis pola RAL menunjukkan bahwa bobot lahir, bobot sapih, dan PBBH tidak dipengaruhi oleh paritas yang berbeda.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa paritas 3 dapat meningkatkan litter size dengan nilai 1,35 ± 0,47 ekor. Paritas 3 memberikan pengaruh yang sama pada bobot lahir dengan nilai 3,50 ± 0,63kg, bobot sapih sebesar 13,02 ± 2,38kg, dan pertambahan bobot badan harian sebesar 108,0 ± 26,43 g/ekor/hari
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN SETTING MODEL LEARNING TOGETHER (LT) PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI DATAR
Berdasarkan kenyataan di lapangan yaitu sekolah masih banyak guru matematika yang menggunakan model pengajaran langsung dimana proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru sehingga menyebabkan siswa sulit untuk berpartisipasi aktif dalam memahami pelajaran. Sementara itu, ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak “mengalami” apa yang dipelajarinya, bukan “mengetahui”. Pelajaran yang berorientasi pada target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi “mengingat” jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Oleh karena itu, seorang pendidik membutuhkan suatu keterampilan dalam menggunakan variasi antara model pembelajaran dan pendekatan pembelajaran. Salah satu cara sebagai upaya untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan menggunakan penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan setting model Learning Together (LT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana aktifitas siswa, respon siswa, dan ketuntasan belajar siswa dalam penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan setting model Learning Together (LT) pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar. Peneliti mengumpulkan data melalui observasi aktivitas siswa, angket dan Tes. Kemudian data yang terkumpul dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa termasuk kategori baik, respon siswa sebesar 75, 38% yang tergolong kategori positif , dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 88,46% yang terdiri dari tiga orang yang belum tuntas. Penulis menyimpulkan bahwa pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan setting model Learning Together (LT) pada pokok bahasan bangun ruang sisi datar dapat dikatakan baik untuk diterapkan
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
SELF-EFFICACY SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Self efficacy mempengaruhi bagaimana individu berpikir, merasa, memotivasi diri, dan bertindak. Self-Efficacy adalah keyakinan seorang individu mengenai keampuannya dalam mengorganisasi dan menyelesaikan suatu tugas yang diperlukan untuk mencapai hasil tertentu. Dimensi-dimensi Self-Efficacy yang digunakan sebagai dasar bagi pengukuran terhadap Self-Efficacy individu adalah magnitude,strength, dan generality. Self-Efficacy yang kuat atau tinggi sangat dibutuhkan siswa dalam pemecahan masalah matematika tersebut sehingga dapat mencapai keberhasilan dalam pembelajaran tersebut. Siswa dengan Self-Efficacy yang tinggi akan lebih mampu bertahan menghadapi masalah matematika tersebut, mudah memecahkan tugas dan masalah matematika tersebut, dan kegagalan memecahkan masalah matematika tersebut dianggap karena kurangnya usaha atau belajar. Sebaliknya siswa dengan Self-Efficacy yang lemah atau rendah cenderung rentan dan mudah menyerah menghadapi masalah matematika tersebut, mengalami kesulitan dalam memecahkan tugas dan masalah matematika tersebut, dan kegagalan memecahkan masalah matematika tersebut dianggap karena kurangnya kemampuan matematikanya
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
