1,720,975 research outputs found

    Pemanfaatan sumber daya alam dan pemenuhan kebutuhan pangan pada masyarakat kampung Dukuh Jawa Barat

    Get PDF
    Pola perkampungan pada masyarakat Kampung Dukuh pada hakekatnya dapat dikategorikan menjadi empat bagian. Bagian pertama adalah kompleks pemakaman suci atau menurut istilah mereka Makom Karomah. Kompleks pemakaman ini letaknya paling tinggi di antara bagian-bagian yang lainnya. Di bagian yang lebih tinggi lagi adalah hutan keramat tempat tinggal roh-roh dan nenek moyang mereka. Bagian kedua adalah kampung inti, yaitu tempat di mana penduduk yang masih dianggap suci atau murni menetap. Mereka adalah keturunan para pendiri Kampung Dukuh. Bagian ketiga adalah luar, yaitu perluasan wilayah kampung inti yang penduduknya merupakan percampuran antara orang asli dengan pendatang. Bagian keempat adalah awisan, yaitu kampung-kampung yang dulunya adalah tanah kosong tetapi kemudian atas izin Sesepuh Pakuncen tanah kosong itu dapat dihuni oleh penduduk luar

    Perajin tradisional di daerah Propinsi Sulawesi Selatan

    Get PDF
    Tujuan perekaman ini pertama-tama adalah mendeskripsikan keberadaan berbagai perajin dan kerajinan tradisional pada berbagai kelompok masyarakat di Indonesia. Tujuan berikutnya adalah mengungkapkan ciri-ciri perajin dan kerajinan tradisional di Sulawesi Selatan untuk menemukan kaitannya dengan pembangunan sosial ekonomi dan budaya pada umumnya. Ruang lingkup perekaman tertulis ini adalah kerajinan tradisional di daerah Sulawesi Selatan. Aspek yang akan diungkapkan pada masing-masing kerajinan tradisional tersebut adalah perolehan bahan, teknologi dan peralatannya, modal dan tenaga kerja, produksi, distribusi, fungsi dan peranan sosial, ekonomi dan budaya hasil kerajinan tradisional baik bagi perajin maupun bagi konsumen. Lokasi cakupan yang menjadi sasaran perekaman ini adalah, pertama, pengrajin tenun sutera di Kelurahan Sompe, Kabupaten Wajo , kedua, perajin keramik tanah liat di Kelurahan Pattallasang, Kabupaten Takalar, ketiga, perajin ukiran kayu di Kelurahan Tikunna Melenong, Kabupaten Tanah Toraja, dan keempat, perajin pandai besi di Desa Massepe , Kabupaten Sidrap (Peta I)

    Pengrajin tadisional di daerah Propinsi Sumatera Utara

    Get PDF
    Tujuan perekaman ini pertama-tama adalah mendeskripsikan keberadaan berbagai pengrajin dan kerajinan tradisional pada berbagai kelompok masyarakat di Indonesia. Tujuan berikutnya adalah mengungkap ciri-ciri pengrajin dan kerajinan tradisional ulos serta rotan untuk menemukan kaitannya dengan pembangunan sosial, ekonomi dan budaya di daerah Propinsi Sumatera Utara. Ruang lingkup perekaman tertulis ini adalah kerajinan tradisional di daerah Propinsi Sumatera Utara yang menggunakan berbagai macam bahan dan menghasilkan berbagai barang yang berfungsi dalam kehidupan sehari-hari baik bagi para pengrajin sendiri maupun bagi masyarakat umumnya. Fungsi itu dapat bersifat ekonomi, sosial maupun budaya. Pada kesempatan ini yang menjadi sasaran perekaman adalah kerajinan tradisional yang bahan bakunya dari tumbuh-tumbuhan, yakni kapas atau kapok yang telah dipintal menjadi benang. serta bahan tumbuh-tumbuhan dari rotan. Aspek yang akan diungkapkan pada masing-masing jenis kerajinan tradisional tersebut adalah perolehan bahan, teknologi dan peralatannya, modal dan tenaga kerja, produksi, distribusi, fungsi dan peranan sosial, ekonomi dan budaya hasil kerajinan tradisional baik bagi pengrajin maupun bagi konsumen. Lokasi cakupan yang menjadi sasaran penelitian ini adalah Desa Lumban Siagianjulu, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, serta Lingkungan X, Kelurahan Sei Sikambing, Kecamatan Medan Barat, Kotamadya Medan, Propinsi Sumatera Utara

    Geografi budaya dalam wilayah pembangunan daerah Kalimantan Selatan

    Get PDF
    Dalam penelitian ini yang menjadi sasaran adalah unsur lingkungan alami, sosial, ekonomi dan budaya. Ketiga lingkungan yang terakhir diungkap melalui unsur kunci, yaitu meliputi teknologi, kepercayaan, ekonomi, dan organisasi sosial yang terlebur dalam ke-6 aktivitas ekonomi tersebut di atas. Dalam Pelita II, Propinsi Kalimantan Selatan dibagi menjadi dua wilayah pembangunan, yaitu : Wilayah Pembangunan I dan Wilayah Pembangunan II. Wilayah Pernbangunan I, dengan pusat Banjarmasin. Hasil utamanya adalah karet, kelapa, lada, perikanan darat dan padi (pasang surut). Wilayah Pembangunan II dengan pusat Kotabaru. Hasil utamanya adalah kayu, ikan dan ternak. Penelitian ini menggunakan kedua wilayah pembangunan tersebut sebagai wilayah hipotetis. Kepada masing-masing wilayah pembangunan tersebut, pendekatan terpadu dalam arti yang diterangkan di atas akan dilakukan, sehingga ciri utama setiap wilayah pembangunan tersebut dapat diketahui

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Drs. Sudirman: hasil karya pengabdiannya

    Get PDF
    Proyek Inventarisai dan Dokumentasi Sejarah Nasional merupakan salah satu proyek dalam lingkungan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang antara lain mengerjakan penulisan biografi tokoh yang telah berjasa dalam masyarakat. Adapun pengertian tokoh dalam naskah ini ialah seseorang yang telah berjasa atau berprestasi di dalam meningkatkan dan mengembangkan pendidikan, pengabdian, ilmu pengetahuan, keolahragaan, dan seni budaya nasional di Indonesia
    corecore