1,721,084 research outputs found
Stephen R. Covey, honorary degree recipient, speaks at the Marquette University Commencement, May 19, 2002
Stephen R. Covey, honorary degree recipient, speaks at the Marquette University Commencement, May 19, 2002
Stephen R. Covey, honorary degree recipient, speaks at the Marquette University Commencement, May 19, 2002
Stephen R. Covey, honorary degree recipient, speaks at the Marquette University Commencement, May 19, 2002
STUDI KOMPARASI KONSEP PEMBENTUKAN KARAKTER MENURUT STEPHEN R. COVEY DAN ARY GINANJAR AGUSTIAN
Latar belakang dari penelitian ini adalah idealnya Pendidikan Agama Islam
dapat membentuk peserta didik yang berkarakter atau berakhlak mulia. Namun
dalam kenyataannya masih banyak pelajar yang melakukan tindakan yang tidak
bermoral. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengkaji konsep pembentukan
karakter menurut Stephen R. Covey dan Ary Ginanjar Agustian, karena telah
diaplikasikan dalam berbagai lembaga maupun organisasi dan terbukti efektif
untuk membentuk karakter pada diri seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkomparasikan kedua konsep tersebut serta mencari implikasinya dalam
Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research).
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pedagogi dan filsafat. Metode
pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Analisis data
menggunakan metode deskriptif analisis.
Hasil penelitian yaitu: (1) Konsep pembentukan karakter menurut Stephen
R. Covey adalah dengan The 7 Habits of Highly Effective People. (2) Konsep
pembentukan karakter menurut Ary Ginanjar Agustian adalah dengan Emotional
Spiritual Quotient. (3) Persamaan konsep tersebut terletak pada tujuan,
komponen-komponen pembentuk karakter, dan nilai-nilai karakter yang
terbentuk. Perbedaannya terletak pada latar belakang konsep, dasar konsep, sifat
konsep, dan langkah-langkah pembentukan karakter. Konsep pembentukan
karakter Stephen R. Covey mempunyai kelebihan, yaitu: menjelaskan pembaruan
diri pada empat dimensi manusia dan terdapat mekanisme manajemen waktu,
sedangkan kekurangannya adalah cenderung hanya berorientasi kepada kehidupan
di dunia dan tidak menjelaskan suara hati secara lengkap. Sementara itu konsep
pembentukan karakter Ary Ginanjar Agustian mempunyai kelebihan yaitu
berorientasi kepada kehidupan di dunia maupun di akhirat dan menjelaskan suara
hati secara lengkap, sedangkan kelemahannya adalah tidak menjelaskan
pembaruan diri pada dimensi fisik manusia dan tidak terdapat mekanisme
manajemen waktu. (4) Implikasinya dalam Pendidikan Agama Islam, konsep
pembentukan karakter dari Stephen R. Covey yang menyajikan mekanisme
aplikatif dalam membentuk karakter seseorang bisa di gabungkan dengan konsep
pembentukan karakter dari Ary Ginanjar Agustian yang lebih bersifat religiusfilosofis
sehingga menjadi alternatif baru untuk membentuk karakter peserta
didik
Musicians’ time management based on third habit of Stephen R. Covey
The article deals with an issue of time management of professional musicians. This issue was investigated due to a theory presented by Stephen R. Covey in a third habit in The 7 Habits of Highly Effective People: Powerful Lessons in Personal Change, especially the matrix of time management. The study presents the results of case studies based on questionnaires and research interviews
The relation of religion and spirituality to time management: examining the lives and careers of <i>FranklinCovey</i> co-founders – Hyrum W. Smith & Stephen R. Covey
The relation of time, and the management thereof, to any human endeavor is self-evident from the simple standpoint that all cognitive, emotional, spiritual, and behavioral pursuits require time to engage. With this general truism in mind, what relationships exist between the management
of one’s time and the growth, nurturance, and maturation of one’s spirituality and religious practice both at home and at work? This paper explores possible answers to this question and otherwise draws implicit connections between time management and spirituality. The basis of
this article is an interview conducted with Hyrum W. Smith, age 73, about the role of time management in his life and work. Also included are archival records and current writings (specifically the books written by Smith and Stephen R. Covey). Hyrum W. Smith and the late Stephen R. Covey –
the co-founders of FranklinCovey Company – are two of the twentieth century’s highest profile and most successful corporate time management experts.</jats:p
The secret power of the love = rahasia kekuatan cinta/ Stephen R. Covey (dkk)
xx, 306 hal.; 21 c
PENGEMBANGAN PANDUAN PELATIHAN TUJUH KEBIASAAN YANG EFEKTIF MENURUT STEPHEN R. COVEY
ABSTRAK Hariyanti, Shoviyana. 2019. Pengembangan Panduan Pelatihan Tujuh Kebiasaan yang Efektif Menurut Stephen R. Covey. Skripsi Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd., (II) Dr. Dany M. Handarini, M.A. Kata Kunci : Panduanpelatihan, tujuhkebiasaanefektif Covey Siswa sekolah menengah pertama (SMP) dengan kisaran usia 12-15 tahun termasuk kategori remaja. Masa remaja yang merupakan masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa ini anak akan banyak mengalami perubahan yang dapat mempengaruhi kognisi, kepribadian bahkan kehidupan sosialnya. Perubahan seperti itu dapat menimbulkan permasalahan yang mengarah pada kebiasaan buruk, yang dikenal dengan kebiasaan negatif. Untuk mengubah kebiasaan negatif tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan. Kebiasaan merupakan aktivitas yang dikerjakan spontan dan cenderung berulang. Ada tujuh kebiasaan yang paling efektif menurut Covey: (1) jadilah proaktif, (2) merujuk pada tujuan akhir, (3) dahulukan yang utama, (4) mengatasi konflik, (5) berusaha memahami terlebih dahulu, baru dipahami, (6) wujudkan sinergi, dan (7) asahlah gergaji. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk mengubah kebiasaan negatif tersebut adalah dengan membuat panduan tujuh kebiasaan yang efektif menurut Stephen R. Covey bagi siswa SMP. Metode pelatihan yang digunakan yaitu model pembelajaran terstruktur atau Structured Learning Approach (SLA). Tujuan pelatihan dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan pelatihan tujuh kebiasaan yang efektif menurut Covey bagi siswa SMP dengan menggunakan model pembelajaran Structured Learning Approach (SLA) yang memenuhi skala akseptabilitas. Metode yang digunakan adalah mengadopsi prosedur Borg & Gall (1983) yang disusun menjadi 3 tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap penyusunan produk, dan tahap uji coba produk. Tahap perencanaan mengkaji bahan pustaka dengan menganalisis berbagai fenomena yang ada di lapangan dan mengkaji literatur. Tahap penyusunan produk menghasilkan panduan pelatihan tujuh kebiasaan yang efektif menurut Covey dan alat evaluasi produk berupa skala akseptabilitas yang diadopsi dari Handarini (2000) yang telah di uji verifikasi oleh pembimbing. Tahap uji coba produk kepada dua orang ahli bimbingan dan konseling, dan satu konselor SMP sebagai calon pengguna produk. Data kuantitatif dianalisis menggunakan inter-rater agreement, sedangkan data berupa saran secara tertulis dianalisis secara deskriptif. Panduan pelatihan ini telah diujikan kepada dua ahli dan satu calon pengguna produk dengan hasil penilaian secara keseluruhan panduan pelatihan ini berguna, layak, tepat, dan patut untuk digunakan konselor dan siswa SMP. Panduan ini dapat digunakan oleh konselor sebagai panduan dalam memberikan pelatihan tujuh kebiasaan yang efektif menurut Covey kepada siswa SMP. Panduan pelatihan tujuh kebiasaan yang efektif menurut Covey ini dapat dilanjutkan penelitian kuantitatif (eksperimen) untuk mengetahui keefektifan panduan pelatihan ini
Diseño de prototipo WEB para el proceso de evaluación de empleados basado en el método de Stephen R. Covey: “Los 7 hábitos de la gente altamente efectiva”.
Este documento es el informe final del trabajo de grado en la modalidad de monografía, requisito para obtener el título de ingenieras de sistemas en la Universidad Cooperativa de Colombia y ha dado origen al diseño de prototipo web para la evaluación de empleados bajo el método de Stephen R Covey; “Los siete hábitos de la gente altamente efectiva”. Este informe da por concluido el trabajo de grado.
El objetivo de esta monografía es automatizar el proceso de evaluación a empleados mediante el método antes mencionado con el fin de reducir costos en recursos de papelería y personal a la empresa que desee implementarlo.This document is the final report of the thesis in the form of a monograph, requirement for the degree of system engineers in the Cooperative University of Colombia and has led to the design of web prototype for the evaluation of employees under the method of Stephen R Covey, "the Seven Habits of highly Effective People". This report terminating degree work.
The aim of this paper is to automate the process of evaluation employed by the aforementioned method to reduce stationery costs and staff resources to the company you want to implement.1.Introducción. – 2. Marcos. – 2.1. Marco teórico. – 2.2. Marco legal. – 3. Desarrollo Ingenieril. – 4. Conclusiones y recomendaciones. – 4.1. Conclusiones. – 4.2. Recomendaciones. – 5. Bibliografía
Principles of comprehensive self-renewal by Stephen R. Covey in the perspective of ancient greek paideía and the ideal of kalokágathía
Taking into account the ideals of ancient areata ethics (παιδεία and καλοκάγαϑία), the article describes the concept of a comprehensive self-renewal of Stephen R. Covey in four dimensions/spheres of renewal. The first dimension of renewal is related to the physical sphere; the second dimension involves spiritual qualities; the third dimension is of mental/intellectual characteristics; and the fourth dimension addresses community qualities, i.e. socio-emotional values. This contemporary concept is described on the background of the philosophical values of ancient Greece: character development, concern of άρετή and μετάνοια; also broadly understood care for own ψυχή
- …
