1,721,001 research outputs found
Perancangan Sistem Informasi Penjualan Berbasis Web (Studi Kasus di CV. Sekawan Klaten)
Sistem informasi penjualan menyediakan informasi untuk menangani penjualan produk/jasa yang dihasilkan perusahaan. Pelayanan penjualan menjadi sangat penting ketika persaingan antar perusahaan semakin ketat. Karena itu, pengembangan sistem informasi penjualan untuk memudahkan pelayanan kepada konsumen terus dikembangkan.
Pengembangan sistem informasi penjualan berbasis web memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam pelayanan penjualan yang online secara terus menerus. Media web juga mampu menjadi media informasi perusahaan untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.Keunggulan media web mempunyai jangkauan umum dan luas. Selain itu, informasi yang disajikan dapat disajikan secara detail dan up to date.
Analisis proses didasarkan pada tinjauan terhadap sistem penjualan yang digunakan perusahaan dan digambarkan dengan IDEF. ERD untuk menggambarkan hubungan antar entitas dalam sistem informasi penjualan. Perancangan fisik sistem informasi penjualan ini, menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL. Berdasarkan desain input-ouput dalam penelitian ini diperoleh gambaran sistem informasi penjualan berbasis web yang mampu memenuhi spesifikasi kebutuhan perusahaan.
Kata kunci : sistem informasi penjualan, we
Pengembangan Sistem pada Proses Source berdasarkan Metrik odel Supply Chain Operation Reference(SCOR) (Studi Kasus di PT Kubota Indonesia)
PT Kubota Indonesia merupakan pelopor perusahaan mesin diesel yang bermutu tinggi di Indonesia yang telah dan terus mendukung pengembangan industri terutama industri pertanian nasional. Dalam dunia kompetitif yang semakin tinggi saat ini, persaingan PT Kubota Indonesia dengan perusahaan lainnya mengharuskan supaya terus-menerus melakukan perbaikan dalam mutu barang dan layanan sekaligus meningkatkan efisiensi untuk menekan biaya produksi, sehingga harga penjualan produk tetap dapat bersaing. Sementara, proses source saat ini memberi pemborosan dan delay yang sangat berdampak terhadap proses lain dalam supply chain yaitu proses plan, make, deliver, dan return. Adanya pemborosan yang mencapai lebih dari 20% keterlambatan delivery dan perubahan jadwal yang sering terjadi yang mencapai lebih dari 30% perubahan membawa agar proses source harus segera dianalisis dan dievaluasi dengan pertama-tama mengukur kinerja keseluruhan proses agar membantu analisis lebih lanjut.
Adapun, manajemen kinerja yang baik adalah yang dilakukan dalam suatu sistem pengukuran yang sudah standar dan terkelola dengan baik, agar informasi yang dibutuhkan dalam rancangan kinerja dapat terukur. Namun, sistem source belum seperti standar yaitu dilihat berdasarkan pendekatan metrik yang tersedia pada model referensi Supply Chain Operations Reference (SCOR). Untuk itu, pengembangan sistem pun dilakukan agar pengukuran kinerja dapat dilakukan dengan data atau informasi yang tersedia dengan baik.
Perbaikan prosedur dilakukan pada 6 metrik yang belum bisa digunakan di proses source PT Kubota Indonesia dari 21 metrik model referensi SCOR. Kemudian dilakukan uji coba pengukuran kinerja terhadap ke-21 metrik ini yang hasilnya menyatakan setelah perbaikan prosedur maka ukuran kinerja dapat dihitung, sehingga memungkinkan evaluasi dilakukan. Selain itu, pembuatan prosedur untuk menghitung pembobotan metrik pun dibuat agar perusahaan mampu mengukur bobot metriknya sendiri. Ada pula target-target pencapaian kinerja saat ini telah didefinisikan perusahaan sehingga pengukuran kinerja lebih terarah
Analisis Jadwal Pembangunan Ruko Taman Niaga dengan Memperhatikan Aliran Kas(Studi Kasus di PT Karyadeka Alam Lestari, Semarang)
Penelitian ini menganalisis jadwal proyek pembangunan Ruko Taman Niaga dengan memperhatikan aliran kas. Objek penelitian ini adalah Pembangunan Ruko Taman Niaga. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui pengamatan langsung. File-file perusahaan dan data-data lain dari sumber yang terkait.
Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah Critical Path Method (CPM) yang menunjukkan kurun waktu penyelesaian proyek yang tercepat. Permasalahan yang terjadi yaitu belum adanya jadwal yang tepat dan kurang teraturnya aliran kas proyek.
Pada kenyataannya, kontraktor meminta pembayaran penyelesaian proyek kepada PT KAL secara tidak teratur sehingga sangat memungkinkan PT KAL kesulitan dalam pembayaran tersebut. Oleh karena itu, dalam penelitian ini merencanakan aliran kas proyek sehingga memudahkan PT KAL melakukan pembayaran kepada kontraktor per bulan dengan mengontrol kemajuan penyelesaian fisik proyek. Sedangkan jadwal yang sudah ada belum tepat karena tidak memperhatikan aliran kas dan banyak pekerjaan yang menumpuk sehingga memungkinkan menambah sumber daya untuk menyelesaikan proyek tersebut.
Jika penyelesaian proyek tersebut berjalan sesuai rencana, maka nilai NPV sebesar Rp. 244.171.000,00 dengan tingkat bunga 1 persen. Jika penyelesaian proyek dipercepat akan diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 245.757.000,00. Sedangkan jika diperlambat akan diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 245.038.000,00, dapat disimpulkan bahwa usulan proyek tersebut layak diterima.
Kata Kunci : CPM, jadwal, alokasi anggaran, lintasan kritis, NPV
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Penentuan Kebijakan Penggantian Pencegahan Dan Persediaan Komponen Kritis Mesin Printing Nakajima (Studi Kasus : Departemen PL 1 PT Plasindo Lestari)
Apabila ingin menghasilkan produk yang berkualitas, harus didukung dengan fasilitas produksi yang baik untuk beroperasi. Salah satu yang harus diperhatikan adalah mengenai sistem perawatan dari fasilitas produksi itu sendiri. Pada prakteknya, setiap komponen dalam suatu sistem operasi akan mengalami keausan (deterioriation) dan kadang-kadang juga akan mengalami kegagalan dalam menjalankan fungsinya, sehingga output yang dihasilkan menjadi kurang sempurna. Selain itu sistem perawatan yang baik hendaknya didukung dengan sistem persediaan yang baik pula.
PT Plasindo Lestari adalah perusahaan flexible packaging yang memproduksi produk kemasan sesuai dengan permintaan dari customer. Untuk memenuhi permintaan customer, maka harus didukung dengan fasilitas produksi yang baik. Namun dalam pelaksanaannya, mesin produksi masih sering mengalami downtime yang cukup lama dan frekuensi kerusakan yang tinggi. Selain itu sistem perawatan tidak didukung dengan sistem persediaan yang baik, sehingga seringkali komponen tidak tersedia ketika terjadi kerusakan. Berdasarkan kondisi tersebut, maka dalam penelitian ini bertujuan untuk menerapkan sistem perawatan berupa kebijakan penggantian pencegahan yang didukung dengan persediaan sesuai dengan kebijakan penggantian tersebut dengan kriteria meminimasi biaya penggantian dan persediaan di PT Plasindo Lestari.
Penelitian ini menyajikan suatu model penggantian pencegahan dengan metode age replacement untuk meminimasi biaya penggantian untuk menentukan interval waktu penggantian yang optimal dan model persediaan dengan menggunakan metode probabilistik model Q untuk kasus lost sales. Komponen bearing roll pendingin merupakan komponen paling kritis pada Mesin Nakajima, berdasarkan kriteria jumlah frekuensi kerusakan, dan pengaruh kerusakan komponen terhadap mesin. Dari hasil pengolahan data didapat bahwa interval penggantian komponen bearing roll pendingin yang optimal untuk mesin Printing Nakajima 1 adalah 87 hari, dengan biaya penggantian sebesar Rp 9.067.435 dan untuk mesin Printing Nakajima 2 adalah 77 hari, dengan biaya penggantian sebesar Rp 10.204.308. Sedangkan untuk sistem persediaan,, pada mesin Nakajima 1 ukuran pemesanan yang optimal (Q) adalah 4 unit, reorder point (r) ketika persediaan 1 unit, dan persediaan pengaman (ss) sebanyak 1 unit, dengan biaya total persediaan Rp 756.760 dan pada mesin Nakajima 2 ukuran pemesanan yang optimal (Q) adalah 4 unit, reorder point (r) ketika persediaan 1 unit, dan persediaan pengaman (ss) sebanyak 1 unit, dengan biaya total persediaan Rp 775.060.
If we want to make product with best quality, it must be supported with a good facility. One that must be paid attention is maintenance system of its facility. In practically, every component in production system will facing deterioration and sometime also will facing failure in running its function, so that the finish good will become rejected. Beside that good maintenance system shall also be supported with good inventory system.
PT. Plasindo Lestari is flexible packaging company that produces tidiness product according to customer demand. To fulfill customer demand, hence have to be supported with good production facility. But in practically, the production machine still often experience of sufficient downtime and highly damage frequency. Beside that, maintenance system doesn’t support with good inventory system, so that the component often become unavailable when the breakdowns occur. Based on that condition, hence in this research aim to apply maintenance system, in the form of preventive replacement policy which supported with inventory as according to that preventive replacement policy, with criterion of minimizing the replacement cost and inventory cost in PT Plasindo lestari.
This research present a preventive replacement model with age replacement method for minimizing replacement cost to determine replacement time interval and inventory model by using Q model of probabilistic method for lost sales case. Bearing cooler roll component is the most critical component of Nakajima Printing Machine, based on breakdown frequency and influence breakdown component to the machine. From the data process result, it’s got that the optimal preventive replacement interval of the component for 1st Nakajima Printing machine is 87 days, with replacement cost in 1 year is Rp 9.067.435 and for 2nd Nakajima Printing machine is 77 days, with replacement cost in 1 year is Rp 10.204.308. While for inventory system, the optimal lot size (Q) for 1st Nakajima Printing machine is 4 units, reorder point is 1 unit, and safety stock is 1 unit, with total cost for inventory in 1 year is Rp 756.760 and the optimal lot size (Q) for 2nd Nakajima Printing machine is 4 units, reorder point is 1 unit, and safety stock is 1 unit, with total cost for inventory in 1 year is Rp 775.060
Pengembangan Sistem Pembelajaran Berbasis Internet(E-Learning) (Studi Kasus di Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro)
Industrial Engineering Learning Center (IELC) merupakan penerapan e-Learning pada program studi Teknik Industri Universitas Diponegoro dimana bentuk dari penerapan ini berupa website yang berjalan dalam internet sehingga website ini dapat diakses dimana saja. Sistem IELC mulai diperkenalkan di lingkungan Program Studi Teknik Industri (PSTI) khususnya mahasiswa pada tanggal 8 April 2008. Kehadiran sistem IELC diharapkan mampu meningkatkan keaktifan dan kemudahan mahasiswa Program Studi Teknik Industri dalam mengikuti kegiatan belajar, serta mampu mengurangi adanya tatap muka langsung dalam membahas topik atau pengumpulan tugas.
Dalam penelitian ini pemanfaatan media ajar sangat diperlukan dalam meningkatkan prestasi belajar. IELC merupakan salah satu bentuk media ajar di PSTI. Guna mencapai tujuan peningkatan prestasi belajar maka tujuan penelitian ini antara lain mengidentifikasi media ajar yang dapat dikembangkan serta pengembangan media ajar terpilih agar sesuai dengan kebutuhan pengajar dan peserta didik.
Pengembangan IELC diawali dengan pemilihan media ajar yang dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di PSTI. Pengembangan IELC juga meliputi pemanfaatan Learning Management System (LMS) dalam memanfaatkan media ajar yang tersedia. Pengembangan IELC dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan user dan menggunakan pendekatan Human Computer Interaction (HCI) dan Ergonomi Kognitif. Pengembangan.
Hasil dari pengembangan IELC meliputi hasil IELC baru dengan menggunakan LMS moodle yang dikostumisasi dengan memperhatikan kebutuhan user dan pendekatan HCI dan Ergonomi Kognitif. Hasil pengembangan IELC langsung diimplementasikan dengan mengubah status IELC menjadi online dengan alamat akses http://www.industri.ft.undip.ac.id/ielc.
ABSTRACT
Industrial Engineering Learning Center (IELC) is e-learning implementation in Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro that start running at 8 April 2008. The aim of IELC are (1) Improving activation and easyable students for following learning activity, (2) Minimizing interaction between students and instructor to discussion the task.
In this research, usage of teach media is very needed in improving learn point. Utilize to reach the target of the make-up of achievement learn hence target of this research for example identifying teaching media able to be developed and also chosen teaching media development to be as according to requirement of student and instructor.
The first step of IELC development is election of teaching media able to improving the quality of education in PSTI. Second step of IELC development is chosen Learning Management System exploiting ( LMS) in exploiting available teaching media. Third step of IELC development is customizing LMS use by approach Human Computer Interaction ( HCI) And Cognitive Ergonomics.
Result of this research is new IELC by using LMS moodle that customizing use by approach Human Computer Interaction ( HCI) And Cognitive Ergonomics. Result of direct IELC development is implementation by altering IELC status become online with address http://www.industri.ft.undip.ac.id/ielc
Perancangan Ulang Layout Material Kertas Roll berdasarkan Analisis Aliran Bahan dengan Pendekatan Sistem FIFO
CV. Aneka Ilmu merupakan sebuah perusahaan yang menghasilkan produk utama berupa buku. Salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya produktivitas CV Aneka Ilmu adalah bagaimana merencanakan fasilitas produksinya dengan baik. Perencanaan fasilitas yang dimaksud adalah perencanaan jumlah mesin, jumlah operator, penentuan luas area, layout dan penanganan material. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain ulang fasilitas gudang material sehingga dapat memberikan suatu susunan layout yang optimal dibandingkan layout yang sebelumnya dengan merealisasikan sistem FIFO.
Dalam penelitian ini menggunakan tipe peralatan penyimpanan gudang tipe pallet flow rack. Sehingga sistem FIFO dapat diterapkan pada aliran bahan. Dan menghasilkan 2 alternatif layout. Melalui perbandingan dari segi kuantitatif dan segi kualitatif layout tersebut dipilih. Layout yang ideal harus memenuhi hal seperti minimasi jarak perpindahan material, minimasi back tracking, berdasarkan ongkos material handling optimal, layout yang dapat beradaptasi terhadap perubahan, maksimal fungsi dari layout.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa alternatif terpilih ini dapat mengurangi beban material handling sampai 49%. Sehingga dapat mengurangi keterlambatan proses produksi
Penjadwalan Single Machine dengan Algoritma Heuristik Chou untuk Meminimasi Total Weighted Tardiness (Studi Kasus pada PT. Indonesia Steel Tube Works Semarang)
Dalam dunia usaha yang sangat kompetitif, memenuhi due date pelanggan adalah salah satu hal penting yang harus dipertimbangkan perusahaan. Tidak terpenuhinya due-date, akan mengkibatkan perusahaan menerima resiko kerugian yang lebih besar seperti adanya penalty cost, holding cost, rush shipping cost,dan pada akhirnya kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan akan menurun sehingga muncul lost sales. Sebuah metode penjadwalan yang tepat diperlukan agar tujuan tersebut dapat terpenuhi.
PT. ISTW adalah perusahaan yang berorientasi pada ketepatan pengiriman produk. Saat ini PT. ISTW sedang menerapkan target prestasi yang harus dicapai dalam ketepatan pengiriman sebesar 95%. Namun hal ini tidak tercapai karena selalu terjadi keterlambatan dalam penyelesaian produksi. Untuk menyelesaikan masalah tersebut digunakan metode penjadwalan yang memenuhi kondisi perusahaan yaitu single machine. Algoritma Heuristik digunakan sebagai metode penjadwalan baru untuk meminimasi Total Weighted Tardiness pada Single Machine. Algoritma ini mempertimbangkan parameter release date, due-date, waktu produksi, serta bobot dari tiap-tiap job dalam menentukan prioritas urutan jadwal.
Berdasarkan hasil penjadwalan baru didapatkan hasil tardiness sebesar 212.206,52 menit, mean tardiness jadwal baru yaitu 884,19 menit, dan max tardiness jadwal baru 9.985,53 menit. Hasil ini lebih kecil daripada metode perusahaan. Total weighted tardiness juga lebih kecil yaitu 441.015,29. Jumlah job yang terlambat menurun dari 103 job menjadi hanya 85 job yang mengalami keterlambatan. Dari hasil ukuran performansi menunjukkan bahwa jadwal baru menghasilkan nilai performansi yang lebih baik.
In the competitive environment, meeting due date is one of the most important things that firms need to consider. Tardy jobs will caused bigger risk of loss, such as penalty cost, holding cost, rush shipping cost and the last it will reduce customer goodwill of the corresponding firm, and may caused lost sales. An appropriate scheduling method is needed so that objective can be achieved.
PT. ISTW is a company that oriented to customer satisfaction and delivery product. Now, PT. ISTW is implementing performance target 95% that should be achieved due to delivery product. But it is not always achieved because there always a tardiness in completing the production. To solve this problem, scheduling method appropriate in company condition which is single machine is needed. Heuristic Algorithm is used as a scheduling method to minimize Total Weighted Tardiness in Single Machine. This Algorithm considers many parameters such as release date, due-date, production time, and also weight for each job to get sequence of the schedule.
According to the result of new schedule, tardiness now is 212.206,52 minute, mean tardiness 884 19 minute, and max tardiness 9.985,53 minute. This results is smaller that the company method. Total weighted tardiness is also decrease to 441.015,29. The number of tardy jobs decreases from 103 jobs to 85. From this result indicates that the new schedule can perform better performance
- …
