1,720,997 research outputs found

    MUSIC INTERACTION AND MOVEMENT IN JAVANESE DANCE: CASE STUDY ON BEKSAN BEDHAYA GANDAKUSUMA MANGKUNEGARAN STYLE

    Full text link
    The music and movement patterns in Javanese dance occupy a significant position, which both of them have an integral relationship in forming the construction of a dance.  It represented through the relationship between dance music and the technique of composing and executing movement patterns. This article examines the integral relationship between dance music and movement patterns to determine the importance of these two components in the formation of Javanese dance . The case study chosen to show this integral relationship is the Mangkunegaran style of Bêdhåyå Gåndåkusumå dance. The bêdhåyå dance is the result of absorption carried out by K.G.P.A.A. Mangkunegara VII (1916-1944) through a learning system at Kridha Beksa Wirama Yogyakarta. This research uses an ethnochoreological approach in the form of qualitative research. The position of dance as a multidimensional object in the ethnochoreological approach is seen through the choreographic dimension, which is expected to be able to describe the integral relationship between dance music and movement patterns in forming a Javanese dance construction. Data collection techniques were carried out through participatory observation, literature study, and interviews. Based on research results in the Bêdhåyå Gåndåkusumå dance, the technique for composing movement patterns always pay attention to the instrument colotomy  of dance music. Gêndhing rhythms have contributed to realizing the aesthetic stability of the execution of a series of movements

    SEKILAS TENTANG TARI KLASIK GAYA SURAKARTA (Introduction to the Style of Surakarta Dance)

    Full text link
    Tari klasik gaya Surakarta memiliki karakter yang khas, tari klasik semula meniru gerak alam semesta dan pertanda seperti mbanyu mili (sesuai dengan letak arah mengalirnya), posisi gerak tari seperti tanjak ndoran tinangi, angranakung, singkal, mager timun. Pada susunan kembangan sekaran) tari terdapat nama ngranggeh lung, merak kesimpir, gajah ngoling, menthokan, mucang kanginan, banteng nggambul. ombak banyu, ngalap sari. Berbagai gerak alam di stilir menjadi ragam gerak tari yang dilakukan oleh tubuh. Dasar gerak tari klasik gaya Surakarta berpegang pada dua aspek yaitu adeg dan solah. Untuk mencapai tingkat gerak yang berkualitas (estetik) diperlukan suatu metode latihan tari yang efektif, di dalam istilah tari gaya Surakarta disebut Rantaya yang meliputi pola dasar adeg, pola dasar lumaksana, susunan kembangan atau sekaran. Filosofi tari klasik gaya Surakarta adalan menggunakan konsep Dewa Raja Jejer, sedang mitosnya adalah kiblat papat lima pancer. Kata Kunci: Klasik, Ragam gerak, Filosofi, Mitolog

    SANGGAR TARI SEBAGAI PATNER DALAM PENDIDIKAN SEKOLAH KEJURUAN TARI

    No full text
    The dance studio in societal life is very expected because young generation have less interested intradition arts especially dancing and local arts like karawitan. Our people very expect the dance studio and other similar studio in their life to give necessary skill in dancing, either to build field ofen deavor or enter work force. Method which used is lecture, drill, and creative. The dance studio results in more advantages for society. Key words : dance studio, Javanese traditio

    KEPEMIMPINAN MADRASAH ALIYAH BERMUTU (Studi Situs Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an Isy Karima Karangpandan)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui Kepemimpinan Kepala Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an Isy Karima dalam meningkatkan mutu input, 2) mengetahui kiat kepemimpinan kepala Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an Isy Kariama dalam meningkatkan mutu proses, 3) untuk mengetahui kiat kepemimpinan kepala Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an Isy karima dalam meningkatkan mutu output. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang didapat dari penelitian etnografi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, staf tata usaha, dan murid diambil dengan cara purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan pencatatan dokumen. Wawancara dan observasi untuk memperoleh data yang valid dan reliabel sedangkan dokumentasi untuk memperoleh data pelengkap. Analisis data menggunakan analisis situs. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah : (1) Ditinjau dari kepemimpinan kepala sekolah Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an Isy Karima Karangpandan dalam meningkatkan mutu proses layak untuk mencapai mutu keluaran yang baik. Sesuai dengan hasil penelitian di atas bahwa koponen yang mencakup kepemimpinan rekrutmen (siswa, guru, staf), kondisi siswa, kurikulum, pengelolaan sekolah, iklim yang kondusif, sarana prasarana, serta hubungan kerjasama dengan masyarakat telah dilakukan dengan baik, sehingga cukup untuk mendukung pencapaian mutu output. (2) Kepemimpinan kepala sekolah Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an Isy Karima dalam meningkatkan mutu proses ditujukan dalam upaya peningkatan pelaksanaan proses belajar mengajar, pengelolaan sekolah dan administrasi ketatausahaan. Dalam hal ini kepala sekolah Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an sebagai innovator telah menerapkan strategi pemberdayaan tenaga kependidikan serta menumbuhkan semangat kebersamaan untuk kepentingan sekolah. Dengan demikian upaya peningkatan mutu proses di atas dapat mempercepat pencapaian mutu output. (3) Kepemimpinan kepala sekolah Madrasah Aliyah Tahfizhul Qur’an dalam meningkatkan mutu output dilakukan dengan cara meningkatkan pembinaan prestasi akademis, non akademis, dan peningkatan mutu lulusan. Berdasarkan hasil penelitian di muka bahwa kepala sekolah telah bertindak sebagai fasilitator dan motivator , sehingga anak dapat layak untuk mencapai mutu output dengan baik

    The Choreography of Bedhaya Gandakusuma Dance with Mangkunegaran Style: The Study of Movement Patterns

    Full text link
    Movement patterns in Javanese dance works are formed from types of movement series constructed to become a unified whole. This series of movements is often called a motion motif, a motion range, or sekaran. A series of movements can be likened to a puzzle arranged in such a way as to form a unified whole. This article aims to describe the movement patterns of the Bedhaya Gandakusuma dance with Mangkunegaran style. This description is essential to know the construction of the movement pattern used. This research is a form of qualitative research with an ethnochoreological approach. Data collection techniques used are participant observation, interviews, and literature study. The results show that the construction of the Bedhaya Gandakusuma dance movement patterns consists of elements of gesture and movement that become the basic material in the arrangement of each series of movements. In the arrangement process, it is tied with a motif or a basic movement as a unifying thread. The basic movement is a series of ngenceng movements. It means that the series of ngenceng movements become the foundation in various variations of the series of movements used. The series of movements are connected by using transition movements (sendhi). The movement patterns construction of the Bedhaya Gandakusuma dance not only considers motifs, variations, and transitions but also considers repetition, climax, proportion, logical development, and unity. The purpose is to achieve wholeness to give vitality in conveying the meaning or essence being expressed

    The Correlation of Salaries and Teacher Performance in Madrasah Ibtidaiyah level

    No full text
    This study aims to determine whether there is a significant relationship between the honorary teacher salaries with teacher performance at MI Nurul Huda Gowak in 2019.  In this study, the population was eight honorary teachers at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Gowak, Pringsurat, Temanggung in 2019.  Because there are eight teachers, all of which will be sampled, this study is a population study.  The data was gained through questionnaires.  Data were analyzed quantitatively by Spearman correlation with SPSS 12.0 statistical software.  The result shows that there is no significant relationship between the honorary teacher salaries with teacher performance that can be known from the results of the calculation using SPSS 12.0.  The calculation using Spearman's rho obtained 0.518, while r value in Sig (2-tailed) with df 8 is 0.188. It turns out that ro (magnitude: 0.518) is greater than Sig (2-tailed) 0.188. Because ro is bigger than Sig (2-tailed), then the null hypothesis (Ho) is accepted.  It meant that there is no positive correlation between variables teacher salaries and teacher performance.  Based on this fact, it can be explained that teacher salaries have nothing to do with teacher performance

    TARI TRADISI GAYA SURAKARTA

    No full text
    Traditional Surakarta style dance is a cultural heritage that must not be changed. It hasbeen passed down over many generations as a legacy that still adheres to the rules and regulations that were first determined by early dancers. The presence of Surakarta style dance in the royal palace is an example of an important cultural heirloom that belongs to the king and is also aconcept for the king’s power or legitimacy

    Surono Seniman Serba Bisa

    No full text
    The process of an artist’s journey through life is closely related to his or her social and cultural environment. Surono is an artist who is highly regarded, especially in the traditional art of wayang orang (a form of traditional Javanese stage show). He is not only skilled in the art of wayang orang but also as a dancer, singer, director, comedian, and Javanese gamelan musician, and is therefore often referred to as a “complete” artist. Keywords: Artist, all-rounder, creativit

    Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep Tentang Pemerintahan Pusat pada Pelajaran PKn Melalui Metode Point Conter (PCP) pada Siswa Kelas IV SD Negeri 03 Pendem Kecamatan Mojogedang Tahun 2919/2911

    Full text link
    Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) kualitas pembelajaran melalui penerapan metode Point Counter Point; (2) peningkatkan pemahaman siswa tentang konsep pemerintahan pusat pada pelajaran PKn dengan metode Point Counter Point siswa kelas IV SD Negeri 03 Pendem kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar Tahun Pelajaran 2010/2011. Bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV dan guru kelas IV SD Negeri 03 Pendem kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan atau verivikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pembelajaran pra siklus nilai formatif dari 20 siswa hanya 9 siswa yang tuntas atau 45%, sedangkan yang belum tuntas adalah 11 siswa atau 55%. Pada siklus I pelaksanaan metode Point Counter Point (PCP) dapat meningkatkan hasil ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 15 siswa atau 75% dari seluruh jumlah siswa kelas IV. Pembelajaran siklus II terdapat 3 siswa yang belum tuntas atau 85% dari jumlah keseluruhan siswa. Sedangkan dari batas tuntas pada indikator pencapaian harus tercapai 90% siswa yang mampu memahami konsep pemerintahan pusat. Jadi pada siklus III hasil ketuntasan siswa adalah 95% atau 19 siswa, sedangkan yang tidak tuntas tinggal 1 siswa atau 5%nya. Oleh karena itulah pada siklus III ketuntasan telah mencapai target dari indikator ketuntasan 90% dari KKM 60. Dengan demikian hipotesis tindakan yang dirumuskan yakni ” Penggunaan Metode Point Counter Point dapat Meningkatkan Pemahaman Konsep Pemerintahan Pusat pada pelajaran PKn Siswa Kelas IV Semester II SD Negeri 03 Pendem Tahun Pelajaran 2010/2011” dapat terjawab atau diterima

    Model Pengembangan Agrowisata Berbasis Kearifan Lokal (Studi Kasus di Desa Karangtengah Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul DIY)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pengembangan agrowisata terhadap peningkatan nilai tambah produk pertanian, mengetahui dampak pengembangan agrowisata terhadap tingkat pendapatan petani dan mengetahui dampak pengembangan agrowisata terhadap distribusi pendapatan petani. Penelitian dilakukan dengan survei wawancara dengan petani dan pihak terkait serta obervasi lapangan. Pengembangan agrowisata mendorong masyarakat melakukan pengolahan hasil-hasil pertanian, meningkatkan pengelolaan usahatani dan pengelolaan di luar usahatani, dan dari hasil pengolahan hasil-hasil pertanian, pengelolaan usahatani dan pengelolaan kegiatan di luar usahatani dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga petani yang cukup signifikan. Direkomendasikan  untuk mengoptimalkan pengolahan hasil-hasil pertanian, pengelolaan usahatani dan pengelolaan kegiatan di luar usaha tani.&nbsp
    corecore