1,720,971 research outputs found
FAKTOR RESIKO KEJADIAN DIARE PADA USIA 7-24 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS KEDUNGMUNDUKOTA SEMARANGTAHUN 2016
PENGARUH PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 PADA IBU HAMIL TERHADAP KADAR IMMUNOGLOBULIN G (IGG) BAYI BARU LAHIR
Latar Belakang: Vaksinasi Covid-19 memberikan proses jika terjadi infeksi Covid-19 tidak akan mengalami terpaparnya virus atau bahkan merasakan sakit yang tidak terlalu parah apabila diberikan vaksin. Antibodi Immunoglobulin G (IgG) atau vaksin Covid-19 ditransfer secara pasif melalui plasenta dari wanita hamil ke bayi baru lahir. Immunoglobulin G (IgG) berguna untuk memberikan kekebalan dan mencegah infeksi Covid-19 pada tubuh bayi yang baru lahir.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar immunoglobulin G (IgG) bayi baru lahir dari ibu hamil yang mendapatkan imunisasi Covid-19 dan yang tidak mendapatkan imunisasi Covid-19. Metode: Desain penelitian analitik korelasional dengan desain yang digunakan adalah studi kohort retrospektif. sampel penelitian sebanyak 38 dibagi dalam kelompok intervensi adalah 19 responden dan 19 orang dalam kelompok kontrol.Hasil: Hasil statistik menggunakan uji chi-squart didapatkan nilai p-value adalah .0001 < 0.05 yang artinya terdapat peningkatan immunoglobulin G (IgG) bayi baru lahr dari riwayat ibu yang mendapatkan imunisasi Covid-19 dengan ilai RR (Resiko relatif) adalah 2.714 dapat diartikan bahwa bayi baru lahir dengan riwayat ibu yang diimunisasi Covid-19 memiliki immunoglobulin G (IgG) yang lebih tinggi dibandingkan bayi baru lahir dari riwayat ibu yang tidak diimunisasi Covid-19.Simpulan: Ada pengaruh pemberian imunisasi Covid-19 terhadap kadar imunoglobulin G (IgG) pada bayi baru lahir
EFEKTIVITAS GEL DAUN KERSEN ( MUTINGIA CALABURA L) TEROZONASI TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA KELINCI (ORYCTOLAGUS CUNICULUS)
Latar Belakang : Rupture perineum terjadi hampir pada semua persalinan pervaginam yang dialami oleh ibu bersalin. Sehingga akan menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman yang ditimbulkan dari luka perineum, selain itu akan berpengaruh terhadap kondisi ibu dalam pemberian laktasi dan perawatan sehari-hari bayinya pada waktu bersamaan sehingga proses penyembuhan luka perineum yang baik dan efektif sangat penting. Kandungan flavonoid, saponin dan tanin pada daun kersen dapat memercepat penyembuhan luka perineum. Selain itu kandungan ozon sebagai densifektan mampu memercepat penyembuhan luka. Tujuan Penelitian : Mengetahui efektifitas gel daun kersen terozonasi terhadap penyembuhan luka perineum pada kelinci (Orictolagus Cuniculus).Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian experiment dengan rancangan penelitian randomized post test with control group design. Populasi pada penelitian ini adalah 18 ekor kelinci yang terbagi menjadi 3 kelompok masing-masing 6 kelinci untuk intervensi dan kontrol. Kelompok (I) kontrol yaitu perawatan luka kering, kelompok (II) dengan gel daun kersen dan kelompok (III) intervensi dengan gel daun kersen terozonasi. Untuk pengukuran luka menggunakan Skala REEDA. Perawatan dihentikan pada hari ke-7. Uji statistik menggunakan Kruskal Wallis dan Friedman.Hasil : Terdapat perbedaan waktu penyembuhan pada hari ke dua sampai hari ke tujuh. Perawatan luka kering lebih lama sembuh dibandingkan dengan gel daun kersen dan gel daun kersen lebih lama sembuh dibandingkan dengan gel daun kersen terozonasi. Hasil analisis ketiga kelompok terdapat penurunan Skala REEDA yang bermakna dari hari ke 1 sampai hari ke 7, hal ini ditunjukkan dengan p value (= 0.000) < 0.05.Kesimpulan : Pemberian gel daun kersen terozonasi secara topikal efektif untuk penyembuhan luka perineum
STUDI EKSPLORATIF BAYI BARU LAHIR DENGAN ACHONDROPLASIA;STUDI KASUS OLEH. M DI WATUMALANG, WONOSOBO
Achondroplasia adalah penyakit pertumbuhan dan perkembangan tulanggenetik yang terjadi 1:20.000 sejak lahir dan diwarisi oleh autosomal dominan yangsama yang dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan dan hanya satu gen daripasangan abnormal yang dapat menyebabkan penyakit genetik ini diwariskan.Setiap anak dari orang autosomal dominan memiliki peluang 50% untuk mewarisipenyakit orang tuanya. Tujuan umum daripenelitian ini adalah untuk memberikangambaran kasus achondroplasia,sementara tujuan khusus untuk mengidentifikasiriwayat pemeriksaan keibuan dan dinyatakan reaktif cepat sampai bayi terdeteksiAchondroplasia,untuk mengidentifikasi riwayat keluarga yang mempengaruhiinsiden achondroplasia,untuk mengidentifikasi tanda-tanda dan gejala yangmunculininfants achondroplasia, un untukmengidentifikasi pertumbuhan danperkembanganDesain yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, mengumpulkan datadengan wawancara, dokumentasi dan pengamatan, Kehadiran mutase gen FGFR3di Achondroplasia menyebabkan gangguan osifikasi endokondral, di manakecepatan perubahan sel tulang rawan menjadi tulang pada pelat pertumbuhanmenurun sehingga pertumbuhan dan perkembangan tulang terganggu, Ini menjadipemicu utama terganggunya fungsi protein sehingga tidak dapat bekerja secaranormal. Perubahan dan pertumbuhan tulang rawan menjadi tulang keras akhirnyamemiliki masalah dan berdampak pada pertumbuhan tulang dengan bentuk yangabnormal dan lebih pendek. Mutasi gen ini mempengaruhi pertumbuhan anggotabadan dan lengan. Dikatakan bahwa achondroplasia bukan milik jenis penyakityang langsung diwariskan karena gen FGFR3 terjadi secara spontanBerdasarkan kasus Bayi. M kemudian dapat ditarik beberapa kesimpulantentang perawatan dini yang harus dilakukan dalam mengoptimalkan prosespertumbuhan dan perkembangan anak dengan Achondroplasi
MODEL TELEHEALTH E-POSTPARTUM BERBASIS LAYANAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DI MASA PANDEMI COVID-19
ABSTRAKMODEL TELEHEALTH E-POSTPARTUM BERBASIS LAYANAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DI MASA PANDEMI COVID-19Latar Belakang : Saat ini di dunia sedang mengalami masa pandemi Covid-19. Diketahui situasi di Indonesia hingga 18 Juni 2021, sebanyak 1.963.266 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan ada 54.043 kematian. Pandemi Covid-19 ini menghambat berbagai sektor, khususnya pelayanan nifas. Komunikasi dan edukasi antara bidan dan pasien menjadi terhambat sehingga dibutuhkan suatu media yang dapat mengatasi hambatan tersebut, agar kualitas pelayanan nifas tetap baik untuk menekan AKI.Tujuan : Menghasilkan aplikasi E-Postpartum agar dapat berperan dalam layanan kebidanan khususnya pelayanan nifas di masa pandemi Covid-19.Metode : Research and Development (R&D) dan uji model menggunakan quasy experiment dengan rancangan non-equivalent control group design. Hasil : Pada hasil uji kelayakan ahli mendapat hasil 83,33% yang berarti aplikasi layak digunakan dan hasil efektivitasnya sebesar 4,01 yang berarti aplikasi ini mempunyai nilai yang baik atau tinggi. Aplikasi E-Postpartum dan leaflet masing-masing berpengaruh terhadap peningkatan pengtahuan, sikap dan tindakan ibu nifas dengan nilai p-value 0,001. Namun pada hasil selisih menunjukkan bahwa perlakuan aplikasi E-Postpartum peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan lebin tinggi daripada peningkatan perlakuan leaflet. Kesimpulan : Model telehealth melalui aplikasi E-Postpartum mempunyai peran dalam pelayanan nifas di masa pandemi Covid-19 dan penerapan aplikasinya berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan perilaku ibu nifas.Kata Kunci : Ibu Nifas, Telehealth, Perilaku, Edukas
EFEKTIVITAS NANOPARTIKEL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAMK.) TERHADAP PERUBAHAN KADAR KALSIUM DARAH DAN TEKANAN DARAH PADA WANITA USIA SUBUR DENGAN HIPERTENSI
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
PENGARUH SENAM YOGA TERHADAP SKALA NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 1 KARANGSAMBUNG KABUPATEN KEBUMEN
Wanita yang mendekati masa menstruasi akan mengalami gejala tidak nyaman, ketidak nyamanan ini biasa dialami sebagian wanita menjelang menstruasi disebut dengan Premenstrual Syndrome (PMS). Sindrom premenstruasi biasanya berupa nyeri di perut bagian bawah yang sering disebut dismenore. Untuk mengurangi dismenore dapat dilakukan terapi non-farmakologis, seperti teknik relaksasi, yoga, dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam yoga terhadap skala nyeri dismenore primer pada remaja putri di SMA Negeri 1 Karangsambung, Kabupaten Kebumen.Jenis penelitian ini menggunakan pretest-posttest control group design. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Karangsambung, Kabupaten Kebumen. Populasinya adalah Siswi kelas X yang mengalami menstruasi, dengan jumlah sampel 30 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Semua sampel yang terpilih dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan senam yoga sedangkan kelompok kontrol diberikan relaksasi nafas dalam.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Senam yoga lebih efektif untuk mengurangi nyeri dismenore daripada relaksasi nafas dalam,karena terdapat perbedaan yang signifikan dengan rata-rata penurunan nyeri pada kelompok intervensi sebesar 1,20 sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata penurunan nyeri sebesar 0,20. Hal tersebut dibuktikan dari hasil uji statistik yang diperoleh dengan hasil p-vallue sebesar 0,0001. Dari hasil penelitian ini diharapkan para remaja dapat mempertimbangkan untuk melakukan senam yoga sebagai alternatif dalam mengurangi nyeri dismenorea
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. S UMUR 23 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WELAHAN I KABUPATEN JEPARA
Upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan cara memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan yang dimulai dari masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir, dan pelayanan keluarga berencana. Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari ibu hamil, bersalin, nifas dan KB, serta bayi baru lahir. Metode yang digunakan dalam penulisan laporan tugas akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Hasil asuhan kebidanan komprehensif ini adalah Ny. S G1P0A0 umur 23 tahun usia kehamilan 40 minggu hamil fisiologis, persalinan spontan tanpa penyulit yang diikuti masa nifas fisiologis. Pada asuhan kehamilan diberikan penatalaksanaan sesuai dengan keluhan dan dilakukan pelayanan antenatal 10 T dari hasil sudah sesuai dengan teori. Evidence based yang diberikan pada saat kehamilan berupa endorphin message. Pada asuhan persalinan dilakukan dengan 60 langkah APN dan sudah sesuai dengan teori, pada masa nifas terdapat kesenjangan yaitu jumlah kunjungan nifas yang tidak sesuai karena keterbatasan waktu. Pada asuhan bayi baru lahir diberikan sesuai kebutuhan bayi baru lahir yaitu dilakukan IMD 1 jam dan tidak terdapat kesenjangan teori. Pada pelayanan KB terdapat kesenjangan yaitu dalam memberikan konseling melalui via online dan Ny.S berencana menggunakan KB Suntik 3 bulan.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pada penerapan asuhan kebidanan komprehensif sudah baik, tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik
- …
