1,720,955 research outputs found
Peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam pada anak berkebutuhan khusus kelas X di SMKN 2 Banjarmasin
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam pada anak berkebutuhan khusus kelas X di SMKN 2 Banjarmasin meliputi Inspirator, Motivator, Pembimbing, Supervisor, Pengelola, Mediator, dan Evaluator serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi bagi guru pendidikan agama Islam dalam menjalan peran untuk meningkatkan minat belajar Pendidikan Agama Islam pada anak berkebutuhan khusus kelas X di SMKN 2 Banjarmasin yang terdiri dari Faktor Lingkungan, Faktor Guru, Faktor Anak Didik, dan Faktor Sarana dan Prasarana.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field Research), yaitu penelitian yang bertujuan kelapangan untuk menggali dan mengumpulkan sejumlah data yang diperlukan mengenai peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan minat belajar pendidikan agama Islam pada anak berkebutuhan khusus kelas X di SMKN 2 Banjarmasin yang meliputi Inspirator, Motivator, Pembimbing, Supervisor, Pengelola, Mediator, dan Evaluator.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan 12 anak berkebutuhan khusus kelas X, sedangkan yang menjadi objek penelian adalah peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan minat belajar pendidikan agama Islam pada anak berkebutuhan khusus kelas X di SMKN 2 Banjarmasin.
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah Editing, Klasifikasi data dan Interpretasi data, selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil dari analisis data, diperoleh simpulan bahwa peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan minat belajar pendidikan agama Islam pada anak berkebutuhan khusus kelas X di SMKN 2 Banjarmasin dapat dikatakan cukup baik untuk meningkatkan minat belajar anak berkebutuhan khusus
Efektivitas Penerapan Model Discovery Learning Dan Ekspositori Terhadap Aspek Retensi Siswa Dan Metakognitif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di SMAN 1 Kintap Kabupaten Tanah Laut
Tujuan pendidikan di Indonesia membutuhkan partisipasi banyak pihak
untuk memajukan generasi bangsa, sehingga hal tersebut bukanlah tugas yang
mudah. Rumitnya persoalan di ranah pendidikan seperti kurangnya rasa antusias
dalam pembelajaran merupakan masalah yang perlu diperhatikan. Solusi alternatif
yang dapat menangani permasalahan tersebut dengan menerapkan model Discovery
Learning agar pembelajaran berfokus pada siswa untuk meningkatkan aspek retensi
siswa dan metakognitif.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas aspek retensi siswa
dengan model Discovery Learning dan Ekspositori, dan untuk mengetahui untuk
mengetahui efektivitas aspek retensi siswa dengan model Discovery Learning dan
Ekspositori dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di
SMAN 1 Kintap Kabupaten Tanah Laut.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kuantitatif jenis eksperimen semu. Populasi yang dijadikan dalam
penelitian ialah SMAN 1 Kintap. Teknik pengambilan sampel yang ditentukan
dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling, sehingga sampel pada
penelitian ini ialah kelas XI A sebagai kelas eskperimen dan kelas XI B sebagai
kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur aspek retensi dan
metakognitif menggunakan soal uraian. Analisis data menggunakan teknik
independent sample t test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat efektivitas yang signifikan
dari aspek retensi siswa dengan menggunakan model pembelajaran Discovery
Learning dan Ekspositori pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti di SMA Negeri 1 Kintap Kabupaten Tanah Laut. Terdapat efektivitas yang
signifikan dari aspek Metakognitif siswa dengan menggunakan model
pembelajaran Discovery Learning dan Ekspositori pada mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Kintap Kabupaten Tanah Lau
Efektivitas Penerapan Model Discovery Learning Dan Ekspositori Terhadap Aspek Retensi Siswa Dan Metakognitif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di SMAN 1 Kintap Kabupaten Tanah Laut
Tujuan pendidikan di Indonesia membutuhkan partisipasi banyak pihak
untuk memajukan generasi bangsa, sehingga hal tersebut bukanlah tugas yang
mudah. Rumitnya persoalan di ranah pendidikan seperti kurangnya rasa antusias
dalam pembelajaran merupakan masalah yang perlu diperhatikan. Solusi alternatif
yang dapat menangani permasalahan tersebut dengan menerapkan model Discovery
Learning agar pembelajaran berfokus pada siswa untuk meningkatkan aspek retensi
siswa dan metakognitif.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas aspek retensi siswa
dengan model Discovery Learning dan Ekspositori, dan untuk mengetahui untuk
mengetahui efektivitas aspek retensi siswa dengan model Discovery Learning dan
Ekspositori dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di
SMAN 1 Kintap Kabupaten Tanah Laut.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kuantitatif jenis eksperimen semu. Populasi yang dijadikan dalam
penelitian ialah SMAN 1 Kintap. Teknik pengambilan sampel yang ditentukan
dalam penelitian ini yaitu teknik purposive sampling, sehingga sampel pada
penelitian ini ialah kelas XI A sebagai kelas eskperimen dan kelas XI B sebagai
kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur aspek retensi dan
metakognitif menggunakan soal uraian. Analisis data menggunakan teknik
independent sample t test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat efektivitas yang signifikan
dari aspek retensi siswa dengan menggunakan model pembelajaran Discovery
Learning dan Ekspositori pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi
Pekerti di SMA Negeri 1 Kintap Kabupaten Tanah Laut. Terdapat efektivitas yang
signifikan dari aspek Metakognitif siswa dengan menggunakan model
pembelajaran Discovery Learning dan Ekspositori pada mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam dan Budi Pekerti di SMA Negeri 1 Kintap Kabupaten Tanah Lau
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
