1,721,147 research outputs found

    EVALUASI KETAHANAN EMPAT VARIETAS UNGGUL DAN SATU GALUR PADI

    No full text
    Di daerah Wirolegi, wereng hijau dan penyakit tungro selalu terdapat namun tidak merugikan karena pola tanam yang digunakan padi-padi-tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan populasi wereng hijau dengan indeks penyakit tungro dan mengetahui tingkat ketahanan varietas yang diuji di lahan pertanaman padi Desa Wirolegi Kabupaten Jember pada bulan Februari sampai April 2015. Wereng hijau dijaring dengan 20 ayunan ganda ke arah diagonal petak sampel dengan 4 kali ulangan sedangkan pola penentuan sampel tungro dilakukan dengan diagonal random sampling pada 5 petak dengan jumlah 18 rumpun tanaman setiap petak. Populasi wereng hijau tidak berpengaruh terhadap indeks penyakit tungro karena rendahnya populasi dan tahannya tanaman. Berdasarkan indeks penyakit, Inpari 30 memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap tungro, dengan nilai indeks penyakit 1,91. Populasi wereng hijau paling rendah terdapat pada galur uji dengan hasil tangkapan rata-rata empat wereng hijau. Hubungan antara populasi wereng hijau dengan indeks penyakit tungro tidak signifikan. Ketahanan empat varietas dan satu galur uji termasuk ke dalam kategori tahan tungro berdasarkan indeks penyakit dan tahan wereng hijau berdasarkan rendahnya populasi wereng hijau

    EVALUASI KETAHANAN EMPAT VARIETAS UNGGUL DAN SATU GALUR PADI

    No full text
    Di daerah Wirolegi, wereng hijau dan penyakit tungro selalu terdapat namun tidak merugikan karena pola tanam yang digunakan padi-padi-tembakau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan populasi wereng hijau dengan indeks penyakit tungro dan mengetahui tingkat ketahanan varietas yang diuji di lahan pertanaman padi Desa Wirolegi Kabupaten Jember pada bulan Februari sampai April 2015. Wereng hijau dijaring dengan 20 ayunan ganda ke arah diagonal petak sampel dengan 4 kali ulangan sedangkan pola penentuan sampel tungro dilakukan dengan diagonal random sampling pada 5 petak dengan jumlah 18 rumpun tanaman setiap petak. Populasi wereng hijau tidak berpengaruh terhadap indeks penyakit tungro karena rendahnya populasi dan tahannya tanaman. Berdasarkan indeks penyakit, Inpari 30 memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap tungro, dengan nilai indeks penyakit 1,91. Populasi wereng hijau paling rendah terdapat pada galur uji dengan hasil tangkapan rata-rata empat wereng hijau. Hubungan antara populasi wereng hijau dengan indeks penyakit tungro tidak signifikan. Ketahanan empat varietas dan satu galur uji termasuk ke dalam kategori tahan tungro berdasarkan indeks penyakit dan tahan wereng hijau berdasarkan rendahnya populasi wereng hijau

    PENGARUH JUMLAH INOKULUM TELUR DAN KERAPATAN BAKTERI Pasteuria penetrans

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah inokulum telur dan kerapatan bakteri P. penetrans yang tepat untuk mengendalikan populasi nematoda puru akar M. incognita. Penelitian dilaksanakan selama 9 (sembilan) bulan dimulai pada bulan Oktober 2013 sampai dengan Juni 2014 di rumah kaca dan laboratorium Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian laboratorium dan lapang (rumah kaca) sehingga diperoleh kerapatan bakteri P. penetrans yang tepat dalam mengendalikan populasi nematoda puru akar M. incognita. Pola percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap berfaktor dengan 2 faktor yaitu 5 level inokulum telur dan 5 level kerapatan bakteri P. penetrans. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi dengan inokulum telur M. incognita dan kerapatan bakteri Pasteuria penetrans (Pp) terhadap tanaman kopi Arabika memberikan informasi bahwa sidik ragam pada parameter peningkatan tinggi tanaman, jumlah cabang serta berat basah akar kopi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Jumlah puru dan jumlah nematoda pada akar tanaman kopi segar sedikit dan kecil dengan rata-rata jumlah puru 0,33-5,67 dan rata-rata jumlah nematoda 0,33-7,67. Sedangkan pada akar tanaman kopi yang dicat memiliki rata-rata jumah puru 0,71-2,02 dan rata-rata jumlah nematoda 0,71-2,05 dan masih dalam larva stadium 3 (L3). Bakteri Pp tidak dapat berkembang seiring tidak berkembangnya nematoda puru akar

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore