607 research outputs found
Lintasan Karier Prof. Soedarso, Sp., MA.
Sebuah buku autobiografi yang pantas dan layak dibaca, terutama para seniman. Buku yang bertutur uraian singkat perjalanan karier Prof.Soedarso, Sp, MA, seorang seniman yang memberi andil besar lahirnya lembaga pendidikan tinggi seni, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Kiprahnya yang berhubungan dengan Akademi Seni Rupa Indonesia yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta diulas secara komprensif. Beliau banyak menduduki posisi penting dilembaga Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dibawah pimpinan Rektor , Prof. Dr. RM. Soedarsoonobeliau dipercaya menjabat Ketua Lembaga Penelitian, dan dibawah pimpinan Rektor Prof. Dr. I MadeBandem, beliau didudukkan menjadi perintis pendiirian Program Pascasarjana sebagai Direkturnya yang pertama. Pada dasarnya beliau menikmati semua tugas yang diserahkan kepadanya, karena hanya dengan menikmati dan mensyukurinya, beliau berkeyakinan akan bisa mengemban tugas itu dengan baik
ANALISIS PENDAPATAN DAN BELANJA/PENGELUARAN SEBAGAI DASAR ADVOKASI KEBIJAKAN PELAYANAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DOKTER SOEDARSO PONTIANAK TAHUN 2007 (Penelitian Observasional Dengan Studi Kasus di RSUD dr. Soedarso)
RSUD dr.Soedarso adalah salah satu rumah sakit pusat rujukan di
Kalimantan Barat, pemilikannya Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat. Oleh
karenanya sumber belanja/pengeluaran adalah dari Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah (APBD) disamping juga tetap mendapat dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negaran (APBN). RSUD dr. Soedarso masalahnya
yaitu pendapatan dengan belanja/pengeluaran tidak seimbang, untuk itu
diperlukan suatu analisis pendapatan dan belanja/pengeluaran.
Penelitian ini merupakan observasional dengan mengambil studi kasus
pada RSUD dr. Soedarso, analisis diskriptif dengan pendekatan kualitatif
untuk mendapatkan gambaran tentang CRR atau tingkat pengembalian
belanja/ pengeluaran di RSUD dr. Soedarso, dengan cara membandingkan
total pendapatan dengan total belanja/pengeluaran.
Hasil penelitian menunjukan bahwa CRR RSUD dr. Soedarso
sebesar 68,79 %.
Sehingga disimpulkan bahwa RSUD dr. Soedarso mengalami kerugian
atau devisit anggaran.
Penelitian ini menyarankan agar pihak manajemen sesegera mungkin
mengadakan pembenahan dalam rangka meningkatkan Cost Recovery Rate
(CRR) RSUD dr. Soedarso, misalnya dengan cara membuat kebijakan cost
containment (penghamatan biaya) di semua bidang/ bagian
Lintasan karier Prof. Soedarso SP, MA. Pidato pelepasan purna tugas
Dilahirkan di sebuah desa di pantai Selatan Trenggalek, Kecamatan Panggul, pada tanggal 19 Pebruari 1936, 70 tahun lalu. Ayahandanya adalah seorang guru yang penuh dedikasi dan mencita-citakan ia dapat menjadi dokter. Profesi dokter dianggap mempunyai kemungkinan manfaat yang besar bagi masyarakat. Akan tetapi peruntungan membawanya ke ASRI Yogyakarta (Iulus Bagian Pendidikan Guru Seni rupa tahun 1960) dan tahun 1964 menyelesaikan masternya di Northern Illinois University, Amerika Serikat. Walaupun keluarganya yang Iain mengharapkan menjadi tekenaar, karena melihat gambarnya lumayan baik, demikian juga ketika belajar di N.I.U. iapun memperdalam seni lukis, namun darah guru bapaknya yang tidak ingin diwariskan ternyata lebih kuat mengalir pada dirinya. Sejak tahun 1960 mengajar Sejarah dan Tinjauan Seni baik di ASRI Yogyakarta, IKIP Yogyakarta (sekarang UNY), Jurusan Arsitektur UGM, maupun kemudian di Institut Kesenian Jakarta, ketika ia diperbantukan di Taman Mini Indonesia Indah sebagai Manager Seni Budaya (1976-1980). Setelah selesai tugasnya di Taman Mini, tahun 1980-1984 ditunjuk menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan di KBRI Den Haag yang memberinya banyak kesempatan untuk menyelami seni budaya Belanda dan Eropa pada umumnya. Sepulang dari Negeri Belanda tahun 1984, sampai sekarang kembali ke dunia pendidikan, selanjutnya menjabat sebagai Pembantu Rektor II ISI Yogyakarta (1984-1993) kemudian Ketua Lembaga Penelitian (1994-1996). Ia selanjutnya tetap meneruskan profesi pokoknya sebagai pengajar sejarah dan teori seni, sehingga akhirnya pada tahun 1997 dikukuhkannya sebagai Guru Besar Tetap di ISI Yogyakarta dalam bidang tersebut. Tahun 2000-2003 ditunjuk sebagai direktur pertama Program Pascasarjana ISI Yogyakarta. Banyak menulis dan berceramah di dalam maupun di luar negeri. Pada tahun 1995 bicara tentang "Traditional Woodwork of Indonesia" di Nagoya, Jepang dan akhir tahun 1998 berceramah tentang seni topeng Indonesia di New Delhi, India. Tahun 1987 terbit bukunya "Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Seni", dan tahun 1990 menyusul "Sejarah Perkembangan Seni Rupa Modern" yang edisi ketiganya (2000) diterbitkan oleh Studio Delapanpuluh bekerjasama dengan Badan Penerbit ISI Yogyakarta. la juga menerjemahkan buku dan mengeditori beberapa penerbitan, antara lain "Perkembangan Kesenian Kita" (1991) dan "Seni Lukis Batik Indonesia" (1998). Setelah sekian lama mencurahkan perha-tiannya di bidang sejarah seni, khususnya seni rupa Indonesia purba, akhir-akhir ini ia asyik menekuni penelitian tentang wayang kulit, sejarahnya, bentuk dan wandanya, dan terakhir mengenai wayang kulit Bali. Tahun 1990-1992 ditunjuk menjadi kurator pameran seni rupa modern Indonesia di Amerika Serikat (dalam rangka KIAS) bersama Joseph Fischer dan Astri Wright, tahun 1993 di Belanda (PAKIB), dan tahun 1995 pameran internasional seni rupa GNB (Gerakan Non-Blok) di Jakarta. Sejak tahun 1991 menjadi pemimpin redaksi Jurnal SENI, dan dalam hal kekuratoran, dari tahun 1995 sampai 1999 ditunjuk sebagai pemimpin kurator Galeri Depdikbud di Jakarta yang sejak tahun 1998 menjelma menjadi Galeri Nasional
Resistensi dan Sensitivitas Bakteri terhadap Antibiotik di RSU dr. Soedarso Pontianak Tahun 2011-2013
Salah satu upaya untuk mengurangi resistensi, pemberian antibiotik harus berdasarkan pola bakteri penyebab infeksi dan kepekaan bakteri terhadap antibiotik. Tujuan penelitian ini untukmengetahui pola bakteri, resistensi dan sensitivitasnya terhadap antibiotik di RSU dr. SoedarsoPontianak tahun 2011-2013. Penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif dilakukan RSU dr. Soedarso, Pontianak. Sampel penelitian adalah hasil pemeriksaan kultur dan uji kepekaan spesimen pus pasien yang diperiksa di Bagian Mikrobiologi Unit Labolatorium Kesehatan (ULK). Dari 111 sampel,terdapat 21 jenis bakteri. Bakteri gram-negatif lebih banyak dari gram-positif, yaitu 70,7% dan 29,3%.Tiga bakteri terbanyak adalah Citrobacter freundii (18%), P. aeruginosa (17,1%) dan Staphylococcusepidermidis (15,3%). Resistensi tertinggi bakteri adalah terhadap metronidazol (96,4%), sefaleksin(95,8%), sefuroksim (92,2%), oksasilin (91,7%) dan sefadroksil (91,5%) dan sensitivitas tertinggibakteri terhadap piperasilin/tozobaktam (89,7%), meropenem (82,9%), imepenem (78,1%), amikasin(76,3%), fosfomisin/trometamol (59,5%) dan levofloksasin (56,1%). Kata kunci: bakteri, antibiotik, resistensi, sensitivitas, pus. Resistance and Sensitivity of Bacteria to Antibioticsat dr. Soedarso Hospital Pontianak 2011-2013 Abstract An effort to reduce resistance, antibiotics prescription should be based on information about pattern of bacteria and sensitivity to antibiotics. The aim of the study is to determine the patternof bacteria, resistance and sensitivity to antibiotics at dr. Soedarso Hospital Pontianak 2011-2013. This research is a descriptive study with retrospective approach. Samples were culture and sensitivity test result in pus specimen of dr. Soedarso Hospital patient’s examined at ULK. Thenumber of samples in this study were 111 samples. There were 21 type of bacterias. Gram-negativebacterias were found more than gram-positive bacterias, 70.7% and 29.3%. Three of most frequentbacterias are Citrobacter freundii (18%), P. aeruginosa (17,1%) and Staphylococcus epidermidis(15,3%). Overall, the highest bacterial resistance is to metronidazole (96,4%), cephalexin (95,8%),cefuroxime (92,2%), oxacillin (91,7%) and cefadroxil (91,5%), and the highest bacterial sensitivityto piperacillin/tozobaktam (89,7%), meropenem (82,9%), imepenem (78,1%), amikacin (76,3%),fosfomycin/ trometamol (59,5%) and levofloxacin (56,1%). Keywords: bacteria, antibiotic, resistance, sensitivity, pus
- …
