1,721,699 research outputs found
Tinjauan Tentang Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Dalam Perkara Sengketa Tata Usaha Negara Antara PT. Pertamina Dengan Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (Studi Kasus Putusan Nomor 444/G/TUN/2005/PT.TUN.JKT)/ oleh Sodik Ashidiqie
abstrak (A)Nama: Sodik Ashidiqie (205070124) (B) Judul Skripsi: Tinjauan Tentang Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Dalam Perkara Sengketa Tata Usaha Negara Antara PT. Pertamina Dengan Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Pusat (Studi Kasus Putusan Nomor 444/G/TUN/2005/PT.TUN.JKT)(C)Halaman: viii+ 93 + 3 daftar pustaka + lampiran; 2013 (D)Kata Kunci: Peradilan Tata Usaha Negara, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, Ultra Petita (E)Isi: Tujuan pembentukan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) adalah untuk memberikan perlindungan terhadap hak-hak rakyat yang bersumber dari hak-hak individu serta memberikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat yang didasarkan kepada kepentingan bersama dari individu yang hidup dalam masyarakat tersebut, putusan hakim PTUN pada pokoknya adalah berupa pernyataan batal atau tidak sahnya suatu keputusan TUN sebagaimana yang digugat seseorang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingan dirugikan dengan dikeluarkan suatu keputusan Badan/Pejabat TUN. Skripsi ini menggunakan metode penelitian normatif yang didukung dengan keterangan wawancara. Yang menjadi pegangan hakim dalam memeriksa sengketa yang diajukan kepadanya adalah surat gugatan yang diajukan penggugat, akan tetapi di dalam praktek putusan hakim ada kalanya bersifat ultra petita, artinya putusan hakim melebihi dari apa yang dituntut atau yang diinginkan penggugat sebagaimana dinyatakan dalam surat gugatan. Salah satu contohnya adalah Putusan PT.TUN Jakarta No. 444/G/Tun/2005/PT.Tun.Jkt. Hal ini jelas menyimpang dari teori Ultra Petita yang diatur dalam pasal 178 ayat (2) dan ayat (3) HIR serta Pasal 189 ayat (2) dan ayat (3) RBg. kemungkinan pertimbangan hakim dalam memutus sengketa ini berdasarkan pada yurisprudensi, karena dalam pasal 97 ayat 7 UU No.5 tahun 1986 putusan TUN tidak mengenal adanya Ultra Petita, sebaiknya dalam Undang-Undang ini di atur mengenai putusan yang bersifat Ultra Petita sehingga apabila ada putusan yang bersifat Ultra Petita di kemudian hari, dasar hukum yang digunakan oleh hakim dalam memutus sengketa TUN tidak lagi HIR melainkan UU PTUN. (F)Acuan : 16 (1976 - 2012) (G)Pembimbing : Tatang Ruchimat, S.H., M.H. (H)Penulis: Sodik Asshidiqi
THE BEGINNING OF RADARS IN HUNGARY
The article reviews of the beginning of radars in Hungary. It gives a general picture of the time between the two World Wars in Hungary, what happened in the country related to this topic. After that the authors analysed the development process of building of radar capabilities in Hungary for WWII including the domestic development and imported systems
PERUBAHAN KEMANTAPAN AGREGAT DAN NATRIUM DAPAT TERTUKAR SEBAGAI AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING PADA TANAH SODIK SIDONDO LEMBAH PALU
Tujuan penelitian adalah menentukan pengaruh pemberian bahan organik yang berasal dari pupuk kandang kambing terhadap perubahan kemantapan agregat dan Natrium dapat tertukar pada tanah sodik Sidondo, Lembah Palu. Pengambilan contoh tanah dilaksanakan pada lapisan permukaan tanah Sodik Sidondo, Lembah Palu. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai dengan November 2018 di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Metode yang digunakan pada penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 6 perlakuan yaitu P0 (tanpa bahan organik), P1 (Bahan organik dosis 2,5%), P2 (Bahan organik dosis 5%), P3 (Bahan organik dosis 7,5%), P4 (Bahan organik dosis 10%), P5 (Bahan organik dosis 12,5%) dan 3 kali ulangan, sehingga secara keseluruhan diperoleh 18 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan dosis pupuk kandang kambing pada tanah sodik Sidondo Lembah Palu tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai Natrium dapat tertukar dan Stabiltas Agregat tanah
Analisis Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Di Lapak Ayam Potong Pak Sodik (Desa Purworejo Kecamatan Geger Kabupaten Madiun)
Asrofi, Ridwan. 2020. Analisis bauran pemasaran terhadapa keputusan pembelian di Lapak Ayam Pak Sodik. Skripsi. Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Ponorogo (IAIN) Ponorogo, Pembimbing Yulia Anggraini, S.A.B., M.M.
Kata kunci : Bauran Pemasaran, Keputusan Pembelian
Dalam bauran pemasaran terdapat seperangkat alat pemasaran yang dikenal dengan marketing mix 4p, yaitu produk (product), harga (price), tempat (place), promosi (promotion). Sedangkan dalam pemasaran jasa memiliki beberapa alat pemasaran tambahan seperti orang (people), bukti fisik (physical evidence) dan proses (process), sehingga dikenal dengan marketing mix 7p. Lokasi lapak ayam potong Pak Sodik menurut konsumen yaitu sulit dijangkau dan melewati jalan raya yang tidak ada rambu lalu lintasnya, membuat konsumen kesulitan untuk melakukan keputusan pembelian di lapak tersebut. Faktanya berdasarkan wawancara dengan pemilik sudah menerapkan bauran pemasaran namun masih ada aspek dari bauran pemasaran yang belum berjalan dengan baik pada lapak ayam potong Pak Sodik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bauran pemasaran yang dilakukan di lapak ayam potong Pak Sodik untuk meningkatkan penjualan.
Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini pemilik lapak ayam potong telah menerapkan bauran pemasaran di lapak yaitu aspek harga yang ditawarkan cukup murah dari pedagang lain, aspek produk daging ayam potong yang berkualitas, aspek promosi sudah menyebar dari mulut ke mulut, namun aspek lokasi sulit untuk menuju akses lapak ayam potong, aspek orang, karyawan melayani dengan ramah dan sopan, aspek proses, pemotongan daging cepat dan tepat, aspek bukti fisik suasananya ramai tetapi tetap kondusif karena tata letak yang rapi. Adapun kendala yang dihadapi dari aspek lokasi yang menurut konsumen akses menuju ke lapak ayam Pak Sodik susah dijangkau. Dalam mengatasi kendalanya yaitu dengan membuka cabang lokasi ayam potong yang lebih memudahkan konsumen
(PDF KAN )ANALISIS BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI LAPAK AYAM POTONG PAK SODIK (DESA PURWOREJO KECAMATAN GEGER KABUPATEN MADIUN)
Asrofi, Ridwan. 2020. Analisis bauran pemasaran terhadapa keputusan pembelian di Lapak Ayam Pak Sodik. Skripsi. Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Ponorogo (IAIN) Ponorogo, Pembimbing Yulia Anggraini, S.A.B., M.M.
Kata kunci : Bauran Pemasaran, Keputusan Pembelian
Dalam bauran pemasaran terdapat seperangkat alat pemasaran yang dikenal dengan marketing mix 4p, yaitu produk (product), harga (price), tempat (place), promosi (promotion). Sedangkan dalam pemasaran jasa memiliki beberapa alat pemasaran tambahan seperti orang (people), bukti fisik (physical evidence) dan proses (process), sehingga dikenal dengan marketing mix 7p. Lokasi lapak ayam potong Pak Sodik menurut konsumen yaitu sulit dijangkau dan melewati jalan raya yang tidak ada rambu lalu lintasnya, membuat konsumen kesulitan untuk melakukan keputusan pembelian di lapak tersebut. Faktanya berdasarkan wawancara dengan pemilik sudah menerapkan bauran pemasaran namun masih ada aspek dari bauran pemasaran yang belum berjalan dengan baik pada lapak ayam potong Pak Sodik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bauran pemasaran yang dilakukan di lapak ayam potong Pak Sodik untuk meningkatkan penjualan.
Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis adalah penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini pemilik lapak ayam potong telah menerapkan bauran pemasaran di lapak yaitu aspek harga yang ditawarkan cukup murah dari pedagang lain, aspek produk daging ayam potong yang berkualitas, aspek promosi sudah menyebar dari mulut ke mulut, namun aspek lokasi sulit untuk menuju akses lapak ayam potong, aspek orang, karyawan melayani dengan ramah dan sopan, aspek proses, pemotongan daging cepat dan tepat, aspek bukti fisik suasananya ramai tetapi tetap kondusif karena tata letak yang rapi. Adapun kendala yang dihadapi dari aspek lokasi yang menurut konsumen akses menuju ke lapak ayam Pak Sodik susah dijangkau. Dalam mengatasi kendalanya yaitu dengan membuka cabang lokasi ayam potong yang lebih memudahkan konsumen
- …
