1,720,960 research outputs found

    Eksperimen Penangkapan Ikan Karang dengan Menggunakan Fyke Net Modifikasi di Kabupaten Selayar

    No full text
    Salah satu upaya menekan eksploitasi ikan dengan cara destructive pada kawasan terumbu karang di Kabupaten Kepulauan Selayar adalah dengan menerapkan kaidah responsible fishing. Upaya itu dapat dimulai dengan melakukan eksperimen dalam merancang alat dan metode penangkapan alternatif dengan penerapan alat pasif seperti fyke net. Umumnya fyke net dioperasikan pada sungai dan danau yang dipasang secara menetap atau berpindah-pindah. Konstruksi fyke net tersebut dengan ikan yang masuk kantong dipaksa tergiring oleh jaring pemandu. Fyke net yang dioperasikan pada terumbu karang disesuaikan dengan sifat ikan yang secara sukarela masuk kantong fyke net sehingga modifikasi bagian-bagiannya perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) merancang modifikasi bagian-bagian fyke net yang dapat meningkatkan hasil tangkapan yang diinginkan, (2) menentukan efektivitas fyke net modifikasi untuk menangkap ikan karang target, (3) menganalisis ikan hasil tangkapan fyke net modifikasi terkait dengan aspek keramahan alat tangkap

    Pemodelan Jarak Lokasi Penangkapan Ikan Karang dari Garis Pantai untuk Mereduksi Bycatch Pada Bubu Serambi

    Full text link
    Memancing dengan sangat potensial daya tangkap sebagai metode yang sederhana dan efektif untuk nelayan untuk mengeksploitasi ikan karang telah praktis diterapkan di beberapa lokasi di perairan Pulau Selayar.Meskipun kegiatan yang telah diakui sebagai berbahaya bagi kerusakan ekosistem terumbu, kurangnya pengetahuan nelayan tentang bertanggung jawab ikan-ing kontribusi kehancuran ekosistem terumbu karang.penelitian ini adalah untuk menentukan Model dari distance from beach-line (DfBL) untuk mengurangi daya tangkap di ruang perangkap.Penelitian ini dilakukan di perairan Parak Kabupaten Kepulauan Selayar yang memancing peralatan dioperasikan pada berbagai DfBL.Hasilnya menunjukkan tren positif pengurangan daya tangkap dengan meningkatnya DfBL ikan karang fishing ground, sementara ada tren linier positif produktivitas ikan target dengan meningkatnya DfBL ikan karang Model Wilayah Penangkapan Ikan dari jumlah daya tangkap di daerah pnangkapan ikan pada lokasi di DfBL itu Y = 301 , 47E-0,008x (R² = 0,78), maka model berat daya tangkap pada daerah pnangkapan ikan dasar lokasi di DfBL adalah Y = 3378,2e-0,006x (R² = 0,63).Sementara model produktivitas ikan target pada daerah pnangkapan ikan dasar lokasi di DfBL adalah Y = 0,0092x - 1,8602 (R² = 0,6347). Memancing lokasi tanah dasar pada DfBL di kisaran 289-342 m menghasilkan daya tangkap lebih tinggi 4,77 - 6,55 kali dari jarak 497- 650 m, sedangkan jarak 289-342 menghasilkan target yang ikan lebih tinggi 2,22 - 4,79 kali dibandingkan di kisaran 497- 650 m.Kata Kunci: Model, daya tangkap, garis pantai, ikan target,Fishing with highly potential bycath as the simple and effective method for fisher to exploit reef fish has been practically applied in several locations in Selayar Island waters. Although those activities have been recognized as harmful to reef ecosystem destruction, the lack of fisher knowledge on responsible fish-ing contributes the destruction of the reef ecosystem. This research is to determine Model of location for reef fish fishing ground base on distance from beach-line (DfBL) to reduce bycatch in chambered wing trap fish-ing. This experiment was conducted in Parak waters of Selayar Islands Regency which was fishing gear op-erated on variety of DfBL. The result showed positive trend of bycatch reduction with increasing DfBL of reef fish fishing ground, meanwhile there was linier positive trend of target fish productivity with increasing DfBL of reef fish fishing ground Model of bycatch number on fishing ground location base on DfBL was Y = 301,47e-0,008x (R² = 0,78), then model of bycatch weight on fishing ground location base on DfBL was Y = 3378,2e-0,006x (R² = 0,63). Meanwhile model of target fish productivity on fishing ground location base on DfBL was Y = 0,0092x - 1,8602 (R² = 0,6347). Fishing ground location base on DfBL at range 289-342 m produce bycatch higher 4,77 - 6,55 times than at range 497- 650 m, meanwhile at range 289-342 produce target fish higher 2,22 - 4,79 times than at range 497- 650 m.Keyword: Model, bycatch, beach-line, target fish, trap

    KOMPOSISI NUTRISI BERBAGAI JENIS RUMPUT LAUT Caulerpa sp. DI KEPULAUAN SPERMONDE

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Komposisi Nutrisi Rumput Laut Caulerpa Lentilifera, Caulerpa Racemosa, Caulerpa Toxifolia, Hasil Penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi bagi masyarakat luas agar bisa di gunakan sebagai bahan pangan bagi kehidupan masyarakat. Penelitian ini mengunakan analisis deskriptif. Analisis deskriptif adalah salah satu penelitian yang di gunakan untuk membandingkan kompisisi nutrisi dari masing-masing jenis rumput laut Caulerpa sp. Adapun yang di uji pada penelitian ini adalah kadar air, kadar protein, kadar lemak kasar, kadar serat kasar, BETN, kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C. Racemosa meiliki Kadar air 18,00%, Protein kasar 13,10%, Lemak kasar 3,06%, Serat kasar 7,41%, BETN 24,83%, Abu 51,60%. dan C. toxifolia memiliki Kadar air 21,54%Protein kasar 14,89%, Lemak kasar 6,90%, Serat kasar 7,25%, BETN 40,11%, Abu 30,85%, Sedangkan CLentilifera memiliki Kadar air 19,58%, Protein kasar 14,47%, Lemak kasar 1,38%, Serat kasar 2,88%, BETN 16,44%, Abu 64,83%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis proksimak ketiga jenis Caulerpa sp memiliki kandungan bebeda-beda dan yang paling bagus komposisi nutrisinya C. Toxifolia karena memiliki kandungan nutrisi kadar air 21,54%, kadar protein 14,89%, Kadar lemak 6,90%, dan BETN (bahan ekstrak tanpa nitrogen) 40,11%

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG RUMPUT LAUT Caulerpa sp. DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN IKAN BANDENG (Chanos chanos)

    Full text link
    Pemanfaatan Caulerpa sp. dalam pakan mampu meningkatkan pertumbuhan dan sintasan beberapa organisme akuatik, namun belum diujicobakan pada ikan bandeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung rumput laut Caulerpa sp. dalam pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan bandeng (Chanos chanos). Sebanyak 120 ekor benih ikan bandeng dengan ukuran 3-4 cm dan bobot rata-rata 5,39±0,07 g dipelihara dalam waskom volume 15 liter dengan kepadatan 10 ekor/waskom. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah penambahan tepung Caulerpa sp. dalam pakan masing-masing sebanyak 10%/kg pakan, 20%/kg pakan, 30%/kg pakan, dan tanpa penambahan tepung Caulerpa sp. (kontrol). Pemberian pakan uji sebanyak 5% dari biomassa perhari dengan frekuensi pemberian 3 kali sehari (08.00, 12.00, dan 16.00). Pemeliharaan dan pemberian pakan uji dilakukan selama 40 hari dan setiap hari dilakukan penyiponan dan pengantian air. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan dengan penambahan tepung Caulerpa sp. memberikan pengaruh nyata (P<0.05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian (LPH), tetapi tidak memberikan pengaruh nyata (P>0.05) terhadap sintasan ikan bandeng. Pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian tertinggi diperoleh pada pemberian tepung Caulerpa sp sebanyak 20%/kg pakan yaitu 6.90 g dan 1.34 %/hari

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    ANALISIS KUALITAS FISIKA DAN KIMIA PERAIRAN DI TAMBAK MARGINAL DESA MANAKKU, KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN, PROVINSI SULAWESI SELATAN

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2019 untuk mengetahui parameter fisika dan kimia kawasan marginal tambak di Desa Manakku, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada petani tentang prinsip-prinsip ilmiah dan sifat-sifat air di kolam marginal. Temuan penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam budidaya tambak. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif, dengan pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik tertentu: Kolam, Outlet, dan Inlet. Pengukuran dilakukan baik di lokasi maupun di luar lokasi. Parameter yang diuji secara in situ adalah suhu, salinitas, tingkat keasaman (pH), dan oksigen terlarut (DO). Sedangkan karakteristik yang dinilai di luar lingkungan alaminya antara lain amonia, nitrit, nitrat, fosfat, dan kebutuhan oksigen biologis (BOT). Parameter kualitas air diukur di tiga stasiun pengambilan sampel. Suhu berkisar antara 26,30 hingga 29,12℃, salinitas berkisar antara 4,87 hingga 33,12 ppt, pH berkisar antara 5,14 hingga 9,2, oksigen terlarut berkisar antara 2,28 hingga 6,02 mg/l, amonia berkisar antara 0,00325 hingga 1,3641 mg/l, nitrit berkisar kurang dari 0,007 hingga kurang dari 0,0010 mg/l, nitrat berkisar antara 0,13 hingga 0,93 mg/l, fosfat berkisar antara kurang dari 0,0021 hingga 0,0087 mg/l, dan kebutuhan oksigen biologis berkisar antara 14,4 hingga 23,23 mg/l

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore