32 research outputs found

    ANALISIS TEGANGAN, DEFLEKSI, DAN FAKTOR KEAMANAN PADA PEMODELAN FOOTSTEP HOLDER SEPEDA MOTOR “Y” BERBASIS SIMULASI ELEMEN HINGGA

    No full text
    Sepeda motor banyak dipilih masyarakat sebagai moda transportasi. Untuk itu diperlukan komponen-komponen sepeda motor yang aman digunakan bagi pengendara. Footstep holder merupakan komponen yang mempunyai fungsi untuk memegang pijakan footstep pengendara sepeda motor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa berbagai pembebanan pada footstep holder menggunakan pemodelan dengan bantuan software Autodesk Inventor Professional 2013. Berbagai pembebanan dilakukan pada pemodelan dengan berbagai kondisi. Pembebanan tersebut meliputi pembebanan dengan kondisi pengendara duduk dengan kaki bertumpu pada footstep, pengendara berdiri pada footstep, motor jatuh kesamping, footstep tertabrak dari belakang, footstep tertabrak dari depan dan motor djatuh kesamping dengan dinaiki dua pengendara. Hasil yang didapat setelah dilakukan analisa dalam berbagai kondisi secara berturut-turut adalah tegangan von mises yaitu 9,298MPa, 32,54MPa, 233,7MPa, 246,022MPa, 203MPa, 468,9MPa, yang kedua defleksi yaitu 0,00829mm, 0,02905mm,0,6159mm, 0,616mm, 0,592mm, 1,32mm  dan yang ketiga faktor keamanan yaitu diatas 15, 8,45, 1,18, 1,12, 1,35, 0,59. Pada pembebanan dengan kondisi motor jatuh kesamping dengan dinaiki dua pengendara beresiko besar terhadap patahnya footstep holder dengan tegangan von mises 468,9MPa dan mempunyai faktor keamanan yang rendah 0,59 dengan defleksi 1,32mm</jats:p

    Implementasi Kebijakan Pengembangan Kawasan Agribisnis Kakao Di Kabupaten Berau Pada Dinas Perkebunan Kabupaten Berau

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kebijakan pengembangan kawasan agribisnis kakao di Kabupaten Berau Pada Dinas Perkebunan Kabupaten Berau. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, studi pustaka, dokumentasi dan observasi. Tehnik analisis data dilakukan dengan tahapan analisis deskriptif daei hasil transkip wawancara kemudian di narasikan dalam sebuah kalimat.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  kebijakan pengembangan kawasan agribisnis kakao di Kabupaten Berau Pada Dinas Perkebunan Kabupaten Berau sangat efektif dan efesien karena selain empat dimensi implementasi kebijakan telah berjalan sebagaimana mestinya, peneliti menemukan adanya novelty yaitu adanya leadership yang kuat serta kemampuan manajerial dari kepala dinas perkebunan dalam mengkolaborasikan sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi.  Salah satu factor pendukung dalam implementasi kebijakan ini adalah dukungan Pemerintah Kabupaten Berau adalah komitmen dari Kepala Daerah dalam hal ini Bupati Berau menjadikan komoditi Kakao menjadi unggulan dalam dokumen RPJMD Kabupaten Berau dan ditindaklanjuti dengan kebijakan turunanya sampai dengan alokasi pendanaan kegiatan. Adapun factor penghambat dari Implementasi ini adalah dipengaruhi kondisi alam karena kelembaban yang tinggi, alih fungsi lahan dengan komoditas lainnya, dan kurangnya kapasitas petani terkait manejmen kakao serta dampak pendemi covid19 pada awal 2020 sampai hari ini

    Implementasi Kebijakan Pengembangan Kawasan Agribisnis Kakao Di Kabupaten Berau Pada Dinas Perkebunan Kabupaten Berau

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi kebijakan pengembangan kawasan agribisnis kakao di Kabupaten Berau Pada Dinas Perkebunan Kabupaten Berau. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, studi pustaka, dokumentasi dan observasi. Tehnik analisis data dilakukan dengan tahapan analisis deskriptif daei hasil transkip wawancara kemudian di narasikan dalam sebuah kalimat.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  kebijakan pengembangan kawasan agribisnis kakao di Kabupaten Berau Pada Dinas Perkebunan Kabupaten Berau sangat efektif dan efesien karena selain empat dimensi implementasi kebijakan telah berjalan sebagaimana mestinya, peneliti menemukan adanya novelty yaitu adanya leadership yang kuat serta kemampuan manajerial dari kepala dinas perkebunan dalam mengkolaborasikan sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi.  Salah satu factor pendukung dalam implementasi kebijakan ini adalah dukungan Pemerintah Kabupaten Berau adalah komitmen dari Kepala Daerah dalam hal ini Bupati Berau menjadikan komoditi Kakao menjadi unggulan dalam dokumen RPJMD Kabupaten Berau dan ditindaklanjuti dengan kebijakan turunanya sampai dengan alokasi pendanaan kegiatan. Adapun factor penghambat dari Implementasi ini adalah dipengaruhi kondisi alam karena kelembaban yang tinggi, alih fungsi lahan dengan komoditas lainnya, dan kurangnya kapasitas petani terkait manejmen kakao serta dampak pendemi covid19 pada awal 2020 sampai hari ini

    Pengaruh grind size dan tipe portafilter terhadap kualitas espresso pada mesin espresso sistem pneumatik

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperature, grind size dan jenis portafilter terhadap kadar total dissolved solids (TDS) dan extraction yield (EXT) dan menemukan pengaturan mesin kopi espresso sistem pneumatik yang optimal untuk mencapai kualitas terbaik. Pada penelitian ini dilaksanakan dengan menguji karakteristik kopi espresso yaitu kadar total dissolve solid (TDS) dan extraction yield (EXT) akibat pengaruh temperatur, grind size dan tipe portafilter. Desain eksperimen faktorial penuh (full factorial design of experiments - FFD) digunakan untuk mengidentifikasi variabel yang memiliki pengaruh yang signifikan pada kualitas espresso yang dihasilkan. Data penelitian diolah menggunakan analisa varian (analysis of variance - ANOVA) dengan bantuan perangkat lunak Minitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperature, grind size dan tipe portafilter secara  statistik memiliki pengaruh yang signifikan dengan tingkat kepercayaan 100% dalam mempengaruhi kadar total dissolved solids (TDS). Grind size dan tipe portafilter secara statistik juga memiliki pengaruh signifikan terhadap extraction yield (EXT) dengan tingkat kepercayaan 100%. Sebaliknya, nilai p-value yang lebih tinggi untuk faktor temperatur menunjukkan bahwa faktor tersebut secara statistik tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap extraction yield (EXT). Hasil optimasi respons untuk kadar total dissolved solids (TDS) dan extraction yield (EXT) menghasilkan niai composite desirability (D) sebesar 0,7255. Dari nilai tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi optimal yang ditemukan melalui plot optimasi cukup dapat diandalkan dan sesuai dengan model regresi yang telah diuji secara kredibel. Variabel yang dapat menghasilkan kadar total dissolved solids (TDS) dan extraction yield (EXT) paling optimal didapat dari pengaturan temperatur 1000C, grind size 2.8 dan penggunaan un-pressurized portafilter. Kadar total dissolved solids (TDS) dan extraction yield (EXT) yang dihasilkan dari metode respon optimasi ini masing-masing sebesar 11,5252% dan 22,348%

    KARAKTERISTIK PERMEN JELLY DENGAN PENAMBAHAN GELATIN SISIK IKAN YANG BERBEDA

    Get PDF
    Permen jelly adalah produk makanan yang memiliki tekstur kenyal. Tekstur ini terbentuk karena adanya pembentuk gel yaitu gelatin. Limbah sisik ikan dapat dimanfaatkan menjadi gelatin dan diaplikasikan pada produk pangan sebagai pembentuk tekstur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gelatin sisik ikan terhadap karakteristik permen jelly. Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental laboratories menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan pada penelitian adalah penambahan gelatin sisik ikan yang berbeda (ikan tawes, bandeng, dan ikan kurisi) sebanyak 14 % dengan tiga kali pengulangan. Data parametrik dianalisis dengan uji Analysis of Varians (ANOVA) dan data non-parametrik dianalisis dengan Uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gelatin sisik ikan yang berbeda memiliki perbedaan yang signifikan (P <0,05) dengan nilai kekuatan gel tertinggi adalah 350 ± 5,50 g.cm2, kadar air terendah 15,81 ± 0,17%, kadar abu tertinggi adalah 2,12 ± 0,10 %,,  nilai Aw terendah adalah 0,72 ± 0,11, nilai pH terendah adalah 4,40 ± 0,08, dan nilai hedonik dengan interval 8,0 <μ <8,2

    PROFESIONALISME APARATUR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN SUMBAWA BARAT

    Get PDF
    Professionalism is a most to be owned by the State Civil Apparatus in today's dynamic era. This research tries to explore two important things in looking at Professionalism in Pamong Praja Police Unit of West Sumbawa Regency, that is: How is the professionalism of Pamong Praja Police Unit of West Sumbawa Regency and what the factors that influence it are. The author tries to explain these two things by combining between the theory and concepts put forward by experts with the field conditions that occur. So that we can find out whether Pamong Praja Police Unit of West Sumbawa Regency is Professional, Towards Professional or Not Professional at all. The research method used is descriptive qualitative research because it is related to the selected problem that is telling social phenomena that does not intend to make calculations qualitatively or using statistics but rather lead to exploitation of public expression and events that occur. The Source Data in this study are: Informants, Events, and Documents. Data collection techniques used in this study are: Interview, Observation, and Documentation. Pamong Praja Police Unit has a duty to maintain and organize public order and tranquility, to carry out Community Protection, to enforce the Regional Regulation and the Decision of the Regional Head. To carry out these tasks required high professionalism, to know that there are several indicators used in viewing the professionalism of Pamong Praja Police Unit of West Sumbawa Regency are: a) The intellectual capacity of employees; b) Standard of work; c) Moral and ethical standards
    corecore