1,720,979 research outputs found
Pengaruh Relationship Marketing, Store Atmosphere, dan Social Media Marketing terhadap Customer Trust dan Repurchase Intention Pelanggan (Studi Kasus pada Coffee Shop di Kota Bogor).
sesama coffee shop sangat tinggi, oleh karena itu penting bagi masingmasing
coffee shop untuk menemukan cara agar perusahaan dapat
mempertahankan pelanggan, sehingga tercipta repurchase intention yang
berkelanjutan, sebagai tahap awal dari terciptanya loyalitas pelanggan. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relationship marketing, store
atmosphere, dan social media marketing terhadap customer trust dan repurchase
intention pada pelanggan Ngopi Doeloe, Popolo Coffee, Rumah Kopi Ranin,
Starbucks Coffee, The Coffee Bean & Tea Leaf, dan JCo Donuts & Coffee Bogor.
Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian survey. Penelitian ini dilakukan
dengan penyebaran kuesioner kepada 407 pengunjung coffee shop dengan metode
convenience sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisis deskriptif dan structural equation model (SEM) dengan software
IBM SPSS AMOS 20, untuk menguji hipotesis dari pengaruh variabel-variabel
yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel relationship marketing
dan social media marketing masing-masing berpengaruh signifikan terhadap
customer trust dan repurchase intention. Sedangkan store atmosphere tidak
berpengaruh signifikan terhadap repurchase intention, namun dapat berpengaruh
signifikan melalui variabel customer trust
Kesiapan Karyawan terhadap Implementasi EBusiness di PT Indonesia Kendaraan Terminal.
PT Indonesia Kendaraan Terminal merupakan satu-satunya terminal
kendaraan di Indonesia yang bertujuan untuk mengimplementasikan bisnis
elektronik (e-business) dalam pekerjaannya. Kesiapan karyawan merupakan salah
satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengimplementasian e-business. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan karyawan terhadap implementasi
e-business di PT Indonesia Kendaraan Terminal Jakarta dan penelitian prioritas
action plan dalam rangka menyukseskan implementasi e-business. Pengukuran
tingkat kesiapan digunakan metode analisis tabulasi silang dan analisis deskriptif
menggunakan metode sensus. Hasil dari pengukuran tingkat kesiapan karyawan
menunjukkan bahwa penguasaan teknologi telah mendukung untuk implementasi
e-business. Penelitian prirotas action plan menggunakan metode Analytical
Hierarchy Process menjelaskan prioritas tindakan paling utama yaitu perlunya
peningkatan fitur e-business dan integrasi sistem pada e-business
Pengaruh Experiential Marketing, Behavioural Intention, Kepuasan Konsumen dan Peranan Gender Terhadap Loyalitas (Studi Kasus : Coffee Shop di Kota Bogor)
Produksi kopi di Indonesia bertambah setiap tahunnya dikarenakan saat ini
semakin banyak masyarakat yang memiliki kebiasaan untuk meminum kopi. Hal
inilah yang mendorong berkembangnya coffee shop di kota-kota besar di
Indonesia, salah satunya di Kota Bogor. Banyaknya coffee shop menjadi
tantangan bagi para pengusaha untuk bersaing dan mendapatkan loyalitas
konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan loyalitas yaitu dengan
experiential marketing, behavioural intention dan kepuasan konsumen. Alat
analisis yang digunakan dalam meneliti pengaruh adalah analisis SEM (Structural
Equation Modeling). Data penelitian ini didapat dari penyebaran kuesioner
dengan teknik convinience sampling dan didapatkan 426 responden. Hasil uji
analisis membuktikan bahwa adanya pengaruh signifikan yang positif langsung
antar variabel eksogen (behavioural intention dan kepuasan konsumen) serta
pengaruh tidak langsung yaitu experiential marketing dengan variabel endogen
yaitu loyalitas. Selain itu, hasil penelitian pun menghasilkan bahwa perbedaan
gender yaitu laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan sikap yang berpengaruh
terhadap loyalitas
Aspek Teknologi dan Organisasi: Pengaruhnya terhadap Adopsi E-Commerce pada Usaha Mikro Kecil di Kabupaten Grobogan.
Indonesia saat ini sedang memasuki era digital dimana kebanyakan informasi dapat diakses dengan mudah. Kemudahan ini membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat memiliki prospek bisnis yang menjanjikan. E-commerce merupakan salah satu alternatif teknologi sebagai alat pemasaran yang dapat digunakan oleh UMK dalam memperluas bisnisnya guna mencapai target pasar yang sebelumnya tidak terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adopsi e-commerce di usaha mikro kecil Kabupaten Grobogan. Responden pada penelitian ini adalah usaha mikro dan kecil (UMK) dengan total 100 responden, berdomisili di Kabupaten Grobogan dengan target yaitu para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK). Metode pengambilan sampel yaitu Nonprobability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan SEM-PLS menggunakan Smart PLS 3.0. Hasil menunjukan bahwa faktor organisasi dan teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi e-commerce
Manajemen Risiko Rantai Pasok Unggas Terkait Kasus Avian Influenza Di Kabupaten Bandung
Munculnya berbagai macam penyakit pada peternakan unggas dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar. Salah satu cara untuk menanggulangi penyebaran AI adalah dengan mengidentifikasi aliran produk unggas dari hulu ke hilir. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengkaji rantai pasok unggas serta menganalisis berbagai gangguan risiko tertinggi yang timbul terkait kasus AI di Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan untuk menentukan dan menganalisis risiko tertinggi dalam rantai pasok unggas adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Multi Expert-Multi Criteria Decision Making (ME-MCDM). Aliran produk mengalir dari peternak-perusahaan inti-RPHU-pedagang besar-restoran dan supermarket-pedagang kecil-konsumen. Penyebaran AI dapat terjadi sepanjang aliran produk dari hulu ke hilir. Hasil AHP terkait kasus AI adalah prioritas faktor rantai pasok adalah make (0.563) dan prioritas anggota rantai pasok adalah perusahaan inti (0.401), dengan risiko operasional yang memiliki prioritas terbesar adalah sumber daya manusia (0.411)
Selecting Postharvest Technology Method for Citrus Fruit using Analytic Hierarchy Process (AHP)
Ehime Prefecture is one of the main citrus fruit producing regions in Japan. As many as\ud
20 major citrus varieties are cultivated in Ehime annually.\ud
The harvest of citrus fruit in a\ud
large scale has brought the consequences in the postharvest deterioration. It could be\ud
caused by many factors, including metabolic changes, (biochemical changes associated\ud
with respiratory metabolism, ethylene biosynthesis and action, and compositional\ud
changes), growth and development (anatomical and morphological changes), physical\ud
injuries, water loss, physiological disorders, and pathological To reduce these losses, it is \ud
suggested to apply proper handling methods or postharvest technologies that delay\ud
senescence and maintain the best possible quality. There are some handling methods or\ud
postharvest technologies that can be used to maintain the quality of citrus fruit, such as:\ud
modified atmosphere packaging (MAP), controlled atmosphere storage (CAS), coatings,\ud
hot water treatment, and etc. In this paper, analytic hierarchy process (AHP) is used to\ud
select the best postharvest method for preserving citrus fruit in Ehime. The ability of the\ud
AHP to provide selection of the postharvest technology with process flexibility like\ud
criteria selection, technology selection and criteria weightages allows its use by students,\ud
researchers, entrepreneurs, technology facilitators, policy makers, et
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
